New Life in Another World

New Life in Another World
(Vol. 2) Bab 1 - Arichi



“Dilihat dari mana pun, tempat ini memang terbaik!”


Dengan sihir teleportasiku, aku memutuskan pergi ke lembah de Valle. Entah kenapa, menurutku wilayah ini sangat cocok untuk melakukan apa pun.


Sebuah wilayah bentang alam yang dikelilingi oleh pegunungan dan aliran sungai. Luasnya sendiri bisa kuperkirakan mencapai ratusan kilometer jauhnya. Di sini kau bahkan tidak akan menemukan satu pun permukiman.


Setelah kupikir-pikir dengan matang untuk ke depannya, lebih baik aku membangun sebuah rumah di wilayah ini. Meski hanya rencana jangka panjang, aku juga tetap harus mengumpulkan banyak uang agar bisa merealisasikan rencana tersebut.


Lagi pula untuk saat ini, aku tidak perlu khawatir juga. Karena aku masih bisa bebas pergi ke lembah ini kapan pun aku mau, bahkan setiap hari.


Itu semua berkat skill「DIMENSIONAL CAVITY」yang berhasil kuciptakan, tentunya. Kemampuan ini benar-benar berguna dan membantuku. Kau akan dengan mudah pergi ke mana saja sesuka hatimu, sekalipun lokasi tempat yang kau tuju itu sangatlah jauh.


Ada pun keunikan dari sihir teleportasi ini. Itu adalah akan menyimpan data lokasi yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya. Seperti halnya sekarang, aku bisa kembali lagi ke lembah ini, bukan?


Penggunaan skill ini sendiri, aku mengaturnya berdasarkan sistem koordinat. Tentu dengan mencampurkan konsep teori-teori gila terkait ruang dan waktu yang berasal dari duniaku sebelumnya. Kemudian dikombinasikan dengan perspektif kekuatan sihir yang ada di dunia ini.


Awalnya aku bahkan tidak percaya akan berhasil, tetapi ternyata di luar akal sehatku. Semuanya bekerja seperti mereka berkesinambungan satu sama lain. Dari situ kupikir, tidak ada yang mustahil di dunia ini, bahkan untuk hal-hal terlampau gila sekalipun!


Fantasi yang menjadi kenyataan? Sangatlah benar! Karena semua kejadian di luar logika seperti itu, bisa kualami di sini.


Seperti halnya kau ingin membakar sesuatu. Kau bahkan tidak membutuhkan bensin dan korek api sama sekali, karena kau bisa menciptakan apimu sendiri dengan kekuatan yang dinamakan sihir.


“Yosh! Lebih baik jalan-jalan sejenak mencari tempat yang cukup menjanjikan.”


Dengan bersemangat aku menelusuri jalanan berbatu. Sebenarnya aku juga sekalian mencari lokasi yang mungkin bisa kujadikan tempat untuk bersantai ketika sore hari. Melihat pemandangan matahari terbenam di sini, bisa kupastikan menarik.


Cukup lama aku berjalan sambil mengamati sekitar, sampai akhirnya menemukan tempat yang kurasa cocok. Lokasi ini adalah dataran yang dipenuhi rerumputan, tetapi cukup luas dan dihapit oleh sungai.


“Kurasa di sini saja,” gumamku memutuskan.


<< DIMENSION ; UNLOCK >>


Aku memunculkan kembali portal dimensi. Kali ini untuk mengeluarkan apa pun yang kusegel di dalamnya. Portal tersebut lalu mengeluarkan Chaos Dragon yang berhasil kutangkap sebelumnya, dan tidak lama setelah itu, portal pun menghilang.


Di hadapanku saat ini, ada satu ekor ras naga yang masih terjerat oleh skill「CHAOS BINDING」. Dari yang kuperhatikan, ternyata dia cukup tenang, seperti memang pasrah dengan keadaan yang tengah dialaminya.


Naga itu menatapku tajam, tetapi tatapannya itu tidak memancarkan niatan untuk berontak dan memberikan perlawanan. Kurasa dia cukup pintar, bahwasanya tidak akan mudah untuk melepaskan diri dari jeratan skill yang kulancarkan. Meski begitu, aku tetap tidak mengendurkan kewaspadaanku darinya.


