
"Maaf, Tuan Clay. Aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan Anda. Aku hanya berpikir, sesuatu yang sedang dikerjakan atau dilakukan, pastinya memiliki maksud dan tujuan, bukan?
"Jadi aku hanya penasaran saja. Sekali lagi, mohon maaf atas kelancanganku barusan," ucap Erythia di akhiri dengan membungkuk sopan.
"Tidak apa-apa. Baru kali ini ada seseorang yang bertanya padaku dengan tatapan penuh keseriusan seperti itu. Aku jadi tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
"Hmm ... baiklah. Aku akan menjelaskannya padamu, Nona muda," balas Clay.
"Namaku Erythia. Anda tidak perlu seformal itu padaku, Tuan Clay. Panggil saja aku dengan namaku."
"Baiklah, Erythia. Dan Haru juga, dengarkan perkataanku ini baik-baik."
Saat Clay hendak menjawab pertanyaan Erythia, seseorang berlari menghampirinya. Dia adalah salah satu orang yang bekerja di bawah perintah pria tua itu.
Pemuda tersebut benar-benar panik, wajahnya sangat pucat. Di hadapan Clay, dia segera melaporkan terkait apa yang sudah terjadi di sana. Karena tugas yang dipercayakan pada tim mereka, tidak bisa untuk diatasi.
"Tuan Clay, mohon maaf telah menganggu waktu Anda. Kami mendapatkan sedikit masalah!"
"Apa yang sebenarnya telah terjadi?"
"Terkait eksperimen nomor 4, dia memberikan reaksi yang tidak biasa. Kami tidak dapat mengontrolnya!"
"Apa katamu?" Clay tampak terkejut, namun ekspresi pada wajahnya menunjukkan bahwa dia merasa puas.
"Kau kembalilah ke sana, aku akan segera menyusulmu," lanjutnya.
"Baik!" Pemuda itu pun kembali pergi meninggalkan mereka di sana.
Haru dan Erythia saling memandang, mereka berdua tampak kebingungan dengan keadaan di tempat itu.
"Apa yang sedang terjadi, Kek? tanya Haru.
"Kurasa sudah waktunya. Setelah sekian lama, akhirnya ada reaksi yang cukup memuaskanku," jawab Clay sambil bergumam.
"Eh?"
"Oh, benar. Maafkan atas kejadian barusan. Kalian berdua, kembalilah ke guild. Katakan pada Esra, bahwa Haru telah lulus untuk menjadi seorang petualang."
"Hah? Tu-Tunggu, Kakek Clay. Bagaimana bisa Anda mengatakan hal itu dengan mudahnya? Bahkan Anda tidak melakukan apa pun padaku," Haru menyanggah.
"Kau tidak perlu merasa kecewa seperti itu, Haru. Meski aku tidak melakukan apa pun padamu, aku bisa merasakan tekanan energi yang abnormal memancar dari dirimu."
"Jangan bercanda, Kek. Apa yang Anda katakan? Itu tidak masuk akal, tahu!"
"Hahaha ...." Clay tertawa dengan kencangnya, kemudian memberikan tatapan tajam dan serius pada Haru. Lalu dia melanjutkan, "Kau, pemuda yang cukup berbahaya, Haru. Sejujurnya, aku sendiri pun tidak yakin bisa menghadapimu jika aku harus berduel denganmu."
Oy-oy, pak tua. Yang Anda katakan itu tidak imut sama sekali. Bercanda pun ada batasnya, tahu! Astaga ....
"Aku semakin tidak mengerti dengan yang Anda bicarakan."
Haru menggaruk kepalanya, dia malah menganggap kalau Clay Senka adalah pria tua yang ngawur. Meski perkataannya itu tidak masuk akal sama sekali, namun Erythia mengangguk setuju karena memiliki pemikiran yang sama.
"Sudahlah, Haru. Kita turuti saja apa yang Tuan Clay katakan. Bukankah dengan begitu tujuan kita sudah tercapai?" ucap Erythia menatap Haru.
"Memang benar sih, tapi tetap saja ...."
"Tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja."
"Ya, baiklah."
Erythia tersenyum lembut. Kemudian mengubah arah tatapannya dan menunjukkan ekspresi wajah yang tampak rumit.
Sudah kuduga. Clay Senka, pria tua satu ini bukanlah sosok yang bisa diabaikan begitu saja. Aku harus mencari informasi terkait dirinya.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi, Kakek Clay."
"Ya."
Lantas Haru dan Erythia pun pergi meninggalkan laboratorium sekaligus kediaman Clay Senka tersebut.
...***...
Berjalan melewati sebuah lorong yang berada di dalam ruangan. Siluet hitam mulai menampakkan dirinya. Ya, itu adalah Clay Senka, sang penyihir tua.
Menghampiri semua orang yang sedang sibuk di tempat itu, dia berkata dengan lantang, "Beritahukan aku detailnya!"
"Eksperimen nomor 4 telah menujukkan reaksinya. Dia mulai merespon energi sihir skala besar dari metode yang kita coba gunakan untuk membangkitkannya kembali," balas pemuda yang melapor sebelumnya.
"Lalu?"
"Tekanan yang diberikan olehnya sangat kuat. Kami bahkan tidak dapat mengontrolnya."
"Tetap pertahankan!"
"Baik!"
Jika kau sampai bisa merespon energi sihir skala besar ini, itu berarti hanya ada satu kemungkinan yang pasti ....
