
Setelah mencuci muka dan menutupi bekas kissmark yang terlihat pada lehernya. Kini Anel dan Zafano segera turun untuk makan malam bersama setelah di panggil bibi. Saat sampai di meja makan Anel dan Zafano melihat Emelly yang sudah duduk bersama William dan Wilna.
"Selamat malam semuanya" sapa Zafano dan Anel bareng membuat mereka menoleh kearah mereka berdua.
"Malam " jawab mereka bertiga.
"Ayo kalian mari duduk makan bersama" ucap Wilna pada Zafano dan Anel.
"lya mah" jawab Zafano.
Tak lupa Anel membukakan kursi untuk dirinya duduk dan Zafano, William dan Wilna yang melihat tindakan Anel pun tersenyum. Mereka berfikir jika Anel dan Zafano sudah menerima satu sama lain untuk menjadi pasangan.
Saat Zafano ingin duduk dia melihat Emelly yang sedang menatap dirinya, itu membuat Zafano ingin marah kepadanya. Rasa sakit yang ditorehkan Emelly pada hatinya membuat Zafano tak bisa melupakannya. Walaupun dia sudah melupakan Emelly dan berbaik pada kondisi keadaannya yang ada saat ini.
Mungkin ini takdir Zafano dari Tuhan, dijodohkannya dengan Anel untuk menyembuhkan luka dimasa lalunya.
Dan itu telah terbukti sekarang Zafano sudah menerima Anel di kehidupannya dan mencintai Anel.
"Nel, calon suamimu ambilkan makanannya dong" ucap Wilna pada Anel.
"lya mah" jawab Anel singkat. Lalu menyendokan nasi ke piring Zafano beserta lauk pauk.
"lni makan" ucap Anel pada Zafano.
"Terimakasih" jawab Zafano tersenyum menoleh pada Anel.
"Nah gitu dong, kamu kan sebentar lagi mau jadi seorang istri. Jadi kamu harus siap siaga untuk melayani suamimu dan menyiapkan segala keeperluannya." jelas Wilna tersenyum.
"lya mah" jawab Anel.
"Kamu juga Ly, kalau harus begitu saat udah punya suami" ucap Wilna membuat Emelly tersedak saat makan dengan segera dia minum.
"Kamu gak papa Ly" tanya Wilna.
"Nggak papa kok mah" jawab Emelly.
"Ayo di lanjutkan makannya" ucap William pada mereka dan dianggukinya.
"Nak Zafa, setelah ini mau pulang atau mau menginap disini saja" tanya William pada Zafano setelah selesai makan semua.
"Saya akan pulang pah, takut ayah dan bunda nyariin" jawab Zafano sopan.
"Baiklah kalau begitu" ucap William.
"Kak Emelly kapan pulangnya? kok aku gak lihat tadi" tanya Anel sopan kepada Emelly, walaupun Emelly pernah kasar kepadanya tapi Anel sudah melupakannya dan memaafkannya. Karena dia tidak ingin menyimpan dendam apalagi kepada saudaranya, sebab dendam bisa merusak semuanya dan bikin hati sendiri menjadi sakit.
"Aku pulang tadi sore, mungkin tadi kamu tidur jadi tidak melihatku saat pulang" jawab Emelly pada Anel.
"Ouh" jawab Anel.
"Papah dan mamah yang menyuruh kakakmu pulang ke rumah, sebentar lagi kamu dan Zafano akan menikah. Kami ingin Emelly ada disaat kalian menikah nanti" jelas Wilna.
"Ouh, makasih kak. Kakak udah pulang untuk hadir di pernikahan kami nanti" ucap Anel tersenyum.
"Makasih juga, Ly" sambung Zafano.
"lya sama-sama, aku senang sebentar lagi kalian menikah dan menjadi suami istri" ucap Emelly sambil tersenyum, dari lubuk hatinya yang dalam Emelly sudah ikhlas jika Zafano akan menjadi miliknya.
"Serius Ly, lo gak bohongkan atau ingin membatalkan pernikahan kami" tanya Zafano membuat William, Wilna dan Anel sedikit takut karena mereka tahu. Kalau Emelly masih menginginkan Zafano dan ingin membatalkan perjodohan Anel dan Zafano.
"lya Zaf, aku ikhlas kok kamu menikah dengan Anel adikku" jawab Emelly tersenyum.
Anel yang mendengar Emelly mengatakan bahwa dia adiknya sangat bahagia sekali karena dia tidak pernah mendengar Emelly kalau mengatakan dan menganggap dirinya sebagai adik kandungnya.
"Makasih Ly, kamu sudah ikhlas " ucap Zafano.
"lya kak, sekali lagi makasih. Dan kakak sudah mau menganggapku sebagai adikmu" sambung Anel menghampiri Emelly dan memeluknya.
"Iya, aku minta maaf sama kamu Nel. Kakak udah kasar dan jahat sama kamu. Dan aku juga minta maaf Zaf atas kesalahanku yang dulu. Aku benar-benar menyesalinya sekarang" ucap Emelly menitihkan air matanya.
"Udah kak jangan bilang seperti itu, aku udah memaafkan kakak dari dulu" ucap Anel.
"Aku juga udah memaafkanmu Ly, yang dibilang adikmu tadi ada benarnya berbaiklah dengan keadaan lupakan masa lalu dan merubah masa depan menjadi baik." sambung Zafano.
