MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Resepsi Pernikahan



Tiba saatnya acara resepsi pernikahan Anel dan Zafano yang ditunggu-tunggu telah berlangsung. Bayak orang yang berlalu lalang keluar masuk dan para body guard yang ditugaskan sibuk berjaga-jaga, memeriksa satu persatu orang yang akan masuk ke dalam untuk mengantisipasi terjadinya kekacauan. Banyak tamu undangan yang datang mulai relasi bisnis, kerabat keluarga, wakil rector dan para dosen rekan kerja Zafano di kampus, teman-teman Zafano dan Anel.


Dekorasi yang dipilih oleh Wilna dan Ratna ternyata memang sangat begitu indah. Membuat para tamu yang hadir berdecak kagum melihatnya. Kagum dengan keindahan dekorasi yang begitu memperlihatkan kemewahan namun tetap berkesan elegan.



"Selamat Jeng, atas pernikahan anaknya. Ya ampun jeng dekornya sangat indah dan bagus banget" ucap salah satu tamu memakai kebaya sambil bercipika-cipiki dengan Ratna.


"Ah, iya jeng. Makasih udah mau menyempatkan untuk datang, silahkan nikmati hidangan dan pestanya ini" jawab Ratna ramah dan sopan.


Anel yang menjadi ratu sehari ini sangat terlihat begitu cantik dan anggun. Dengan memakai gaun berwarna putih yang menjulang sampai lantai. Memperlihatkan bagian punggung serta belahan dada yang sedikit terbuka membuat siapa pun melihatnya begitu kagum.


Begitu juga Zafano yang menjadi raja sehari ini memakai jas berwarna hitam dengan dihiasi dasi kupu-kupu serta rambut yang ditata sedemikian rupa.


"Selamat Anel gue bahagia atas pernikahan lo dengan pak Zafano, semoga kalian bahagia dan langgeng. Dan secepatnya beri gue keponakan yang cantik dan ganteng" ucap Clara girang mendapat plototan mata dari Anel. Sedangkan Cleo sibuk mengambil foto.


"Udah ah sana, lo pergi makan kek atau cari pasangan" usir Anel sambil mendorong bahu Clara.


"Ihh jahatnya, jadi pengantin tuh yang anggun sedikit napa" protes Clara namun tetap turun dari panggung pelaminan.


Daniel,Raka, Dion dan Emelly sudah berada di dalam sana menatap kagum pada gedung yang sudah dihiasi dengan begitu cantik.


Daniel berdiri mematung menatap Anel yang tengan berdiri diatas pelaminan, menyambut setiap tamu yang mengucapkan selamat dan dibalas senyum yang begitu merekah.


"Enggak usah sedih, gue tau lo cinta sama adik ipar gue" ucap Dion menghampiri Daniel.


Daniel menoleh sekilas pada Dion, kemudian kembali pada titik fokus menatap para tamu "Gue bukan hanya sedih tapi sakit " ucapnya.


Begitu pula yang dirasakan Daniel sama yang dirasakan Nathan saat ini yang juga datang ingin mengucapkan selamat pada orang yang di cintainya. Karena mencintai seseorang tak harus memilikinya. Walau pun harus melihat orang yang kita cintai itu bahagia dengan orang lain dan membuat kita merasa sakit. ltu lah nama cinta yang sebarnya.


Dion berada dibelakang Emelly yang sudah berada di depan Zafano dan Anel. Dia memandangi wajah keduanya yang terlihat bahagia kemudian menarik pasangan pengantin itu untuk dipeluk.


"Aku minta tolong padamu Zaf, jaga Anel dengan sebaik mungkin" ucap Emelly setelah merenggangkan pelukannya.


"Pasti ku jaga dia sebaik mungkin"jawab Zafano tersenyum. Sedangkan Anel menatap Emelly begitu teduh dan ingin menangis"


"Kak Emelly" ucap Anel dengan nada sedih.


