MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Nambah?



Satu tahun kemudian


Tak terasa kini umur baby Liano sudah satu tahun lebih lima bulan. Begitu pula dengan baby Quera anak dari Daniel dan Clara berumur satu tahun. Sedangkan pasangan Raka dengan Cleo sudah menikah dan kini mereka tengah menanti malaikat kecilnya yang masih dalam perut Cleo berusia enam bulan.


"Cle, perut mu udah kelihatan besar " ucap Clara sambil mengelus perut Cleo.


Ya mereka (Zafano, Anel, Raka, Cleo, Daniel, Clara, Dion dan Emelly) kini tengah berkumpul bersama di masion pribadi milik Zafano yang di beli nya saat Liano mau lahir. Para kaum wanita asik mengobrol di ruang keluarga sambil memantau para bocil yang sedang bermain bersama sedangkan para lelaki tengah asik bermain game.


"Ya Ra aku gak sabar melihat dia keluar dari perut ku" ucap Cleo.


"Gimana kak Emelly, Anel dan kamu Ra. Apa udah ada rencana buat hamil lagi? "ucap Cleo.


"Kalau aku sih cukup satu saja " ucap Emelly.


"Aku sih pengen tapi nunggu Quera besar dulu ya mungkin tiga atau empat tahun lagi. Kalau sekarang gak mungkin dia masih rewel"ucap Clara.


"Nah kamu kapan dek, dari tadi diam terus"ucap Emelly pada Anel.


"Entahlah, aku masih belum ingin hamil sekarang tapi kak Zafano nyuruh aku buat cepat-cepat hamil lagi" ucap Anel sedikit lesu.


"Kenapa gak mau, Nel? " ucap Clara.


" Eh,, tunggu kok aku belum datang bulan ya. Padahal kan harusnya minggu lalu" ucap Anel baru ingat kalau dia telat menstruasi.


"Jangan-jangan... Kamu.... "ucap Cleo, Clara dan Emelly keras bersamaan sampai terdengar oleh para boys.


"No.... Aku belum siap hamil lagi" ucap Anel dengan wajah sedih.


"Ada apa sih kok kalian teriak tadi..? "ucap Daniel lalu mencium kening Clara dan duduk di sampingnya.


" Eh,, sayang ..." ucap Clara sedikit terkejut melihat para boys sudah duduk di samping istrinya masing -masing.


"Iya, dengar suara kalian keras banget. Jadi Kita khawatir sama kalian kenapa-kanapa" ucap Daniel sambil bermanja dengan istrinya.


"Woi pak, kalau mesra-mesraan jangan di sini" ucap Raka yang lihat tangan Daniel sudah berjelajah ke istiranya.


"Anda juga pak" ucap Daniel santai.


"Beda, saya ngelus perut istri yang udah gede. Nah, anda tangannya kemana-mana bahaya kalau di lihat anak kecil" ucap Raka yang masih mengelus perut Cleo istrinya.


"Yang... kamu belum jawab pertanyaan ku" ucap Daniel pada Clara denga jiwa keponya yang tinggi.


"Itu lho si Anel udah telat mens seminggu.. " ucap Clara pada Daniel.


"Oh, ku kira ke..... " ucap Daniel terpotong oleh Zafano.


"Seriusly my lovely kamu telat mens seminggu" ucap Zafa kegirangan lalu menciumi wajah Anel.


"Ihhh.. malu tahu kak" ucap Anel sambil menjauhkan wajah Zafano darinya.


"Zaf, kamu kenapa?" ucap Daniel yang melihat Zafano bahagia senyum terus.


"Heh bro masak gitu aja gak ngerti. Eh aku lupa deh kamu kan taunya minta jatah doang" ucap Dion sembari meledek Daniel.


"Emang kamu tau " ucap Daniel sedikit sewot.


"Ya lah, aku kan suami penyayang istri" ucap Dion dengan percaya diri. Karena ia tahu kenapa Zafano bahagia banget setelah mendengar kabar Anel telat menstruasi.


"Yang, emang kalau telat mens kenapa? " ucap Daniel pada istrinya.


"Ya kemungkinan Anel hamil" ucap Clara.


"Kamu hamil Nel.... Selamat ya bro junior mu hebat bener" ucap Daniel lalu memeluk Zafano.


"Ya lah aku bikinnya kan setiap hari tanpa pengaman" ucap Zafano songong lalu mendapatkan pukulan di bahunyaoleh Anel.


"My lovely sakit tau" ucap Zafano dengan nada manja membuat ketiga boys geli mendengarnya dan ingin muntah.


Karena mereka jarang mendengar Zafano yang terkenal cuek dan super duper dingin ke cewek, bisa bilang dengan nada manja ke istrinya.


"Gila....seorang Zafa..... " Ucap Daniel terpotong.


"Mau bilang apa hah... " ucap Zafano sambil menatap tajam Daniel.


"Hah... gak kok Zaf, aku cuma mau bilang pinjam satu kamarnya ya" ucap Daniel.


"Ya sayang" ucap Daniel pada istrinya dengan wajah bengong.


