My Seoul: Love Is Gone

My Seoul: Love Is Gone
Kekacauan Beruntun



"Bagaimana hal ini bisa terjadi?" Seung Min mengeratkan rahang sambil menatap tablet dalam genggamannya.


"Saya juga terkejut, Presdir. Saya mendapatkan laporan dari mereka bahwa hampir delapan puluh persen rating acara kita merosot tajam!" Young Tae menunduk, tangan lelaki itu berkeringat, dan berulang kali menelan saliva karena gugup.


"Segera cari tahu penyebabnya. Laporkan juga siapa pemegang rating tertinggi minggu ini. Kita lihat seperti apa konsep drama atau acaranya." Seung Min melempar kasar tabletnya ke atas meja.


"Baik, Presdir." Young Tae kembali menunduk kemudian keluar dari ruangan Seung Min.


Sebuah tanda tanya besar muncul di benak Seung Min. Laporan rating itu membuat darahnya seakan mendidih. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa semua program andalan yang selalu mendapat rating tertinggi merosot tajam. Bahkan keluar dari peringkat sepuluh besar.


Ketika Seung Min sedang berpikir keras mengenai kejanggalan rating, Chang Min masuk. Pria dalam balutan setelan jas berwarna navy itu tampak gagah. Rambutnya tertata rapi dengan bantuan pomade.


"Kebiasaan!" seru Seung Min sambil menatap tajam ke arah Chang Min.


"Maaf, Hyung (Kakak). Aku tidak melihat Young Tae di luar. Jadi, langsung menerobos masuk." Chang Min tersenyum tipis.


"Ada apa?"


"Ayah memintaku untuk menemuimu."


"Mengenai rating?" tebak Seung Min.


Chang Min menganggukkan kepala. Seung Min bangkit dari kursi, menghampirinya, kemudian mengajak Chang Min duduk di sofa.


"Aku sedang meminta Young Tae menyelidiki masalah ini."


"Baguslah. Jika tidak segera diatasi, kita akan kehilangan banyak sponsor. Hyung, tahu 'kan bagaimana sifat ayah?" Chang Min menautkan jemarinya satu sama lain.


"Semoga saja hal buruk tidak sampai terjadi," ucap Seung Min.


"Semoga."


Ruang Seung Min kembali hening. Chang Min berusaha kembali mencairkan suasana dengan menanyakan kabar kakak iparnya.


"Bagaimana kondisi kakak ipar dan calon keponakanku?"


"Mereka baik-baik saja. Seharusnya hari ini aku mengantar Eun Bi memeriksakan kandungan. Tapi semuanya gagal karena perkara rating sialan ini!" Seung Min menyisir rambutnya dengan jemari.


"Antar saja kakak ipar. Bukankah masalah ini sedang ditangani Young Tae?"


"Kamu sangat mengenalku. Aku paling tidak bisa meninggalkan masalah begitu saja. Aku baru bisa mengerjakan hal lain jika masalahku selesai." Seung Min menatap tajam adik tirinya itu.


"Ah, iya. Maaf, Hyung. Aku sudah menyinggungmu." Posisi duduk Chang Min kembali tegak.


Obrolan mereka terjeda karena deringan ponsel Seung Min. Lelaki itu mengangkatnya dan mulai berbincang dengan Young Tae melalui sambungan telepon. Sesekali Seung Min mendengus kesal dengan tangan mengepal kuat di balik kantong celana. Rahang lelaki itu juga mengeras, dan otot lehernya menegang.


Setelah berbicara selama tiga puluh menit, akhirnya Seung Min menutup telepon. Dia menyandarkan tubuh pada bantalan sofa. Seung Min mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa, Hyung?" Chang Min mengerutkaan dahi.


"Hanya rating acara televisiku yang turun. Acara lain tetap, tidak naik atau pun turun. Aku merasa hal ini sangat janggal." Seung Min mengusap dagunya perlahan.


"Apa karena ulah hacker?"


"Aku belum berpikir ke arah sana. Aku masih meminta Young Tae untuk menyelidikinya. Kita lihat saja nanti siapa orang di balik semua ini."


.


.


.


"Aigoo ... benar-benar putri Seung Min! Baiklah Tuan Putri. Hamba akan datang tepat waktu!" Eun Mi meletakkan telapak tangannya di depan dada sembari mengangguk perlahan.


"Kalau begitu aku masuk dulu, Ma!" Min Ah melambaikan tangan kemudian masuk ke dalam gedung sekolahnya.


Eun Mi masih berdiri di depan gerbang sambil memandangi punggung sang putri hingga menghilang di antara kerumunan siswa lain. Setelah tubuh Eun Mi benar-benar tidak terlihat, barulah Eun Mi masuk ke mobil dan melajukannya.


Ponsel Eun Mi berdering. Dia memasang earbud pada telinga, kemudian menggeser layar handphone-nya ke atas.


"Halo ...."


" .... "


"Ah, baiklah. Saya masih di jalan. Anda bisa menunggu lima menit lagi?"


" .... "


"Baiklah, terima kasih sudah bersedia menungguku." Eun Mi tersenyum kemudian mematikan sambungan telepon.


Saat hendak meletakkan ponselnya kembali, tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil terlihat oleng menyalipnya. Eun Mi yang terkejut langsung banting setir ke kanan. Suara dentuman yang cukup keras terdengar di sana.


Di saat yang bersamaan, Seung Min dan Chang Min masih berdiskusi mengenai merosotnya rating acara telivisi. Young Tae berulang kali menghubungi Seung Min untuk mengabarkan bahwa beberapa sponsor membatalkan kontrak.


Chang Min berusaha menenangkan kakaknya. Dia juga menghubungi sang ayah untuk mendiskusikan hal ini. Ketika keduanya sedang sibuk dengan panggilan masing-masing, pesawat telepon yang berada di meja Seung Min berdering.


Pembicaraan Seung Min dan Young Tae terjeda. Lelaki itu mendekati meja kerjanya, kemudian mengangkat telepon. Suara dari operator front office menyapa telinganya. Ia mengatakan bahwa ada telepon penting dari rumah sakit.


Mendengar ucapan perempuan di ujung sambungan telepon membuat jantung Seung Min berdetak lebih kencang. Setelah mendengarkan ucapan dari pihak rumah sakit, kaki Seung Min seakan melemas. Tubuhnya merosot ke lantai, dan tangis Seung Min pech.


Hal itu membuat Chang Min kebingunan. Dia mendekati sang kakak, kemudian menggoncangkan tubuh Seung Min perlahan.


"Kenapa, Kak?" tanya Chang Min dengan wajah panik.


Bukannya menjawab, justru Seung Min semakin menangis meraung-raung. Kini wajah Seung Min sudah basah dengan air mata.


"D-dia ... me-mengalami ... kecelakaan." Ucapan Seung Min terbata-bata di antara isak tangis.


Seung Min mulai mengatakan apa yang ia dengar dari pihak rumah sakit. Setelah selesai mendengar penuturan dari sang kakak, Chang Min langsung memapahnya dan membawa lelaki itu ke rumah sakit.


.


.


.


Bersambung ...


Halooo...


Apa kabar? Masih semagat nunggu update LIG? terima kasih yaa, masih terus setia membaca sampai detik ini. Sambil nunggu LIG update, mampir yuk ke karya salah satu teman author Chika. Judulnya Scarlet (In The Snow) karya kakk Dyoka. Jangan lupa beri dukungan dengan memberi like, kommen,vote, dan hadiah. Terima Kasih.