New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 42 - Pencarian Dimulai



【Main Story】


...***...


Suasana di dalam kamar terasa sangat berat. Keheningan yang kini menjadi teman, membalut dua sosok yang terpaku dalam diam.


Haru memandangi gadis di hadapannya yang kini duduk menyamping, dan tengah menundukkan kepalanya. Walaupun merasa dilema, dia mencoba mengambil inisiatif untuk mengganti suasana tidak menyenangkan ini.


"Ery ...." Haru memanggilnya dengan penuh kelembutan. "Maaf soal tadi."


Erythia tidak menanggapi sama sekali. Dia tetap bertahan dengan posisinya itu.


Dengan ekspresi wajah yang penuh pilu, Haru hanya bisa merenunginya. Sampai akhirnya Erythia kembali berbicara.


"Hey, Haru .... Aku ... selalu percaya padamu," ungkapnya.


Haru benar-benar tersentak, matanya terbelalak menatap Erythia. Perkataan tersebut membuatnya merasa tidak berdaya.


Ah, benar. Ery tidak mungkin berbohong padaku. Bukankah seharusnya aku bisa menghargai perasaannya itu? Tetapi aku ....


Seraya mengepalkan tangan sejenak karena menerima suatu tekanan yang tidak menyenangkan, mengalihkan pandangannya, Haru pun mengungkapkannya pada sang Dewi.


"Aku, mengalami mimpi buruk."


Mendengar hal tersebut, Erythia langsung menatapnya.


"Di dalam mimpiku, aku bertemu Aria. Namun, itu bukanlah dia yang kukenal. Melainkan seperti sosok yang benar-benar berbeda," ucap Haru.


Eh, mimpi? Dan lagi, Aria? Gadis itu kan ....


"Dia mengatakan semua hal tersebut padaku. Meskipun aku tahu itu hanyalah sebuah mimpi, tapi terasa begitu nyata bagiku. Itu sangat menyesakkan, dan cukup membuatku tertekan.


"Bahkan Aria pun melakukan perbuatan yang tidak mencerminkan sosok lembutnya sama sekali. Itu membuatku takut membayangkan jikalau saja hal tersebut benar-benar terjadi." Haru memberitahukan semuanya.


Ternyata itu yang dia alami. Aku sedikit mengerti perasaan Haru.


Aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi terkait ini. Untuk sekarang, aku sudah cukup dengan mendengarkannya saja. Lebih baik dia juga menenangkan dirinya untuk sementara waktu.


Erythia bangkit dari duduknya, lalu dia pun berkata, "Kita tidak mengetahui masa depan akan seperti apa. Kita hanya harus terus melangkah dan menjalaninya saja, agar dapat menguak hal tersebut.


"Namun aku selalu percaya, semuanya pasti akan baik-baik saja. Kita bisa melewati semuanya bersama-sama, Haru. Jadi ... jangan khawatir."


Setelah mengatakan hal tersebut, Erythia pun tersenyum. "Kalau begitu, aku akan kembali menyiapkan sarapan. Tenangkanlah dirimu untuk sementara waktu," lanjutnya.


"Terima kasih, Ery."


"Dan lagi, maaf karena sudah memperlihatkan sisi dari diriku yang seperti itu padamu." Erythia bergumam dengan sedikit tersipu.


"Eh?"


Kemudian sang Dewi pun berlari ke luar meninggalkan Haru. Dia berharap semoga kondisinya segera membaik.


...***...


Claude dan rombongan akhirnya tiba di Ibu Kota ketika malam datang. Setelah mereka menerima bantuan dari Haru, waktu perjalanan terpangkas begitu banyak. Itu hanya membutuhkan beberapa jam saja untuk sampai di sana.


Setelah sambutan hangat dari pihak kerajaan menyertai, dia segera melaporkan terkait peristiwa yang terjadi menimpa sewaktu di perjalanan sebelum akhirnya beristirahat.


Mendengar kabar tersebut, sang Raja pun mengirimkan perintah untuk meminta Claude datang menghadap keesokan harinya.


Pertemuan diadakan. Suasana di ruang tahta kali ini, hanya berisikan beberapa personil penting saja. Berikut Claude Ocaris, Clay Senka, Leon Asher, Lifier Urya, Valtoz Estacho, dan tokoh penting terkait di Kerajaan Radix.


