
Waktu pulang telah tiba Anel, Cleo dan Clara kini sudah berada di luar kelas dan tengah berada di parkiran untuk pulang. Anel dan Cleo hari ini mereka tidak membawa mobil, dan naik ke mobil Clara untuk pulang sekalian main ke kediaman Stanley.
"Anel, kita main ke rumah mu ya" ucap Clara.
"Iya tuh, aku juga penasaran ingin tau rumah pak Zafano" ucap Cleo.
"Baiklah, bunda juga nyuruh kalian buat main ke rumah" jawab Anel.
"Kak Alfin.." sapa Cleo yang tak sengaja melihat Alfin berdiri di luar mobil.
"Cleo, Anel, Clara" ucap Alfin terkejut.
"Kak Alfin ngapain berdiri disini" tanya Cleo.
" Aku sedang menunggu sepupu ku" jawab Alfin.
" Kalian bertiga kuliah di sini" ucap Alfin.
"Iya kak" ucap Anel dan Cleo.
"Emang sepupu kak Alfin kuliah di sini juga,kok aku gak tau" tanya Clara.
"Iya, tuh dia" tunjuk Alfin ke arah Amel yang sedang berjalan ke arah nya. Membuat Anel, Cleo dan Clara terkejut saat tau Amel sepupu Alfin.
"Ulkejen (uler keket gajen )" lirih Anel,Cleo dan Clara barengan.
"Woi parasit ngapain kalian ada disini. Huss... sana pergi nyebar hama doang" usir Amel pada Anel, Cleo dan Clara.
"Wah, mulut mu minta di sobek nih. Ngatain kita parasit, yang ada tuh kamu parasit nya" ucap Clara tak terima.
"Berani kamu ya bilang aku parasit" ucap Amel marah di katain sebagai parasit.
"Kenapa gak berani? ngajak baku hantam..ayo aku gak takut" ucap Clara.
"Ayo, aku juga takut" ucap Amel sambil tangannya mau menjambak rambut Clara. Tapi di tahan oleh Alfin.
"Nel,Cle, cepet bawa Clara pergi dan maaf" ucap Alfin.
"Iya kak" jawab Cleo dan Anel sambil mengajak Clara pergi dari sana menuju mobil nya.
"Kak, kamu apa-apaan sih belain mereka. Nglarang aku buat jambak rambut tuh parasit" ucap Amel pada Alfin.
"Mel, kamu bisa jaga sikap gak sih. Datang-datang nyari ribut" ucap Alfin.
"Terserah aku dong, lagian Anel dkk itu musuh bebuyutan ku" jawab Amel.
"What? aku minta sama kamu. Jangan musuhan lagi sama Anel dkk, apalagi kamu nyakitin Anel" ucap Alfin.
"Kenapa kak Alfin bicara begitu, apa kakak suka sama Anel" ucap Amel.
"Cepat masuk mobil" ucap Alfin lalu masuk kedalam mobilnya.
--
"Ihh..kalian ngapain sih, narik aku tadi padahal belum berantem juga sama ulkejen itu"ucap Clara kesal pada kedua sahabatnya itu.
"Bukannya begitu Clara kalau kamu berantem sama tuh cewek di sana. Apa kamu nggak malu di lihatin anak-anak kampus dan kak Alfin" jawab Cleo sambil fokus menyetir.
"Lagian apa gunanya kamu nanggapi omongan tuh cewek sampai berantem. Tetep aja dia bakal kek gitu, sudah berapa kali sih aku nglarang kamu buat nggak nanggapi tuh cewek"jelas Anel.
"Hmm" ucap Clara masih cemberut.
Mobil Clara pun telah sampai di kediamaan Stanley, setelah 45 menit lamanya. Saat turun dari mobil Cleo dan Clara di buat kagum saat melihat rumah Zafano yang begitu indah, luas dan besar.
"Wow..ini rumah mu, Nel" ucap Cleo kagum saat melihat rumah Zafano yang bergaya eropa modern.
"Lebih tepat nya rumah ayah Rendi Stanley" jawab Anel santai berjalan duluan masuk ke dalam rumah.
"Gila Nel, rumah mertua mu bagus banget dan besar" ucap Clara.
