MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Penentuan hari pernikahan



Terik panas matahari kini menunjukan pukul 11:30 siang. Mobil terus berjalan menyusuri sepanjang jalan ibu kota yang ramai, tapi tampak keheningan diantara mereka, mobil Zafano berhenti di salah satu hotel milik keluarganya, hotel bintang 5 dimana tempat itu juga akan dijadikan sebagai tempat resepsi pernikahan Zafano dan Anel.


" Kenapa pak Zafa membawa saya kesini, apa yang mau kamu lakuin ke saya?" tanya Anel dengan nada tinggi, Anel sudah cemas karena Zafano membawanya kesebuh hotel membuat Anel jadi merasa takut jika Zafano berbuat yang tidak tidak pada dirinya.


" Ikutin saya" jawab Zafano dingin.


" Noo..saya mau pulang " ucap Anel ketus.


" Mau nurut atau saya paksa?" jawab Zafano dengan nada keras menekan.


Anel pun menurut pada Zafano, dan dia berjalan disamping Zafano.


Mereka masuk disebuah restoran di hotel itu, disana nampak sudah ada orang tua Zafano dan Anel.


" Bunda..ayah..mamah..papah"sapa Zafano dari arah belakang mereka.


" Eh anak dan calon menatu ku sudah datang" ucap Ratna.


"Apa Anel ini suprise buat bunda" sambungnya.


"lya bund" jawab Zafano tersenyum lalu Zafano mendekati orang tua mereka dan salim, sedangkan Anel masih berdiri dengan bingungnya.


" Jadi pak Zafono ngajak gue kesini buat ketemu sama orang tuanya" batin Anel


Dia belum menyadari kalau William dan Wilna juga berada disana.


" Siang, ayah..bunda"sapa Anel sambil mencium tangan keduanya.


" Siang juga nak" jawab Rendi dan Ratna.


" Sayang kamu kesini bareng Zafano?" tanya Wilna.


" Iya mah, kok kalian juga ada disini" ucap Anel saat melihat orang tuanya juga ada disana.


" Emangnya dari tadi kamu kira Kita siapa?" tanya Wilna gemas dan ingin mencubit pipi Anel.


" Hehe.. tadi nggak lihat mamah dan papah.." jawab Anel dengan tersenyum kikuk, mereka berdua pun duduk bersama dengan orang tua mereka..


" Sebaiknya kita makan siang dulu saja.." ucap Rendi.


" Iya Ren, perut ku juga dari tadi sudah minta diisi" jawab William yang membuat mereka tertawa.


Berbagai macam hidangan yang disajikan untuk pemilik hotel tersebut. Setelah selesai makan mereka meminum jus ditemani kue untuk melanjutkan obrolan.


"Sayang kok kamu kesininya bisa bareng Zafano, bukannya kamu di tempat Cleo?" tanya Wilna.


" ltu An.."ucap Zafano menggantung karena Anel buru-buru menjawabnya.


" ltu Anel ketemu kak Zafano dijalan waktu mobil Anel mogok, iya kan kak" ucap Anel melirik kearah Zafano sambil tersenyum.


" Iya mah"jawab Zafano menganggukan kepalanya.


"Kalian ini sudah sangat akrab, jadi ga sabar buat punya cucu" ucap Ratna membuat Anel dan Zafano melongo.


"lya it's okay dong nak, sambil buat dulu sebelum nikah" ucap Rendi tanpa dosa membuat semua terbelalak tak percaya termasuk Zafano dan Anel.


Anel pun menanggapi dengan senyum manisnya, karena dia tidak tau harus ngomong apa dan dia tak ingin membuat orang tua Zafano merasa kecewa padanya.


"Kalau gitu langsung ke inti pembicaraannya saja" ucap Rendi sambil tersenyum.


"Benar tuh Ren, kita ingin kalian segera menikah dalam beberapa hari kedepan pada minggu ini" ucap William.


" What?" pekik keras Zafano dan Anel barengan membuat semua orang yang ada direstoran itu melihat kearah mereka.


"lya nak, bunda sangat menginginkan kamu segera tinggal bersama kami, bunda sangat sayang sama kamu. Kamu itu bukan hanya baik tapi cantik, sopan dan jenius" ucap Ratna meyakinkan Anel.


Anel yang mendengar perkataan Ratna hatinya sangat terenyuh dan tak tega jika dia harus mengulur waktu pernikahan mereka apalagi harus membatalkannya. Apalagi keluarga Stanley sudah baik dan banyak membantu keluarga Miligan saat perusahaan tersebar milik keluarga Miligan nyaris bangkrut.


" Apa kamu setuju sayang" tanya Wilna lirih.


" Terserah mamah..papah..ayah..dan bunda saja " jawab Anel.


" Makasih ya nak, kami akan selalu menyayangimu dan menjaga mu terus, iya kan Zafa" ucap Rendi sambil melirik Zafano.


"Tentu ayah" jawab Zafano datar.


"Kalau sama orangtua lo gue percaya, tapi enggak sama lo. Mana mungkin lo bisa baik dan sayang sama gue kalau lo nya aja kek gitu " batin Anel.


" Kalau begitu buat akad nikahnya hari jumat pagi dan malamnya resrpsinya. Kalian tidak usah memikirkan masalah surat-surat karena ayah yang mengurusnya "jelas Rendi.


" Jumat minggu ini" pekik Anel tak percaya.


" Iya nak, apa itu terlalu lama dan ingin langsung besok pagi saja" jawab Rendi menggoda.


" Nggak ayah, but itu terlalu cepat. Aku masih kuliah"ucap Anel sedikit cemberut.


" Kamu masih bisa kuliah hanya saja kamu nanti akan menjadi istri tidak akan ada yang berubah dari mu sayang" jelas William


"Ini sudah menjadi keputusan kami semua, dan sudah kami pikirkan buat kalian kedepannya" ucap Rendi.


" Baik papah..ayah" jawab Anel.


"Dan kalian juga tidak usah khawatir buat mikir bikin undangan, dekorasi dll. Itu sudah bunda dan mamah yang ngurus sudah mau beres" ucap Ratna.


"Baiklah bun" jawab Anel.


Sedangkan Zafano dari tadi masih dengan diamnya, entah apa yang sedang dia pikirkan sekarang. Walaupun dari dalam lubuk yang paling dalam ada sedikit rasa bahagia tapi masih ada rasa yang mengganjal di hatinya.


Apa masih ada rasa buat Emelly kah? cuma Zafano yang tau...


" Kamu setuju kan Zaf?" tanya Rendi sekali lagi.


Dan Zafano hanya mengangguk pertanda setuju.


Mereka para orang tua sangat senang setelah memutuskan hari pernikahan yang akan dilaksanakan 5 hari lagi dari sekarang, sedangkan Anel dan Zafano mereka masih tidak percaya akan kabar mengejutkan hari ini.