
[Oy, lihat! Bukankah itu Tuan Senka?]
[Woah ... ternyata benar. Baru kali ini aku melihat beliau secara langsung.]
[Kenapa beliau bisa ada di sini ya?]
[Lihat-lihat! Bocah yang sebelumnya mengalahkan T-Rex berjalan bersama beliau. Sebenarnya ada apa ini?]
Para petualang saling bergumam, situasi di dalam bangunan guild pun menjadi sangat heboh. Itu karena adanya sosok dari Clay Senka yang langsung menjadi pusat perhatian di sana.
Setelah Esra menghubunginya, tak lama dia pun bergegas datang. Dan kedatangannya sendiri tidak melewati pintu depan bangunan, melainkan pria tua itu menteleportasikan dirinya tepat ke kantor guild yang berada di lantai dua. Karena itu para petualang tidak mengetahui jika sosok yang telah dikenal oleh banyak orang tersebut sedang berada di sana.
"Kakek Clay, sepertinya Anda terkenal sekali ya?" tanya Haru yang terbawa suasana karena melihat reaksi dari banyak orang di sekitar.
"Hahaha ... tidak seperti itu. Kau hanya terlalu cepat menyimpulkan saja," jawab Clay dengan sedikit tertawa.
"Apa benar begitu? Tapi situasi ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya."
"Mereka hanya terlalu melebih-lebihkan. Sudahlah, tolong abaikan saja tentang itu."
"Hmm ... baiklah kalau begitu."
Pak tua ini ternyata rendah hati sekali ya. Tapi aku tidak membenci sifat seperti itu sih.
Banyaknya pasang mata langsung menyoroti Clay. Seakan-akan dia adalah seorang selebritas yang sangat terkenal. Tentu saja itu merupakan hal yang wajar, karena memang benar begitu faktanya. Bahwa pria tua itu adalah sosok yang populer di Kota Caulisーbukan, tapi di Kerajaan Radix.
'Bisa dikatakan' hampir tidak ada seorang pun yang tidak mengetahui atau belum pernah mendengar nama 'Clay Senka' sebelumnya. Saking terkenalnya dia akan pencapaian yang sangat cemerlang dan luar biasa, sampai-sampai membuat kerajaan juga negara tetangga sangat ingin merekrut serta membawanya untuk tinggal di tempat mereka.
Clay Senka sendiri adalah seorang penyihir yang memang berkontribusi besar untuk Kerajaan Radix. Karena dia ikut berperan aktif, jasa yang telah diberikan olehnya pun tidaklah sedikit. Itu semua demi memajukan dan melindungi kerajaan dari segala macam marabahaya. Karena hal tersebut, membuatnya bekerja di bawah perintah sang Raja secara langsung, atau lebih tepatnya di bawah komando khusus. Itu adalah satu tingkat di atas petualang level Nova yang juga bekerja untuk Raja.
Usianya sendiri sudah lebih dari pada 1 abad. Meski sudah berumur, tetapi kondisi fisiknya masih saja prima. Semakin tua bukannya malah semakin letoy, Clay justru semakin cetar!
Selain itu, kekuatan yang dia miliki tidak bisa dianggap remeh. Karena pria tua tersebut hapal dan menguasai sebanyak 300+ sihir (termasuk sihir untuk bertempur, pertahanan, juga sihir yang bisa dikatakan tidak begitu berguna.) Rumor pun mengatakan, hanya dengan dirinya seorang saja, Clay bisa melawan tiga orang petualang yang berada pada level Nova sekaligus.
Itulah kenapa ketika Erythia menelisik menggunakan uniqe skill, dia langsung memberikan isyarat pada Haru. Itu karena energi sihir yang dilihat oleh kedua matanya benar-benar tidak masuk akal, dan menyelimuti seluruh tubuh pria tua itu. Entah bagaimana cara Clay bisa menekan energi sihirnya yang sangat besar.
Namun, isyarat yang Erythia berikan juga adalah pilihan yang bijak dan tepat. Karena sosok tersebut benar-benar sangat berbahaya jika sampai memiliki masalah dengannya. Ya, pada masa ini, 'bisa dikatakan' Clay Senka adalah seorang penyihir terkuat di seluruh penjuru benua.
"Jadi, tujuan kita mau ke mana, Kek?" tanya Haru yang penasaran.
"Tempat penelitianku," jawab Clay singkat.
"Baiklah."
Kali ini, mereka bertiga ke luar dari pintu utama guild. Esra tidak mengikuti, karena dia masih harus melanjutkan pekerjaannya. Semua diserahkan pada Clay untuk menangani hal tidak biasa tersebut. Wanita itu hanya akan menunggu hasilnya saja.
