MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Ciee..yang udah cinta



Mobil mewah Zafano sudah terpakir rapi di garansi kediaman Stanley. Zafano memasuki rumahnya terlihat Rendi, Ratna dan juga Raka yang sedang ikut makan malam. Zafano pun menghampiri mereka.


"Ayah...bunda...Zafa pulang" sapa Zafano sambil tersenyum.


"Eh anak ganteng bunda udah pulang" jawab Ratna.


"Gue gak di sapa juga nih" ucap Raka pura-pura sedih.


"Oh, ternyata itu lo Rak. Gue kira ghost" jawabnya tertawa dan di ikuti Rendi dan Ratna.


"Bun, lihatlah Zafano jahat banget" adu Raka pada Wilna dengan nada sedih.


"Zafa, kamu gak boleh bilang gitu. Raka ganteng kek gini di bilang ghost" ucap Ratna tersenyum.


Dia merasa bahagia saat ada Zafano dan Raka di rumah pasti mereka akan bercanda dan bertengkar membuat Rendi dan Ratna merasa bahagia sekaligus terhibur saat melihatnya.


Raka yang melihat Wilna membelanya, dia merasa senang dan meledek Zafano dengan menjulurkan lidahnya ke arah Zafano.


"Kalian setiap ketemu seperti anak kecil saja, suka berantem" ucap Rendi pada Zafano dan Raka.


"Heehee..habisnya seru yah, iya gak Zaf" jawab Raka sambil tertawa.


"lya bro" ucap Zafano sambil tos sama Raka. Membuat Rendi dan Ratna menggeleng kepalanya sambil tersenyum.


"Kamu gak ikut makan nak" tanya Wilna.


"Gak bun, Zafa udah kenyang" jawab Zafano tersenyum.


"Emang kamu makan dimana" tanya Rendi.


"Heehee.. tadi Zafa main ke rumah Anel. Sekalian di suruh ikut makan malam bersama oleh papah William dan mamah Wilna" jawab Zafano sambil nyengir.


"Ciiee..yang sekarang udah cinta sama Anel, dulu bilangnya gak suka setelah di jodohin di pepet terus" jawab Raka tertawa dan mendapat plototan mata dari Zafano.


"Syukurlah, kalau kamu udah mencintai Anel Zaf. Jadinya bisa cepet kita dapat cucu nanti" ucap Ratna sambil tersenyum.


"Bener tuh Zaf, nanti saat malam pertama kalian. Jangan lupa gempur terus Anel biar cepat jadi" sambung Rendi vulgar membuat Zafano tak habis pikir dengan orang tuanya yang bisa berpikir seperti itu saat ini.


"lsshh..ayah dan bunda itu, kita kan belum nikah. Dan Zafa gak akan nglakuin itu sama Anel, sebelum Anelnya siap" jawab Zafano tegas membuat kedua orang tuanya tidak bisa berkeming lagi. Karena jika Zafano sudah memutuskan sesuatu dia tak bisa di bantah dan harus dituruti. Seperti itu juga Rendi dan Ratna harus menerima keputusan Zafano untuk mempunyai cucu secepatnya.


"Baiklah ayah dan bunda pasrah" ucap Wilna pasrah mengalah pada putra tunggalnya itu, membuat Zafano tersenyum.


"Dan pastinya gue akan ganggu lo saat bercinta sama Anel" celetuk Raka tertawa membuat semua orang menatap tajam kearahnya. Raka yang tau ditatap tajam oleh mereka pun merasa takut dan segera meminta maaf.


"Heehee..Raka bercanda kok. Raka gak akan gangguin Zafa dan Anel"ucap Raka takut.


"Baguslah, kalau sampai kamu gangguin mereka. Bunda pastiin punyamu, bunda potong" ancam Ratna pada Raka.


Membuat wajah Raka seketika takut dan pucat mendengar ancaman Ratna dan tak akan mengganggu Zafano dan Anel saat begituan.