...[DANGER!]...
...[DANGER!]...
...[DANGER!]...
Tidak lama kemudian sinyal darurat terdengar jelas. Salah seorang petugas yang panik berteriak melaporkan kondisi, "Tuan Clay, ini semakin tidak terkendali!"
Baiklah ....
"Buka pembatasnya! Aku ingin melihat yang terjadi di balik sana secara langsung." Clay memerintahkan untuk membuka pintu besi besar yang membatasi antara ruang penelitian dan ruang objek eksperimen.
"Baik!"
Setelah pintu pembatas terbuka lebar, di balik kaca persegi panjang yang menjulang tinggi ke atas langit-langit ruangan, sebuah tabung kaca kuat berisikan air berwarna biru air laut yang berukuran tinggi sekitar 2 meter, dan berdiameter cukup besar pun terlihat berdiri kokoh. Sosok gadis bertanduk, bersayap hitam, juga memiliki ekor terpenjara di dalamnya. Kini menatap tajam ke arah mereka semua yang berada di ruangan tersebut.
Dia terlihat sangat cantik, memiliki kulit serta rambut panjang berwarna putih seputih salju yang turun ketika musim dingin datang. Bagian matanya benar-benar berbeda, menjadi keunikan tersendiri pada dirinya. Gadis itu memiliki sclera yang berwarna hitam pekat, dengan iris berwarna emas, dan pupil seperti ular.
Itu adalah Succubus, sosok iblis berwujud seorang wanita cantik. Dalam legenda abad pertengahan di Barat pada dunia Haru sebelumnya, sosok cantik tersebut kerap kali menggoda manusia berjenis kelamin pria melalui mimpi untuk melakukan hubungan intim. Bahwasanya mereka mengambil energi dari targetnya untuk bertahan hidup, hingga korban kelelahan atau bahkan meninggal.
Di dunia itu, eksistensi succubus adalah sosok yang menakutkan bagi sebagian manusia (meski tidak semua orang menganggapnya begitu.) Sebagian dari mereka sekarang bahkan hidup membaur dengan para manusia di sana, dan tentu dengan menyembunyikan identitasnya sebagai iblis (mempertahankan sosok manusia seutuhnya.) Meski ras mereka sendiri terbilang sedikit (dari yang berhasil kabur atau selamat pada perang skala dunia kala itu.)
Menariknya, succubus yang merupakan sebagai objek eksperimen dari Clay Senka adalah, seorang panglima yang memimpin rasnya pada peperangan antara iblis dan manusia yang pernah terjadi dalam beberapa ratus tahun silam, ketika pasukan Raja Iblis datang menginvasi untuk menguasai seluruh penjuru benua De Luna. Entah bagaimana caranya dia tidak mati dari peperangan dahsyat tersebut.
75 tahun yang lalu, Clay Senka ditugaskan oleh Raja untuk turut membantu para petualang level Platinum dan Diamond menyelidiki sebuah bangunan besar kuno yang ditemukan. Bangunan itu berada jauh di dalam hutan luas bernama Roat. Letaknya sendiri di arah timur mata angin dari Kerajaan Radix.
Namun hal yang tidak disangka-sangka, di dalam bangunan kuno tersebut dia justru menemukan sosok succubus dengan keadaan tidak sadarkan diri. Barier berlapis yang diciptakan oleh domain sihir miliknya, melindungi kontak atau serangan dari dunia luar. Clay pun segera bergegas kembali pulang dengan menteleportasikan diri ke kerajaan untuk melaporkan penemuannya itu pada sang Raja.
Mendengar laporan tersebut, Raja kembali memerintahkan untuk membawa iblis cantik itu ke Kerajaan Radix dalam keadaan utuh. Setelahnya langsung mengumpulkan semua orang yang terlibat dalam misi penyelidikan untuk mengikuti rapat tertutup. Hasil keputusan mengatakan, jika insiden yang terjadi harus dirahasiakan, dan informasi terkait tidak boleh sampai bocor ke dunia luar.
Langkah yang diambil oleh sang Raja, itu karena dia tidak ingin membuat dunia menjadi gempar akan penemuan sosok iblis yang sempat pernah menjadi ancaman bagi dunia. Apa lagi seorang panglima dari rasnya itu sendiri. Meski hanya succubus, bukan berarti sosok tersebut memiliki kekuatan yang lemah. Itu tidaklah benar!
Lantas Clay pun dipercaya untuk menjaga raga tersebut agar tetap aman di ruang bawah tanah kerajaan (awalnya.) Sampai beberapa puluh tahun setelah penemuan mencengangkan itu berlalu, semua yang telah dilakukan masih saja belum memberikan hasil yang memuaskan. Tetapi pada saat ini, dengan fasilitas memadai dan teknologi mumpuni yang dimiliki, progress-nya meningkat sangat drastis. Hal tersebut membuat mereka menjadi percaya diri dalam ‘Penelitian Membangkitkan Kembali Raga Hampa’ atau yang mereka sebut dengan ‘RRP’ (Radix Resurrection Project.)
Setelah sekian lama, semua kerja keras sang penyihir bersama orang-orang pilihan yang turut bekerja membantunya pun terbayarkan, dan tentu saja tidaklah menjadi sia-sia. Untuk pertama kalinya, sebuah penelitian penting yang memakan waktu sangat panjang akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Karena mereka telah berhasil membuat sosok iblis yang menjadi objek mulai membuka mata.
^^^To be continued ...^^^