My Seoul: Love Is Gone

My Seoul: Love Is Gone
Love Is Gone, But Life Must Go On



Seiring berhentinya Eun Mi menulis di atas buku harian, salju pertama musim dingin turun. Dia beranjak dari kursi, kemudian menatap gumpalan kecil berwarna putih itu, dari balik jendela kamar. Beberapa anak berlarian sambil menengadahkan tangan, menangkap butiran salju itu.


Eun Mi tersenyum lembut, kemudian menghembuskan napas kasar. Dia membalik badan dan menatap ke arah pintu yang terbuka. Seorang remaja berusia enam belas tahun melangkah masuk. Gadis itu mendaratkan tubuh rampingnya ke atas ranjang.


"Kenapa, Min Ah?" Eun Mi berjalan mendekati Min Ah, kemudian duduk di samping putrinya.


"Beberapa hari ini Oppa tidak menghubungiku." Bahu Min Ah merosot, jemarinya memilin ujung blus yang ia pakai.


"Mungkin dia sedang sibuk. Bukankah Wo Joon sudah mengatakannya?"


Min Ah menggeser tubuhnya, sehingga kini matanya berfokus pada sang ibu. Gadis itu mulai menajamkan pendengarannya, bersiap menyimak wejangan dari Eun Mi.


"Min Ah, jangan terlalu berfokus pada Wo Joon. Kamu memiliki impian yang butuh perjuangan lebih. Ibu rasa, sebaiknya kamu bersungguh-sungguh untuk meraih impianmu. Ingat apa yang pernah Paman Ye Joon katakan?" Eun Mi menyelipkan helaian rambut Min Ah ke belakang telinga.


"Aku tidak boleh menyia-nyiakan bakatku yang luar biasa. Aku harus terus berlatih sampai batas kemampuan yang aku miliki, dan tujuan besarku tercapai!" Mata Min Ah kembali berapi-api ketika mengingat pesan yang dulu, sering diucapkan oleh Ye Joon.


"Baiklah. Bersiaplah untuk berangkat latihan. Mama akan mengantarmu."


Min Ah beranjak dari ranjang, mengecup pipi sang ibu, kemudian keluar dari kamar. Sementara Eun Mi menyambar tas berwarna salem kemudian menyusul min Ah.


***


Di sebuah bangunan kecil pusat Kota Seoul, seorang perempuan sedang tersenyum ramah kepada sepasang kekasih di depannya. Dia adalah Ye Jin. Perempuan itu sedang melayani calon pengantin yang berkonsultasi mengenai gaun pernikahan impiannya.


"Jadi menurutku, gaun dengan bagian atas dibuat sesuai bentuk tubuh. Nah, dari bagian lutut dibuat melebar sampai menutupi kaki." Ye Jin menjelaskan desain yang sudah dibuatkan oleh perancang busana andalannya.


"Aku sangat menyukai gaun seperti ini. Tapi lelaki di sampingku ini tidak ingin lekuk tubuh seksiku dilihat oleh orang lain." Calon pengantin wanita mencembikkan bibir, sambil melirik kesal ke arah lelaki di sampingnya.


"Aku tidak ingin tubuhmu menjadi tontonan lelaki lain!" Si laki-laki melipat lengan di depan dadanya.


"Ayolah! Ini hanya lekukan! Aku bahkan meminta Nona Ye Jin membuat gaunku dengan bahan yang tidak transparan! Itu sudah membuatku kegerahan, jadi tolong biarkan aku memilih gaun ini untuk pernikahan kita nanti!"


Perselisihan keduanya berlangsung selama tiga puluh menit. Ye Jin merasa kepalanya berdenyut karena mendengar keributan kecil di depannya itu. Dia mulai memijat pelipisnya, tak lama kemudian Ye Jin menggebrak meja di depannya.


Dua orang di depan Ye Jin sontak terdiam, kemudian menatap heran pemilik butik itu. Ye Jin mengambil napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Dia melipat kedua lengannya di depan dada dan menatap tajam sepasang calon pengantin itu.


