New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 23 - Langkah Awal



Meski sekarang Haru dan Erythia telah dinyatakan resmi menjadi petualang di Kota Caulis, mereka berdua tetaplah newbie dalam pekerjaan tersebut. Level dari seorang petualang memang ditentukan berdasarkan besarnya energi sihir yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan, tapi bukan berarti jikalau semua orang dapat dengan mudah menduduki level tinggi dari awal.


Bukannya tidak ada, kasus seperti itu memang pernah terjadi juga beberapa tahun silam (paling tinggi hanya langsung mencapai level Diamond saja.) Data valid yang pernah tercatat di buku laporan guild, petualang baru yang lolos seleksi kala itu mencapai di angka ±250 orang dari total 1000 pendaftar. Namun hanya 5 orang saja yang mendapati kasus serupa.


Hanya saja bagi kelima orang tersebut setelah selesai dinobatkan, kinerja yang diberikan untuk penyelesaian tugas sangatlah buruk. Itu karena meski mereka berlevel tinggi sekali pun, tetap saja belum memiliki cukup pengalaman. Sampai-sampai petualang senior dengan level satu tingkat di bawahnya pun harus turut menemani menyelesaikan tugasnya.


Kebanyakan dari para manusia ataupun ras lain yang lolos seleksi menjadi seorang petualang, selalu berawal dari level Bronze atau Silver. Mereka merangkak secara perlahan agar naik satu tingkat sampai seterusnya, dan tentu yang paling terpenting adalah mencari pengalaman berharga ketika terjun langsung di lapangan.


Apa yang sudah Erythia coba lakukan sebelumnya tidaklah salah. Dia sudah memikirkan secara matang terkait langkah yang harus diambil. Dengan langsung berada pada level yang ekstrim (Nova), tentu pergerakan mereka akan menjadi terbatas. Itu karena jika guild segera melaporkan hal tersebut pada pihak kerajaan, utusan akan datang menghampiri mereka berdua untuk bekerja di bawah perintah sang Raja secara langsung.


Erythia tidak ingin jika hal itu terjadi, sehingga dia harus bisa mengantisipasi hal tersebut. Itulah alasannya menolak keras pernyataan dari guild, dan melakukan negosiasi terhadap Esra agar menobatkan mereka sebagai petualang baru dengan level rendah. Walaupun sebenarnya mereka berdua memang benar berada pada level Nova. Terlebih untuk Haru, kelak mungkin saja dia bisa melebihi itu. Siapa yang tahu ....


Haru adalah sosok yang misterius. Sebagai seorang reincarnator terpilih, masih banyak misteri yang belum diketahui tentang dia. Erythia sendiri mengakui itu, meski enggan untuk mengatakan secara langsung pada orang yang bersangkutan. Karena setelah beberapa hari bersamanya, muncul pertanyaan pada diri sendiri dan itu belum bisa terjawab.


Berawal pada saat Haru meminta bantuan Erythia untuk mengajarkan terkait ilmu sihir. Namun sangat disayangkan, ketika dia menerawang dengan seksama menggunakan skill << MANA ANALYZE >> kala itu, menjadikannya mustahil. Karena Haru tidak memiliki energi sihir sama sekali, sehingga memaksa Erythia untuk menggunakan metode lain dengan cara mentransferkan energi sihir miliknya secara langsung.


Itu berhasil dilakukan! Berkat persepsi sihir yang dilancarkan, akhirnya membuka rangkaian elemen magis pada diri Haru dan mulai beresonansi. Namun kapasitas energi yang diterima perlahan justru bertambah menjadi berkali-kali lipat, sehingga Erythia pun tidak sanggup melihat kedua kalinya. Hanya saja saat dia ingin memberitahukan serta menjelaskan pada Haru, sementara pria itu menolak untuk membahas hal tersebut.


Selanjutnya adalah saat Haru dengan mudah memecahkan berbagai jenis bola sihir yang Esra tunjukkan di guild. Itu membuat Erythia semakin penasaran, dan sempat meyimpulkan jika energi sihir di dalam tubuh pria itu benar-benar menjadi abnormal. Namun itu hanyalah kesimpulan tak berdasar, karena dia benar-benar harus mencari tahu kebenarannya seperti apa. Kali ini, Erythia ingin memastikan dengan menelisik menggunakan unique skill << GOD EYES >> miliknya.


...***...


Keesokan harinya ketika Erythia membuka mata, dia melihat sosok Haru yang sedang bermeditasi. Terlihat sangat tenang, gadis itu pun tidak ingin mengganggu. Bahkan walau hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi.


Karena banyak hal yang sudah terjadi, sudah pasti sangat membebani pikiran Haru. Erythia bisa mengerti itu.


Apa yang Haru lakukan, tentu bukanlah hanya untuk meredakan gangguan kecemasan yang melanda. Melakukan meditasi dapat membuat diri merasa lebih tenang, bahagia, dan berpikir positif. Di samping itu, meditasi juga diketahui dapat meningkatkan kinerja otak yang berperan dalam proses mengingat serta berkonsentrasi.


Ya, dia harus melakukan sesuatu untuk menyesuaikan alur kehidupan baru yang saat ini sedang dijalani di dunia tersebut bersama sang Dewi, Erythia. Karena itulah ....


Apa mungkin ini adalah kesempatanku? Haru sedang lengah saat ini, lebih baik aku mencoba untuk mencari tahu jawaban akan rasa penasaranku.