Di jalanan pun tetap sama. Ketiga orang itu masih saja menjadi pusat perhatian. Ya, itu karena adanya satu sosok yang cukup menarik di sana.
...***...
Sesampainya di depan suatu gedung bangunan yang cukup tinggi, mereka bertiga kemudian memasukinya.
Itu adalah tempat penelitian milik Clay sendiri. Gedung tersebut dipercayakan oleh pihak Kerajaan Radix untuknya meneliti segala macam hal terkait sihir, dan ya ... sekaligus itu menjadi rumah dari sang pria tua.
Pada jam-jam ini, semua pekerja yang turut membantu dalam penelitian masih ada di sana. Clay tidak bisa menjalankan pekerjaannya seorang diri, meski dirinya adalah penyihir hebat sekali pun. Dia tetap membutuhkan bantuan dan tenaga dari orang lain demi mensukseskan semua penelitiannya.
Orang-orang tersebut bukanlah orang sembarangan. Mereka semua adalah pilihan sang pria tua itu sendiri. Ya, karena hanya segelintir orang saja yang memenuhi syarat untuk bekerja di bawah perintahnya (termasuk menjadi muridnya.)
Menghentikan langkah di depan pintu besi salah satu ruangan, Clay berkata, "Aku akan melakukan tugasku di dalam ruangan ini. Kau bersiaplah, Haru."
"Hahaha ... begitu ya. Baiklah, ayo kita masuk ke dalam."
"Ya!"
Di dalam, Haru benar-benar tercengang. Ruangan tersebut dipenuhi oleh segala macam fasilitas yang dia sendiri pun belum pernah melihatnya, terlebih sangat luas. 'Meski pada masa seperti ini sekali pun, terlihat jelas sekali. Ini benar-benar teknologi yang sangat maju!' pikirnya.
Sial! Apa-apaan dengan dunia ini? Hanya karena terdapat unsur sihir di dalamnya, bukan berarti semua teknologi yang kulihat di depan mataku ini juga harus secanggih ini, bukan?
Ini seperti berasal dari era yang benar-benar jauh berbeda dibandingkan duniaku sebelumnya. Modern? Tidak, bukan. Justru lebih dari pada itu.
"Kamu kenapa, Haru?" tanya Erythia ketika melihat wajah tercengang dari pria itu.
"Eh? Ah, aku tidak apa-apa," jawab Haru.
"Hou ... kamu sepertinya terkejut dengan isi yang ada di ruangan ini."
Haru pun berbisik di telinga Erythia, "Apakah kamu tidak terkejut, Ery?"
"Hmm ... tidak. Semua ini terlihat biasa saja bagiku. Aku tidak memiliki ketertarikan pada hal semacam itu."
Ah, benar juga. Mana mungkin Ery bisa mengerti. Ya, dia tidak akan paham sama sekali.
"Huh ... sudahlah lupakan. Bukan hal penting juga untuk dibicarakan."
"Kamu sangat aneh."
JLEB
Satu kata yang menusuk telah dilontarkan, Haru menjadi tidak berdaya untuk menanggapinya.
Perkataanmu jahat sekali, Ery.
Sambil berjalan mengikuti Clay Senka dari belakang, dia menjelaskan terkait pekerjaan yang dilakukan olehnya di tempat itu pada mereka berdua.
"Jadi intinya, penelitian yang kakek lakukan di sini semuanya terkait sihir?" tanya Haru.
"Ya, begitulah. Bahkan aku berhasil menciptakan sihir milikku sendiri," jawab Clay.
"Bukankah itu luar biasa? Sungguh prestasi yang benar-benar membanggakan, bukan?"
"Hahaha ... tidak seperti itu. Aku hanya kebetulan saja sedang memikirkan sesuatu kala itu. Dan terlintas dalam benakku untuk menciptakan sesuatu yang baru begitu saja."
"Ternyata begitu ya."
"Bolehkah aku bertanya?" Erythia menyela perbincangan mereka berdua.
"Silakan, Nona muda. Tanyakan apa saja yang ingin kau ketahui," balas Clay.
"Terkait hal tersebut, sebenarnya apa yang menjadi tujuan Anda meneliti sihir?"
"Eh?" sontak Haru pun terkejut mendengar pertanyaan dari sang gadis.
Clay menghentikan langkah, dia berbalik menatap tajam Erythia. Menunjukkan senyuman misterius yang sama seperti sebelumnya, dia berkata, "Tidak kusangka, ternyata pertanyaanmu itu sangat menarik sekali, Nona muda."
Apa yang sedang dikerjakan, pasti memiliki sebuah tujuan. Entah itu dilakukan untuk kebaikan atau kejahatan. Karena itulah Erythia ingin mengetahui rencana di balik apa yang telah lama Clay Senka lakukan.
^^^To be continued ...^^^