
21\+
Bocil dilarang membaca dan langsung skip saja.
Acara resepsi pernikahan Anellyana Larasati Miligan dan Zafano Stanley telah usai. Semua tamu undangan serta kerabat keluarga dari dua pihak telah pulang. Kini tinggal lah keluarga Stanley dan Miligan serta Cleo, Clara, Raka dan Daniel yang masih berada di hotel milik Stanley. Mereka memutuskan untuk menginap di hotel itu malam ini.
Kini Anel dan Zafano memasuki kamar yang menjadi tempat tidur malam pertama mereka malam ini. Kamar yang sudah di hias dengan begitu indah. Lantai kamar di hias dengan kelopak bunga mawar yang bertebaran dan di bentuk love dengan lampu kecil-kecil terletak di lantai menyala yang membentuk kata " l LOVE YOU". Serta kelopak bunga mawar berwarna merah yang bertebaran di atas ranjang menambah kesan begitu romantis. Anel dan Zafano yang baru saja masuk ke dalam ruangan kamar di buat kagum saat melihatnya. Serta dari kamar tidur mereka, bisa melihat keindahan kota nya di malam hari. Menambah nuansa indah bagi mereka dan tidak sabar untuk segera melakukan malam pertama.
Kini Zafano menyenderkan dirinya di kepala ranjang sambil menatap handphonenya. Sedangkan Anel tengah berada di depan meja rias, melepas semua aksesoris yang berada di kepala serta gaunnya.
"Honey, kamu tidak mandi" tanya Anel.
"Nanti, kamu duluan saja mandinya" jawab Zafano.
Anel pun langsung buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Dia merendamkan tubuhnya ke dalam bathup yang sudah di campur aroma terapi lavender. Mungkin dengan merendam tubuhnya dia akan merasa lebih rilex dan sedikit menghilangkan rasa pegal nan capek pada badannya.
Setelah selesai dia keluar dari dalam bathup dan berganti pakaian. Dia memilih memakai lingerie berwarna merah, dari 3 lingerie berwarna ungu, hitam dan merah. Hadiah pemberian dari 2 Cl. Anel menatap dirinya di pantulan cermin di depannya, dilihatnya tubuh yang seksi, kulit putih mulus. Dia pun menutupi tubuhnya yang sudah memakai lingerie dengan handuk kimono untuk keluar dari kamar mandi.
Clek
Menampilkan Zafano yang tengah bermain game di hpnya. Anel pun melangkah menuju meja rias untuk sedikit memoles wajahnya biar tambah cantik dan membiarkan rambutnya tergerai cantik. Karena dia ingin memberikan sebuah kenangan malan ini yang tak akan bisa dilupakan Zafano.
"Honey, mandilah dulu biar kamu fresh. Baru setelah itu kita melakukan itu" ucap Anel sedikit malu untuk mengatakan itu, sambil memberikan handuk pada Zafano.
"Baiklah" jawab Zafano sambil mengambil handuk dari tangan Anel dan melangkah menuju kamar mandi.
Setelah Zafano masuk ke dalam kamar mandi, Anel segera melepas handuk kimono yang menutup tubuh seksi Anel dengan lingerie merah yang dipakainya. Dia berjalan menuju ranjang, lalu mematikan lampu utama dan menyisahkan lampu tidur yang redup.
Anel menurunkan suhu ruang menjadi sangat rendah. Karena dia mempredisikan akan terjadi adegan pergulatan panas yang akan dilakukannya bersama Zafano.
Setelah selesai mengatur semuanya dia duduk di ujung ranjang. Siluet dirinya saat membelakangi lampu tidur terlihat begitu seksi. Membuat pria yang melihat membangkitkan gairahnya. Sudah di pastikan Zafano akan tergiur melihat pemandangan yang begitu menggoda. Anel begitu gugup menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.
Dia berjalan menuju ranjang, lalu mematikan lampu utama dan menyisahkan lampu tidur yang redup.
Anel menurunkan suhu ruang menjadi sangat rendah. Karena dia mempredisikan akan terjadi adegan pergulatan panas yang akan dilakukannya bersama Zafano.