“Yo, kau terlihat baik-baik saja. Bagaimana menurutmu rasanya sementara tinggal di dimensi lain, apakah menyenangkan?” Aku menyapa dengan dingin.


“....”


Heh … tidak ada respon, ya. Aku bahkan diabaikan oleh seekor reptil? Luar biasa.


“Untuk seorang manusia, kau berbicara padaku tanpa merasa takut.”


Naga itu ternyata menjawabku, meski cukup lama menunggu sampai dia berbicara. Kupikir dia hanya akan menutup mulutnya.


“Takut padamu? Jangan bercanda, oy! Kau ini percaya diri sekali.”


“Hmph ...!!” Naga itu mendengus, dan berkata, “Lucu sekali tanggapanmu, manusia!”


“Kau pikir yang barusan itu lucu? Ternyata selera humormu buruk sekali.”


Serius, apanya yang lucu? Bisakah kau menjelaskannya padaku ...?


Aku hanya menanggapi dengan biasa, padahal. Lagi pula, siapa juga yang takut dengan sosoknya yang adalah seekor naga?


Meski memiliki tubuh besar sekalipun, aku sama sekali tidak merasa gemetar. Jikalau harus jujur, aku bahkan melihatnya seperti seekor kadal gurun yang ada di duniaku dulu.


“Aku tidak peduli dengan selera humorku!”


“Ya, terserahlah.”


“Oy, manusia. Saat aku berhasil melepaskan diri dari rantai sihir menyebalkan ini, ajalmu berada di tanganku!”


Naga itu berkata dengan meninggikan nada bicaranya. Itu bahkan mulai membuatku merasa agak jengkel!


Apakah dia mencoba memprovokasiku? Menarik sekali.


“Heh … kalau begitu, sebelum kau bisa membunuhku, akulah yang akan membinasakanmu terlebih dahulu.”


Aku menatapnya dengan serius kali ini, dan pandangan kami berdua saling beradu. Aku bahkan bisa merasakan sedikit ketegangan dari tatapannya itu.


Jangan kau pikir kalau aku sedang bercanda denganmu.


Aku menjentikkan jariku untuk memunculkan portal penyimpanan dimensi. Setelah portal muncul di sampingku, tanganku merogoh ke dalam sana untuk mengambil partner bertempurku.


Melihatku menjadi cukup serius, naga itu mulai merasa cemas. Sejujurnya aku tidak peduli, tetapi aku juga merasa jengkel dengan perkataan dia sebelumnya. Seolah-olah dia menyatakan bahwa sosok ras sepertinya itu kuat, dan meremehkan manusia.


Terserahlah, kurasa ini patut kucoba.


“Ka-Kau … apa yang ingin kau coba lakukan dengan senjatamu itu?!” Naga itu bertanya dengan nada gelisah.


“Hmm …? Aku hanya ingin membuatmu memilih antara dua pilihan yang kuberikan,” jawabku dingin sambil memeriksa keadaan senjata legendaris milikku.


“Pi-Pilihan? Apa maksudmu?!”


“Kau ingin mati secara halus atau kasar? Tolong pilih salah satunya.”


Aku mempraktekkan posisi menembak ke arahnya.


“Tu-Tunggu sebentar. Jangan bercanda dengankuー”


Sebelum dia menyelesaikan perkataannya itu, aku menyergah.


“Dengan satu anak panah ini menembus kepalamu, kau akan langsung terbakar tak bersisa oleh api biru.” Aku berkata sambil menunjukkan anak panah yang sedang kupegang.


“Tapi kalau kau ingin dihujani oleh anak panah yang lebih banyak lagi, aku tidak tahu bagaimana dengan rasa sakitnya. Mungkin saja akan sangat menyegarkan?


“Ya … aku juga tidak peduli. Lagi pula, bukan aku yang akan menerima dampak serangan tersebut, melainkan kau.”


“GehーMa-Maksudmu, ratusan anak panah berapi yang ke luar dari lingkaran sihir di atas langit itu?!”


