
"Rydman, bagaimana keadaan di sana ?"
"Situasi berubah. Sepertinya mereka sudah menyadari keberadaan pasukan kita, dan mulai membentuk formasi bertahan."
"Begitu rupanya."
"Haruskah kami memulai pergerakkan ?"
"Bersabarlah sedikit lagi. Kita masih harus menunggu Pangeran gila ini mulai bergerak."
"Baiklah."
"Laporkan padaku kalau kau menemukan celah. Saat itu juga kita akan bertindak di luar rencana."
"Dimengerti."
Filgard selalu berkomunikasi dengan Rydman, karena lini depan berada dalam jangkauan pantauan asistennya itu. Dia tidak ingin kehilangan momentum penting untuk keberhasilan tujuannya.
Dalam formasi ini, divisi pembunuhan sebenarnya dapat dengan leluasa untuk bergerak secara individu. Filgard sendiri mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh Rydman, tentu kemampuan tersebut sangatlah berguna untuk menghancurkan garda depan target secara instan hanya dengan satu serangan berdampak.
Akan tetapi, Filgard masih menunggu aba-aba dari Cardigra. Invasi kali ini, metode penyerangan yang telah direncanakan sebelumnya, terletak pada Cardigra itu sendiri. Jadi, tidak mungkin bagi Filgard melakukan tindakan gegabah dan sesuka hati.
Cardigra terlihat mengangkat tangan kanannya di udara. Seluruh pasukan gabungan Mondlicht Dunkelheit pun langsung menghentikan langkah kaki mereka. Kemudian dia turun dari kuda yang ditungganginya, dan berjalan menuju sisi bukit untuk melihat ke bawah secara langsung.
"Begitu ya. Ternyata ini sangat mudah daripada perkiraanku."
Cardigra bergumam penuh percaya diri, seolah-olah telah berhasil mendapatkan sebuah kemenangan mutlak. Meski begitu, dia tampak kecewa sekali. Tak berselang lama, dia pun berbalik dan berkata dengan lantang pada rombongan untuk memulai pesta.
"Dengarkan aku! Perubahan rencana, dan mengamuklah sesuka hati kalian!"
Mendengar yang Cardigra katakan, Filgard dan Riger saling menatap. Mereka berdua jelas terkejut dengan perubahan rencana yang terlalu mendadak, ini benar-benar di luar skenario awal.
"Oy, Pak Tua. Dia serius?"
"Tidak usah mengeluh. Ikuti saja!"
Riger kemudian memerintahkan pasukannya untuk mengawali serangan. Sebanyak 150 orang bandit pun langsung memisahkan diri dari rombongan, dan mengikuti ketua mereka dari belakang.
"Oy-Oy, kenapa malah jadi tidak karuan begini? Sial!"
Filgard agak kesal dengan perubahan rencana yang Cardigra putuskan. Namun, jikalau sudah seperti ini, dia juga tidak mungkin hanya berdiam diri menyaksikan.
"Rydman, perubahan rencana."
"Eh ?"
"Kerahkan orang-orang yang kutugaskan mengintai bersamamu untuk melakukan penyerangan."
"Dimengerti."
Para pengintai pun memulai pergerakkan mereka, lalu Filgard memberikan perintah yang sama pada pasukannya yang mengikuti dari balik bayang-bayang rombongan. 50 Assasin menampakkan diri mereka, dan segera menyebar ke semua arah.
Divisi pembunuhan dan divisi perdagangan narkotika telah bergerak, tetapi tidak dengan divisi perdagangan budak. Pasukan milik Cardigra, masih saja berdiam diri menunggu perintah dari sang ketua.
"Oy, kenapa malah jadi seperti ini? Jelaskan padaku!"
Filgard bertanya dengan nada kesal setelah menghampiri Cardigra yang kini hanya berdiri di sisi bukit. Tentu dia ingin memastikan apa yang sedang pemuda berambut biru metalik itu pikirkan, sehingga mengubah rencana penyerangan secara sepihak.
"Seharusnya kau sudah mengerti."
"Hah?! Apa-apaan dengan perkataanmu?!"
"Bukankah kau ingin mencari beberapa personel untuk menutupi kekurangan divisimu?"
"Oy, aku sedang tidak membahas tentang itu!"
"Hmm." Cardigra membuang muka. "Kukatakan sekali lagi, lakukan sesukamu. Para binatang itu terlalu lemah! Benar-benar mengecewakanku!"
"Cih!"
Semakin lama mengamati, watak seorang mantan Pangeran yang dibuang secara perlahan mulai terungkap. Filgard pun menyimpulkan jawabannya secara sepihak, terkait kenapa sosok Cardigra tidaklah dibutuhkan. Sehingga kerajaan tempat kelahirannya itu bahkan sampai tidak segan untuk membuangnya.
Tidak hanya itu, Filgard bahkan memutuskan, jikalau tidak memungkinkan bagi dia dan anggotanya untuk bekerja sama lagi dengan Cardigraーtidak, lebih tepatnya dia memang sudah berencana ingin meninggalkan organisasi Mondlicht Dunkelheit.
Tidak ingin memperdebatkan perbincangan tidak berguna seperti ini, Filgard kemudian berbalik. Akan tetapi, sebelum dia meninggalkan Cardigra di sana untuk bergabung dengan pasukannya, dia meninggalkan beberapa kalimat.
"Hey, Cardigra … sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu. Ternyata, aku memang membencimu!"
