New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 47 - Dare ka, Tasukete yo!



Haru dan rombongan terlihat berjalan ke luar dari dalam portal dimensi miliknya. Dia sengaja tidak muncul secara langsung di dalam rumah, melainkan memang berencana pulang dengan masuk melalui pintu utama.


Meski Haru sendiri pun menyadari, dengan membawa pulang 2 orang gadis bersamanya, tentu itu sudah menjadi sebuah masalah. Erythia mungkin dapat mengesampingkan terkait bocah yang terluka parah, tetapi tentu tidak untuk Andora. Haru hanya berharap, jikalau kejadian ini tidak akan menjadi pertengkaran rumah tangga yang serius.


"Dengar, jangan muncul secara tiba-tiba dan mengambil alih pembicaraan, oke."


"Eh? Kenapa begitu?"


"Tentu ini demi keselamatanku!ーAh, tidak … maksudku, biarkan aku menangani terkait ini. Kamu mengerti, kan?"


"Um … baiklah."


"Bagus! Tunggu sebentar di sini."


"Ya. Lakukan saja sesukamu."


Haru memperingatkan Andora terlebih dahulu untuk bekerja sama mengikuti arahannya. Tentu dia tidak berniat memperkeruh keadaan, jikalau tidak bisa menjelaskan dan meyakinkan Erythia sedari awal.


Ini mungkin akan sedikit sulit. Mengingat sebelumnya mereka berdua sempat berselisih, dan Haru memutuskan berjalan-jalan sejenak ke Ibu Kota untuk menyegarkan pikirannya. Namun, hal merepotkan seperti ini justru menyapa tanpa dapat menerima pengajuan penolakan.


Kemudian Haru mulai berjalan ke pintu rumah sederhana, dan membukanya secara perlahan.


"Ery, aku pulang."


Mendengar suara Haru, Erythia spontan menjawabnya, "Selamat datang kembali!"


Heh … ternyata Ery sedang memasak ya. Wanginya enak sekali.


Haru dapat menghirup aroma menyenangkan yang menggelitik hidungnya. Aroma dari masakan yang sedang Erythia buat, benar-benar sedap. Tentu membangkitkan gairah ingin segera menyantapnya.


"Kamu sedang menyiapkan makan malam?"


"Um … kita memiliki cukup bahan untuk makan malam, karena itu aku memutuskan mengolahnya."


"Ternyata begitu."


"Um!"


Menyadari sosok Haru tak kunjung muncul di hadapannya, lantas Erythia menghentikan sejenak sesi memasaknya itu untuk menghampiri pemuda tersebut.


"Haru, apa yang sedang kamu lakukan di sana? Kamu juga kenapa pulang lewat pintu utama? Padahal kan, kamu bisa berteleportasi langsung ke da … lamー"


Akan tetapi, Erythia cukup dikejutkan sampai mengecilkan nada bicaranya, ketika dia melihat sosok Haru yang tengah menggendong seorang bocah Demi-Human dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


"Haru, dia kenapa?"


"Ada hal tidak terduga sudah terjadi di Ibu Kota. Aku mengambil tindakan untuk menyelamatkan anak ini dari bahaya, tapi kondisinya seperti yang kamu lihat sekarang. Karena itu aku pulang telat."


"Aku tidak masalah dengan kamu pulang telat." Erythia menggeleng ringan. "Dia, Demi-Human?"


"Ya, lebih tepatnya berasal dari ras kucing. Ery, kamu bisa menyembuhkannya, kan?"


"Tanpa kamu minta pun, pasti akan kulakukan!"


"Aku percayakan padamu."


Demi-Human di dunia tersebut memiliki dua karakteristik yang berbeda pada bagian fisik mereka. Ada yang sepenuhnya berpenampilan layaknya hewan dengan perawakan seperti manusia. Ada juga yang berpenampilan layaknya manusia, diikuti dengan bagian wujud hewan mereka seperti ekor, telinga, dan hal terkait.


Ras kucing menjadi salah satu sub ras Demi-Human yang populasinya 'terbilang' cukup banyak. Dari segi populasi, mereka menempati urutan kedua sub ras Demi-Human. Mereka berada di bawah ras anjing sebagai peringkat tertinggi, dan di atas ras kelinci yang masih eksis pada urutan ketiga.


Habitat asli ras kucing sendiri berada jauh di ujung selatan. Geografis di sana meliputi wilayah hutan dan rerumputan yang sangat luas. Insting alami mereka tentu sangat cocok untuk mencari makanan dengan berburu di alam liar.


Ras kucing sendiri dikenal sering meninggalkan tempat kelahirannya. Karena populasi mereka yang cukup banyak, mereka pun menyebar ke seluruh penjuru benua. Ras mereka termasuk yang paling mudah untuk dijumpai di mana pun.


Bahkan di Kerajaan Radix, ras Demi-Human yang paling banyak menetap tinggal di sana adalah berasal dari ras kucing. Dikarenakan kerajaan menganut sistem netralitas mutlak dan tidak membeda-bedakan terkait beragam macam ras yang ada. Itu menjadi hal yang didukung secara penuh oleh rakyatnya.


