MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Ruang



Kini Zafano,Anel dan Raka sudah berada dan duduk di ruang meeting. Zafano merasa sedikit kesal karena istrinya tak mau duduk di kursi sendiri melainkan di pangkuannya. Membuat Zafano merasa malu dan tak enak pada semua klien nya yang sedang menatap dirinya.


"Sayang, tolong duduk lah di kursi sendiri" ucap Zafano pelan pada istrinya.


"No, honey. Aku akan duduk di pangkuan mu sampai kau selesai memimpin meeting." ucap Anel.


"Tapi sayang kalau kau duduk di pangkuan ku, gimana aku akan memulainya" ucap Zafano sedikit kesal. Karena la tak bisa bergerak dengan leluasa.


"Ya kau tinggal segera mulai berbicara dan membahasnya kepada mereka. Begitu aja bingung, cepat mulai supaya meetingnya berakhir. Dan kita bisa bercinta dengan lama"ucap Anel.


"Aku sudah tak sabar merasakan milik mu" sambungnya membisikkan pada telinga Zafano.


"Baiklah sekarang kau berdiri" ucap Zafano.


"Kenapa berdiri" ucap Anel.


"Kita kembali ke ruang ku dan bercinta" ucap Zafano pasrah. Anel pun mengangguk dan tersenyum manis lalu berdiri turun dari pangkuan Zafano.


"Rak, tolong kau yang menggantikan aku untuk memimpin meeting ini"ucap Zafano. Beranjak berdiri dan membawa Anel keluar dari ruang meeting.


"Iya " ucap Raka.


Membuat para klien yang berada di situ menatap bingung dengan penuh arti kenapa ceo dari perusahaan SC itu pergi dari ruang meeting.


"Hmm...selamat siang semuanya. Sebelumnya saya minta maaf, karena tuan Zafano ada keperluan mendadak. Jadi, rapat ini saya yang pimpin mengantikan tuan Zafano" ucap Raka.


"Mm..baiklah"ucap salah satu klien.


"Baiklah meeting kita mulai" ucap Raka. Lalu ia menjelaskan poin-poin penting masalah yang akan di bahas dan di bicarakan secara detail.


Di ruangan Zafano.


Kini Anel dan Zafano sudah berada di kamar pribadi ruangannya. Dengan keadaan tubuh keduanya yang sudah polos, entahlah siapa yang melakukannya terlebih dahulu.


Zafano menindih tubuh Anel menggesek kejantanannya di area pribadi Anel yang sudah tidak terbalut celana segitiganya. Posisi Anel yang di bawah Zafano yang diatas.


"Sayang, kamu mau yang nikmat bukan" ucap Zafano.


Lalu Anel mengangguk, yang sudah tak sabar untuk di masuki Zafano.


Zafano pun memegang miliknya yang besar dan di arahkan pada milik Anel.


"Sayang, punya mu sempit. Padahal sering aku masuki" guman Zafano kesal karena sudah tak tahan.


"Ahhh" desah Zafano dan Anel bareng.


"Honey lebih cepat lagi" ucap Anel di sertai des*h*n. Zafano pun mempercepat gerakannya.


Kini hari makin siang jam makan siang terlewatkan oleh keduanya. Zafano terus saja memasukan miliknya pada milik Anel. Membuat keduanya merasakan kenikmatan tiada tara.


Zafano dan Anel pun mengerang bersama saat mereka mencapai puncaknya. Zafano menumpahkan benihnya kedalam dan ambruk di atas tubuh polos Anel.


Sekitar pukul 3 sore Zafano terbangun dari tidurnya ia melihat Anel yang sangat kelelahan, ia pun mencium kening istrinya. Lalu berpindah ke perut rata istrinya. la mengelus dan mengecup perut Anel.


"Hai anak daddy sehat-sehat terus ya. Jangan bikin mommy susah" bisik Zafano. Membuat Anel tersenyum saat mendengarnya.


"Sayang, mandi " ucap Zafano sambil mencium bibir Anel. Dan diangguki Anel. Zafano pun mengendong Anel ala bridal style menuju kamar mandi.


"Honey, nanti mampir ke restoran dulu" ucap Anel yang sudah cantik memakai dress selutut.


"Iya, maaf karena keasikan bermain sampai lupa makan siang tadi"ucap Zafano.


"Anak daddy pasti lapar ya"ucap Zafano.


"Ayo kita pulang dan makan di restoran" ucap Zafano sambil memeluk pinggang ramping milik istrinya dari sebelah.


Β 


Kini keduanya sudah sampai di kediaman Stanley setelah tadi mampir ke restoran untuk makan.


"Zafano...Anel...baru pulang ya"ucap Ratna.


"lya bun" ucap Zafano lalu mencium tangan Ratna. Begitu pula di ikuti oleh Anel.


"Sayang, gimana dengan cucu oma ini"ucap Ratna tersenyum sambil mengelus perut Anel.


"Cucu bunda sangat baik dan sehat di dalam perut Anel" ucap Anel sambil mengelus perutnya.


"Syukurlah, sekarang kalian berdua ke kemar lah untuk bersih-bersih dan istirahat. Jangan lupa turun untuk makan malam" ucap Ratna.


"Baik bunda" ucap Anel.


"Kita tadi sempat mampir ke restoran. Dan masih kenyang, jadi bunda dan ayah makan saja terlebih dahulu" ucap Zafano.


"Hmm...baiklah" ucap Ratna.


Anel dan Zafano kini sudah berada di dalam kamarnya.


Zafano duduk di ranjang dengan bersandarkan kepala ranjang bermain game di hp nya. Sembari menunggu Anel berganti baju setelah mandi.


Kini Anel sudah selesai berganti baju dengan memakai piyama pendek di atas lutut. la keluar dari walk in closet menghampiri suaminya untuk di suruh mandi.


"Honey, sana mandi dulu" ucap Anel menghampiri Zafano.


Zafano pun mematikan hp nya lalu menatap istrinya yang terlihat begitu tambah cantik, sexy dan mont*k di bagian tertentu tubuh istrinya itu.


"Baiklah tapi nanti kamu harus kasih aku ini" ucap Zafano sambil memegang kedua gunung kembar Anel.


"lya Honey..jangan di r*m*s terus dong " ucap Anel.


"Hehe...aku sangat gemas melihat put*ng mu yang menyembul ini bikin ingin mer*mas dan mempl*ntir milik mu"ucap Zafano dengan tangan yang masih meremas-meras milik Anel. Yang membuat Zafano jadi gemas karena Anel tak memakai bra saat malam jadi put*ng milik nya terlihat menyembul dari balik bajunya.


"Sana cepat mandi jangan di mainin terus nanti aku tak mau ngasih"ucap Anel.


"Baiklah"ucap Zafano. Dengan segera ia melepas semua pakaiannya hingga terlihat polos lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Anel pun memunguti pakaian kotor Zafano untuk di taruh di tempat sampah di jadikan satu dengan baju kotor. Setelah itu la membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


-


-


-


-


-


-


Don't forget untuk memberi like,coment yang baik, vote and juga hadiahnya yaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….


Thank you untuk kalian yang masih setia membaca cerita author ini serta memberikan author like, vote,dan hadiah...πŸ˜šπŸ€—