
"Jelaskan semuanya dengan detail. Aku tidak ingin ada satu pun informasi penting yang terlewat."
Cardigra meminta sepenuhnya informasi terkait pada Filgard. Itu semua tentang ras apa saja yang ada di sana, kondisi geografis sekitar, dan bagaimana tingkat keamanan dari pasukan pelindung yang menjaga desa tersebut.
Ini menyangkut tentang invasi yang akan mereka lakukan. Karena bagi Mondlicht Dunkelheit, dapat menemukan desa baru yang sedang berkembang merupakan sebuah hidangan lezat. Tentu hal seperti ini tidak akan mereka sia-siakan.
"Ya. Dengarkan aku baik-baik."
Kemudian Filgard pun menjelaskan semua yang dia ketahui berdasarkan laporan anak buahnya, tanpa mengurangi atau melebih-lebihkan penjelasan sama sekali.
Setelah selesai dengan penjelasannya, Filgard melanjutkan, "Untuk selengkapnya, aku akan mengkoneksikan ingatan dari anak buahku pada kalian semua."
Para petinggi mengangguk, dan Filgard segera menghubungi anak buah yang bersangkutan melalui telepati.
"Kau di sana ?"
"Ya, Tuan."
"Aku akan meminjam sebentar ingatanmu."
"Lakukan kapan pun, Tuan."
"Bagus."
〈 SKILL - MIRRORING REPLICATION 〉
Setelah mengaktifkan skill, Filgard pun kemudian dapat mengakses ingatan milik orang lain yang menjadi targetnya, dan segera membagi ingatan tersebut pada semua orang di dalam ruangan, agar yang lain dapat melihatnya sendiri dengan pasti.
Itu adalah skill khusus seorang Assasin, dan menjadi salah satu kemampuan yang selalu Filgard andalkan untuk berbagi jaringan informasi melalui ingatan dari dirinya pada orang lain, juga sebaliknya.
Akan tetapi, skill tersebut hanya dapat digunakan jikalau orang yang menjadi target mengizinkan. Meski memiliki keterbatasan dari segi penggunaannya, setidaknya masih cukup berguna dan sangat efisien.
"Ini … serius?!"
Lionel tampak tidak percaya setelah melihat ingatan tersebut. Pemandangan sebuah desa yang hanya dihuni oleh berbagai sub ras Demi-Human justru menyambut hangat, dan tentu menjadikannya tontonan yang cukup menarik perhatian.
"Faktanya memang seperti yang kau lihat, Bocah."
"Oy-Oy, bagaimanapun ini menyalahi aturan, bukan?"
"Lupakan pemikiran konyolmu barusan. Dunia ini saja sudah menyalahi aturan, bagaimana mungkin kau bisa berkata demikian?"
"Aku tidak menyangkal soal itu, tapi tetap saja ...."
"Dengan melihat ini, setidaknya kita menemukan hidangan yang cukup mengenyangkan, bukan?"
Riger berkata seraya melirik pada Cardigra. Tentu saja perkataannya barusan adalah benar, karena divisi perbudakan paling diuntungkan dari pada divisi lainnya.
Cardigra yang menyadari lirikan Riger, hanya tersenyum tipis, tetapi penuh akan kepuasan. Hal ini bahkan tidak seperti perkiraannyaーbukan, mungkin lebih tepat tidak terduga sama sekali.
"Huh … kupikir aku tidak harus ikut turun tangan menangani temuan ini," keluh Gorgond tampak malas.
"Kali ini aku sependapat dengan Gorgond. Bahkan bagiku sekalipun, jelas-jelas tidak menguntungkan untuk divisiku," balas Lionel.
"Kalian yakin berkata demikian?"
Filgard mencoba mengkonfirmasi pernyataan Gorgond dan Lionel. Meski sebenarnya masih ada keuntungan yang mungkin saja mereka berdua dapatkan, tetapi tetap dia tanyakan guna memperjelas.
"Ya, kali ini aku pass. Maaf saja, tapi ini sudah menjadi keputusanku."
Gorgond dengan tegas memberikan keputusannya, dan Lionel pun turut mengangguk menyetujui.
"Begitu ya. Baiklah, sekarang hanya tinggal kami bertiga. Bagaimana denganmu, Pak Tua?"
Filgard kemudian menatap Riger yang kini tengah bermain-main dengan jenggotnya. Sebagai tanggapan, tentu Riger pun memberikan jawaban tegas.
"Hou … tentu saja aku akan mengambil peranan. Setidaknya mereka pasti memiliki banyak barang yang bisa aku kumpulkan untuk divisiku."
"Sudah kuduga."
"Kau tidak bisa mengabaikan kesempatan emas yang ada di depan matamu, Filgard. Ingatlah dengan baik kata-kataku ini."
"Ya-Ya, terserahlah."
