
"Huh ... huh ...." Napas Claude sangat tidak beraturan. "Mungkinkah aku berhasil mengalahkan mereka?" lanjutnya bergumam.
Serangan pamungkas yang Claude lancarkan selesai. Itu berhasil memberikan damage pada 2 ekor Chaos Dragon yang dihadapi olehnya. Akan tetapi masih tidak cukup kuat untuk dapat menumbangkan mereka sekaligus.
Kedua Chaos Dragon justru meraung bersemangat. Serangan barusan, mereka anggap itu sebagai pemanasan yang cukup lumayan. Jelas hal tersebut membuat Claude menjadi sangat shock setelah mengetahui fakta yang menyakitkan.
[Bagaimana mungkin?]
[Kenapa naga-naga itu sangat kuat sekali? Bahkan setelah mereka menerima serangan bertubi-tubi dari Tuan Claude!]
Para prajurit pun dipaksa harus menerima kenyataan pahit, bahwasanya kapten mereka tidak dapat berbuat lebih banyak lagi. Upaya yang dilakukan Claude sudah cukup bagus, dia berusaha mati-matian menghadapi situasi yang tidak menguntungkan. Hanya saja memang sangat disayangkan, kali ini lawan yang dihadapinya justru terlalu sulit untuk dikalahkan.
"Ternyata, ini kekalahanku ya," gumam Claude dengan nada lemas. Tak lama setelah itu, dia pun tumbang dalam kondisi amat kelelahan.
[Ti-Tidak mungkin!]
[Tuan Claude!]
Teruntuk Claude, Erythia sangat mengapresiasi kegigihannya dalam pertarungan. Karena sang kapten benar-benar mengerahkan semua kemampuannya. Tetapi dia pun merasa geram menyaksikan pertarungan yang tidak seimbang, dan itu jelas membuatnya jadi ingin segera membabat habis para reptil bersayap tersebut.
Erythia memandang tajam ke arah 2 ekor Chaos Dragon di hadapannya. Dia berkata dengan lantang, "Oy, kalian reptil sialan. Aku akan membalas kalian berdua dari sekarang!"
Menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, Erythia menjentikkan jarinya ...
CTAK
... lalu petir menyelimuti seluruh tubuhnya, membentuk seperti menyerupai sebuah aura. Bertujuan memberikan akselarasi, agar dia mampu bergerak secepat mungkin dalam satuan waktu tertentu.
Erythia pun melesat maju ke arah mereka dengan sangat cepat. Melakukan lompatan tinggi setelah memperpendek jarak, kemudian dia menendang dengan sangat keras tepat ke arah dada salah satu reptil bersayap tersebut.
Berhasil dilakukan, Chaos Dragon yang menjadi target serangan pun terpental sejauh beberapa meter hingga terjatuh. Lalu Erythia mendarat tidak jauh dari tempat Claude yang terdampar, dia kembali berdiri untuk melanjutkan serangannya ...
"Mengamuklah, << Lightning Sphere >>"
... lantas lingkaran sihir yang muncul di hadapan Erythia, dengan tegas menembakkan petir yang menyerupai bola kasti secara bertubi-tubi dengan sangat cepat, tepat ke arah Chaos Dragon lain yang menjadi target serangan berikutnya.
Suara ledakan demi ledakan terdengar indah, membentuk sebuah alunan melodi yang menggetarkan jiwa.
Tentu serangan dari Erythia barusan lebih ber-damage, hanya saja dia masih tetap menahan diri. Yang mana hal itu berhasil membuat para reptil bersayap tersebut langsung menyadari perbedaan kekuatan yang sangat besar di antara Claude dan sang Dewi.
"Aku akan mengakhiri ini tanpa memberikan ampun!"
<< LIGHTNING RING >>
Menjentikkan jari di kedua tangan secara bersamaan dengan posisi telunjuk menghadap ke atas, bola petir berukuran seperti bola bekel pun muncul di atasnya.
Erythia tanpa memiliki keraguan segera melemparkannya ke arah 2 ekor Chaos Dragon yang tengah dihadapi. Itu melesat cepat, kemudian membentuk sebuah cincin petir yang langsung mengikat menyesuaikan lekuk tubuh para reptil bersayap tersebut.
Terjerat dalam serangan mematikan, berkutik pun sudah takkan mampu. Cincin petir yang telah mengikat, mulai menyambarkan inti kekuatan skill terkait ke seluruh tubuh kedua Chaos Dragon. Bersamaan dengan menyusutnya ukuran dari cincin petir itu, hingga memotong tubuh para target dan membinasakan keduanya tanpa sisa.
[He-Hebat. Gadis itu memiliki kekuatan yang mengerikan.]
[Siapa dia sebenarnya?]
Para prajurit yang menyaksikan benar-benar terkesima. Mereka tidak pernah menyangka, jika bantuan yang datang berasal dari orang yang ternyata memiliki kekuatan yang mengerikan.
Itu cukup membuktikan, jika Haru dan Erythia memanglah pantas disebut sebagai petualang dengan level tinggi, yakni Nova. Akan tetapi, menyandang level tinggi sangat berlawanan dengan tujuan mereka. Karena itulah ....
"Huh ...." Erythia menghela napas lega. Kondisinya juga sudah kembali seperti tidak terjadi apa-apa. "Keadaan di sini sudah aman. Kuserahkan sisanya padamu, Haru," lanjutnya bergumam.
...***...
"Tidak kusangka, mereka berdua dapat menghabisi kedelapannya dengan sangat mudah," ucap salah satu Chaos Dragon, yakni sang pemimpin koloni.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, kakak?" tanya Chaos Dragon lain, yakni adik dari sang pemimpin.
