
"Ah, cepat lakukan aku sudah tidak tahan" ucap Anel.
Zafano pun turun melepaskan lilitan handuknya. Hingga la bbenar-benar polos tanpa sehelai benang pun. Begitupula dengan Anel yang sudah melepas lingerienya. Zafano naik ke atas ranjang dan langsung menarik Anel hingga membuat Anel terlentang di sana. la langsung menciumi bibi Anel dengan buas, begitupun dengan Anel membalasnya dengan tak kalah buas. Ciuman Zafano turun ke leher jenjang Anel, memberikan tanda kepemilikan di sana. Anel mendesis saat Zafano menggigit leher nya. Ciuman itu semakin turun ke bawah sampai ke ****Anel.
"Honey cepat lakukan aku sudah tidak tahan" ucap Anel mendesah. Zafano pun mengarahkan miliknya pada Anel. Hingga junior Zafano tertancap dengan sempurna di dalam sana.
Zafano menghentak kan pinggulnya. Membuat Anel mendesah.
"Ah, lebih cepat Hon..ah." desah Anel nikmat.
Zafano pun menurut, la mempercepat ritmenya. menghentak-hentakkan pinggulnya. Membuat Anel semakin mend*s*h nikmat.
Jam menunjukkan pukul satu malam, lima jam sudah mereka melakukannya. Berulang kali Zafano memasuk ke luarkan pada milik Anel. Saat sudah mencapai puncaknya mereka mengerang bersama. Zafano ambruk di atas tubuh Anel, nafas mereka tersenggal-senggal..
Setelah berhasil mengatur nafas mereka, Zafano mencium kening Anel, dan menjatuhkan tubuhnya di samping Anel. Tak lupa Zafano menarik selimut untuk menutupi tubuh polos dirinya dan juga istrinya. Mereka tertidur sambil berpelukan.
---
Sinar matahari menembus gorden jendela kamar mereka. Sepasang suami istri itu masih terlelap karena kelelahan akibat pertempuran panas mereka tadi malam. Anel membuka matanya dan segera turun dari ranjang tanpa memakai baju terlebih dahulu. Menuju kamar mandi saat merasakan perutnya seperti sedang di aduk-aduk.
Hoek...hoek...
Hoek...hoek..
Anel memuntahkan semua isi yang ada di perutnya saat merasakan perutnya sedang di aduk-aduk dan merasa tidak enak badan.
Hoek....hoek...hoek..
Anel memuntahkan kembali isi yang di dalam perutnya.
Zafano yang masih tertidur dan mendengar suara istrinya mual. la pun segera bangun dan bangkit dari ranjang mencari ke beradaan Anel. Pintu kamar mandi terbuka, la pun langsung masuk. Di lihatnya Anel yang terduduk lemas di lantai dengan wajah yang pucat.
"Sayang" ucap Zafano terkejut.
"Sayang, kamu tidak apa-apa" ucap Zafano.
"Perut ku rasanya tidak enak sekali dan ingin muntah terus..hoek" ucap Anel.
"Ayo kita pakai baju dan pergi ke rumah sakit" ucap Zafano khawatir melihat kondisi Anel yang terlihat lemas dan pucat.
"Aku tak kenapa-napa mungkin masuk angin" ucap Anel.
"Tidak kau ..." ucap Zafano terpotong.
"Honey, kau tak memakai celana " ucap Anel.
Yang baru sadar melihat suaminya jongkok di depannya dengan keadaan tubuh yang polos. Melihat kan milik Zafano yang begitu besar, panjang dan berurat. Membuat Anel menelan savilanya dan ingin merasakan milik Zafano memasuki miliknya kembali.
"Honey, aku ingin ini" ucap Anel memegang milik Anel.
Zafano pun terkejut saat miliknya tiba-bisa di pegang Anel.
"Sayang, apa yang kau lakukan" ucap Zafano menahan n*fs*nya yang sudah kembali muncul. Saat miliknya itu di r*m*s- r*m*s oleh Anel.
"Aku ingin ini...hiks..hiks"ucap Anel menangis sambil mer*m*s milik Zafano dengan tambah kuat.
