
Kini Daniel dan Clara sudah berada di ruang tv. Di tatap tajam oleh Anel dan Cleo menuntuk untuk semua penjelasan. Clara yang hanya diam dan bingung mau menjelaskan dari mana dulu. Ntah kenapa tengkorokan nya jadi terasa kelu di tatap tajan oleh kedua sahabatnya itu.
"Sia.."ucap Cleo terpotong oleh Daniel.
"Okay, sebelumnya kita berdua minta maaf. Terutama aku, ini semua bukan salah Clara tapi salah aku. So kalian berdua aku mohon jangan benci Clara ya pada dasarnya karena aku... " ucap Daniel terpotong.
"Kak jangan bertele-tele langsung pada inti nya saja. Jika kakak gak mau jelasin so Clara tolong jelesin semuanya" tegas Anel.
"Biar aku saja yang jelasin beb.. "ucap Daniel menggenggam tangan Clara.
"Ini semua tuh berawal dari kesalahan ku saat............ " jelas Daniel secara detail mulai dari ia terkena obat perangsang lalu ketemu Clara hingga terenggutnya kesucian Clara olehnya. Sampai ia menjalin hubungan dengan tapi Daniel tak bilang Clara yang belum siap menerima pertanggung jawaban dari nya. Hingga tinggal satu atap dan sering melakukan hubungan suami istri yang tak seharusnya mereka lakukan.
Setelah selesai menjelaskan Daniel menghembuskan nafas, ia rela menanggung amarah dari kedua sahabat calon istrinya itu.
Hingga..... Bugh.. Bogeman mentahan yang di berikan oleh Anel mendarat di pipi kanan Daniel hingga sudut bibir Daniel mengeluarkan darah.
"Anel" ucap Cleo.
"Kak Daniel" ucap Clara.
Saat melihat Anel memukul pipi Daniel.
"Anel, apa yang kamu lakuin ingat kamu lagi hamil. Tolong tahan emosi mu" ucap Cleo sambil membawa Anel duduk kembali.
"Kak, kamu gak papa kan" ucap Clara.
"Iya aku gak papa" ucap Daniel.
"Anel, kamu apa-apaan sih main mukul kak Daniel. Lihat itu bibir nya sampai berdarah" bentak Clara pada Anel.
Anel tak percaya Clara sahabatnya yang ia kenal baik dan tak pernah berucap kasar membuatnya kecewa cuma masalah memukul pri bajingan di hadapannya itu.
"Cla, kamu apa-apaan bentak Anel"ucap Cleo tak terima Anel di bentak oleh Clara.
"Ko....."ucap Clara.
"Beb, udah jangan berantem ini semua kan salah ku jadi sahabat mu berhak marah terhadap ku" ucap Daniel sambil mencoba menenangkan Clara.
"Sorry jika aku mukul kekasih brengsek mu itu. Tapi asal kamu tau Cla, aku mukul dia tuh ada sebabnya. Dia tuh udah ngrusak kamu Cla dia udah renggut keperawanan mu Cla. Dengan tak mau bertanggung jawab untuk menikahi mu, malah ia tetap mengajak mu menjalin hubungan tinggal satu kamar dan satu atap. Apa kamu juga sadar Cla, bahwa kalian berdua juga sering melakukan hubungan suami istri yang tak seharusnya kalian lakukan sebelum nikah. Itu perbuatan yang apa kalian tak pernah berpikir dan merasa berdosa kepada tuhan saat kalian melakukan hubungan itu yang tak seharus nya kalian berdua lakukan. Aku bener-bener kecawa sama kalian berdua. Kamu kak, kamu gak mau menikahi Clara sebagai rasa tanggung jawab mu sebagai lelaki yang sudah merusak seorang perempuan dan kamu Cla, kamu mau aja di ajak kak Daniel begitu. Dimana harga diri mu sebagai seorang wanita. Dan yang paling parahnya kamu merahasiakan hubungan mu dengan kak Daniel dari kita semua. Kamu tega Cla udah mengkhiati persahabat kita yang sudah terjalin lama. Aku benar-benar kecewa dan benci sama kamu. Kamu anggap aku dan Cleo itu apa, kenapa kamu gak cerita sama kita dari dulu dan kamu udah ngrahasiain itu berbulan-bulan dari kita. Apa kamu juga gak takut jika kamu hamil di luar nikah. Dan apa kamu tau apa yang di rasain papi dan mami jika tau kalian berdua dengan berani tinggal satu atap dan melakukan itu. Apa kamu tau rasa sakit dan kecawa papi dan mami saat tau anak bersikap seperti itu."ucap Anel panjang lebar sambil menangis.
