New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 62 - Menuju Akhir Invasi



Zordan dan kelompoknya mati-matian menghadapi musuh mereka kini. 15 orang assasin tak kenal ampun memberikan serangan bertubi-tubi dari segala arah pada para Lizardman.


“Sial! Kita benar-benar terpojok!” seru Khyrio.


“Argh ...! Brengsek, matilah kalian semua!”


Nhoeru meninggalkan formasi. Dia mengukir pola sihir dengan tongkatnya itu, untuk melancarkan satu serangan skala area.


<< SANDSTORM >>


Pusaran angin terbentuk di beberapa tempat, dan semakin membesar. Meningkatnya kecepatan angin membuat tanah berpasir di lokasi tersebut terangkat, dan menyatu sehingga menimbulkan badai pasir.


Nhoeru menggunakan skill miliknya untuk menyerang balik, sekaligus membuat benteng pertahanan untuk mengelilingi dan melindungi mereka berlima. Setelah itu, dia bergegas kembali bergabung ke dalam formasi.


“Kerja bagus!”


“Serahkan padaku!”


Zordan memuji aksi cekatan tersebut. Dari kelima Lizardman, hanya Nhoeru seorang sajalah yang memiliki kemampuan sihir yang cukup baik. Kemampuannya itu benar-benar dapat diandalkan.


Dari dalam benteng pusaran badai pasir, Nhoeru membuat celah untuk mengintip ke luar. Bertujuan agar semua Lizardman dapat juga melihat keadaan secara real time, begitu pun termasuk untuk dirinya sendiri.


“Kau bisa menggunakan dua kemampuanmu secara bersamaan, kan?” tanya Zordan memastikan.


“Cukup mudah. Serahkan padaku, Tuan Zordan!”


“Bagus! Lakukan, Nhoeru!”


“Tentu saja!”


Seraya mengintai keberadaan musuh dengan kemampuan melacak persepsi kehadirannya itu, Nhoeru juga melancarkan serangan secara cermat dan membabi buta, dengan mengarahkan sihir << SANDSTORM >> miliknya pada lokasi di mana para assasin berada.


Itu berhasil membalikkan keadaan dan memukul mundur lawan. Namun, Nhoeru tidak sanggup menggunakan dua kemampuan sekaligus untuk jangka waktu yang cukup lama.


“Kurasa ini batasku. Energi sihirku terkuras cukup banyak.”


“Beristirahatlah sejenak sampai kau memulihkan kembali energi sihirmu. Sisanya serahkan pada kami.”


“Baik, Tuan Zordan.”


Sihir yang Nhoeru gunakan pun akhirnya selesai. Keadaan kembali seperti sedia kala. Pada moment ini juga, insting para Lizardman benar-benar harus diandalkan. Karena untuk sementara waktu, Nhoeru tidak memungkinkan membantu mendeteksi keberadaan musuh.


...***...


“Kurasa tempat ini cukup aman. Sepertinya mereka juga tidak mengejar kita.”


“Ya. Kita beristirahat sejenak di sini.”


Pasukan keamanan desa berhasil menemukan lokasi yang cukup baik untuk dijadikan tempat peristirahatan. Mereka bahkan sudah sangat jauh memasuki kawasan hutan.


“Sandarkan tubuh Tuan Verzha di pohon besar di sana. Hati-hati saat melakukannya.”


Salah seorang memberikan perintah. Dua orang yang tengah menopang Verzha pun, kemudian menyandarkannya di sana.


“Maaf merepotkan kalian.” Verzha berkata dengan lemas.


“Apa yang Anda katakan? Ini sudah tugas kami menyelamatkan Anda.”


“Ya, aku tahu. Terima kasih.”


“Tuan Verzha ....”


Pasukan keamanan desa melihat miris keadaan Verzha saat ini. Tetua sekaligus panutan bagi mereka, sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


Pertarungan berat yang Verzha lakukan, mendapati kekalahan telak. Pria paruh baya sinting yang menjadi lawan bertarungnya itu benar-benar kuat. Fakta tersebut bahkan tidak mungkin untuk disangkal kebenarannya.


“Kita memiliki orang yang bisa melakukan sihir penyembuhan di sini, bukan? Cepatlah kemari!”


Dia berseru. Kemudian tiga orang pun segera menghampirinya di sana.


“Sejujurnya kemampuan penyembuhan kami berada di tingkat rendah, tapi kami akan berusaha semampu kami.”


“Itu sudah cukup. Lakukanlah pemulihan pada Tuan Verzha.”


“Baik!”


Mereka bertiga kemudian menyalurkan energi magis untuk prosesi penyembuhan. Meski tidak terlalu berdampak dikarenakan tingkatan level sihir yang dimiliki, tetapi cukup membantu Verzha menstabilkan dirinya dari ketidakberdayaan saat ini secara perlahan.


“Tidak perlu khawatir, Tuan Verzha. Ini bukan apa-apa.”


“Jangan memaksakan diri kalian.”


“Tenang saja.”


Verzha hanya ingin memastikan. Pasalnya, dia tahu betul terkait yang tengah mereka bertiga lakukan. Melakukan sihir penyembuhan sangat menguras energi magis yang cukup besar, ditambah dengan tingkatan level sihir yang ‘terbilang’ rendah. Tentu Verzha tidak ingin ketiganya malah tumbang karena memaksakan diri.


Butuh level yang sedikit tinggi dan kapasitas energi magis cukup memadai, guna menghindari efek samping dari penggunaan sihir tersebut. Hal itu berlaku pada semua ras yang ‘notabene hanya sekedar’ menguasai sihir, karenanya kapasitas energi magis yang dimiliki pun benar-benar terbatas tanpa peningkatan sama sekali.