Naga itu sepertinya mengingat dengan jelas seranganku. Kali ini dia benar-benar panik.


“PING-PONG ...! Tepat sekali.”


“Tu-Tunggu sebentar!”


“Tidak ada waktu lagi untuk menunggu, maaf. Aku juga sibuk dengan pekerjaanku, kau tahu.”


“Kalau begitu, kau akan membunuhku, brengsek!”


“Hmm … kasar sekali. Jadi, apa jawabanmu?”


“Hey, dengarkan aku duluー”


“Kuanggap kau memilih mati secara kasar.”


“He-Hey, kau bahkan menghiraukanku!”


“Persiapanku di sini sudah selesai, dan untukmu … bersiaplah.”


Aku tersenyum tengil sambil menatap naga itu dengan tatapan sadis. Kemudian aku membangkitkan kekuatan yang bersemayan di dalam tubuhku ini.


“Bangkitlah!”


Status atau perwujudan diriku langsung meningkat secara drastis. Aku bisa merasakannya, bahwa sensasi ini memang luar biasa!


Aku memposisikan tubuhku pada pose siap untuk menembak, dengan menggunakan tiga buah anak panah yang terbuat dari energi sihir. Lalu mengarahkan ketiga anak panah tersebut ke atas langit.


“Hey, berhentilah bercanda!”


Naga itu semakin panik. Ekspresi wajahnya seketika langsung berubah ketakutan.


“Dengan ini SEKAKMAT!”


<< ULTIMATE SKILL - METEOR FLAMESー


“Aku menyerah! Tolong hentikan! Ampuni aku! Aku tidak ingin mati secepat ini! Maafkan perkataanku sebelumnya!”


Sebelum aku melepaskan tembakan, naga itu malah berteriak sekencang-kencangnya. Dia benar-benar merengek padaku, memintaku agar tidak membunuhnya.


Karena itu aku terpaksa mengurungkan sejenak niatanku. Mau tidak mau, aku menarik kembali anak panah sihir dari busurku dan menghilangkannya.


“Bagaimana mungkin aku tidak teriak?! Aku bisa merasakan hawa niatanmu yang ingin membunuhku secara singkat. Itu terlihat jelas dan sangat serius!”


“Siapa juga yang ingin membunuhmu?” Aku menanggapi sambil menunjukkan ekspresi wajah yang datar.


“Hah?!”


Naga itu tampak tidak percaya dengan perkataanku barusan. Ya, siapa peduli.


“Kau tahu, aku tidak akan membunuhmu. Aku juga tidak sekejam itu.”


“Lantas, apa yang ingin kau lakukan padaku barusan?”


“Aku hanya ingin membuatmu menjadi naga panggang.” Aku tertawa mengerikan.


“Itu sama saja, sialan!”


Naga itu merasa dipermainkan olehku. Dia tampak kesal sekali. Sedangkan aku hanya membuang muka ke arah lain sambil bersiul.


“Aku bersumpah, kau ini manusia brengsek yang sadis. Dasar kejam! Tidak berprikemanusiaan!”


“Oy-Oy, seekor reptil tidak berhak menceramahiku seperti itu! Kau pikir aku peduli?”


“Ini akan sangat sulit untukku berhadapan dengan manusia keras kepala sepertimu!”


“Jadi, apa yang kau inginkan sekarang?”


“Aku memiliki usul! Kurasa akan menguntungkan untukmu, dan tentu untukku juga.”


“Heh … jelaskan padaku.”


Kali ini, entah apa yang sedang naga itu pikirkan. Dia mencoba memberikanku sebuah usulan yang sama-sama menguntungkan untuk kami berdua.


Aku agak penasaran. Lebih baik aku coba dengarkan dia. Kupikir tidak ada salahnya juga, selagi usulan tersebut meyakinkan.


“Buatlah kontrak denganku. Dengan begitu, kau pun akan menjadi majikanku, dan aku akan bertarung untukmu!” Naga itu berkata dengan serius.


Hah? Sebuah kontrak, dia bilang ...?


Apa-apaan? Aku ini bukan seorang Beast Tamer, kau tahu! Usulan ini terlalu merepotkan untukku.