"Jangan nangis dan bikin make upmu luntur. Sekarang kamu sudah jadi seorang istri, maka patuhlah sama suami ikuti semua keinginannya layani suamimu sebaik mungkin"jawab Emelly.


"lya kak, aku tahu" ucap Anel.


"Aku menyayangimu selamanya, jangan berubah meski kamu sudah menikah, Anel" ucap Emelly.


"Sekali lagi aku titip Anel, dan sayangi dia. Zaf " ucap Emelly pada Zafano lalu turun dari atas pelaminan.


"Selamat buat kalian, dan gue gak nyangka lo bakal jadi adik ipar gue Zaf" ucap Dion tersenyum.


"Selamat brother and Anel. Gila pacaran gak pernah tapi langsung nikah aja." ucap Raka lalu memeluk keduanya.


"Jangan lupa Anelnya di gempur terus saat mau tidur biar cepat jadi"bisik Raka pada telingan Zafano, lalu segera pergi karena mendapat tatapan tajam membunuh dari Zafano.


""Woi..Cla itu Kak Daniel dan Nathan " ucap Cleo menyenggol tangan Clara.


"Mana-mana" tanya Clara clingak-clinguk.


"Itu bego, di pelaminan" tunjuk Cleo mengarahkan Clara menatap kearah pelaminan tepat Daniel berada di depan pasangan pengantin dan Nathan masih berdiri di belakang Daniel.


"OMO...."ucapnya lalu menutup mulutnya.


"Gue nyium hati gosong, hari patah hati berjamaah" ucap Clara lagi lalu tertawa.


"Jahat lo" jawab Cleo.


"Selamat buat kalian, semoga menjadi keluarga yang harmonis" ucap Daniel sambil bersalaman.


Anel paham betul bagaimana perasaan Daniel sekarang, pasti tidak akan mudah bisa sampai diatas pelaminan dan berdiri disana. Seperti yang di rasakan Nathan juga, yang sedang mengontrol nafas dan menahan air matanya untuk tidak jatuh kedua kalinya pada Anel.


"Gue minta maaf " ucap Zafano.


"Nggapain minta maaf, lo gak salah. Perasaan gue mengalir begitu saja. Disini gue salah, telah mencintai orang yang memang tak ditakdirkan buat gue. Seharusnya gue sadar akan hal itu"jawab Daniel menahan air matanya untuk jatuh.


"Sorry kak, gue gak bisa bales perasaan kakak" ucap Anel.


"Ngga usah minta maaf, ini hari bahagia kalian jadi. berbahagialah" jawab Daniel memegang tangan keduanya.


"Tolong jagain Anel, buat dia bahagia jangan sedih" ucap Daniel.


"Pasti bro" jawab Zafano lalu memeluk Daniel.


Dengan langkah berat dan juga pandangan yang buram mencoba terus berjalan meski sakit hatinya tidak bisa ditahan. Air matanya lolos begitu saja, membuat langkahnya semakin berat untuk berjalan.


Tiba giliran Nathan untuk mengucapkan selamat pada Zafano dan Anel. Dia terus mengambil nafas lalu dibuang untuk menetralkan perasaan sedihnya menjadi biasa saja saat di depan Anel.


"Selamat atas pernikahan anda pak Zafano dan kamu Anel. Semoga kalian menjadi keluarga yang SAMAWA. Serta selalu diberi kebahagiaan dikeluarga kalian" ucap Nathan bersalaman pada keduanya dan mengontrol dirinya untuk tidak menangis di sana. Anel yang melihat Nathan paham betul apa yang dirasakan nya sama dengan Daniel.


"Makasih" jawab Zafano tersenyum.


"Makasih Nath, kamu udah mau datang and sorry" ucap Anel tersenyum


"Iya gpp Anel, dan tolong jagain Anel. pak Zafano" ucap Nathan dan diangguki Zafano tersenyum.