New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 34 - Bantuan Tiba



Sementara keadaan setelah Claude Ocaris meninggalkan rombongan.


[Oy, kau sedang tidak bercanda, kan? Tentang kau yang melihat kawanan naga itu?]


[Mana mungkin aku bercanda, bodoh! Tidak mungkin juga aku melakukan hal konyol seperti itu, lalu kulaporkan begitu saja pada Tuan Claude!]


[Memang benar sih. Tapi laporanmu itu sulit dipercaya, ternyata ras mereka masih ada.]


[Aku yang melihatnya lewat teropong milikku saja ketakutan, tahu!]


[Bagaimana dengan bentuknya?]


[Sangat percis dengan yang diceritakan. Itu seperti reptil. Bersisik, memiliki sayap, terlebih ukuran tubuh mereka sangat besar.]


[Besar ya, hmm .... Semoga saja tubuh besar mereka tidak menghantam kita secara langsung. Bisa-bisa tubuh kita hancur berkeping-keping, bukan?]


[Ya, kau benar.]


Bahaya pun semakin mendekati rombongan yang kini telah tiba di jembatan penyebrangan. Tidak berselang lama setelah mereka berhasil menyebrang, satu ekor Chaos Dragon yang telah mengintai dari kejauhan, langsung menukik tajam untuk menyerang ke arah targetnya.


BRUAK


Menendang salah satu gerbong kereta kuda, menghempaskannya sampai mengenai dua gerbong lain hingga terjungkir dan terpental sejauh beberapa meter. Serangan itu berlangsung sangat cepat!


Pasukan prajurit yang berada di dalam gerbong-gerbong lain, berhamburan ke luar setelah menyaksikan serangan telak tersebut. Melihat sosok ras pembawa bencana tampak di depan mata, mereka jatuh ke dalam kondisi kepanikan hebat ...


[I-Ini ... tidak mungkin!]


[Bagaimana caranya kita mengalahkan monster sebesar ini?]


... sedangkan pasukan prajurit di dalam gerbong kereta yang menjadi incaran sebelumnya, damage yang dirasakan bahkan sampai membuat beberapa orang dari mereka seketika tidak sadarkan diri.


Chaos Dragon lainnya pun turut bergabung dalam kesenangan. Dengan kejam menghembuskan napas api membakar gerbong kereta kuda yang tampak di depan matanya. Kekacauan benar-benar terjadi, situasi saat ini menjadi sangat mengerikan.


Andora yang berada di gerbong paling belakang cukup beruntung. Karena prajurit yang menjadi kusir langsung menghentikan laju keretanya, lantas segera memberitahukan pada semua prajurit di dalam gerbong untuk segera ke luar dan bersiaga melindungi sang Putri.


[Siap bertempur!]


[Lindungi Nona Andora!]


Meski diselimuti oleh rasa ketakuan dan keputusasaan, pasukan prajurit segera mengambil bentuk formasi bertahan. Seraya menjadi tameng untuk Andora dan dua prajurit lain yang sedang melepaskan tali ikat kuda.


Seperti yang telah direncakanan sebelumnya. Dua orang tersebut memang ditugaskan untuk segera kabur sejauh mungkin, jikalau situasi seperti ini benar-benar terjadi. Memprioritaskan keselamatan Andora adalah hal utama dan mutlak, begitulah perintah yang diberikan oleh sang kapten, Claude Ocaris.


"Nona Andora, cepatlah naik. Kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini!" ucap sang prajurit menunjukkan ekspresi wajah serius, sambil menyodorkan tangannya setelah menunggangi kuda.


"Ta-Tapi, bagaimana dengan yang lainnya?" balas Andora mengkhawatirkan keadaan.


Andora benar-benar panik, seluruh tubuhnya gemetar akan rasa ketakutan. Ini adalah kali pertama dia melihat sosok ras yang dikategorikan sebagai pembawa bencana secara real tampak di depan matanya. Karena selama ini, dia hanya mengetahui sekedar dari cerita yang didengar dan buku sejarah yang dibaca.


"Mereka akan baik-baik saja, Nona. Kita pasti bertemu lagi setelah mereka berhasil mengalahkan kawanan Chaos Dragon tersebut!"


"Ba-Baiklah kalau begitu." Meski berat hati, meninggalkan rombongan adalah pilihan terbaik. "Semuanya, kumohon ... kembalilah dengan selamat," lanjut Andora, lalu dia pun pergi meninggalkan lokasi bersama dua orang prajurit yang melindunginya.