“Hmm … kontrak, ya ....” gumamku sambil berekspresi malas untuk menanggapi.


“Ya! Bagaimana menurutmu?”


“Aku harus tahu detailnya terlebih dahulu. Keuntungan apa yang akan aku dapatkan darimu setelah aku melakukan hal tersebut?”


“Dengarkan aku baik-baik. Aku akan menjelaskannya.”


Aku mengangguk patuh, dan mendengarkan apa yang naga itu katakan.


“Pertama; Seluruh kekuatan yang kumiliki akan menjadi milikmu. Dengan begitu, kau akan bisa menggunakan kekuatan dari ras naga.


“Kedua; Hidupku pun menjadi milikmu. Artinya aku akan terus bersamamu, bertarung untukmu, dan melindungimu sebagai tuanku. Tentu kalau kau menyuruhku untuk mati pun, perintahmu adalah mutlak.


“Ketiga; Ras naga tidak akan gegabah untuk menargetmu sebagai musuh. Mereka mau tidak mau harus menerimamu sebagai bagian dari koloni.


“Dan terakhir; Kau bebas melakukan apa pun padaku. Aku sama sekali tidak akan menolaknya, tapi … tolong lakukan dengan lembut. Meski aku agak malu untuk mengatakannya, melakukan itu akan menjadi pengalaman pertamaku.”


“Hmm … berikan aku waktu untuk berpikir, oke?”


“Ya, tentu. Pikirkanlah baik-baik.”


Ini bahkan jauh dari perkiraanku.


Untuk yang pertama; Jikalau aku memiliki kekuatan ras naga, itu berarti kekuatan fisikku akan meningkat, dan kemungkinan besar aku juga akan bisa menggunakan sihir elemen api khas. Setidaknya baru dua hal itu yang aku ketahui sejauh ini tentang kekuatan dari ras naga.


Untuk yang kedua; Memang akan berguna dalam pertempuran. Jikalau dalam video game, aku dan Ery merupakan seorang marksman. Kami berdua cenderung bertarung dari jarak jauh, meski aku sendiri tidak masalah melakukan pertarungan jarak dekat dengan tangan kosong.


Namun, dengan memiliki ras naga berada di pihakku, kekuatan tempur party kami akan memiliki seorang fighter yang merangkap sebagai tanker di garda depan. Mengingat kekuatan fisik ras naga di luar nalar daripada seorang manusia biasa.


Untuk yang ketiga; Sebenarnya aku tidak tahu banyak tentang ras naga di dunia ini, tetapi dengan mereka yang tidak akan menarget dan menyerangku secara gegabah, kurasa itu sangat berguna sebagai kartu as untukku dan party ke depannya.


Kemudian yang terakhir; Aku tidak begitu paham apa maksudnya, juga kenapa dia malah mengatakannya dengan malu-malu begitu?!


Sial! Otakku tidak bisa mencerna di balik keuntungan keempat yang dia katakan!


Mari lupakan sejenak keuntungan yang aku dapatkan darinya. Sementara itu, keuntungan apa yang akan dia dapatkan dariku? Ini cukup menggangguku.


“Hey, lantas keuntungan apa yang akan kau dapatkan dariku?”


Aku juga penasaran, karena itu aku menanyakan padanya perihal tersebut.


“Hmm … entahlah. Mungkin akan tahu seiring berjalannya waktu?”


“Hah?!”


Aku agak terkejut dengan jawabannya. Dia sendiri bahkan tidak tahu? Tolonglah, jangan bercanda!


“Sejujurnya aku juga tidak tahu. Jadi, aku tidak bisa mengatakan apa pun. Lantas, bagaimana menurutmu?”


Terserahlah. Dia yang menawarkan diri untuk menjalin kontrak denganku. Jawabanku tentu YES !


“Baiklah, aku setuju!”


“Bagus! Kau mengerti caranya untuk menjalin kontrak, bukan?”


“Kau pikir siapa aku? Aku memiliki metodeku sendiri!”


Benar, perihal itu tidak perlu khawatir. Berdasarkan penelitianku semasa remaja dulu, darah sang main character-lah sebagai syarat utama ritual sakral tersebut.