William dan Wilna yang melihatnya merasa terharu dan juga bahagia, akhirnya anak mereka bisa akur juga. Mungkin ini yang namanya sebuah keajaiban dari kejadian di masa lalu yang pernah salah diperbuat, menyadarkan orang itu menjadi lebih baik lagi.
Tak terasa air mata Wilna pun menetas di sela- sela pelukannya bersama sang suami.
"Pah, aku sangat bahagia melihat anak-anak kita berdamai" ucap Wilna.
"lya mah, papa juga bahagia. Semoga kita semua selalu bahagia dan bersama selamanya" jawab William pada Wilna, yang juga menetaskan air matanya.
Dia tak percaya jika kedua putrinya itu akan berdamai dan saling memaafkan secepat ini. Selama ini dia merasakan kurangnya kebahagiaan di dalam keluarganya karena Emelly dan Anel tak akur. Emelly selalu merasa iri terhadap Anel karena berpikir jika orangtuanya hanya sayang dan selalu membela Anel setiap mereka berantem. Padahal kenyataanna William dan Wilna sama menyayangi mereka berdua tanpa membeda-bedakannya.
"Aamiin" jawab Wilna.
Kini Anel,Emelly dan Zafano sudah melepas pelukannya. Dan kembali duduk di kursi masing-masing.
"Nah, gitu berdamai jadi enak dilihatnya" ucap William tersenyum.
"Betul tuh, untuk kamu Ly. Jangan mengulangi lagi yang sudah kamu perbuat dulu dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran" bijak Wilna sambil tersenyum yang masih memeluk suaminya membuat Anel,Zafano dan Emelly melongo melihatnya.
"lya mah, Emelly janji gak akan mengulangi" jawab Emelly tersenyum.
"Ekkheemm..ekhemm" deheman Anel membuat semuanya melihat ke arah Anel.
"Ada apa Nel" tanya William.
"Apa papah dan mamah masih ingin peluk-pelukan dan romantisan disini?" tanya Anel membuat William dan Wilna sadar lalu melepas pelukannya.
"Ouh..tidak kok sayang"jawab Wilna malu karena dilihat oleh anak dan menantunya saat bermesra-mesraan.
"Sayang, biarin saja mamah dan papah bermesraan. Mereka kan suami istri ya gak masalah, kalau mau peluk-pelukan mesra sekalian mengenang masa muda. lya kan pah" ucap Zafano tersenyum.
"lya Zaf, kalau kamu iri Nel, bilang sama Zafano biar di peluk" jawab William senang.
"lhh papah" teriak Anel dengan wajah cemberut. Mendengar perkataan William dan membuat semua orang yang ada disitu tertawa.
"Udah jangan cemberut dong sayang, sini aku peluk" ucap Zafa lalu memeluk Anel membuat bahagia sekaligus malu.
"Uluh..uluh yang mau jadi suami istri romantisnya, bikin iri aja" ucap Emelly membuat semuanya tertawa.
"Makanya cari calon suami, sayang" jawab Wilna pada Emelly. Wilna tidak tahu kalau Emelly sudah punya pacar dan tengah mengandung anak kekasihnya yaitu Dion. Teman cowok Emelly yang sering main kerumahnya.
"Pah..mah ..Zafa pamit mau pulang, takut ayah dan bunda sedang nyariin" ucap Zafano sambil melepas pelukannya pada Anel.
"Kamu mau pulang sekarang" tanya Anel pada Zafano dengan nada sedih.
"lya lagian ini udah malam, kamu butuh istirahat juga" jawab Zafano sambil mengelus rambut Anel yang masih cemberut.
"Udah Nel, gak usah sedih kurang beberapa lagi kalian nikah nanti bisa bersama terus " ucap Emelly.
"Bener tuh, sayang.Biarkan calon suamimu pulang dia perlu istirahat untuk bekerja besok" sambung Wilna.
"Baiklah, aku akan mengantarmu sampai depan" ucap Anel tersenyum.
"Mah..pah..Ly..aku pulang dulu ya" pamit Zafano sambil bersalaman pada William dan Wilna.
Anel mengantarkan Zafano sampai depan pintu rumahnya.
"Pak...eh kak Zafano hati-hati ya dijalan gak usah ngebut" ucap Anel sambil menatap wajah ganteng Zafano.
"Iya, kamu langsung tidur jangan lupa mimpiin aku. Setelah aku pulang." jawab Zafano sambil memegang wajah Anel.
"lya, kamu juga harus mimpiin aku" ucap Anel tersenyum.
"Cup" Zafano mencium bibir Anel dan ********** hanya sebentar.
"Aku pulang dulu..byeee" ucap Zafano berjalan menuju mobilnya.
Kini Zafano telah pulang dan mobilnya sudah meninggalkan perkarangan kediaman mewah milik Miligan.
Setelah mobil Zafano tak terlihat lagi, Anel pun menutup pintu dan masuk kedalam rumah untuk menuju kamarnya. Dia langsung membaringkan tubuhnya diranjang sambil senyum-senyum sendiri. Baginya hari ini adalah hari yang paling menyenangkan buatnya. Anel kini sudah menutup matanya, dia tertidur dengan sangat lelapnya.