
"Tapi pekerjaan Honey banyak" ucap Anel.
"Kan ada Raka yang membantu ku. Lagian jika aku tak bekerja juga tak masalah toh harta milik ku banyak masih bisa buat 20 turunan" ucap Zafano tertawa renyah.
"Terserah pada mu, aku ingin tidur istirahat" ucap Anel.
"Hahaha" ucap Zafano tertawa melihat wajah cemberut istrinya saat mengalah untuk berdebat dengan dirinya.
---
Disisi lain di perusahaan milik Miligan kini baru saja selesai meeting dengan beberapa klien. Pada meeting itu juga di hadiri oleh Rendi Stanley dan juga Raka.
"Eh Rendi besan ku apa kabar mu" ucap William.
"Baik Wil" jawab Rendi.
"Oh ya Wil, aku mau ngasih kabar gembira untuk mu" ucap Rendi.
"Om..Yah.." ucap Raka menghampiri William dan Rendi.
"Raka" ucap William.
"Ada apa nak" ucap Rendi.
"Kita langsung balik ke kantor atau rumah " ucap Raka.
"Ke rumah saja, sekalian kamu ikut ya Wil. Sekalian makan siang di rumah ku" ucap Rendi.
"Boleh juga, lagian aku ingin menjemput istriku Wilna dan anak ku Emelly di rumah mu" ucap William.
"Iya" ucap Rendi.
"Oh ya Ren, tadi kamu mau ngasih kabar gembira apa? Dan Zafano kenapa tidak ikut meeting" ucap William.
"Kabar gembiranya sebentar lagi cucu mu akan bertambah.." ucap Rendi terpotong.
"Maksud mu Anel putri ku tengah hamil" ucap William dengan cepat.
"lya, makanya Zafano tak ikut meeting. Dia menemani Anel di rumah dan tak mau bekerja karena khawatir pada putri cantik mu itu" ucap Rendi.
"Kondisi putri ku dan cucu ku bagaimana" ucap William.
"Mereka berdua baik-baik saja. Kurang lebih usia kandungan Anel sembilan minggu kata dokter tadi pagi saat memeriksa Anel" ucap Rendi.
"Syukur lah, ayo kita ke rumah mu. Aku tak sabar bertemu istri dan anak ku" ucap William.
"Baiklah, ayo" ucap Rendi.
William, Rendi dan juga Raka yang selalu menyimak obrolan William dan Rendi kini masuk kedalam mobil duduk di sebelah Rendi.
"Rak" ucap Rendi.
"Iya, Yah" ucap Raka.
"Ayah boleh tanya sesuatu pada mu tidak" ucap Rendi.
"Boleh, silahkan saja" ucap Raka.
"Apa kamu sudah punya kekasih" ucap Rendi karena la sudah beberapa kali melihat Raka berjalan berdua dengan Cleo. Tapi Raka tak pernah bilang ke Rendi dan juga Ratna mengenai hubungan mereka.
"Maaf Yah, sebenarnya Raka sudah punya kekasih. Tapi Raka takut untuk bilang pada ayah dan bunda"ucap Raka. Merasa bersalah telah menyembunyikan hubungannya dengan Cleo.
"Apa kekasih mu itu Cleo temannya Anel" ucap Rendi.
"Iya Yah, kok ayah tau" ucap Raka terkejut.
"Sudah beberapa kali ayah melihat mu dan Cleo berjalan bersama" ucap Rendi. Membuat Raka menundukan kepalanya karena malu.
"Apa kamu tak berniat menikahinya, seperti Zafano" ucap Rendi.
"Raka sih mau nya begitu tapi takut kalau Cleo tak setuju dengan ajakan Raka untuk menikah secepatnya. Apa lagi sekarang la melanjutkan S2 nya." ucap Raka.
"Ayah tau, tapi menurut ayah sebaiknya kalian menikah saja untuk menghindari yang tidak-tidak. Ayah dan bunda akan melamarkan Cleo untuk mu" tegas Rendi.
"Tapi Yah, aku udah janji sama Cleo buat nglamar dan menikahi dia setelah lulus S2 " ucap Raka.
"Itu biar jadi urusan bunda mu, intinya harus ada pengikat di hubungan mu dengan Cleo"ucap Rendi.
"Terserah ayah" ucap Raka pasrah.
Setelah satu jam lebih mengendarai mobil kini mereka bertiga sudah sampai di kediaman Stanley dan turun dari mobil.
"Wil, ayo masuk ke dalam" ucap Rendi.
"Mari om" ucap Raka.
"Iya Ren...Rak.." ucap William.
Mereka berjalan ke arah pintu utama untuk masuk kedalam rumah, saat sampai di ruang tamu Rendi melihat seorang pelayan yang berjalan menuju dapur.
"Bi.." ucap Rendi.
"lya tuan besar, ada apa" ucap bibi.
"Nyonya di mana" ucap Rendi.
"Nyonya besar sedang bersama nona, tuan muda, nyonya Wilna serta nona Emelly di ruang keluarga" ucap bibi dengan sopan.