Aku sudah banyak sekali membaca serial fantasi isekai ketika hidup di duniaku sebelumnya. Pengetahuan yang kudapatkan dari cerita fiksi tersebut, cenderung sama di setiap judul buku. Tidak kusangka, aku justru akan menggunakan metode yang serupa di timing ini.


Aku pun berjalan mendekati naga itu. Aku membayangkan sebuah lingkaran sihir yang akan mengeluarkan rantai tak berujung. Setelah berhasil mengidentifikasinya, aku mulai menggunakan kekuatan gift-ku.


“Kuharap kau tidak akan menyesal melakukan ini denganku.”


Aku menggigit ibu jariku hingga terluka, dan mengeluarkan darah dari sela luka tersebut. Setelah itu aku berucap …


<< ULTIMATE SKILL - ENDLESS CHAIN ; SOUL BINDER >>


… lalu aku mengucurkan darahku ke tanah tempatku berpijak.


Lingkaran sihir berpola sangat rumit yang sebelumnya kubayangkan, muncul di tanah. Berukuran cukup besar di bawah kaki kami berdua, dan menghisap darahku itu. Kemudian rantai tak berujung ke luar dari seluruh sudut lingkaran sihir, dan bergerak menembus masuk ke dalam tubuhnya.


Rantai tersebut untuk mengikat jiwanya seperti masuk ke dalam sangkar, dan energi sihir milikku akan menjadi sebuah gembok yang akan mengunci jeruji. Dengan begitu, energi sihir kami berdua terikat satu sama lain di dalam sangkar tersebut. Lalu sebagai pemegang kunci, aku memiliki kendali penuh.


Aku menarik rantai yang membuat salinan jiwanya masuk ke dalam tubuhku. Kontrak pengikat jiwa ini pun berhasil dilakukan.


Dalam prosesnya sedari awal, naga itu berteriak dan merintih. Kurasa hal ini cukup menyakitkan untuknya menerima efek kekuatan dahsyat, tidak peduli dia adalah ras kuat sekalipun. Aku hanya menatapnya dingin.


Setelah seluruh rantai terputus, pecahan tersebut terbagi dan meresap ke dalam tubuh kami berdua. Diikuti dengan lingkaran sihir berpola rumit yang juga menghilang. Menandakan bahwa proses ini sudah selesai sepenuhnya.


Kemudian aku menjentikkan jariku untuk menghilangkan efek skill「CHAOS BINDING」yang menjerat naga itu. Dia pun jatuh terkapar di tanah.


Tidak lama kemudian, kekuatan gift-ku mereda dan mengembalikan sosokku seperti awal sebelum aku menggunakannya. Di samping itu, naga yang terkapar di hadapanku kini mulai diselimuti oleh energi sihir berwarna keunguan.


Tubuhnya justru menyusut menjadi kecil. Setelah energi sihir itu menghilang, sosoknya saat ini berubah menjadi seorang gadis!


Benar, seorang gadis! Bagaimana mungkin?!


Aku tidak menyangka, jikalau naga yang kukontrak belum lama, ternyata bisa merubah wujudnya seperti seorang manusia. Aku sedikit terkejut, kurasa.


Dia memiliki penampilan yang menawan seperti wanita dewasa dalam wujud manusianya. Rambutnya yang berwarna hitam pekat dikucir di kedua sisi, dengan mata merah keemasan yang indah.


Dia mengenakan gaun hitam dengan lengan terpisah. Rok hitam panjang yang dia kenakan itu cukup terbuka pada satu bagian tertentu, sehingga memperlihatkan pahanya yang mulus.


Saat ini dia berdiri menatapku penuh rasa percaya diri, lalu berkata, “Laki-laki sadis dan kejam. Tidak kusangka, kalau aku melakukan kontrak dengan seseorang yang memiliki sifat seperti itu.


“Namaku Arichi.” Kedua tangannya sedikit mengangkat roknya menunjukkan pose anggun. “Untuk ke depannya, tolong perlakukan aku dengan lebih lembut, Tuan.”


Arichi pun tersenyum seolah meninggalkan maksud.


^^^To be continued …^^^