Mungkin Verzha menyayangkan hal tersebut, tetapi dia masih memiliki rasa peduli terhadap teman-teman Demi-Human yang lain, sekalipun berasal dari sub ras yang berbeda.


Pasukan keamanan desa sendiri bukanlah unit yang terbentuk karena kemampuan sihir, melainkan unit yang mengandalkan kekuatan fisik terlatih seorang militer, juga kemampuan dalam penguasaan senjata tajam.


Jelas berbeda dengan pasukan pertahanan desa yang dibentuk berdasarkan bakat bawaan masing-masing anggotanya, seperti kemampuan sihir dan masih banyak lagi yang lain. Karena hal tersebut, pasukan pertahanan desa disebut sebagai unit elit.


Cukup lama proses penyembuhan Verzha berlangsung. Ketiga orang itu bahkan sudah berkeringat, dan wajah mereka mulai memucat. Hingga akhirnya mereka menyelesaikannya, dan terkapar lemas mendapati rasa lelah karena kehabisan energi.


Verzha tampak lebih baik daripada sebelumnya. Beberapa luka fatal yang dia dapatkan kembali pulih. Meski tidak secara menyeluruh, tetapi dia sudah dapat bangkit dan menggerakkan tubuhnya dengan leluasa.


“Kalian bertiga, beristirahatlah. Terima kasih sudah membantu memulihkanku.”


Melihat pada tiga orang yang terbaring, sedikit senyuman tampak di bibir Verzha. Dia memiliki teman-teman yang luar biasa, begitulah pikirnya.


“Baiklah, kita lanjutkan istirahat dan berjaga sementara di lokasi ini. Saat kondisi kalian dirasa sudah cukup baik, kita harus segera bergegas meninggalkan tempat ini.


“Baik, Tuan!”


Dengan perintah yang Verzha berikan, perpanjangan waktu dilakukan. Namun, situasi hanya akan semakin keruh cepat atau lambat, dikarenakan 30 orang dari pasukan Cardigra sudah cukup mendekati tanpa mereka sadari.


...***...


Zordan bersama kelompoknya kali ini semakin terdesak dan mendapati situasi terpuruk. Luka di sekujur tubuh mereka pun tampak jelas, juga bertambah banyak.


Pasalnya mereka benar-benar kewalahan mengimbangi serangan yang datang dari para assasin secara bertubi-tubi. Mereka berlima bahkan hanya dapat bertahan tanpa memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan balasan.


Dari awal Zordan sendiri pun tidak yakin dapat memenangkan pertempuran ini. Apa lagi dengan jumlah yang tidak seimbang, ditambah musuh yang dihadapi juga kuat.


Dapat bertahan sejauh ini saja, merupakan sebuah keberuntungan bagi mereka. Selain itu, Nhoeru tidak mungkin lagi menggunakan kartu as miliknya. Para assasin sudah memiliki cara mereka untuk mengatasi serangan sihir yang telah berhasil dianalisis.


“Tuan Zordan, ini benar-benar buruk!” Khyrio mengatakannya dengan pahit.


“Kita bahkan tidak menggores pertahanan mereka sama sekali. Argh ...! Sialan!” Nhoeru menambahkan seraya panik.


Dipenuhi oleh keputusasaan, para Lizardman mati kutu. Maju tak dapat melangkah, mundur pun tengah dihadang masalah. Terbesit dalam benak Zordan untuk menyerah, meski dia sendiri mengerti jikalau itu merupakan pilihan yang salah.


Semakin tertekan oleh keadaan, Zordan memantapkan rencananya.


“Kalian semua, dengarkan aku. Sebisa mungkin kaburlah ke pesisir, dan selamatkan diri kalian. Aku akan menahan mereka semuanya di sini.”


“Apa yang Anda katakan?! Tidak mungkin kami menerima rencana konyol seperti itu!” bantah Khyrio.


“Bodoh! Kita bahkan tidak mengetahui berapa banyak suku Lizardman yang masih tersisa. Kemungkinan terburuk hanya tinggal kita berlima.


“Karena itu, kalian berempat … patuhi perintah terakhirku ini. Lalu pulihkan kembali suku Lizardman di wilayah lain!”


“Akuーbukan … tapi kami berempat, menolak perintah barusan!


“Tidak peduli meski hanya kita berlima yang tersisa, kalau memang harus mati di sini sekalipun, kita lakukan bersama!”


Khyrio dengan tegas menyanggah, dan tentu tidak ada seorang pun dari mereka berempat yang setuju dengan perkataan Zordan.


“Itu benar, darahku mendidih saat ini. Aku akan kembali menggunakan kemampuanku, tidak perlu khawatir!”


Nhoeru mengatakan penuh percaya diri. Dua Lizardman yang lain mengangguk dengan menunjukkan ekspresi wajah sangat serius untuk turut meyakinkan Zordan.


“Tcih !ーDasar bodoh! Tapi aku tidak membenci keputusan kalian. Baiklah, persiapkan diri!”


Para Lizardman kembali membentuk formasi yang sama seperti sebelumnya. Nhoeru pun kemudian memulai aksinya lagi, dengan harapan besar dapat mengembalikan keadaan.


Namun, semakin lama pertempuran berlangsung, kemenangan mutlak untuk salah satu kubu akhirnya diputuskan. Para assasin berhasil menumbangkan Zordan bersama kelompoknya.


Tanpa segan mereka membunuh para Lizardman dengan cara yang cukup mengenaskan. Seluruh tubuh mereka berlima dicincang, kepala terlepas dari inang, serta ditumpuk di atas jerami sebuah gudang yang berada tidak jauh dari lokasi pertempuran.


^^^To be continued …^^^