New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 11 - Sudah Saatnya Untuk Belajar Sihir [Revisi √]



Sementara Erythia yang masih duduk bersabar menunggu Haru kembali, dia hanya mengayun-ngayunkan kaki di bangku taman. Gadis itu tidak pergi ke mana-mana meski tampak bosan.


Sudah satu jam berlalu semenjak Haru meninggalkannya sendirian di sana. Mungkin saja Erythia sudah melupakan dan berhasil menekan rasa laparnya itu. Dia hanya berharap Haru cepat kembali.


"Apa Haru baik-baik saja, ya? Dia lama sekali," gumam Erythia mulai merasa cemas. "Mungkin aku harus mencarinya."


Kemudian Erythia beranjak berdiri dan mulai pergi dari sana untuk mencari Haru. Akan tetapi, ketika dia baru saja ke luar dari gapura taman tersebut, seseorang memanggil namanya dari kejauhan. Adalah seorang pemuda yang tidak lain merupakan Haru, sudah kembali dan berhasil menjalankan misi pentingnya.


Menghampiri Erythia, Haru berkata, "Aku kembali, Ery. Maaf membuatmu menunggu lama. Aku berhasil membawa makanan dan minuman untuk kita berdua." Haru tersenyum lebar.


Erythia memandangi Haru dalam diam. Tak berselang lama, dia pun membalas, "Um ...." dan memaksakan senyumnya.


Haru bodoh! Kamu memang laki-laki yang bisa diandalkan. Terima kasih.


Kali ini, seraya menatap ke bawah, senyuman tulus terukir di bibir Erythia. Itu benar-benar manis.


...***...


Jenazah Haru disemayamkan di kediaman Aria sebelum akhirnya dikebumikan. Karena dia tidak memiliki keluarga, yang mana pemuda itu adalah sebatang kara, jadi keluarga Aria-lah yang mengurus terkait prosesi pemakamannya.


Setelah selesai dimandikan, jenazah Haru yang sudah dimasukkan ke dalam peti, dibawa ke salah satu ruangan yang sudah disiapkan. Peti itu tidak langsung ditutup, hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan pada orang-orang yang ditinggalkan, agar dapat melihat sosok jenazah untuk yang terakhir kalinya.



Para pelayat berpakaian serba hitam pun mulai berdatangan. Untuk pria, mereka memakai jas hitam formal dengan dasi dan kemeja putih di dalamnya. Sedangkan wanita, memakai gaun khusus untuk keperluan spesifik upacara pemakaman.


Mereka tidak lain adalah kerabat, orang-orang terdekat atau sahabat, dan rekan-rekan Haru di perusahaan tempatnya bekerja. Tentu saja mereka yang datang lebih awal, menggunakan waktu khususnya untuk memberikan penghormatan sebelum tamu-tamu lain mengambil tempat duduk.


Setelah para pelayat dirasa sudah datang semua dan cukup melihat kesempatan pada sosok jenazah, upacara memberikan doa pun dimulai. Karena merupakan salah satu bentuk dukungan emosional dari pelayat pada orang yang ditinggalkan, secara bergantian para tamu diundang mendekat ke altar untuk berdoa.


Meski berat, tetap harus menerimanya. Aria juga sudah terlihat mulai tenang. Karena beberapa teman dekatnya, memberikan dukungan agar dia merasa kuat menerima takdir ini.


Banyak yang merasa kehilangan akan sosok Haru. Di circle pertemanannya, dia merupakan orang yang care, selalu mengingatkan jikalau ada yang melakukan kesalahan, juga menjadi orang pertama yang langsung membantu dan turun tangan, ketika teman-teman lain mendapatkan suatu masalah atau musibah.


"Aku sangat tidak terima dengan takdir ini! Kenapa? Kenapa harus Haru?!" Seorang pria berkata dengan nada kesal seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Aku tahu ini berat, tapi kita harus ikhlas, dan bisa menerima takdir ini untuk melepas kepergian sahabat terbaik yang kita miliki," balas pria lain.


Ya, itu adalah keputusan bijak dan terbaik. Ditinggalkan oleh orang yang penting di kehidupan memanglah menyakitkan. Meski begitu, waktu yang pernah dihabiskan bersama sosok tersebut, akan selalu terkenang.


Sedangkan di circle pekerjaan. Haru adalah sosok yang bisa diandalkan. Dia sangat disiplin dan rajin, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Karena itulah atasan menyukainya, bahkan rekan-rekan lain merasa hormat dan segan padanya.


Waktu pun berlalu, kini tibalah saat penutupan peti jenazah Haru. Para pelayat beserta keluarga Aria, kemudian mengiringi untuk mengantarkan ke tempat peristirahatan yang terakhir, yakni untuk segera menguburkannya.


...***...


"Hey, Haru. Bagaimana caramu bisa mendapatkan semua makanan dan minuman ini?" tanya Erythia yang penasaran.


Seraya mengunyah, Haru menanggapi, "Hmm ...? Sudahlah, kamu makan saja dulu."


"Kamu tidak mencurinya, kan? Jawab pertanyaanku!" Erythia menatap Haru penuh rasa curiga.


"Sembarangan, tentu saja tidak! Ini adalah hasil dari kerja kerasku, tahu!" Haru menyanggah dengan tegas dan percaya diri.


"Hmm … ya, baiklah. Semoga itu benar."


Wah, jahat sekali! Bisa-bisanya kamu malah mencurigaiku melakukan hal konyol seperti itu, Ery.


___


Setelah konser dadakan Haru berakhir, dia menghitung pendapatan dari hasil ngamennya itu. Cukup banyak yang didapatkan, yakni 58 koin perunggu, 10 koin perak, dan 2 koin emas.