"Apa? ada pertenakan kuda...di sini" ucap Cleo dan Clara terkejut pasal nya baru tau, jika di sebuah kediamaan mewah juga mempunyai peternakan kuda untuk olahraga berkuda sendiri.
"Aku akan mengajak kalian untuk melihatnya, tapi tidak sekarang" ucap Anel lalu menghampiri ibu mertuanya yang tengah memberi makan ikan di taman belakang.
"Sayang, kamu udah pulang" ucap Ratna saat melihat menantu cantiknya sudah ada di belakang nya.
"lya, bun" jawab Anel mencium punggung tangan Ratna.
"Bunda, tau nggak aku pulang ngajak siapa" ucap Anel tersenyum.
"Tidak" jawab Ratna.
Anel pun menepuk tangannya dan keluarlah Cleo dan Clara dari persembunyiannya.
"Hallo bunda.."sapa Cleo dan Clara.
"Cleo...Clara.." ucap Ratna tersenyum, begitupula dengan Cleo dan Clara langsung mencium punggung tangan Ratna.
"Ayo kita duduk di sana" ajak Ratna pada Anel,Cleo dan Clara.
"Iya bun" jawab mereka bertiga serempak lalu duduk di gasebo.
"Bagaimana kabar bunda" tanya Cleo.
"Kabar bunda sangat baik" ucap Ratna.
"Bagaimana dengan kuliah kalian bertiga" tanya Ratna.
"Alhamdulillah baik bun, tinggal beberapa bulan lagi kita lulus S1." jawab Clara.
"Syukur lah, bunda do'a kan semoga lancar dan hasilnya memuaskan dan bisa melanjutkan S2 bahkan S3" ucap Ratna.
"Aamiin" jawab mereka bertiga serempak.
"Kalau gitu bunda masuk dulu ya, kalian lanjut ngobrol nya. Kalau mau sesuatu tinggal bilang aja sama Anel atau bibi yang ada di dalam. " ucap Ratna.
"Iya, bunda" jawab Cleo dan Clara tersenyum.
"Anel, gimana kamu jadi buat lanjutin S2 di New York" tanya Cleo.
"Nggak tau, Cle. Aku bingung harus nglanjutin S2 di sini atau NewYork" jawab Anel.
"Bukannya kamu pengen lanjut kuliah S2 di NewYork, Nel" ucap Clara.
"Saran ku, mending kamu lanjut di sini saja. Karena kamu udah punya suami yang super sibuk banget, belum lagi saat kamu punya anak lagi ntar kamu susah nggak ada yang bantu" jelas Cleo.
"Belum lagi misal kamu di NewYork dan pak Zafano di sini. Malah ntar banyak pelakor yang deketin suami tampan mu kalau kamu tinggal" sambungnya.
"Bener juga omongan mu Cle, tapi aku akan bicara sama Honey untuk minta pendapatnya" ucap Anel setelah mendengar perkataan Cleo.
"Ciee..yang sudah nggak malu manggil Honey, apa sudah ngisi" goda Clara tersenyum.
"Apaan sih kamu Cla" ucap Anel malu-malu.
"Gimana Nel kamu udah hamil " tanya Cleo.
"Belum, aku masih ragu untuk hamil dan mempunyai anak di usia ku yang masih muda" jawab Anel lirih.
"Bener juga tuh Nel, apalagi kamu ingin mewujudkan cita-cita mu. Takutnya jika kamu punya anak sekarang malah makin terhambat" ucap Clara.
"Huss..Clara kalau ngomong tuh yang baik. Jangan ngomporin orang yang enggak-enggak, lagian jika Anel punya anak sekarang tuh nggak papa itu nama nya rezeki dari Allah. Lagian misal Anel hamil dan punya anak sekarang belum juga itu menghambat untuk mewujudkan cita-cita nya juga" jelas Cleo dengan bijak.
"Ya maaf" ucap Clara.
"Jadi misal kamu di kasih percayaan sama Allah untuk mempunyai anak secepatnya, jangan kamu tolak Anel. Di luaran sana masih banyak wanita yang ingin punya anak" ucap Cleo lagi.
"Iya, Cleo sayang. Makasih atas kata-kata bijak mu itu" ucap Anel tertawa.