"Ah, Sayang tapi kamu lagi sakit. Aku tak mau membuat mu bertambah sakit" ucap Zafano menolak keinginan istrinya. Walaupun sebenarnya la juga menginginkannya apalagi di tambah miliknya yang sudah on akibat Anel. Tapi karena melihat kondisi Anel yang kurang sehat membuat Zafano tak mau dan tak tega untuk melakukannya.
"Hiks...hiks..Honey sudah tak mencintai ku lagi...hiks" ucap Anel menangis.
Membuat Zafano bertambah bingung.
"Sayang, sudah jangan menangis. Aku masih sangat mencintai mu, ku mohon berhenti menangis" ucap Zafano menenangkan Anel.
"Kalau Honey mencintai ku pasti Honey mau menuruti keinginan ku ini" ucap Anel masih menangis.
"Baiklah, aku turuti. Tapi sebentar saja" ucap Zafano pasrah. Tapi la tetap masih tak tega untuk melakukan itu pada istrinya.
"Hore..ayo Honey" ucap Anel gembira sudah tak menangis lagi. Membuat Zafano menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan tingkah istrinya itu yang kadang seperti bocil.
Zafano menggendong Anel ala bridal style menuju ranjang. Membaringkan dengan pelan lalu menindihi tubuh Anel. la pun langsung menciumi bibir Anel dengan lembut. Ciuman itu turun ke dada Anel memberikan tanda merah banyak pada kedua gunung kembar Anel. Zafano menyusu pada gunung kembar Anel secara bergantian sambil memasukan jari tengahnya ke milik Anel. Anel menutup matanya menikmati sentuhan yang di berikan suaminya itu hingga membuatnya mendesah nikmat.
"Ahhh...ahhh..." desah Anel.
"Sayang, milik mu sangat enak untuk di mainkan" ucap Zafano meremas gunung Anel dengan kuat.
"Honey, aku ingin di atas" ucap Anel yang sudah tak tahan.
Anel pun membalikkan tubuh mereka hingga dirinya berada di atas tubuh Zafano. Anel pun menciumi dan ******* bibir Zafano dengan buas. la turun dari tubuh Zafano menuju pada milik Zafano yang berada di bawah. Memasukkan milik Zafano pada mulutnya. Kadang la menjilat-jilat, menghisap, memaju mundurkan milik Zafano di mulut nya. Membuat Zafano merem melek karena aksi Anel. Anel yang sudah tak tahan, mengarahkan milik Zafano pada miliknya dan memaju mundurkan pinggulnya hingga tertancap sempurna.
Ahhh...
Desah keduanya bersamaan saat junior Zafano sudah berada di dalam sana. Anel mempercepat ritmenya memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Membuat Zafano membiarkan istrinya berada di atasnya memberikan sentuhan nikmat pada nya. Hingga membuat dirinya mendesah nikmat dan menyemburkan benihnya di dalam rahim Anel.
"Ahhh"
"Ughh"
Desah keduanya saat Zafano berhasil menyemprotkan kembali benihnya kedalam rahim Anel. Zafano pun membalikkan tubuh mereka hingga berada di atas tubuh polos Anel. Mengularkan miliknya dari **** Anel lalu berbaring di samping Anel.
"Makasih, Sayang. Kau benar-benar hot" ucap Zafano.
"Huftt..huuhft tadi itu benar nikmat sekali Honey" ucap Anel yang masih ngos-ngosan.
"Kau benar Sayang membuat ku tak pernah bosan untuk melakukannya dengan mu" ucap Zafano.
"Tapi tubuh ku terasa lemas untuk berjalan" sambungnya.
" Baiklah, aku akan mandi sebentar dan mengelap membersihkan tubuh mu setelah itu" ucap Zafano.
Zafano pun berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. la pun memakai pakaian setelah selesai mandi dan mengambil air bersih untuk membersihkan tubuh Anel.
"Sayang, aku bersihkan dan lap dulu tubuh mu setelah itu pakai pakaian" ucap Zafano menaruh baskom berisi air ke atas nakas.
Zafano mulai mengelap tubuh polos Anel dengan telaten tanpa terlewatkan hingga bersih. Setelah itu memakaikan baju dan ********** pada Anel.
"Sayang, biar aku semua saja yang memakaikannya" ucap Zafano tersenyum.
"Tapi Honey.." ucap Anel yang mau memakai cd nya.