Mata uang di dunia itu adalah Spina, dan uang tersebut dapat digunakan di seluruh wilayah yang ada di sana. Jadi ketika sedang berada di kerajaan atau negara tetangga sekalipun, tentu bukanlah masalah fatal. Serta terbagi menjadi 4 jenis alat pembayaran yang sah, yakni;



Koin perunggu.


Koin perak.


Koin emas.


Uang kertas.



Uang kertas sendiri menjadi mata uang yang paling tinggi nilainya. Hanya tersedia 2 pecahan, yaitu pecahan 1.000 dan 10.000. Berkebalikan dengan koin perunggu, yang memang 'bisa dikatakan' memiliki nilai paling rendah. Karena itulah orang-orang cenderung menukarkannya dengan koin perak.


• 100 koin perunggu \= 1 koin perak.


• 5 koin perak \= 1 koin emas.


• 2 koin emas \= 1 lembar pecahan 1.000.


• 20 koin emas \= 1 lembar pecahan 10.000.


Uang kertas dengan pecahan berapa pun, hanya dapat ditukarkan dengan koin emas. Untuk perbandingan, jikalau dikonversikan ke dalam mata uang di dunia Haru sebelumnya, itu akan menjadi;


• 1 koin perak \= 12.500 rupiah.


• 1 koin emas \= 62.500 rupiah.


• 1 lembar uang kertas pecahan 1.000 \= 125.000 rupiah.


• 1 lembar uang kertas pecahan 10.000 \= 1,25 juta rupiah.


Setelah itu, sesuai perkataannya, Haru kembali mengunjungi kedai makanan sebelumnya.


Apa yang dibelinya di sana adalah, 2 kotak makanan lengkap dengan lauk pauk. Seperti halnya Bento di dunia Haru sebelumnya, yang mana berisikan nasi, beberapa potong daging sapi dan sayuran. Untuk makanan yang lain, itu adalah 8 buah roti dan 10 botol air mineral.


Total biaya yang dihabiskan untuk membeli semua makanan tersebut adalah;


• 2 bekal nasi \= 1 koin emas dan 1 koin perak.


• 8 roti \= 1 koin emas dan 3 koin perak.


• 10 botol air minum \= 5 koin perak.


Lalu sisa uang yang masih Haru pegang sebanyak; 58 koin perunggu dan 1 koin perak. Tentu itu tidak akan cukup, jikalau Haru ingin menyewa penginapan nantinya.


___


"Setelah kupikir-pikir terkait yang paman penjual makanan itu katakan padaku sebelumnya, ternyata mata uang di sini tidak terlalu berbeda seperti di duniaku dulu ya," gumam Haru menunjukkan ekspresi wajah yang tampak rumit.


Erythia yang sedang memperhatikannya, merasa heran dan bertanya, "Memangnya ada apa?"


"Ah … tidak apa-apa, Ery. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang menarik."


"Hmm … begitu ya."


Kemudian Haru mengambil dompetnya untuk mengecek berapa banyak uang yang masih tersisa di sana.


Oke … mari kita lihat.


"10 lembar pecahan 10.000, 8 lembar pecahan 1.000, lalu 10 koin senilai koin emas di sini ya."


Eh? Tunggu. Sial! Bukankah ini cukup untuk biaya hidupku beberapa hari ke depanーtidak, kurasa cukup untuk satu minggu lebih? Atau bahkan mungkin dua minggu ?!


Argh ...! Kalau sudah begini, aku harus menggunakan kekuatan gift itu untuk merubah semua uang tidak berguna ini menjadi layak pakai !


"Hey, Ery ...." Haru langsung menatap Erythia dengan tatapan mengerikan dan tampang putus asa.


"Hmm ...? HihーApa-apaan dengan tampang jelekmu itu?! Aku jadi risih, tahu!" balas Erythia yang terkejut. Dia sedikit menjauhkan dirinya dari Haru.


"GehーLupakan soal itu! Jawab pertanyaanku ini. Sebelumnya kamu menggunakan sihir untuk menerbangkanku di udara, kan?"


"Maksudmu << WATER BINDING >> itu?"


"Ya, benar. Itu sihir, kan?"


"Memang. Apa ada yang salah dengan itu?"


Haru kemudian memegangi kedua pundak Erythia, dan berkata, "Dengar, Ery. Aku harus segera menguasai sihir. Kekuatan cheat itu harus kugunakan cepat atau lambat!"


"Eh? Kenapa tiba-tiba?"


"Ini demi kelangsungan hidup kita berdua di sini! Kamu akan mengajariku, kan?"


"Ada apa denganmu sih? Kamu kok jadi aneh begini?" Erythia jelas kebingungan dengan perubahan sikap Haru, dan tidak tahu harus menanggapi bagaimana.


"Sudahlah, kamu menurut saja. Aku tidak mau kalau kita malah mati karena kelaparan, Ery! Argh ...! Sial!"


Haru berkata miris seraya mengacak-acak rambutnya secara tidak beraturan. Erythia yang mengerti dengan keadaan pun, akhirnya mengangguk menyetujui permintaan tersebut.


"Um … baiklah, kalau kamu memaksa."


"Benarkah?" Haru kembali menatap Erythia.


"Iya, aku akan mengajarimu."


"Woah … kamu memang bisa diandalkan. Terima kasih, Ery~"


Secara spontan, Haru langsung memeluk Erythia. Tentu karena dia merasa sangat senang mendengar pernyataan seperti itu. Sedangkan Erythia yang terkejut karena mendapatkan pelukan hangat dari Haru, seketika wajahnya mulai memerah.


"Um … sama-sama."


Sungguh … kamu adalah laki-laki yang bodoh, Haru.


Lantas Erythia yang kini merasa tersipu, tersenyum lega dalam pelukan Haru.


^^^To be continued …^^^