"Matilah aku, jika punyaku di potong bunda. Aku gak bisa begituan." batin Raka dengan wajah yang masih ketakutan dan pucat. Membuat Rendi,Ratna dan Zafano menahan ketawa. Karena melihat wajah Raka kini benar-benar sangat lucu dan ingin ketawa lepas rasanya.


"Raka serius kok bun, gak bakal ganggu" ucap Raka memelas.


"Baiklah, bunda percaya" jawab Ratna tersenyum membuat Raka bernafas lega mendengarnya.


"Kalau gitu, Zafa pamit ke kamar dulu mau bersih-bersih dan juga istirahat" ucap Zafano pada mereka.


"Iya nak, mandilah sana kamu pasti bau" jawab Ratna.


--Di kamar


Kini Zafano sudah berada di dalam kamarnya yang sangat begitu rapi dan bersih. Dia pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Zafano keluar dengan menggunakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya dan membiarkan perut dan dadanya terlihat begitu seksi saat di pandang. Apalagi perutnya yang seperti roti sobek membuat setiap wanita yang melihatnya jadi tergoda dan ingin memegangnya. Zafano pun mengambil baju lengan pendek berwarna putih dan celana boxer untuk di pakainya.


Zafano membaringkan tubuhnya diranjang king zise miliknya. Sambil tersenyum melihat wajah cantik Anel yang sedang di layar ponselnya, Zafano sengaja mengambil foto Anel saat tidur bersamanya waktu di apartemen.


Tiba-tiba Raka masuk kedalam kamar Zafano dan mendudukan dirinya disamping Zafano sambil main game. Membuat Zafano terkejut.


"Woi..lo kebiasan kalau masuk gak bilang dulu atau ketok pintu. Asal main nyolong aja" gerutu Zafano.


"Heehee.. lagian lo dari tadi senyam-senyum sendiri terus" ucap Raka.


"Biarinlah, gue mau senyam-senyum kek jungkir walik atau pun itu bukan urusan lo" jawab Zafano ketus.


"Yaelah gitu aja marah" ucap Raka.


"Ohh ya, lo kok gak bilang dan jujur sama gue kalau lo dijodohin sama Anel. Dan tinggal beberapa hari lagi kalian nikah" sambugnya.


"Nah itu lo tau" jawab Zafano singkat.


"Ya lah tau, bunda yang ceritain semuanya" ucap Raka.


"Baguslah, jadi gue gak harus nyeritain juga" jawab Zafano sambil menatap layar hpnya, membaca beberapa email masuk.


"Tapi kok bisa ya, Emelly kakaknya Anel. Beda banget sama Anel siifatnya yang baik" ucap Raka yang masih sibuk main game.


"lya gue juga, kaget saat tau Emelly kakaknya Anel" jawab Zafano pada Raka.


"Tapi dia gak niat buat ngbatalin pernikahan lo sama Anel kan" tanya Raka


"Nggak kok, dia tadi bilang gak bakal batalin pernikahan gue. Dan dia bilang udah ikhlas gue nikah sama Anel dan juga tadi


dia minta maaf sama gue dan Anel" jawab Zafano.


"Baguslah, kalau dia sadar sama perbuatannya" ucap Raka dan diangguki Zafano.


Malam pun semakin larut membuat Zafano merasa ngantuk dan ingin tidur. Tubuhnya merasa lelah karena aktivitasnya hari ini.


"Rak, lo tidur disini" tanya Zafao.


"lya, bunda tadi nyuruh buat tidur disini" jawabnya santai.


"Yaudah kalau gitu, lo pergi dari kamar gue sekarang. Gue mau tidur" ucap Zafano.


"Dahh, sana lo pergi tidur ke kamar lo"sambungnya sambil mengusir Raka dari ranjangnya.


"Yaelah lo, tidur disini bareng lo aja gak boleh" ketus Raka.


"Biarin, lo kan punya kamar sendiri. Dan gue juga masih normal kalik" jelas Zafano.


"Gue juga masih normal" jawab Raka.


"Yaudah sana pergi" ucap Zafano mengusir Raka.


"lya..iya gue pergi nih" jawab Raka melangkahkan kakinya keluar kamar Zafano. Zafano segera tidur setelah Raka pergi karena dia usir.