New Life in Another World

New Life in Another World
Bab 66 - Rencana Kehidupan



Setelah selesai mendengarkan bocah Demi-Human itu menceritakan terkait pengalaman kelam hidupnya, mereka bertiga pun memutuskan untuk membahas kembali perihal tersebut di ruangan lain.


Namun, sebelum memulai pembahasan, Erythia kembali ke dalam kamar dengan membawakan makan malam yang telah dihangatkannya. Dia pun membantu menyuapi bocah itu, dan menemani untuk beberapa saat hingga sang bocah tertidur pulas.


“Bagaimana, Ery?” tanya Haru ketika Erythia kembali.


“Dia sudah tidur. Semoga saja tidurnya nyenyak malam ini.”


“Kuharap juga begitu.”


Erythia kemudian menarik kursi, dan segera duduk di samping Haru.


“Namanya Xera, ya .... Aku benar-benar terpukul mendengar seluruh peristiwa kelam yang dia alami.” Andora berkata lirih.


“Dunia ini terlalu mengerikan, bukan? Begitulah menurutku.”


“Karena itu aku memintamu untuk tidak gegabah di lain waktu, Haru!”


“Iya-Iya. Aku mengerti, Ery.”


Kemudian Erythia melemparkan perkataannya pada Andora, “Hey, Andora … aku ingin mendengar pendapatmu terkait hal tersebut.”


“Kalian tahu … di dunia ini, perdagangan budak merupakan hal yang wajar di beberapa wilayah. Itulah pengetahuan yang aku pelajari dari guruku. Tapi, mereka tidak melakukannya secara terang-terangan.”


“Berarti mereka melakukannya dari balik bayang-bayang, ya ....” ucap Haru.


“Ya, seperti itulah. Selain itu, hanya para bangsawan kaya raya yang senang sekali membeli budak. Tentunya mereka digunakan untuk banyak hal.


“Aku tidak perlu menjelaskan tentang tugas para budak pada kalian. Kupikir kalian berdua juga pasti mengetahuinya.”


“Sejauh mana kamu mengetahui tentang hal tersebut, Andora?” tanya Erythia.


“Hmm … mungkin aku hanya tahu sebagian kecil informasinya. Dari yang pernah kudengar ketika tidak sengaja menguping pembicaraan ayahku waktu itu, mereka merupakan sebuah organisasi kriminal internasional.


“Kalau tidak salah, namanya adalah … hmm … sebentar, aku agak lupa.” Andora mencoba mengingatnya sejenak. “Ah! Nama dari organisasi itu adalah Mondlicht Dunkelheit, kurasa.”


“Mondlicht Dunkelheit, ya ....” ucap Haru.


“Ya. Rumor yang beredar, Mondlicht Dunkelheit sedang diburu oleh seluruh kerajaan dan negara di seluruh benua de Runa, bahkan sampai saat ini.”


“Kalau begitu, bukankah organisasi tersebut sangat berbahaya?”


“Itu benar, Haru.”


Sama halnya seperti organisasi kriminal di duniaku dulu, ya ....


Seperti Mafia, atau Yakuza. Apa pun itu, kurasa motif mereka tetap serupa.


“Mondlicht Dunkelheit sangat sulit sekali dilacak. Keberadaan mereka tidak diketahui hingga sekarang. Itu seperti mereka memang memiliki banyak markas untuk ditempati.”


“Ini hanya asumsiku, tapi sepertinya … para bandit yang sebelumnya menyerang Andora, kemungkinan memiliki koneksi dengan Mondlicht Dunkelheit,” ucap Erythia seraya memegangi dagunya.


“Mungkin saja. Apa lagi para bandit itu juga tidak segan melakukan kekerasan pada Xera. Itu benar-benar membuatku geram ketika menyaksikan mereka menyiksanya tanpa ampun di depan kedua mataku!”


“Kupikir tindakanku saat itu benar,” ucap Haru.


“Maksudmu?” tanya Andora agak tidak mengerti.


“Saat aku menyelamatkan Xera di markas mereka, aku membunuh semua bandit yang ada di dalam sana. Bahkan pria botak yang menyerangmu juga, aku tidak segan menusuk tubuhnya.”


“Eehhh ...?! Kamu serius, Haru?”