"Jangan bilang kalau kau tidak ikut?"
"Mana mungkin aku akan mengatakan, 'Ya, kali ini aku juga tidak ikut,' dengan percaya diri. Tentu saja aku akan ikut berpartisipasi!
"Hoho … begitu rupanya."
Riger kemudian tertawa kencang. Dia benar-benar seorang pria paruh baya yang tampak bersemangat.
"Jadi, hanya bertiga?"
Seraya berpangku tangan, Cardigra pun bertanya. Tatapannya kini bahkan terlihat sangat serius. Dia tampak ingin segera menikmati kesenangan dengan tangkapannya kelak.
"Ya, begitulah keputusannya," jawab Filgard.
Cardigra kemudian berdiri dari kursinya, dan melontarkan perintah, "Filgard, Riger, segera kumpulkan orang-orang kalian. Karena besok, waktunya bagi kita untuk memberikan desa tersebut sebuah pesta yang meriah. Rapat selesai!" Lalu tersenyum mengerikan.
...***...
Keesokan harinya saat hangatnya dunia mulai terasa, invasi akan segera dilakukan oleh Mondlicht Dunkelheit. 3 divisi yang mengambil peranan tengah bersiap-siap.
"Dengar, kalian semua! Yang akan kita lakukan hari ini adalah tugas penting untuk Mondlicht Dunkelheit. Jadi, pesta harus diadakan semeriah mungkin!"
Pemuda berambut biru metalik itu berkata dengan lantang dan tegas di hadapan 2 blok pasukan yang berbaris sangat rapi. Kira-kira berjumlah sekitar 300 orang keseluruhan, dengan 150 orang menghuni setiap bloknya.
Pemuda tersebut adalah Cardigra, yang tengah berdiri gagah di atas sebuah panggung dengan menonjolkan jiwa kepemimpinannya.
Cardigra memiliki ‘SKILL - THOUGHT DOMINATION’. Memungkinkan dia untuk memanipulasi bawahan, guna memastikan mereka semua mengikuti perintahnya dan tetap dalam formasi pertempuran. Ditambah memberikan efek semangat juang tinggi dan pantang menyerah.
Teriakan seluruh pasukan terdengar sangat meriah, dan Cardigra tersenyum merasa puas menyaksikannya.
"Seperti biasa. Pangeran gila itu bisa mengendalikan mereka semua," ucap Filgard menatap Cardigra dari posisi yang agak jauh.
"Jikalau seorang Raja tidak memimpin, bagaimana dia bisa berharap anak buahnya mengikuti, bukan?" balas Riger yang tepat berada di samping Filgard.
"Masuk akal."
"Begitulah. Meski dia sendiri tidak perlu repot-repot menggunakan skill miliknya sekalipun, hasilnya akan tetap sama."
" ‘Thought Domination’, ya. Bukankah itu agak mengerikan? "
"Kau sadar dengan yang kau katakan barusan, Filgard?"
"Tentu saja. Memanipulasi untuk mengikuti perintah, itu benar-benar mengerikan!"
"Itu tergantung bagaimana si pengguna menggunakan skill yang dia miliki."
"Ah … kurasa aku mengerti."
"Bahkan ‘Mirroring Replication’ milikmu, bagiku termasuk skill yang cukup mengerikan juga."
"Jangan bilang seperti itu, Pak Tua."
"Kenapa? Kau malu dengan kemampuan khususmu?"
"Bukan begitu."
"Ya, kau pasti memiliki alasan sendiri sampai menyangkal pendapatku. Aku tidak akan membahasnya lagi."
"Terima kasih pengertiannya."
"Lupakan. Aku bisa mengerti, Filgard."
Filgard mengangguk, dan mereka berdua kembali menatap Cardigra yang tengah melanjutkan pidatonya.
"Tapi tetap saja, Pangeran gila itu benar-benar ...."
"Mengesankan?"
"Bukan." Filgard menggelengkan kepalanya. "Mungkin lebih tepat terlalu mengerikan."
Riger hanya tersenyum menanggapi perkataan Filgard. Sebagai orang yang mengetahui detail latar belakang Cardigra, tentu dia setuju dengan perkataan barusan.
"Terlalu berlebihan kalau menganggapnya mengerikan, tapi memang tidak bisa disangkal juga, bahwasanya bocah itu memanglah seorang mantan Pangeran."
Lantas Filgard dan Riger kemudian turut bergabung dalam formasi. Tak terasa waktu pun berlalu, apel dan rapat strategi yang dilakukan sebelum penyerangan akhirnya selesai. Kata-kata terakhir yang Cardigra sampaikan, menjadi tanda keberangkatan Mondlicht Dunkelheit.
"Anak-anak dan wanita, kumpulkan mereka semua termasuk juga lansia. Lalu untuk para pria, bunuh mereka tanpa sisa!"
^^^To be continued …^^^