
Dirumah keluarga Stanley
"Bunda , ayah mana ?" tanya Zafano yang sedang melangkah mendekati bunda Ratna.
"Masih di kantor sepertinya " jawab bunda Ratna
"Tumben sekali bun, jam segini ayah masih di kantor " ucap Zafano heran.
"Mungkin masih ada urusan, ada apa kamu mencari ayahmu ?" tanya bunda Ratna kembali.
"Eeee.. tidak apa apa bun, aku hanya tidak melihat ayah, makanya aku bertanya ?" jawab Zafano yang sudah duduk di samping bundanya.
"Nak, nanti kalau kamu sudah menikah berlaku baiklah pada istrimu, walau kamu masih belum mencintainya " ucap bunda Ratna tiba tiba. Zafano hanya diam lalu menatap bundanya.
"Kenapa bunda bicara seperti itu ? tanya Zafano penasaran.
"Tidak ada apa apa, bunda tahu kamu sangat terpaksa melakukan perjodohan ini , bunda hanya takut kau membenci istrimu nanti " jawab bunda Ratna.
"Dia sama sepertimu tidak tahu apa apa tentang perjodohan ini, dia juga tidak tahu kamu, seperti kamu tidak mengetahui tentang dia, tapi bunda pastikan dia anak yang baik, dan ayahmu sangat menyukainya "ucap bunda Ratna meyakinkan Zafano.
"Jadi berlaku baiklah nanti dengannya, perasaan kamu akan tumbuh dengan sendirinya saat kamu mencoba menerima dia nanti " ucap bunda Ratna lagi
Zafano masih tak bergeming dengan perkataan bundanya. Wanita seperti apa yang akan dijodohkan dengannya nanti pikir Zafano.
Tidak lama tedengar suara langkah kaki berjalan kearah ibu dan anak itu.
"Ayo sedang membicarakan apa kalian ? " tanya Rendi mengagetkan.
"Ayah kenapa seperti ghost saja sih, nggak ada suara tiba tiba udah bediri di belakang " gerutu Ratna yang kaget karena suaminya.
Rendi hanya menyeringaikan senyumannya mendengar omelan istrinya.
"Ayah habis dari mana ? tanya Ratna lagi.
"Eemm.. oh iya . ayah lupa ngasih kabar ke bunda kalau hari ini pulang kerja ayah harus bertemu William dulu."ucap Rendi.
"Kenapa tidak ajak bunda ?" tanya Ratna sedikit kesal pada suaminya.
"Tadi pulang kerja ayah langsung bertemu dengan William, jadi tidak sempat lagi untuk menghubungi bunda " jelas Rendi.
"Jadi bagaimana ? "tanya Ratna lagi
Zafano yang mendengar obrolan orang tuanya hanya diam, tidak mengerti dengan arah pembicara mereka.
"Kita tinggal tunggu kabar dari mereka saja bun, kapan waktunya keluarga kita akan bertemu " ujar Rendi sambil menyenderkan tubuhnya di kursi.
Zafano akhirnya mengerti dengan tujuan bicara orang tuanya, pasti ini membahas tentang rencana pertemuan keluarga.
"Kau harus bersiap siap Zafano sebentar lagi kamu akan menikah " ujar Rendi pada anaknya.
"Seperti apa calon istriku ayah ? tanya Zafano pada Rendi.
"Yang pasti dia yang terbaik untuk kamu " jawab Rendi pasti.
Zafano hanya memejamkan kedua matanya, otaknya tak bisa berpikir tentang perjodohan ini.
"Apa aku akan benar benar menikah " batin Zafano.
Di taman belakang rumah Anel
"Gimana hari ini di kampus?"tanya Anel pada dua sahabatnya yang dari tadi sudah pulang dan langsung kerumah Anel untuk bermain sekalian menginap.
"Baik sih tapi gak seru gitu kalau lo ga berangkat kek sepi banget hidup gue." ucap Clara .
"Lebay banget sih lo Ra." jawab Cleo.
"Beneran tau Cle lo ga tau hati gue sedih." ucap Clara.