Setelah selesai mengatur semuanya dia duduk di ujung ranjang. Siluet dirinya saat membelakangi lampu tidur terlihat begitu seksi. Membuat pria yang melihat membangkitkan gairahnya. Sudah di pastikan Zafano akan tergiur melihat pemandangan yang begitu menggoda. Anel begitu gugup menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.
"Sayang kenapa cahaya lampunya.." ucap Zafano tak dilanjutkan saat melihat bayangan wanita cantik nan seksi yangbtengah duduk di ujung ranjang membuatnya susah menelan savilanya.
Kaki panjanya mulai melangkah mendekat kearah ranjang. Sementara itu dengan segera Anel menghilangkan kegugupan yang ada dirinya untuk membangkitkan gairah seksual suaminya.
Dibalik handuk yang dikenakan Zafano, kini miliknya tengah tegang dan mengeras. Laki-laki itu bisa melihat jelas lekuk tubuh seksi istrinya itu membuatnya meningkatkan gairah.
"Sayang.." ucap Zafano dengan suara berat karena sudah dikuasai oleh *****
Tangan Zafano mulai masuk kedalam linggrei yang di kenakan Anel, meremas Anel yang menurutnya lebih di genggaman nya. Anel mendesis saat Zafano sedikit mencubit put*ing dada nya. Zafano mengangkat lingerie Anel, memperlihatkan dadanya yang terlihat menantang.
"Aku ingin menghisap nya" ucap Zafano. Meremas dada Anel membuat nya kembali mendesis.
"Ssshhh,cepat lakukan aku sudah tidak tahan" ucap Anel bergairah.Melihat hal itu Zafano tersenyum, tak sia-sia ia memberikan rangsangan pada istrinya nya. karena sudah tidak tahan Zafano merobek lingerie yang dikenakan Anel.
Zafano turun dari ranjang dan melepaskan lilitan handuknya. hingga ia benar-benar polos tanpa sehelai benang pun.Zafano naik ke atas ranjang dan langsung menarik Anel hingga membuat Anel terlentang di sana. Dia langsung mencium bibir Anel dengan buas, begitupun dengan Anel ia membalas ciuman Zafano dengan tak kalah buasnya. perlahan Zafano menarik cd Anel, satu-satunya yang menutupi tempat ia akan memasukkan senjata nya. ciuman Zafano turun ke leher jenjang Anel, memberikan tanda kepemilikan nya disana. Anel mendesis saat Zafano menggigit kecil leher nya. ciuman Zafano semakin turun ke bawah sampai ke inti Anel.
"Honey.. cepat lakukan, aku sudah tidak tahan" ucap Anel mendesah. Zafano mendongakkan kepalanya dan tersenyum melihat Anel. Lalu dia mengarahkan pusakanya ke inti Anel
Jleb!
Pusakanya masuk ke dalam milik Anel setelah beberapa kali ia menghentak kan pinggulnya. Membuat Anel mendesah.
"Ah...sakit" ucap Anel sambil menangis saat merasakan bagian bawahnya dirobek.
"Jangan nangis sayang, akan ku lakukan pelan-pelan" ucap Zafano menciumi bibir Anel untuk memberi rangsangan untuk menghilangkan rasa sakit. Zafano pun melanjutkan aksinya, ia menghentak-hentakkan pinggulnya membuat Anel semakin mendesah nikmat.
"Ah,lebih cepat Sayang lebih cepat" ucap Anel mendesah.
Zafano pun menurut, ia mempercepat ritme nya. menghentak-hentakkan pinggulnya. Anel semakin mendesah nikmat.
Entah sudah berapa jam mereka melakukan nya yang pasti saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu malam waktu setempat. saat sudah mencapai puncaknya mereka mengerang bersama. Zafano ambruk di atas tubuh Anel, nafas mereka tesenggal-senggal.
Setelah berhasil mengatur nafas mereka, Zafano mencium kening Anel, dan menjatuhkan tubuh nya di samping Anel karena kelelahan mereka pun langsung tertidur sambil berpelukan.
author udah capek ngulang motong dan benerin cerita bab ini. Dari kemarin ditolak sedang riview terus sama pihak NT. Membuat author jadi marah sama pihak NT. dibilang klo bab ini terlalu ponografi vulgar lah...padahal di karya novel lainnya banyak adegan yang lebih hot dari ini tapi bisa lolos riview....pihak NT serasa ga adil banget deh.....sad banget dah hmm