"Tolong jangan bersikap seperti anak-anak! Aku bisa memberi kalian solusi. Bukankah untuk itu kalian datang kepadaku?"


Dua orang di depannya itu mengangguk perlahan. Ye Jin mengambil tablet di depannya kemudian menunjukkan desain gaun lain. Mata calon pengantin perempuan melebar. Layar tablet itu menampilkan sebuah gaun indah sesuai keinginannya. Namun, di bagian luar gaun terdapat jahitan kain tole berhiaskan berlian. Kain itu dijahit pada bagian punggung, sehingga bisa menyamarkan siluet calon pengantin sesuai keinginan calon suaminya. Setelah melihat desain itu, mereka memutuskan untuk memesan gaun tersebut.


"Aku setuju. Apa aku perlu memakai kostum Olaf agar terlihat sempurna?" Calon mempelai pria menatap datar ke arah si wanita.


Mendengar ucapan si calon mempelai pria, Ye Jin terkekeh. Kemudian ia teringat dengan Yesung. Ye Jin merekomendasikan Wedding Organizer milik Yesung. Dua orang itu setuju, karena kebetulan mereka belum menemukan WO yang cocok untuk mengurus resepsi pernikahan keduanya.


***


Suara deru mobil menyapa pendengaran Seung Min. Pria itu terlihat santai dalam balutan kaos lengan panjang dan celana jeans berwarna biru gelap. Dia berulang kali melirik jam yang melingkar di tangannya.


Saat arlojinya menunjukkan pukul tiga, seorang bocah laki-laki berlari menghampirinya. Bocah tampan itu sesekali tersandung karena tali sepatu yang sudah tidak tersimpul dengan baik.


"Yohan, berhentilah di sana! Ayah yang akan ke sana! Seung Min berjalan menghampiri putra kesayangannya. Dia berjongkok kemudian memperbaiki tali sepatunya. Setelah selesai, Seung Min kembali berdiri dan menggandeng jemari mungil Yohan.


"Ayah, besok aku ingin diantar oleh Mama Eun Mi!"


"Kenapa?" Seung Min menghentikan langkahnya, kemudian menunduk menyamakan tinggi dengan Yohan.


"Aku rindu mama dan noona." Yohan menundukkan kepala. Seung Min membingkai wajah mungilnya kemudian tersenyum.


"Baiklah, kita akan ke sana sekarang!"


Seketika senyum Yohan mengembang. Bocah tampan itu melompat ke dalam pelukan sang ayah, dan menghujaninya dengan ciuman.


***


Hati setiap orang pernah patah. Namun, setelahnya akan tumbuh hati yang lebih kuat. Seperti tangkai bunga mawar yang harus dipatahkan agar segera tumbuh tunas baru kemudian berbunga. Begitu pula dengan hati yang kita miliki. Tuhan mematahkan hati kita, untuk bersiap mendapatkan kebahagiaan di kemudian hari.


Teruntuk kalian yang sedang patah hati, dan ditinggalkan oleh orang yang kalian cintai. Tetaplah tegar dan terus berjuang dalam menjalani hidup. Berlarut-larut dalam kesedihan hanya akan membuat hidup kita semakin terpuruk. Segera hapus air matamu! Lukamu akan segera sembuh seiring berjalannya waktu.


Terima kasih sudah mengikuti My Seoul : Love Is Gone sampai akhir. Semoga bisa menemani hari beratmu, dan membuat perasaanmu jadi lebih baik. Saya selaku Author mengucapkan banyak terima kasih.


Setelah ini Author akan mengerjakan sebuah Novel baru mengenai perjalanan seorang gadis yang mengalami kelainan kulit. Dirundung teman, dan dihina oleh orang yang ia sukai, membuat hatinya dipenuhi rasa dendam. Judulnya Tentang Bintang dan Galaksi. Jangan lupa mampir dan beri dukungan ya ...


Aku mencintai kalian banyak sekali.



...-TAMAT-...