"Sedih dari mananya,asal lo tau ya Nel. Tuh anak dari tadi waktu ditaman deketin para senior ganteng terus sampai gue dikacangin." jawab Cleo kesal membuat Anel dan Cleo tertawa.
"Sorry Cle bukan gitu maksud gue tadi, ya kali Cle ada cowok ganteng dianggurin, ya kan Nel." ucap Clara sambil tersenyum lalu dapat tonyoran dijidat Clara oleh Anel.
"Elo tuh Ra udah tau punya sahabat jomblo malah lo tinggal pdkt sama cowok."ucap Anel sambil tertawa dan membuat Cleo makin cemberut.
"Nel lo tau ga pak Zafano ?"tanya Clara yg diangguki Anel.
"Dia tuh makin hari cakep banget sampe bikin mahasiswi lain pada muji dia terus." sambungnya
"Terus ya Nel tadi kita disapa sama rector handsome itu saat berpapasan sama dia." ucapnya lagi.
"Rector handsome?"tanya Anel yang heran.
"lya kan emang ganteng bapaknya " ucap Clara tanpa dosa.
"Kemaren aja lo maki maki tuh rector " gerutu Clara.
"Kemaren kan aura dia emang nyeremin Nel waktu berantem sama lo dikantin tapi pas pagi tadi gue lihat, buseeet ganteng bener deh dia, bahkan bener bener ganteng banget " ucapnya lagi sambil tersenyum mengingat muka tampan rectornya tadi pagi.
"ltu mata lo aja yang soak, gue mah lihatnya biasa aja " ucap Anel yang geli mendengat Clara memuji Zafano.
"Mata gue masih normal ya, gue lihat dengan jelas kok ketampanan pak Zafano , kira kira dia udah punya pacar belum ya ?" ucap Clara bertanya dengan dirinya sendiri.
"Kalau dia nggak punya pacar, maksudnya pengen lo pacarin " celetuk Cleo
"Nah itu lo tahu " jawab Clara santai.
"Tidur dulu lo baru mimpi " celetuk Anel.
"Lo cemburu Nel " tanya Clara tiba tiba.
"Idih ,ogah banget ya gue sama dia " jawab kesal Anel.
"Baik baik lo ngomong, tahunya ntar lo cinta beneran sama itu rector " celetuk Clara sambil tertawa.
"ltu nggak akan mungkin " jawab Anel sedikit menyombong.
"Kita lihat aja nanti " celetuk Cleo tiba tiba.
"Kok lo dukung Clara sih Cle " gerutu Anel kesal.
"Nggak ada yang dukung Clara, kan kedepannya nggak ada yang tahu Anel. Siapa tahu jodoh lo emang pak rector itu " jawab Cleo bercanda.
"Sumpah nggak lucu " kesal Anel.
"Ih kalau gue mah bersyukur banget kali , kalau ternyata jodohnya gue si pak rector handsome itu " jawab Clara tersenyum.
"Ceehh,keganjenan " celetuk Anel.
"Tuh kan, kaya nya lo bener bener cemburu deh Nel " ucap Clara sambil tertawa dan diikuti Cleo.
"Apaan sih lo berdua, noraak " jawab Anel yang kesal pada dua sahabatnya.
Dikamar Zafano
Setelah tadi pembicaraan dengan ayahnya berakhir dia langsung menuju kamarnya.
Zafano duduk di sofa samping tempat tidurnya sambil menyenderkan punggungnya di sandaran kursi.
Otaknya masih berkecamuk memikirkan tentang perjodohannya.
"Sepertinya memang ini akhirnya " gumam Zafano.
Dia kembali teringat dengan wajah wanita yang selama ini masih ada di hatinya, wanita yang begitu dia benci tapi begitu dia cintai juga.
"Bagaimana kabarmu , apa ambisi besarmu sudah tercapai? " gumamnya dengan memikirkan wanita yang pernah menjadi pujaan hatinya dulu.
Jangan lupa like vote and coment
Maaf untuk typonya....big thanks