[Berhati-hatilah, Nona Andora. Meski kami semua tidak mungkin selamat, kuharap kamu akan selamat dan baik-baik saja.


[Baiklah, kalau sudah begini ... semuanya, tegapkan dada kalian dan hunuskan pedang kalian. Kita sudah dipastikan akan mati di tempat ini, tetapi sebagai prajurit, kita akan dikenang di hati semua orang!


[ALL HAIL RADIX KINGDOM!! SERANG!!!]


Setelah seorang prajurit paruh baya menyerukan kata-kata penyemangat, teriakan prajurit lainnya terdengar. Tanpa memiliki keraguan, mereka langsung menerjang ke arah 8 ekor Chaos Dragon yang sedang memporak-porandakan rombongan.


Pertarungan yang sangat berat sebelah pun berlangsung. Sampai Claude kembali, namun situasinya sudah menjadi kelam dan dipenuhi dengan keputusasaan.


...***...


"Kamu mengerti, kan?"


"Tentu saja, percayalah padaku, Ery."


Erythia sempat memberikan penjelasan singkat pada Haru mengenai sihir serangan. Metode yang dilakukan adalah sama. Karena inti dari sihir merupakan sebuah gambaran, dan energi sihir akan memvisualisasikannya menjadi hal nyata.


Setelah itu Haru mengeluarkan portal ruang penyimpanan dimensi miliknya, dia mengambil sebuah busur dari dalam sana. Itu adalah senjata kelas legenda yang juga adalah gift yang diberikan oleh sang eksistensi tertinggi di Alam Semesta.


"Yo, partner. Saatnya kau memulai debutmu," ucap Haru.


Kemudian Haru berjalan mendekati ujung tebing, guna melihat jelas kekacauan di bawah sana. Pasukan prajurit masih saja memberikan perlawanan, namun hal itu merupakan tindakan yang sia-sia. Karena serangan yang mereka berikan, bahkan tidak dapat menggores sedikit pun kulit Chaos Dragon tersebut.


"Oy-oy, mereka bersemangat sekali. Para reptil itu bahkan memandang manusia seperti seekor serangga. Cih ...."


Haru mengambil anak panah, lalu memposisikan tubuh dalam posisi tegak lurus terhadap sasaran dan garis tembakan. Meletakkan anak panah pada arrow rest, dia segera manancapkan bagian belakang anak panah tersebut ke tali busur, dan menariknya dengan gaya split finger.


Karena Haru sudah terlatih dalam hal ini, konsentrasinya membidik target tidak perlu diragukan lagi. Sasaran pun terkunci dalam pandangan matanya. Lalu dia mengalirkan energi sihirnya pada anak panah, hingga siap memulai serangan. Aura energi sihir pun mulai menyelimuti, dan perlahan semakin menyerupai kobaran api.


Sebelum melepaskan serangan, lingkaran sihir muncul pada jarak beberapa meter di depan garis tembakan. Setelah siap, tanpa ragu Haru menembakkan anak panah tersebut dari busurnya. Serangan yang dilancarkan menembus lingkaran sihir, itu melesat dengan sangat cepat ...


WHUUSSS ; HEAD SHOT


... lalu menembus kepala Chaos Dragon yang menjadi target. Tak berselang lama, kobaran api berwarna biru mulai tampak dari bagian tubuh Chaos Dragon yang terkena serangan, kemudian menjalar hingga melahap habis seluruh tubuhnya tanpa sisa.


"Yosh! Kita lanjutkan pestanya!" gumam Haru dengan napsu membunuh yang meronta-ronta.


Sontak pasukan prajurit terkejut melihat Chaos Dragon yang tiba-tiba saja lenyap terbakar. Mereka benar-benar tidak percaya, jika sang pembawa bencana dapat dikalahkan dengan mudahnya. Lalu mereka pun segera mencari tahu dari mana lokasi serangan itu berasal.


Anak panah yang berhasil mengalahkan satu ekor Chaos Dragon mendarat tidak jauh dari posisi Claude saat ini. Melihat anak panah yang dipenuhi dengan energi sihir, dia sangat bersyukur karena mendapatkan pertolongan yang datang di waktu yang sangat tepat.


Perlahan Claude mulai bangkit. Sambil tersenyum pahit membuang semua keraguan yang sempat dirasakan. Mengesampingkan ketakutan akan kematian, dia mulai menghunuskan pedangnya untuk turut bertempur.


<< BERSERK MODE - ACTIVATED >>


^^^To be continued ...^^^