
Setelah selesai bersiap-siap, mereka berdua kembali lagi menuju tempat berkemah sebelumnya. Berlokasikan di luar gerbang selatan Kota Caulis, dan beberapa kilometer ke arah barat.
Tempat itu adalah sebuah wilayah padang rumput luas yang terhalangi oleh banyaknya pohon-pohon besar. Erythia memilih tempat tersebut, bertujuan untuk menghindari keributan akan situasi 'yang tidak inginkan' mungkin terjadi. Agar dia bersama Haru tetap dapat memuluskan rencana yang hendak dilakukan.
Sambil memandang jauh ke semua arah mata angin, Erythia berkata tegas, "Padang rumput ini adalah lokasi terbaik yang ada di sekitar wilayah Kerajaan Radix. Jadi kurasa tidak masalah."
"Memang benar sih. Ditambah, tempat ini juga sangat cocok sekali untuk bermesraan bersama pasangan. Hmm ... menarik, bukan?" balas Haru sedikit terkekeh.
"Hah?" Erythia langsung melirik ke arah Haru. Memfokuskan pandangan dengan ekspresi agak heran mendengar perkataan tadi, hingga dia pun mulai dapat mencerna apa maksudnya.
"Bodoh!" Tanpa segan Erythia langsung menyentil dahi Haru.
"Aduh ...."
Pemuda itu hanya tertawa sambil memegangi dahinya. Padahal dia sendiri tahu, kalau hal tersebut tidaklah mungkin dilakukan. Setidaknya untuk saat ini.
Haru memang bodoh. Ya, aku tahu itu! Apa-apaan dengan perkataannya tadi? Itu membuatku kesal! Gzzz ....
Apa dia tidak sadar, padahal kami selalu berduaan hampir setiap waktu. Benar-benar lelaki yang tidak peka! Huh ....
Entah kenapa, Erythia justru menjadi merasa jengkel. Dia terus-terusan menggerutu di dalam batinnya. Tentu sudah jelas alasannya, hanya saja Haru masih belum menyadari perihal itu.
Menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma alam yang menjadi teman. Pemuda itu berseru dengan penuh semangat, "Baiklah, Ery. Ayo kita lakukan!"
"Ya, dengan senang hati."
Lantas Erythia memunculkan sebuah portal berbentuk oval. Itu adalah ruang penyimpanan dimensi milik sang Dewi, yang mana sebagai tempat bagi dia menyimpan semua item-item berharga miliknya.
Dua buah kotak harta berukuran cukup besar pun segera dikeluarkan dari dalam sana. Adalah gift milik Haru yang belum sempat dia bukaーbukan, melainkan memang sengaja diabaikan terlebih dahulu. Erythia menyimpannya dengan sangat baik, dan tentu saja aman terkendali.
Tak lama, portal dimensi kembali lenyap dari pandangan. Hanya saja, sambil memegangi dagu, muncul sedikit keraguan pada wajah sang pemuda.
Memperhatikan Haru yang tampak gelisah, Erythia pun tanpa memiliki keraguan bertanya, "Ada apa, Haru?"
"Hmm ... kurasa ada yang berbeda," jawab Haru.
"Berbeda? Aku tidak mengerti maksudmu."
"Coba perhatikanlah, Ery. Apa memang kotak itu memiliki warna yang lebih gelap ya? Aku benar-benar tidak ingat."
"Eh? Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Bagiku tidak ada yang berbeda sama sekali dari sebelumnya."
"Hmm ... entah kenapa, terasa mencekam sekali. Seolah-olah benda itu sengaja mengeluarkan aura menyeramkan."
Itu benar. Apa yang Haru katakan tidaklah salah. Kotak tersebut memang berisikan gift utama, yang adalah “Custom Ultimate Skill.” Atau jackpot setelah kau berhasil menangkap tangkapan besar pada saat memancing di lautan lepas.
Dengan perpaduan warna dasar ungu dilapisi warna hitam pekat yang seolah-olah melahap permukaan terang, memunculkan kesan mencekam. Dan tentu keistimewaan dari kotak itu adalah memiliki segel sihir khusus.
Segel tersebut hanya dapat dibuka oleh orang yang berhak. Dalam hal ini adalah Haru seorang. Bahkan Erythia sendiri pun, jika ingin mencoba untuk melepaskan segelnya, itu tidak akan bekerja.
"Ery, apa tidak masalah jika aku membukanya?" tanya Haru.
"Aku sarankan, agar kamu membuka yang lainnya terlebih dahulu," jawab Erythia.
"Yang satu itu tidak akan menimbulkan gelombang kejut, kan?"
"Tidak perlu khawatir, itu aman. Akan beda lagi ceritanya, jika kamu langsung membuka kotak yang menurutmu mencekam."
"Ah, baiklah kalau begitu. Aku mengikuti saranmu saja."
"Ingat, isi di dalamnya akan menjadi senjata yang benar-benar kamu inginkan. Jadi pikirkanlah baik-baik. Kamu hanya cukup membayangkannya saja."
"Hmm ... baiklah."
Haru menggosokkan kedua telapak tangannya, sambil menarik napas dalam-dalam hingga cukup tenang. Setelahnya, dia membuka kotak itu dengan perlahan.
Isi dari kotak lain adalah satu senjata legendaris. Menduduki klasifikasi kelas SS+, serta termasuk dalam kategori item yang sangat langka. Dan pada saat ini juga, pemuda itu menjadi salah satu orang yang diketahui memiliki senjata legendaris di dunia tersebut.