"Kita akhiri sampai di sini. Kita harus segera pergi dan menghindari pertarungan," jawab sang pemimpin dengan tegas.
"Siapa yang tahu. Gadis itu sangat berbahaya, terutama skill miliknya yang membentuk cincin itu. Aku bahkan tidak yakin dapat melepaskan diri, jika sampai terjerat oleh serangannya.
"Ditambah, yang lebih harus kita waspadai adalah laki-laki itu. Setelah melihat satu serangannya yang brutal, kalian pun pasti dapat merasakan tekanan yang besar dari dirinya. Itu sangat mengintimidasi, sekalipun dia hanya menatap kita dari kejauhan saat ini."
"Hmm ... kalau menurut kakak begitu, baiklah. Ayo kita segera pergi."
4 ekor Chaos Dragon yang hanya memantau sedari tadi pun akhirnya memutuskan pergi. Mereka lebih memilih untuk menghindari pertarungan. Alih-alih menganggap hal itu akan baik-baik saja, namun tidak beruntungnya bagi mereka, karena Haru tidak akan membiarkan lolos.
Lingkaran sihir berpola rumit tiba-tiba muncul di belakang para reptil bersayap tersebut. Rantai berukuran besar pun ke luar dari dalamnya, itu mengincar langsung pada pemimpin koloni.
Sang adik yang menyadari hal tersebut, langsung menghantam keras tubuh kakaknya, guna menyelamatkannya dari bahaya. Namun naas, justru itu malah mengorbankan dirinya sendiri dan terkena serangan yang dilancarkan oleh Haru.
"Argh ...!!" Rintihan terdengar setelah dia terikat oleh rantai magis.
"Adik!" Sang kakak yang segera berbalik melihat keadaan pun, panik dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kalian semua pergilah, tidak usah hiraukan aku!" teriak sang adik.
Haru yang memperhatikan dari kejauhan, memahami keadaan di atas sana. Dia berucap, "Hmm ... drama sinetron yang tidak menarik. Kusisakan yang sudah kutangkap untuk terakhir. Namun, akan kusiksa kalian bertiga terlebih dahulu dari sini."
Segera memunculkan portal dimensi beberapa meter di atasnya, Haru sudah berniat mengirimkan serangan lanjutan langsung pada koordinat mereka. Dia pun segera memposisikan tubuh siap untuk menembak, dengan tiga buah anak panah sihir yang telah siap untuk dilepaskan kapan pun dalam genggaman jarinya ...
<< Ultimate Skill - Meteor Flames >>
... lalu tanpa segan melepaskan tembakannya dengan tegas ke arah portal dimensi tersebut.
Portal dimensi lain muncul di tempat yang dijadikan titik perpindahan, bersamaan dengan lingkaran sihir berpola sangat rumit berukuran besar turut muncul tepat di bawah portal dimensi tersebut.
Puluhan anak panah yang diselimuti kobaran api pun ke luar dari dalam lingkaran sihir, melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan langsung menghujani 3 Chaos Dragon yang menjadi target serangan.
Akan tetapi, 2 ekor lainnya menghalangi rencana Haru. Karena menyadari akan ancaman yang datang, mereka dengan sigap segera mengibaskan ekornya untuk mementalkan jauh sang pemimpin koloni.
"Cih! Kurang ajar sekali!" Haru sangat kesal menyaksikan hal tersebut.
Mengorbankan diri mereka berdua, lalu meraung akibat menerima damage yang luar biasa. Namun mereka sempat berteriak ...
"Tuan, pergilah. Ini terlalu berbahaya jika Anda masih berada di sini!"
... hingga akhirnya binasa oleh serangan lanjutan yang brutal dari sang pemuda.
Terjebak dalam situasi yang mengerikan, Chaos Dragon yang tidak lain merupakan pemimpin koloni tidak dapat melakukan apa pun. Merasa putus asa dengan keadaan, dia menganggap bahwa hukuman ilahi telah dijatuhkan secara langsung, untuk menghakimi akan tindakan yang telah dilakukan koloni mereka sebelumnya tepat di depan matanya.
Dengan keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, sang adik memaksakan diri untuk berbicara. Dia meminta kakaknya untuk segera pergi meninggalkan lokasi ini sejauh mungkin. Meski dengan berat hati, sang kakak terpaksa menuruti permintaannya tersebut. Setelah itu dia pun pergi, sedangkan sang adik akhirnya tidak sadarkan diri.
___
"Hou ... yang paling besar ternyata kabur ya. Membosankan sekali, kukira dia akan datang langsung menyerangku.
"Ya sudahlah, yang penting aku sudah menangkap salah satunya. Tapi tidak mungkin kalau aku harus mengeksekusinya saat ini juga ya, kan?
"Hmm ... kulihat dari sini, dia bahkan tidak menunjukkan perlawanan sama sekali. Apa jangan-jangan dia malah mati duluan? Lah ... padahal aku hanya mengikatnya saja lho."
Memikirkan hal itu, Haru malah kebingungan sendiri. Baginya mungkin hanya sebatas mengikat, tapi untuk korban, ikatan tersebut sangatlah menyakitkan. Mengingat energi sihir yang terkonsumsi untuk menggunakan skill terkait sangatlah besar, sudah pasti berpengaruh pada keefektifan skill itu sendiri.
"Huh ... lebih baik kuamankan dulu raganya."
<< DIMENSION LOCK >>
Haru memunculkan kembali portal dimensi, namun bukanlah untuk berteleportasi, melainkan untuk menyegel target di dalamnya. Portal tersebut melahap Chaos Dragon yang telah tertangkap, dan tidak lama setelah itu portal pun menghilang.
"Masalah beres. Saatnya aku menghampiri Ery."
^^^To be continued ...^^^