Andora tidak percaya dengan yang Haru katakan barusan. Dia benar-benar terkejut mendengar kebenaran di balik penyelamatan spontan yang dilakukannya. Justru dia mengira jikalau Haru hanya membuat mereka babak belur hingga tak sadarkan diri.


“Tidak perlu sekaget itu, Andora. Aku sangat setuju dengan tindakan yang Haru ambil.”


“Ta-Tapi, Erycchi … bukankah itu sudah kelewatan?”


“Andora, dengarkan aku baik-baik. Di dunia ini hanya memiliki dua pilihan, yaitu diburu atau memburu. Karena hukum rimba berlaku di sini, konsep yang kuat adalah pemenang itu tidak dapat terelakkan.” Haru menjelaskan.


“Haru benar. Seharusnya kamu sangat memahami tentang itu, karena kamu adalah seorang manusia yang berasal dan terlahir di dunia yang cenderung mengerikan ini.” Erythia menambahkan.


Andora tidak dapat menyangkal pernyataan barusan. Dunia tersebut memang tidak memiliki keadilan yang layak untuk dijunjung. Konsep hukum rimba yang berlaku, tidak mungkin dapat dihilangkan begitu saja.


Paradigma setiap makhluk yang hidup di dunia tersebut mungkin saja berbeda untuk menyikapinya, tetapi jikalau mereka semua dapat menerjemahkan terkait makna yang tersirat, mereka seharusnya mengerti kondisi ini.


Haru dan Erythia memiliki pandangan yang jelas berbeda, dan pola pikir mereka berdua cenderung sama. Karena itu mereka memutuskan untuk hidup apa adanya seiringan dengan melatih kekuatan masing-masing, agar dapat mengantisipasi dan saling melindungi dari keadaan buruk yang mungkin akan mengancam nyawa keduanya di kemudian hari.


“Intinya, sebisa mungkin kita tidak mencari masalah dengan Mondlicht Dunkelheit, juga dengan siapa pun. Setidaknya itulah pilihan yang terbaik menurutku,” lanjut Erythia menegaskan pemikirannya.


“Aku juga sependapat dengan Ery.”


“Ya, kurasa yang dikatakan Erycchi memang benar.”


Andora tampak merenungi perkataan Erythia. Entah apa yang dia pikirkan, sepertinya itu berhasil membuatnya agak tertekan dan menyesali suatu hal.


“Terkait pembahasan ini juga, aku masih agak penasaran.” Haru kembali berbicara.


“Xera mengatakan kalau dia dan ibunya dijual sebagai budak pada orang yang berbeda. Aku hanya penasaran dengan kondisi ibunya itu. Mungkinkah dia masih hidup?”


“Kita tidak mungkin bisa memastikannya, Haru. Tapi kalau saja kita mengetahui sedikit informasi terkait siapa pembelinya, itu mungkin dapat sedikit membantu.”


“Hey, Ery … kamu sedang memikirkan hal yang sama denganku, bukan?” tanya Haru seraya menatap Erythia.


“Hmm … siapa yang tahu ....”


“Kurasa kamu hanya tidak ingin mengatakannya.”


“Haru bodoh! Bagaimana mungkin aku mengatakan sesuatu tentang sebuah tempat prostitusi secara blak-blakan?!”


“BINGO ! Itulah yang terbesit dalam pikiranku juga.”


Apa yang Haru dan Erythia pikirkan cukup tepat pada sasaran. Seorang budak wanita dalam banyaknya kasus terkait, biasanya akan dijadikan sebagai alat pemuas nafsu semata. Entah itu untuk yang bersifat pribadi, atau yang memang sengaja dikomersilkan demi meraup banyak keuntungan.


Mengingat pembahasan ini berkaitan dengan seorang wanita dari ras Demi-Human, dan jikalau sang pembeli pun adalah seseorang yang tengah mengembangkan bisnis rumah bordil, dapat dipastikan jikalau ibu Xera diperdagangkan sebagai pekerja pemuas hasrat para pria di luar sana.


Akan sedikit berbeda jikalau pembeli berasal dari keluarga bangsawan. Mereka cenderung memelihara seorang budak wanita sebagai alat pemuas nafsu pribadi sampai budak tersebut menemui ajalnya. Tidak peduli seberapa banyak selir yang mereka miliki, para bangsawan brengsek di dunia tersebut cenderung memiliki fetish yang sangat kuat terhadap ras Demi-Human dan ras Elf.