Cardigra tidak peduli dengan itu. Dia bahkan tidak menanggapi sama sekali.
"Camkan perkataanku baik-baik. Setelah invasi ini berakhir, aku akan meninggalkan Mondlicht Dunkelheit. Aku benar-benar sudah muak!" Filgard melanjutkan.
"Hou … kau pikir aku peduli?"
Cardigra pun angkat bicara, dengan gaya bicaranya yang dingin seperti biasa. Dia memang tidak memiliki rasa kepedulian, bahkan dengan rekan sesama organisasi sekalipun.
"Aku tidak butuh simpatimu! Tapi ingatlah satu hal." Filgard memutar kepalanya menatap tajam Cardigra penuh dengan amarah. "Kelak aku akan mengirimmu ke neraka!"
Perkataan Filgard barusan, membuat darah Cardigra mendidih. Dia tersenyum puas menikmati ancaman yang diberikan padanya. Lalu Cardigra berbalik dengan menunjukkan ekspresi wajah yang tampak tidak sabar menantikan moment tersebut. Itu benar-benar mengerikan layaknya Iblis!
"Dan pada saat itu juga, aku akan menyiksamu hingga tak berbentuk, Filgard!"
‘Prince of Chaos’ menerima deklarasi perang. Keputusan yang Filgard ambil, tak dapat lagi diubah, dan akhirnya memicu konflik di antara mereka berdua. Entah apa yang akan terjadi kelak, hanya waktu yang dapat memberikan jawaban mutlak.
...***...
Pasukan keamanan Desa DeAn yang tengah memantau pasukan gabungan Mondlicht Dunkelheit dari gerbang desa, memantapkan pertahanan setelah penyerbuan dimulai.
"Musuh mulai bergerak. Bersiap menghadapi serangan!"
Salah seorang dari pasukan keamanan desa berteriak di pos menara. Seluruh pasukan pun langsung bersiaga di tempat mereka masing-masing. Beserta 2 kelompok dengan jumlah 50 orang di garda depan, kemudian berlari menghampiri untuk menghalau gerombolan musuh yang menyerbu.
Riger yang memimpin pasukannya, memberikan aba-aba untuk menyebar. Mereka dengan tertata membentuk formasi sayap elang, dan bersiap untuk bentrokan.
"Tidak perlu merasa segan. Habisi mereka semua!"
Perintah dari Riger, menyulut semangat pasukannya. Teriakan yang dipenuhi oleh nafsu membunuh terdengar merdu di telinga pria paruh baya itu, sehingga membuat jiwa gila bertarungnya semakin mendidih.
Pertempuran pun terjadi, kedua kubu kini saling bertarung. Suara logam keras yang beradu dari kedua belah pihak, sangat nyaring memekakkan telinga mereka semua. Namun, formasi yang Riger bentuk sebelumnya, membuat sebagian pasukannya berhasil menembus dan melewati pasukan keamanan desa yang menghadang di garda depan.
Tanpa menghiraukan konflik yang telah terjadi, Riger bersama pasukannya tetap fokus bergerak maju untuk menerobos dan menghancurkan pasukan keamanan desa di garda belakang.
Tim pemanah pasukan keamanan desa turut memberikan serangan dari pos menara. Banyaknya anak panah yang telah diselimuti oleh api, terlihat melesat di langit untuk menghujani Riger dan pasukannya.
Pada saat Riger melihat ke arah langit, dia tampak tidak puas dengan serangan tersebut. Terlalu sederhana, dan bahkan dia menganggap trik murahan seperti itu benar-benar sangat menyebalkan juga merusak suasana.
"Cih! Hiburlah aku lebih dari ini, binatang brengsek!"
Riger pun kemudian berdiri dan melompat dari kudanya. Dia mengepalkan tangan, tampak siap untuk menghalau serangan yang datang. Satu pukulan yang dia lancarkan, dengan mudahnya mementalkan semua anak panah berapi yang ditembakkan ke arah mereka.
[Seperti yang diharapkan dari Tuan Riger!]
[Serangan seperti itu tidak akan membuat beliau merasa puas!]
[Tetap fokus! Saat ini kita berada di tengah pertempuran!]
Itu benar. Kepuasan bagi Riger di medan perang adalah, bertarung dengan lawan yang dapat mengimbanginya. Dikarenakan dia seorang petarung dengan kekuatan fisik yang terlampau tidak normal untuk ukuran manusia biasa.
Meski begitu, Riger tidak terlalu menguasai ilmu sihir, tetapi kepercayaan diri akan kekuatannya itu adalah nyata. Bahkan kekuatannya sendiri, setara dengan seorang petualang yang baru saja menyentuh di level Diamond.
Riger yang kini mengudara, memanjangkan tubuhnya. Dia mengaktifkan lingkaran sihir di kakinya untuk memberikan tumpuan, agar dapat mendorong dirinya melesat menyerang ke arah target yang telah dia kunci.
Kecepatan itu bahkan lebih cepat daripada peluru yang ditembakkan. Riger menghancurkan 2 menara yang menjadi pos pasukan keamanan desa dalam sekejap sekaligus, hingga runtuh berkeping-keping.
Mendarat dengan elegan, Riger membersihkan pakaiannya. Lalu berkata dengan penuh ambisi dan nafsu membunuh yang kuat, "Bawakan seseorang yang bisa menghiburku lebih dari ini ke hadapanku sekarang juga!"
^^^To be continued …^^^