"Kita gak boleh kalah sama Zafano dan Anel, sayang. Aku ingin punya anak 11 biar bisa bikin tim sepakbola " ucap Daniel tanpa dosa pada istrinya.


"Emang aku mesin pencetak anak apa" omel Clara pada Daniel yang terus menggandeng tangan Clara untuk di ajak salah satu kamar yang sering mereka tempati saat di sana. Membuat para sahabat nya tertawa .


Ya Zafano juga telah menyiapkan kamar masing -masing buat orang tuanya, mertuanya bahkan ketiga sahabat buat mereka tempati saat main di masion pribadinya.


"Cle, kamu yang bikin tim basketnya ya... " ucap Anel ketawa.


"Gak lah, aku gak mau bikin istri cantik ku kelelahan. Mungkin Dion sama Emelly punya rencana gitu.. " ucap Raka membuat Cleo tersenyum.


"Uhhh... suamiku yang perhatian " ucap Cleo mencium pipi Raka.


"Sorry ya... Kita mah satu anak cukup gak perlu nambah. Ya kan Emelly ku tersayang" ucap Dion tersenyum karena sudah di plototin oleh Emelly.


"My lovely, nanti kita ke rumah sakit untuk periksa ya. " ucap Zafano.


"Tapi kan belum tentu aku hamil.Jadi kapan-kapan periksanya ya" ucap Anel.


"Gak papa kita periksa dulu misal ternyata negatif bisa mencobanya lagi" ucap Zafano.


"Atau kamu gak mau hamil anak ku lagi, yaudah deh aku cari yang mau nerima benih ku" ucap Zafano bercanda.


"Kok kamu gitu sih honey jahat banget, aku bukan nya gak mau hamil tapi belum siap aja dan takut Liano merasa kurang kasih sayang dari kita....."


"Kalau mau cari yang lain sana pergi...jangan kembali lagi..." ucap Anel sambil menangis.


"Sorry my lovely, kamu jangan bilang gitu dong. Aku gak bisa jauh sama kamu dan baby Liano, kalian berdua belahan jiwaku..."


"Tadi aku cuma bercanda kok, aku juga gak bisa hidup tanpa kalian berdua. ....Sorry... " ucap Zafano sambil menghapus air mata istrinya.


"Yang bilang gitu kan kamu duluan" ucap Anel.


"Nee... Mianhe my lovely. Promise gak ku ulangi" ucap Zafano mencium bibir Anel lalu memeluknya.


Membuat pasangan Raka Cleo dan Dion Emelly berpelukan karena mereka terharu dengan ke romantisan Anel dan Zafano.


"Lah kenapa kalian ikut berpelukan " ucap Anel saat melihat dua pasangan tersebut juga saling berpelukan.


"Emang yang boleh kamu doang, dik. Kita juga kan boleh..." ucap Emelly.


"Ya tuh kalian sih naruh bombay di sini "ucap Cleo.


"Udah - udah kalian nanti nginap di sini aja. Nanti malam kita bikin pesta BBQ di taman" ucap Zafano.


"Okay" ucap Raka, Dion, Cleo, dan Emelly.


"Seriusy honey" ucap Anel bahagia.


"Ya, nanti aku suruh bibi buat nyiapin semuanya "ucap Zafano.


"Raka, Dion.. Ikut aku ke ruang kerja. Masih ada kerjaan yang harus kita bahas" ucap Zafano.


"Ya... " ucap Raka dan Dion lalu mencium pipi dan kening istri masing-masing sebelum pergi ke ruang kerja Zafano.


"Pasangan prik jangan lupa di kasih tau "ucap Zafano yang juga ikut mencium istrinya.


"Okay honey" ucap Anel.


"Beruntung ya kita punya suami yang tampan, baik,setia,perhatian intinya paket komplit lah " ucap Anel tersenyum.


"Ya, kak bahagian banget punya suami seperti Dion. Dan kak juga senang kamu bahagia dengan keluarga kecilmu" ucap Emelly lalu memeluk Anel.


"Aku juga mau berpelukan dong" ucap Cleo. Saat melihat adik kakak itu berpelukan.


"Sini " ucap Anel. Lalu Cleo memeluk mereka berdua.


"Aku juga gak nyangka kalau kak Raka jadi suami ku. Beruntung banget aku punya sahabat baik seperti kalian" ucap Cleo.


"Haha... Iya aku juga. Ini kita berpelukan cuma kurang Clara aja" ucap Anel.


"Gak papa mereka berdua jangan di ganggu bikin tim sepak bolanya" ucap Emelly.


"Aaah.....aaa.... . " ucap keras seseorang dari dalam kamar.


"Iya betul kata mu kak Emelly... Hahaha... "ucap Cleo tertawa di ikuti Anel dan Emelly.


.......


Hai apa kabar kalian.....


maafkan author yang baru bisa kembali menyapa kalian lagi setelah lamanya pergi dan gak tau up.....


Author punya kabar baik, insya allah author akan up setiap harinya setidaknya satu bab.. hore... 😁


Maka dari itu jangan lupa untuk suport karya author terus ya... ya.... love you all 😘