“Huh ....” Erythia menghembuskan napas lelah. “Kamu ini seorang esper, kah? Bisa-bisanya membaca apa yang sedang kupikirkan.”


“Hmm … mungkin.” Haru memejamkan kedua mata seraya memegangi dagunya seolah sedang berpikir. “Sepertinya aku memang membutuhkan kemampuan membaca pikiran seorang esper.”


“Tolong hentikan! Aku tidak ingin kamu memiliki kemampuan yang seperti itu!”


Erythia memelototi Haru.


“Eh … kenapa? Bukankah cukup bagus?”


Haru memiringkan sedikit kepalanya.


Haru bodoh! Haru bodoh! Tidak mungkin aku mengizinkanmu memiliki skill pembaca pikiran dari kekuatan gift yang kamu miliki itu !


Setidaknya bagikuーtidak, ini juga berlaku pada Andora. Itu terlalu mengerikan kalau kamu bisa membaca apa yang sedang kami pikirkan tentangmu, tahu !


“Pokoknya aku tidak setuju! Lebih baik gunakan kekuatanmu itu untuk menciptakan skill yang lebih berguna!”


Erythia menolak keras. Dia menyanggah dengan tegas dan meninggikan nada bicaranya.


Heh … kenapa Ery semangat sekali untuk tidak menyetujuinya ?


Dia ini memang tidak mengerti seni dari kemampuan di luar nalarnya seorang esper, ya ....


“Ya sudah kalau begitu, padahal kupikir cukup kerenー”


Haru bahkan belum menyelesaikan perkataannya, karena Erythia langsung menyergah, “Itu tidak keren sama sekali, bodoh! Sekali tidak, tetap tidak!”


“Ya, Ery … baiklah. Tolong jangan marah-marah seperti itu, oke. Kamu benar-benar menyeramkan kalau sedang marah, tahu.”


Haru menanggapi dengan ekspresi wajah agak tertekan. Dia berusaha menenangkan Erythia.


“Haru bodoh! Tidak peka! Hmph ...!!” gumam Erythia seraya memalingkan pandangannya.


Setelah keributan kecil, mereka bertiga kemudian membahas tentang banyak hal. Tak terasa waktu yang mereka habiskan pun hampir tengah malam.


“Haru, Andora akan tidur bersamaku. Kalau ada apa-apa dengan Xera, tolong lakukan sesuatu untuknya. Aku takut tidak sempat terbangun untuk mengecek keadaannya.”


Erythia berkata sebelum kembali ke kamarnya bersama Andora.


“Ya. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu, Ery.”


“Kalau begitu kupercayakan padamu, Haru. Selamat malam.”


“Beristirahatlah.”


Erythia dan Andora pun kemudian menuju kamar lain yang berada di ujung untuk pergi tidur. Sedangkan Haru, untuk malam ini dia terpaksa harus tidur di sofa yang ada di ruangan tersebut.


Pada akhirnya, Andora juga bergabung dengan party ini. Dia dan Ery bahkan terlihat mulai akrab satu sama lain. Kupikir tidak ada salahnya juga. Karena semakin banyak orang, justru semakin ramai, bukan ?


Selain itu, yang jadi permasalahan kali ini adalah … rumah ini harus direkonstruksi ulang. Rumah ini bahkan terlalu kecil untuk ditinggali oleh kami berempat, dan tentu saja membutuhkan dua kamar lagi yang harus dibangun. Satu untuk Andora, dan Xera.


Apa sebaiknya aku menciptakan skill seorang tukang bangunan ?


Haru menggeleng beberapa kali.


Hmm … tapi kurasa itu tidak perlu. Justru lebih baik kalau aku mencari orang yang memang bekerja di bidang tersebut.


Haru menghembuskan napas panjang, kemudian dia merebahkan dirinya di atas sofa.


“Untuk sekarang, aku sudah memiliki rencana hidup ke depannya. Saat aku bangun besok, hal yang harus kulakukan adalah menciptakan skill yang mengubah semua uang di dompetku ini menjadi berguna.”


Haru bergumam. Tak lama setelah itu, dia pun terlelap memasuki dunia mimpinya.


^^^To be continued …^^^