Pertemuan kali ini untuk membahas kembali tragedi menggemparkan yang sempat terjadi beberapa waktu silam. Namun topik pembahasan yang paling utama adalah, untuk mendengarkan lebih rinci terkait laporan yang telah Claude sampaikan semalam.


"Claude, kerja bagus sudah memenuhi perintahku," ucap Lord Liedrix.


"Siap, Yang Mulia ..." balas Claude dengan tegas seraya berjongkok di hadapan sang Raja.


"Berdiri."


"Baik."


Claude segera bangkit. Tak berselang lama, pembahasan pun dimulai.


"Baiklah. Claude, kau sudah mengetahui terkait yang terjadi. Bagaimana keadaan di Kota Folium?" tanya Lord Liedrix.


"Setelah Marquis Vicky kembali, beliau segera melakukan apa Yang Mulia perintahkan. Keadaan di kota juga tidak terlalu buruk, sejujurnya itu cukup terkendali.


"Lantas saya dan pasukan segera bersiap-siap untuk mengatur keberangkatan, sesaat setelah saya diberitahukan telah mendapatkan perintah dari Yang Mulia untuk berangkat ke Ibu Kota," jawab Claude menjelaskan.


Raja mengangguk puas, kemudian mengganti topik pertanyaan. Dan mulai memasuki pembahasan utama.


"Terkait laporanmu, apa itu benar?" Lord Liedrix bertanya dengan memasang ekspresi wajah yang sangat serius. Tatapan dari matanya itu, bahkan cukup mengguncangkan suasana.


"Sangat benar, Yang Mulia ..." jawab Claude tegas.


"Jelaskan padaku."


Lalu Claude menjelaskan kesialan yang telah dialaminya bersama rombongan. Semua orang di ruang tahta, benar-benar terkejut mendengar perihal tersebut.


"Chaos Dragon, ya ..." gumam Lord Liedrix.


"Ayahanda, kurasa keadaan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja," ucap Lifier.


"Aku hanya berspekulasi saja, Ayahanda. Terlalu banyak hal rumit yang terjadi dalam waktu singkat ini."


"Ya, itu tidak bisa dihindari."


"Kakek Clay, bagaimana menurutmu?" Lifier bertanya pada sang penyihir tua.


Seketika semua pandangan langsung tertuju pada Clay Senka. Dengan menunjukkan sikap biasa saja, dia benar-benar tenang.


Seraya memegangi dagu, lalu Clay pun berbicara. "Tidak, ini tidak seperti yang Anda pikirkan, Pangeran."


"Hou ... jelaskan," balas Lord Liedrix.


"Seperti yang kita ketahui, keberadaan Chaos Dragon sendiri sudah lama menghilang dari peradaban. Kurasa, mungkin sudah sekitar 100 tahun silam.


"Banyak dari kita menganggap ras mereka sudahlah punah. Namun anggapan itu adalah sebuah kesalahan. Mereka tidaklah punah, melainkan bersembunyi." Clay memberikan tatapan tajam.


[Eh? Bersembunyi?]


[Ternyata selama ini ....]


"Ya, terkait apa yang dikatakan oleh Tuan Clay memang benar." Claude menegaskan, dan mengangguk setuju.


[Ti-Tidak mungkin ....]


"Sejatinya mereka adalah makhluk yang sangat kuat. Bahkan aku sendiri pun, mungkin tidak akan sanggup mengalahkan kekuatan Chaos Dragon yang sesungguhnya, jika saja tidak dibantu oleh kelompok Shadow Stinger yang adalah para petualang kuat dengan level Nova sebagai contohnya.


"Lantas terkait apa yang dikatakan oleh Pangeran, itu tidaklah benar. Kenapa demikian? Sederhana saja, karena ras mereka tidak ingin melakukan invasi secara terang-terangan.


"Tetapi dalam kasus ini, ada hal yang sangat menarik perhatian dan cukup membuatku penasaran. Itu adalah apa yang menyebabkan ras mereka mulai bergerak, dan ke luar dari persembunyian." Clay menjelaskan pendapatnya.