Tak berselang lama, Erythia mengaktifkan kemampuan khusus << GOD EYES >> untuk menelisik Haru. Dan dia benar-benar terkejut setelah melihat pusaran energi sihir yang saling mengikat satu sama lain.


Terlihat berwarna kebiruan, perlahan mengelilingi energi berwarna kemerahan yang menjadi pusat. Seolah membentengi seperti sebuah bola yang berada dalam keranjang, lalu secara teratur menyebar ke seluruh tubuh Haru tanpa merusak struktur itu sendiri.


Cukup tenang, dan tidak ada tanda-tanda yang abnormal sama sekali pada penglihatan Erythia. Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah, bagaimana mungkin Haru bisa mengeluarkan energi yang besar sekaligus hanya dengan menyentuh target saja tanpa menimbulkan damage yang 'bisa dikatakan' merusak?


Seolah-olah tanpa disadari, jikalau pria itu memang dapat mengendalikan dengan sempurna. Dalam hal ini, Erythia bahkan menganggap Haru adalah sosok nyata yang tidak perlu melakukan latihan khusus sama sekali. Karena untuk mengendalikan energi sihir yang sangat besar, itu membutuhkan keterampilan terlatih dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan bisa puluhan tahun. Dan tentu diimbangi oleh kekuatan fisik, juga memiliki tenaga yang cukup untuk mengatasi efek setelah penggunaannya.


Sebagai contoh, saat Erythia membagi energi sihir miliknya pada Haru, dia benar-benar kelelahan. Bahkan eksistensi seorang Dewi sekali pun, tidak sanggup melakukan hal tersebut dengan mudah. Yang mana membuat gadis itu pun tumbang. Padahal jika secara syarat, Erythia sudah memenuhi. Mengingat usia asli dia yang sudah mencapai ratusan tahun, ditambah apa yang dilakukan untuk melawan rasa bosan menunggu tamu yang datang adalah melatih kekuatannya juga.


Lalu saat Clay Senka berkata secara sepihak tentang 'Haru adalah sosok yang berbahaya,' Erythia justru sependapat. Mungkin saat ini akan sangat mudah untuk menghadapi pria itu karena minimnya pengetahuan terkait menggunakan ilmu sihir, namun dalam waktu dekat, Haru benar-benar akan bisa menjadi senjata hidup yang mengerikan. Apa lagi jika dia mulai mengkostumisasi ultimate skill tidak masuk akal dari gift yang telah diberikan oleh sang eksistensi tertinggi di Alam Semesta.


Sebagai partner, Erythia tentu tidak ingin jika hal yang buruk terjadi menimpa party. Bukan hanya sekedar untuk menemani saja, mungkin 'bisa dikatakan' dia juga akan merangkap menjadi seorang babysitter. Karena pada dasarnya, Haru adalah sosok yang ceroboh dan sembrono.


___


Kemudian Erythia menyudahinya. Dia kembali seperti biasa sambil menunggu Haru selesai. Sang Dewi pun kembali terlelap, hingga setengah jam berlalu dan kembali tersadar oleh belaian dari jari-jemari yang terasa dingin menyentuh pipinya.


"Uh ...."


"Bangunlah, sudah waktunya untuk sarapan."


Suara lembut terdengar dari sosok berbayang di hadapan mata cantik sang gadis, dan perlahan mulai terlihat jelas. Ya, itu adalah Haru yang mencoba membangunkan Erythia dari tidurnya.


"Selamat pagi, Haru. Sepertinya aku tertidur lagi ya," ucap Erythia sambil mengucak kedua matanya.


"Ya. Dan lagi, apa yang kamu katakan? Kurasa kamu sedang mengigau, Ery," balas Haru.


"Eh? Apa benar?"


"Huh ... dasar, kamu ini. Basuhlah wajahmu terlebih dahulu, dan makanlah."


"Bagaimana denganmu?" tanya Erythia.


"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir tentang itu, oke."


"Um ... baiklah." Erythia mengangguk menurut.


Sambil duduk bersebelahan, Haru kembali membuka obrolan dengan sebuah pertanyaan. "Ery, bagaimana dengan gift itu?"


"Aku sudah menyimpannya baik-baik dalam ruang dimensi milikku. Jika kamu membutuhkan mereka, aku bisa mengeluarkannya untukmu," jawab Erythia.


"Baiklah, kurasa sudah waktunya."


"Sebelum itu, kita harus berpindah lokasi terlebih dahulu. Karena ini adalah sesuatu yang sakral, ketika segel dilepaskan, akan menimbulkan gelombang dahsyat yang mungkin bisa merusak area sekitar."


"Eh? Kamu tidak bercanda, kan?" tanya Haru yang terkejut.


"Apa aku terlihat bercanda?" jawab Erythia, sambil menunjukkan ekspresi wajah dingin.


"Tidak sih, hmm ... baiklah kalau begitu."


"Kamu tenang saja, aku akan menciptakan pelindung di sekitar. Jadi itu tidak akan masalah."


"Kamu memang bisa diandalkan, Ery. Terima kasih," ucap Haru tersenyum lebar.


Erythia pun membalas dengan cara yang sama untuk menanggapi perkataan Haru. Tentu dia mengerti, bahwasanya gadis itu akan melakukan apa pun untuk turut membantunya.


^^^To be continued ...^^^