Terlihat berwarna keemasan, terlalu menyilaukan mata memandang. Sebuah busur dengan desain sangat elegan juga memukau, memulai debut atas kemunculannya. Itu benar-benar keren! Bahkan sampai bisa membuat Haru tercengang, tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
"I-Ini ... sungguh luar biasa!" ucap Haru mengambil busur tersebut. Kemudian membolak-balikkannya sambil meraba lembut busur itu. Dia tidak bisa berhenti terkagum pada senjata yang akan menjadi partner bertempurnya kelak.
"Hou ... kukira kamu akan memilih pedang," sambung Erythia.
"Itu tidak mungkin, Ery. Aku tidak pernah menggunakan pedang sama sekali sebelumnya."
"Begitu ya. Lalu apa alasanmu memilih busur? Benar-benar di luar dugaanku."
"Hmm ... mungkin karena dulu aku sering menemani kakekku berburu di hutan. Dan busur adalah senjata yang sangat sering aku gunakan. Karena itulah ...."
"Ya, begitulah."
Setelah Haru selesai mengosongkan isinya, tak lama kemudian, kotak tersebut pun langsung lenyap begitu saja.
"Satu selesai. Saatnya beralih, Haru."
"Ya, tentu saja, Ery!"
...***...
"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, setelah kamu melepaskan segel, hal dahsyat mungkin terjadi."
"Aku akan berhati-hati, Ery."
"Tidak apa-apa, aku juga akan membuat pelindung untuk melindungi area sekitar dari efeknya. Terutama dalam radius dekat."
"Kupercayakan padamu."
"Um ...."
CTAK
Setelah Erythia menjentikkan jari, di jarak beberapa meter darinya di atas langit, energi sihir berkumpul pada satu poros. Lalu perlahan mulai menyebar ke semua arah mata angin, dan melingkari mereka berdua. Hingga mencapai radius tiga kilometer jauhnya.
Haru sudah tidak terkejut lagi melihat trik-trik sihir yang 'bisa dikatakan' dianggap konyol olehnya. Harapan dia hanyalah, ingin segera dapat melakukan trik yang lebih konyol dari pada apa yang selama ini sudah pernah Erythia lakukan di depan matanya.
Batin yang ikut memberikan dopping sugesti, seolah-olah menegaskan jika Haru menerima challenge yang memang ditargetkan pada dirinya sendiri.
Lihat saja nanti, Ery. Aku pasti akan membuatmu terkejut. Kupastikan akan menunjukkannya padamu trik sihir yang lebih konyol lagi dari pada itu. Fufufu~
Persiapan telah selesai. Saat-saat mencekam pun tiba. Erythia mulai menjelaskan pada Haru terkait apa yang harus dia lakukan.
"Lakukanlah, Haru."
"Oke!"
Haru segera melakukan tepat seperti yang Erythia jelaskan. Memfokuskan energi sihir pada satu titik yakni telapak tangannya, lalu mengalirkan energi sihir tersebut pada target.
Meletakkan telapak tangan di atas segel, sebuah pola lingkaran sihir yang rumit mulai tampak dan timbul.
"Sudah terlihat."
"Fokuslah!"
Lingkaran sihir tersebut perlahan semakin terang, bersamaan dengan memperlihatkan retakan yang semakin melebar. Tanpa harus membutuhkan banyak waktu yang terbuang, lingkaran sihir hancur seutuhnya. Segel pun terbakar, memberitahukan bahwa kotak telah siap untuk dibuka.
"Tidak kusangka akan secepat ini," ucap Erythia.
"Dan tidak kusangka, ternyata sangat mudah," balas Haru.
"Bersiaplah, Haru."
"Tentu saja!"
Tanpa ragu Haru membuka kotak tersebut. Getaran mulai terasa, itu seperti gempa bumi yang melanda. Semakin besar dan semakin kuat berguncang.
Dari dalam kotak, mengeluarkan energi sihir yang sangat besar. Menembakkannya dengan cepat ke atas langit pada satu garis lurus.
Kerusakan pada area sekitar terkonfirmasi. Tanah yang menjadi alas untuk berpijak mulai hancur, pohon-pohon turut berdansa akibat hembusan angin yang sangat kencang. Suhu pun naik secara drastis.
Pelindung yang Erythia buat tidak cukup kuat menahan kekuatan dahsyat tersebut, benar-benar tidak seperti yang direncanakan. Tak lama pelindung pun mulai retak, hingga hancur seutuhnya. Mengakibatkan efek dari tragedi tersebut terasa sampai Kerajaan.
"Ery, bagaimana ini?" teriak Haru semakin panik.
"...." Akan tetapi, tidak ada jawaban dari sang gadis.
Sial! Sepertinya Ery tidak dapat mendengar apa yang kukatakan barusan. Argh ...! Sial ....
Itu karena Erythia sedang fokus memikirkan bagaimana cara untuk menangani situasi rumit yang sedang terjadi. Dia pun kembali mencoba membuat pelindung, namun tindakannya itu sia-sia.
Hingga berselang beberapa waktu dalam kepanikan, energi dahsyat yang telah ditembakkan dari dalam kotak ke atas langit, mulai menyusut dan menghilang. Keadaan pun perlahan kembali tenang, seperti tidak terjadi apa-apa. Hanya saja ....
Kekuatan dahsyat yang telah berkumpul di atas langit, melesat dengan sangat cepat. Seperti anak panah yang dilepaskan untuk menembus target yang telah terkunci. Itu benar-benar tidak terlihat, bahkan melebihi kecepatan cahaya. Dan mengarah langsung pada Haru.
Tanpa disadari oleh sang pemuda, dirinya seketika tumbang tak sadarkan diri.
^^^To be continued ...^^^