New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 12 - Metode Lain [Revisi √]



Setelah beberapa waktu, akhirnya Haru dan Erythia sudah di tempat yang cocok untuk belajar sihir. Lokasinya berada di luar Kota Caulis. Mereka berdua kembali pergi ke luar dari gerbang selatan, dan berjalan menuju ke arah barat.


Adalah padang rumput luas, tetapi tertutupi oleh banyaknya pohon-pohon besar di sekitar. Jadi tidak akan ada orang yang dapat melihat apa yang sedang Haru dan Erythia lakukan di sana.


"Sebelum dimulai, aku harus memastikan terlebih dahulu." Erythia menegaskan.


"Itu tidak masalah. Lakukan saja, Ery," balas Haru tetap tenang.


"Baiklah."


Erythia kemudian mengaktifkan skill << MANA ANALYZE >>, kedua matanya memancarkan cahaya. Dia melihat seperti menerawang langsung ke dalam tubuh Haru.


Itu bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dengan pasti, seberapa banyak energi sihir yang memang dimiliki oleh Haru. Namun, betapa terkejutnya Erythia, ketika dia mengetahui jikalau pemuda itu sama sekali tidak memiliki energi sihir.


Cahaya yang dipancarkan dari kedua mata cantik Erythia mulai meredup, hingga padam dan kembali normal. Setelahnya dia menghela napas sejenak, lalu menggeleng ringan.


"Bagaimana, Ery? Apa semuanya baik-baik saja?" Haru segera bertanya karena penasaran.


"Huh … kamu tidak ada harapan, Haru. Jujur saja, kamu tidak memiliki energi sihir di dalam tubuhmu itu," jawab Erythia seperti enggan untuk memberitahukannya.


"Sudah kuduga … kukira ini akan mudah, ternyata aku salah. Kalau begini, aku jadi tidak yakin bisa menguasai sihir atau tidak." Haru mengeluh seraya memegangi dagunya.


"Aku memiliki solusi lain, meski hal ini akan sedikit sulit bagiku."


Erythia memang sudah menyiapkan rencana lain, jikalau kondisi seperti ini benar-benar terjadi. Akan tetapi …


"Kamu yakin?"


"Sebenarnya aku juga tidak yakin. Entah cara ini akan berhasil, atau justru malah gagal total."


"Alasannya?"


"Karena aku sendiri belum pernah mencoba skill ini secara langsung. Jadi persentase keberhasilannya itu sangat tipis." Erythia menjelaskan.


"Berapa persentasenya?"


"Kemungkinan hanya berkisar 3,14%"


"Tidak masalah, selagi itu bukan nol. Walau hanya berkisar setara nilai pi (π) sekalipun, tetap masih ada peluang akan berhasil. Tolong lakukan, Ery!" Haru meminta dengan tegas.


"Baiklah, kalau kamu memaksa. Sebenarnya aku juga agak penasaran. Jadi, mari kita coba untuk memastikan."


Haru mengangguk menyetujui. Kemudian Erythia memejamkan kedua mata dan memposisikan kedua tangan seperti sedang melakukan meditasi. Dia memancarkan aura berwarna kebiruan di sekujur tubuhnya. Aura tersebut perlahan semakin besar dan menebal, seperti semua energi sihir yang dimiliki olehnya dipaksa untuk keluar.


Haru melihat takjub apa yang dilakukan oleh Erythia. Dia sampai mundur beberapa langkah untuk sedikit menjauh. Pemandangan spektakuler seperti itu, tak disangka-sangka berhasil membuat dirinya terbungkam.


Jadi inikah energi sihir? Aku bahkan tidak menyangka, kalau Ery memiliki energi sihir sebesar ini.


Tekanan yang diberikan benar-benar mengerikan. Dia memang luar biasa.


Kedua mata Erythia pun mulai terbuka. Dia menatap tajam sosok Haru dan berkata, "Mungkin akan terasa sedikit sakit, jadi cobalah untuk bertahan."


"Lakukan, Ery!" teriak Haru.