"Baiklah, silahkan lanjutkan pekerjaan mu dan segera hidangkan makanan untuk makan siang" ucap Rendi.
"Baik tuan" ucap bibi.
"Wil, istri dan anak mu Emelly tengah berada di ruang keluarga" ucap Rendi.
"lya, Ren" ucap William.
Kini mereka bertiga sampai di ruang keluarga di lihatnya Ratna,Wilna, Zafano,Anel dan Emelly tengah bercanda dan bermain bersama baby Ronald.
"Bunda.." ucap Rendi dan Raka.
"Mama" ucap William.
"Ayah..Raka..."
"Papa"
ucap Ratna dan Wilna barengan.
"Bunda, Raka rindu sama bunda" ucap Raka memeluk Ratna.
"Bunda, juga rindu sama kamu. Makanya tinggal di sini saja" ucap Ratna.
"Nggak ah, Raka malas lihat ayah dan Zafano kalau lagi bermesraan sama pasangan masing-masing bikin nyesak hati Raka" ucap Raka dengan nada di buat sedih.
Zafano yang melihat sikap Raka pada Ratna, la tak merasa cemburu karena la tau bagaimana perasaan Raka yang kekurangan kasih sayang karena di tinggal oleh kedua orang tuanya. Makanya la tak pernah cemburu saat melihat kedekatan Raka dengan Rendi maupun Ratna, baginya Raka adalah sebuah saudara kandungnya sendiri.
"Makanya cari istri " ledek Ratna tertawa.
"Bunda, malam ini Raka nginep di sini ya" ucap Raka.
"Yaelah brother biasanya aja gak pernah ijin dulu kalau mau tidur di rumah. Kenapa sekarang jadi minta ijin" ucap Zafano.
"Hehehe...." ucap Raka tertawa.
"lshh, gara-gara Raka. Ayah jadi di cuekin sama bunda" ucap Rendi.
"Hehehe..maaf Yah" ucap Ratna dan Raka barengan.
"Tidak papa, ayah tau kok" ucap Rendi.
"Makasih ayah" ucap Ratna.
"Pah, kok papah bisa kesini" ucap Anel pada William.
"Ya bisa lah kan papa punya kaki" ucap William.
"Emang kamu tak kangan sama papa" ucap William lagi.
"Ya kangen lah pa, masak sama papa sendiri tak kangen" ucap Anel.
"Aku bukan malin kundang, papa" ucap Anel.
"Iya papa tau, gimana kabar mu dan cucu papah" ucap William membalas pelukan Anel.
"Baik, papa tau kalau aku hamil" ucap Anel. Diangguki William.
"lya, papa tau dari ayah mu" ucap William. Dan di angguki Anel.
"Ba..ba..ba..ba.." oceh Ronald melihat pada William.
"Eh cucu ganteng oppa mau ikut oppa ya" ucap William. Yang melihat baby Ronald dengan tangan ingin meminta di gedong.
"Pah, kok tumben jam segini kamu pulang" ucap Wilna.
"Ya gak papa lah mah, aku juga ingin melihat keadaan Anel sekalian di ajak Rendi buat makan siang bersama disini." ucap William.
"Ouh, nanti papa balik lagi ke kantor gak" ucap Wilna.
"Tidak, mau menemani mamah di sini sampai pulang" ucap William.
"Permisi tuan...nyonya..hidangan untuk makan siang sudah jadi" ucap Bibi.
"lya" jawab Ratna.
"Mari kita makan siang dulu, setelah itu lanjut mengobrol nya"ucap Rendi.
Mereka semua kini sudah duduk di meja makan menyantap berbagai masakan yang telah di hidangkan.
"Ayah...Raka...kalian nanti kembali ke kantor tidak" ucap Ratna.
"Tidak bun, pekerjaan Raka sudah selesai semua" ucap Raka.
"Sama ayah juga" ucap Rendi.
"Kebiasaan deh setiap pulang siang tak pernah kembali ke kantor lagi" ucap Ratna.
"lya tuh Rat, William juga begitu" ucap Wilna.
"Apa kalian lupa kalau suami kalian tuh bos nya. Jadi bebas-bebas aja dong mau berbuat apa" ucap William tertawa.
"Betul tuh Wil, lagian jika kita tak bekerja sehari harta kita tak akan pernah habis" ucap Rendi.
"Sultan mah bebas bund...tann..mau ngapain aja gak masalah" ucap Raka tertawa.Membuat semuanya tertawa.
"Apa lagi anak nya mau ini itu langsung dapat" ucap Emelly.
"Ya lah kak kita kan anak sultan. Mau apa aja bebas dan langsung dapat" ucap Anel.
"Kalian ini bisa saja bercandanya"ucap Ratna.
"Pah, Anel boleh minta sesuatu nggak sama papah" ucap Anel dengan menunjukan pupil eyes.
"Sayang, emang kamu mau minta apa sama papah. Kan ada aku, biar aku saja yang menuruti keinginan mu. Jangan bikin repot papah"ucap Zafano.