Oleh karena itu, tidak heran jikalau kebanyakan pria dari ras manusia di Ibu Kota, menikahi dan menjalani kehidupan berkeluarga mereka bersama seorang wanita yang dicintainya, walaupun berasal dari ras Demi-Human. Itu sudah menjadi sebuah pemandangan yang tidak asing lagi.


Anggota guild dari ras Demi-Human pun terbilang cukup banyak. Mereka memiliki party sesama ras, ada juga yang berbaur dengan ras lainnya. Selain itu, beberapa petualang Demi-Human bahkan ada yang menyandang level Nova, dan tentu menjadi bagian dari kelompok elite, yakni ‘Shadow Stinger’.


___


"Kita bawa dia ke dalam, Haru."


Erythia kemudian berbalik, lalu berjalan kembali ke dalam. Setelah beberapa langkah, dia menyadari jikalau Haru tidak mengikutinya, dan masih tetap saja berdiam diri di sana.


Erythia melirik pada Haru. Dia kembali berkata, "Apa yang kamu tunggu? Cepat masuklah."


"Ery, dengar. Ada hal lain yang ingin kubahas denganmu sebelumnya."


Haru membalas dengan sedikit cemas. Saat ini keraguan benar-benar menyelimutinya, karena hal tersebut berkaitan dengan satu sosok gadis lain, yaitu Andora.


"Kita akan membahasnya nanti, oke. Sekarang, kita harus prioritaskan dulu anak itu."


"Tapi, Ery. Terkait yang satu ini juga penting untukkuー"


Sebelum Haru menyelesaikan perkataannya, teriakan seseorang terdengar jelas dari luar. Sontak itu membuat mereka berdua terkejut.


"Suara apa itu?" Erythia bertanya-tanya.


Tak berselang lama, Andora yang tampak ketakutan berlari kencang menghampiri Haru. Dia langsung menyembunyikan dirinya di hadapan Haru. Dia benar-benar menempel padanya dengan tubuh yang gemetaran.


"Haru, sebenarnya tempat tinggalmu ini di mana sih?!


"Aku tadi melihat semak-semak tinggi bergerak sendiri. Tak lama setelah itu, ada sesuatu yang muncul ke luar dari sana.


"Aku tidak tahu apa itu, tapi itu menakutkan bagiku! Kamu bahkan lama sekali, dan malah meninggalkanku sendirian di sana!"


Andora mengeluh hebat, wajahnya tampak pucat dan sedikit menangis.


Erythia yang terus memperhatikan tingkah seorang gadis baru yang tidak dikenali itu, seolah kehabisan gagasan. Dia kemudian menatap tajam Haru. Tatapannya itu benar-benar menyeramkan, dan berhasil membuat pemuda tersebut bergidik merinding.


"Hey, Haru. Apa maksudnya ini?"


"Gehー"


Sial, matilah aku !


Tentu Haru mati kutu. Dia hanya dapat menelan air liurnya, bahkan ekspresi dari wajahnya kini tampak bermasalah. Matanya juga berkeliling untuk menghindari tatapan tajam Erythia yang mengintimidasi.


"Kenapa kamu malah diam saja? Jawab aku, Haru!"


"HihーAnu, Ery … dengar, aku bisa jelaskan ini."


Haru memberikan senyum masam. Sudah jelas dia merasa ngeri dan ketakutan. Tingkah yang Haru tunjukkan seolah mengatakan, “Aku lebih takut menghadapi sosok Erythia yang seperti ini, ketimbang harus melawan banyak penjahat sekaligus.”


Sedangkan Andora yang baru saja menyadari ada sosok gadis lain selain dirinya dan bocah Demi-Human itu, mencoba melirik pada Erythia.


"Cantik sekali ...." gumam Andora.


"Haru, cepat katakan padaku. Siapa gadis yang kamu culik ke sini?!" tanya Erythia seraya menunjuk Andora.


"Jangan menuduhku seperti itu, ayolah! Aku akan menjelaskannya padamu dengan rinci, Ery."


Tak ingin memendam rasa penasarannya, Andora pun menyusup ke dalam perbincangan. "Haru, apa gadis itu kekasihmu?"


"Eh?"


"Lalu, bagaimana denganku?"


Di tengah-tengah situasi yang sedang memanas, Andora justru memperkeruh keadaan dengan memberikan pertanyaan yang tidak logis pada Haru, seraya membenamkan wajahnya selagi menempel pada Haru.


"Hey, apa yang kamu katakan? Tolong, jangan malah memperburuk keadaan!"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Andora, wajah Erythia berkedut beberapa kali. Hal itu semakin membuatnya merasa kesal pada Haru.


Erythia tersenyum tipis seraya menyilangkan kedua tangan di dadanya. Dia bahkan sampai mengeluarkan aura menyeramkan untuk menunjukkan jelas kekesalannya itu. Situasinya kini tentu semakin rumit!


"Hou … aku harap kamu bisa memberikan penjelasan yang masuk akal padaku, Haru."


"Eehhh ...?!"


Siapa saja, tolong … selamatkan aku dari situasi buruk ini! Ini terlalu merepotkan untuk kuhadapi.


^^^To be continued …^^^