"Udah biar aku saja" ucap Zafano dan diangguki Anel pasrah.
Kini Zafano sudah selesai memakaikan baju pada Anel.
"Kamu mau makan di kamar atau meja makan" ucap Zafano.
"Di kamar saja, aku takut bunda dan ayah khawatir melihat wajah ku yang masih pucat" ucap Anel.
"Baiklah, aku ke bawah dulu untuk sarapan nanti aku bawakan makanan dan minuman" ucap Zafano.
"Honey, aku mau jus strawberry" ucap Anel.
"Iya, nanti aku nyuruh bibi untuk bikin" ucap Zafano.
"Makasih, Honey...cup.." ucap Anel mencium bibir Zafano.
"Sama-sama, berbaringlah dan istirahat " ucap Zafano.
Melangkah keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah ke ruang makan.
**
"Pagi Ayah..Bunda.." ucap Zafano. Saat melihat Rendi dan Ratna sedang sarapan bersama.
"Pagi Sayang" jawab Rendi dan Ratna.
"Zafano, istri mu mana" tanya Rendi yang tak melihat menantunya bersama anak semata wayangnya itu.
"Iya Anel kemana Zaf, kok tidak kamu ajak sarapan bersama" ucap Ratna.
"Anel ada di kamar katanya mau makan di kamar saja. Jadi Zafano ke sini untuk sarapan dulu setelah itu bawakan makanan buat Anel" ucap Zafano.
"Bi, tolong buatkan jus strawberry sama siapkan makanan buat Anel" teriak Zafano.
"Baik, tuan muda" ucap Bibi.
"Menantu cantik bunda, emang kenapa apa dia lagi sakit" ucap Ratna.
"Dari bangun tidur dia mual-mual terus dan badannya terasa lemas" ucap Zafano.
"Apa! syukur lah kalau begitu Bunda bahagia" ucap Ratna senang.
"Bunda, menantunya lagi sakit kok di syukurin" ucap Rendi.
"Iya tuh, Bunda aneh" ucap Zafano.
"Bukan begitu Ayah ...Zafano..Bunda merasa senang dan bersyukur itu karena sebentar lagi kita bakal punya cucu jadi oma oppa dan kamu Zafano akan menjadi seorang Daddy" ucap Ratna tersenyum senang.
"Maksut bunda Anel sedang hamil gitu" ucap Rendi dan Zafano barengan.
"lya, itu seperti yang bunda rasakan saat hamil kamu Zafano. Mungkin sekarang istri mu lagi mengalami tanda-tanda kehamilan" ucap Ratna.
"Benarkah, Bun. Aku bahagia sebentar lagi aku menjadi seorang Hot Daddy" ucap Zafano.
"Semoga saja itu benar apa yang di katakan bunda" ucap Rendi.
"Aamiin" ucap Ratna dan Zafano.
"Tuan muda jus dan makanannya sudah siap. Mau tuan bawa sendiri atau saya saja" ucap bibi.
"Biar saya saja, silahkan bibi lanjutin pekerjaan bibi saja" ucap Zafano.
"Baik tuan muda. Kalau gitu saya pamit kembali ke belakang, Tuan besar, nyonya dan tuan muda" ucap Bibi.
"lya" jawab Rendi, Ratna, Zafano.
"Ayah ...Bunda ...Zafa pamit kembali ke kamar dulu. Kasihan Anel udah nunggu" ucap Zafano.
"Ayah, cepat panggil dokter untuk memeriksa Anel. Bunda mau mengabari Wilna mau kasih tahu kalau Anel sedang hamil" ucap Ratna.
"Bunda, lebih baik kasih taunya nanti saja kalau Anel sudah dinyatakan benar-benar hamil. Sekarang belum di periksa takutnya Anel tidak hamil setelah di periksa. Kan kasihan Wilna nya karena Bunda bohongin. Mending bunda pergi ke kamar nya tengokin dulu gimana kondisinya" jelas Rendi.
"Baiklah, bunda ke kamar mereka dulu. Ayah jangan lupa telfon dokter" ucap Ratna yang juga merasa benar dengan perkataan suaminya itu.
"lya" ucap Rendi.
Jangaan lupa like, vote and hadiahnya...