Semua yang Clay utarakan memanglah benar. Itu tidak dapat disangkal. Sejauh ini telah diketahui sebanyak 12 ekor Chaos Dragon yang memulai pergerakkan. Namun hal itu juga tidak menutup kemungkinan, jikalau masih banyak dari mereka yang memang belum menampakkan sosoknya ke permukaan. Mungkin bisa disebut seperti sebuah pengintaian.


Terkait hal tersebut, 10 ekor di antaranya dikalahkan oleh Haru dan Erythia. 1 ekor ditangkap dan ditahan dalam dimensi ruang milik sang pemuda, sedangkan 1 ekor lainnya berhasil melarikan diri.


___


"Ada hal lain yang ingin kupastikan darimu, Claude. Bagaimana caramu selamat dari situasi tanpa harapan tersebut?" tanya Clay dengan ekspresi wajah yang serius.


Claude mengambil napas panjang. Selang beberapa saat, dia menjawab. "Beruntung bagiku dan rombongan. Kami terselamatkan karena mendapatkan bantuan dari pasangan yang tidak kami kenal."


"Pasangan?"


"Ya, Tuan Clay. Mereka berdua terlihat seperti pasangan kekasih di mataku. Mereka tampak muda dan bersemangat."


"Hou ... begitu ya."


"Mengesampingkan itu, pasukanku mengatakan, bahwa mereka berdualah yang mengambil alih pertarungan ketika aku tumbang karena “Berserk Mode” milikku. Dan tentu saja mereka berhasil mengalahkan para reptil bersayap tersebut.


"Meski aku sendiri tidak percaya. Tapi itulah faktanya," ungkap Claude.


Mendengar hal tersebut, semua yang berada di ruang tahta cukup terkejut. Bahkan Clay menunjukkan ekspresi yang rumit di wajahnya. Dia tampak memikirkan sesuatu.


Mengalahkan Chaos Dragon dengan mudah, apa mungkin ras naga sudah menjadi lemah? Kurasa itu tidaklah mungkinーbenar, itu memang mustahil dilakukan, meski diriku sekalipun yang melakukannya.


Bisa kusimpulkan, Chaos Dragon yang menyerang kemungkinan hanyalah para kroco dari ras mereka sendiri. Jika itu adalah para veteran, sudah pasti tidak akan semudah itu. Bisa kunyatakan, Claude dan rombongannya-lah yang sudah pasti akan binasa.


"Hey, Claude. Barusan kau bilang, mereka berdua adalah pasangan?" Clay bertanya lagi.


"Ah, ya. Kurasa seperti itu, Tuan Clay," jawab Claude.


"Apa kau mengenali wajah mereka?"


"Tidak sama sekali. Sayangnya mereka tampak asing bagiku. Tapi aku sempat menanyakan nama mereka."


"Siapa?"


"Mereka adalah Haru dan Erythia."


[Eehhh ...?!!]


Oy-oy, kalian berdua. Mau sampai sejauh mana kalian bertindak? Huh ....


Pasangan itu benar-benar ....


Seolah sudah mengerti dengan keadaan, Clay menggeleng seraya memijat dahinya. Dan sekali lagi dikejutkan oleh hal yang sama, bahkan berhasil membuat Lord Liedrix tertawa.


Mungkin hanya Claude seorang diri yang tidak begitu paham dengan keadaannya. Dia hanya bisa menikmati pemandangan yang tampak suram bagi kedua matanya.


"Yang Mulia, kalau begini ..." ucap Clay.


"Ya, aku tahu. Mereka berdua akan cukup berbahaya jika kelak menjadi musuh bagi Kerajaan Radix. Namun jika kita dapat meyakinkan keduanya untuk men-support kerajaan, akan kulakukan apa pun demi mewujudkannya!" balas Lord Liedrix dengan tegas.


Kemudian sang Raja pun kembali memberikan perintah yang sama. "Leon Asher! Kuperintahkan kau bersama Shadow Stinger, cari dan temukan kedua orang itu. Lalu bawa mereka berdua ke hadapanku dengan segera!"


"Siap laksanakan perintah, Yang Mulia ..." ucap Leon seraya membungkuk sopan.


Dengan begitu pertemuan pun berakhir.


^^^To be continued ...^^^