Mendengar jelas tekad seorang laki-laki di hadapannya, Erythia segera merapalkan beberapa kata …


<< MAGIC PERCEPTIONS >>


Erythia mengangkat tangan kanannya ke udara. Tak berselang lama, dia melanjutkan …


<< TRANSFER >>


CTAK


… lalu menjentikkan jarinya dengan tegas!


Meraung dan menargetkan sosok Haru yang tengah berdiri seraya bersiaga. Energi sihir yang kini terpatri di udara, langsung melesat seperti sebuah peluru yang ditembakkan tanpa kompromi. Pergerakkannya bahkan tidak dapat terlihat. Itu seketika menembus tubuh Haru, sehingga dia berteriak dan merintih kesakitan.


"Argghhh ...!!"


Merasakan hawa panas menjamah seluruh tubuh, terasa seolah terbakar. Energi sihir yang ditransfer oleh Erythia pada Haru, mulai bergejolak dan beresonansi.


Tubuh Haru mengeluarkan aura yang sama, hingga akhirnya menghilang bersamaan hawa panas yang sempat dia rasakan secara perlahan. Itu seperti dirinya kini, sudah mendapatkan kekuatan baru yang terlahir di dalam tubuhnya.


Erythia yang menjadi perantara mulai merasa lemas. Energi sihirnya berangsur-angsur memudar, hingga tidak dapat dirasakan. Lalu dia pun tumbang.


Haru yang melihat sosok Erythia terjatuh, langsung berlari kencang menghampirinya. Dia segera membantu menopang tubuh sang Dewi yang terkapar lemas.


"Ery, bertahanlah!" teriak Haru karena panik.


"Jangan teriak-teriak, bodoh. Aku tidak apa-apa. Aku hanya kelelahan setelah melakukan ini."


Dengan mentransfer energi sihir yang sebesar itu, sudah pasti membuat Erythia menjadi kelelahan. Ini juga menjadi kali pertama Erythia mencoba skill tersebut, karena itu dia tidak tahu seberapa banyak energi sihir yang akan habis terkuras.


Ternyata di luar dugaan, hal ini justru benar-benar menguras tenaganya. Erythia juga tidak tahu, apakah metode ini berhasil dilakukan, atau justru tidak. Akan tetapi, melihat kondisi Haru yang tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa, membuatnya merasa yakin, jikalau yang sudah dilakukan olehnya tidaklah gagal.


"Kurasa ini berhasil. Kalau tidak, kamu pasti tidak sadarkan diri karena dampak dari menerima energi sihir yang sebesar itu," ucap Erythia.


"Aku tidak tahu metodemu ini berhasil atau tidak, tapi aku bisa merasakan energi aneh yang bergejolak di dalam tubuhku."


"Syukurlah kalau seperti itu. Aku turut senang mendengarnya." Erythia pun tersenyum.


"Bodoh! Kalau aku tahu akan seperti ini jadinya, aku pasti akan melarangmu melakukannya! Jadi tolong, jangan lakukan hal nekat seperti ini lagi, Ery."


Erythia hanya mengangguk setelah Haru berkata demikian. Kemudian dia memejamkan kedua matanya.


"Sepertinya kita harus beristirahat di sini malam ini. Aku tidak memiliki uang lebih untuk menyewa penginapan. Maafkan aku, Ery." Haru kembali berbicara dengan berat hati.


"Tidak apa-apa, Haru. Bersamamu saja, itu sudah lebih dari cukup."


"Terima kasih karena kamu tidak mengeluh. Besok kita harus pergi ke guild untuk mencari pekerjaan, dan mendaftarkan diri sebagai seorang petualang di sana."


"Um … ayo kita lakukan itu!"


Erythia tersenyum lebar, dan Haru membalas senyumannya. Kemudian mereka berdua menatap jauh ke arah langit senja.


Keputusanku tidaklah salah. Dengan adanya Ery bersamaku di sini, untuk beberapa hal aku merasa sangat terbantu. Secara tidak langsung, aku berterima kasih padanya.


Aku harus menjadi lebih kuat dan bisa diandalkan untuk melindunginya. Aku hanya ingin menjalani kehidupan yang tenang di dunia yang baru ini, itu saja.


^^^To be continued …^^^