"Aku hanya ingin minta sama papah saja bukan sama kamu" ucap Anel ketus.
"Emang kamu mau minta apa " ucap William.
"Aku hanya ingin minta di belikan kapal persiar yang besar dan juga mewah sekarang juga" ucap Anel santai membuat semua orang melongo.
"Anel aku gak salah denger ini" ucap Raka tak percaya.
"Tidak" ucap Anel.
"Sayang, kamu gak salah minta di belikan kapal persiar sama papah. Emang buat apa"ucap Zafano.
"Aku cuma ingin memilikinya saja dan ku foto"ucap Anel. Membuat semua orang menggelengkan kepalanya.
"Astaga sayang, kamu minta di belikan kapal persiar hanya buat di foto.."ucap Wilna tak percaya dengan mengidamnya Anel yang sungguh wow.
"Baik lah akan papa belikan sekarang" ucap William santai. Membuat Anel merasa bahagia.
"Makasih papah" ucap Anel.
"lya sama-sama" ucap William.
"Anel ngidam mu sungguh keren. Kenapa tak meminta sama Zafano untuk di buatkan pulau saja" ucap Raka tertawa. Membuat semua orang menatap tajam ke arah Raka.
"Iya boleh juga ide kak Raka. Honey tolong bikinin aku sebuah pulau di tengah laut ya" ucap Anel sambil nyengir kuda.
"Tapi sayang itu..." ucap Zafano.
"Aku minta di buatkan pulau saja apa susahnya sih. Kalau nggak aku akan nangis nih"ucap Anel langsung menangis.
"Honey jahat aku benci sama kamu Honey" ucap Anel menangis sambil pergi melangkah ke dalam lift.
"Sayang, ku mohon berhenti menangis. Aku akan menuruti permintaan mu" ucap Zafano lari menyusul Anel. Baru beberapa langkah ia membalikkan tubuhnya.
"Raka....kamu harus tanggung jawab dan urus semuanya " teriak Zafano dengan tatapan tajam.
Membuat Raka menelan savilanya saat mendengar perkataan Zafano dengan di tatap tajam.
"Sial,kenapa harus aku yang kena " batin Raka.
"Makanya kamu jangan ngasih ide yang nggak-nggak sama bumil. Jadi kamu kan yang kena imbasnya" ledek Ratna.
"lya bun,maaf. Raka tak akan mengulanginya lagi dan untuk semuanya Raka minta maaf" ucap Raka lirih.
"Sana cepat di urus pembuatan pulaunya kalau tidak di turuti nanti si jabang bayi ileran" ucap Emelly.
"Bener tuh, ayah tak mau nanti cucu ayah dan bunda ileran" ucap Rendi.
"Saya juga tak mau cucu ku nanti ileran. Cepat kerjakan perintah Zafano" ucap William.
"Iya, Yah...om" ucap Raka tertunduk lesu.
Matahari sudah mulai tenggelam sedikit, mempertandakan siang menjadi petang. Kini William,Wilna dan juga Emelly pamit untuk pulang.
"Rat, kita pamit pulang dulu sebentar lagi malam" ucap Wilna yang duduk bersama dengan Ratna dan Emelly di ruang keluarga.
"Ya tan, kita pamit mau pulang" ucap Emelly yang berdiri sambil menggendong Ronald anaknya.
"Kenapa mesti buru-buru kan kalian bisa menginap disini" ucap Ratna.
"Makasih Rat, tapi masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Lagian sebentar lagi menantu ku Dion pulang dari kantor. Kasihan kalau di rumah tak ada orang pasti mencarinya" ucap Wilna.
"Benar tuh tante, apalagi Ronald juga ikut aku ke sini" ucap Emelly.
"Baiklah kalau begitu, apa kamu mau pamit dulu sama Anel" ucap Ratna.
"Tidak biarkan dia beristirahat saja di kamarnya" ucap Wilna.
"Ayo mari aku antar ke depan" ucap Ratna.
"Pah, ayo pulang" ucap Wilna saat berada di ruang tamu tempat suaminya dan Rendi mengobrol.
"lya Mah" ucap William.
"Ren, istri ku sudah memanggil. Kalau gitu aku pamit pulang dulu" ucap William pada Rendi.
"Baiklah" ucap Rendi.
"Ren...Wil kita pamit pulang dulu" ucap Wilna.
"Om..tan" ucap Emelly bersalaman pada Rendi dan Ratna.
"Mari om..tan..byee" ucap Emelly.
William, Wilna dan Emelly kini masuk kedalam mobil pulang ke kediaman Miligan. Mobil William pun pergi meninggalkan perkarangan kediaman Stanley. Di lihatnya mobil William tak terlihat lagi Rendi dan Ratna pun masuk ke dalam untuk sekedar bersih-bersih dan istirahat.
Ini author nulisnya lebih dari 1800 kata lho
Jangan lupa like komen vote dan juga hadiahnya....
Maaf jika ada typo.....makasih...