Membuat Clara mendengarkan hatinya terasa sangat teriris hingga membuatnya menangis, apa yang di ucapkan Anel sahabatnya itu memang benar apa adanya. Bahkan ia juga tak pernah memikirkan perasaan orangtua saat mengetahui anak semata wayangnya melakukan perbuatan di luar batas.
"Anel.. Cleo.. tolong maafin aku. Maaf jika aku telah merusak sahabat kalian ini. Tapi aku gak akan pernah ninggalin janji ku untuk menikahi Clara. Tolong maafin aku dan Clara jangan benci dan jauhin Clara. Aku gak bakal kuat jika kalian harus menjauhi Clara dan memutuskan persahabatan kalian dengan Clara. Tolong hakimin aku saja luapkan semua amarah kalian berdua ke aku. Kalian boleh sepuas kalian mau mukul ku jika membuat kalian tak marah lagi sama Clara dan mau maafin dia" ucap Daniel dengan sedih.
"Sorry... Sorry ..Nel... Cle..Aku tau aku salah tak bercerita sama kalian. Ku mohon maafin kita berdua dan tolong jangan salah kan kak Daniel semua itu juga keingan ku yang gak mau menerima pertanggung jawaban dari kak Daniel sekarang. Aku belum siap untuk menikah sekarang dan kita juga melakukan itu karena suka sama suka.Tolong pahami aku Nel.. Cle... " ucap Clara yang masih menangis sambil memegang tangan kedua sahabatnya itu.
"Ingat Cla, di sini yang gak paham tuh cuma kamu. Cuma kamu yang di sini merasa egois dan menganggap persahabatan kita hubungan yang sepele. Emang selama ini kamu nganggep persahabatan kita itu sebagai apa?. Bertahun-tahun kita bersama saling berbagi cerita sedih maupun senang. Saling menyayangi dan menguatkan salah satu dari kita jika ada yang rapuh. Persahabatan kita tu bukan cuma tentang pertemanan saja tapi tentang hubungan kita yang terjalin saling terbuka, kita nganggep kamu tuh saudara bukan teman. Jadi kita harus saling terbuka dan berbagi cerita maupun masalah, Cla. Aku juga kecewa sama kamu Cla, kamu udah aku anggap saudara seperti adik ku sendiri tapi apa yang telah kamu lakukan bikin aku marah dan kecewa sama mu" ucap Cleo sedih.
"Dan kamu kak, aku pikir kamu cowok baik baik gak seperti di luaran sana yang dengan mudah merusak cewek. Apa yang kamu lakukan itu brengsek dan kamu cowok paling bajingan yang pernah aku kenal. "ucap Cleo sambil memukul punda Daniel karena kecewa.
"Aku tau kak kamu mengambil kesucian Clara karena obat sialan itu yang di beri oleh klien mu. Tapi kamu juga tak berhak mengajak Clara tinggal satu atap hingga melakukan itu lagi. Seharusnya kamu tuh bisa menahan n*fsu mu itu. Menyaakin kan Clara untuk menerima tanggung jawab mu untuk menikahinya meskipun ia belum siap. "ucap Anel tegas dan tiba-tiba dia pingsang.
Membuat mereka bertiga panik pada kondisi Anel. Cleo pun dengan cepat menghubungi Raka untuk memberitahu Zafano untuk datang ke apartemen Clara karena istrinya pingsan.
Di seberang sana Raka yang nerima telfon dari calon istrinya yang mengatakan kalau Anel sedang pingsan di apartemen Clara. Dengan cepat ia masuk ke ruangan Zafano untuk meritahunya dan mengajaknya pergi ke apartemen Clara.