
Baru saja handuk Anel terlepas dan melihat dua gunung kembar besar milik Anel. Tangan Zafano langsung memegagi handuk yang di kenakan Anel hingga tak membuat tubuh Anel bertelajang.
"Honey, kenapa handuk nya di pegang? apa Honey tak ingin bercinta dengan ku" ucap Anel membuat Zafano tersenyum.
"Bukan tak mau tapi bunda tadi menyuruh kita untuk segera turun buat makan malam bersama" jawab Zafano.
"Sekarang kau pakai baju mu dan aku ingin segera mandi, setelah makan malam bersama aku akan menerkam mu"ucap Zafano. Mer*m*s gunung kembar Anel lalu berlari ke kamar mandi.
"Ishh..Honey" teriak Anel kesal karena Zafano tiba-tiba mer*m*as buah dada dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
--
Kini semua orang sudah berada di meja makan. Menikmati hidangan yang sudah di sajikan dan di masak oleh cefe dan di bantu beberapa art keluarga Miligan.
"Zafano, bagaimana dengan bisnis mu" tanya William.
"Alhamdulillah,semuanya berjalan dengan baik dan lancar" jawab Zafano pada mertua nya.
"Katanya kamu juga bikin hotel di NewYork, apa benar" tanya William lagi.
"Iya pah, masih proses pembangunan baru 60% jadi" jawab Zafano.
"Bagus lah, semoga berjalan dengan baik tanpa ada nya halangan" ucap William.
"Amiin" jawab semua orang serempak.
"Dion, apa kamu sudah menyiapkan segela sesuatu untuk persiapan istri mu jika melahirkan" tanya William.
"Sudah pah, aku dan Emelly sudah menyiapkannya. Dan kami memilih rumah sakit xxx untuk Emelly melaharkan nanti karena rumah sakit itu sudah di desain dengan peralatan cangggih dan untuk penanganannya juga baik serta cepat ditambah keamanannya sangat baik jadi tidak bisa di masuki oleh sembarangan orang. Misal ada seseorang yang berniat jahat dengan istri dan anak ku nanti orang itu langsung ketauan dan tertangkap" jawab Dion.
"Papa juga setuju jika Emelly melahirkan di rumah sakit xxx selain bagus, keamanannya juga oke" ucap William.
"Dulu mamah juga di rumah sakit itu saat melahirkan Anel dan Emelly" ucap Wilna.
"Apa itu rumah sakit milik om Jordan" tanya Anel.
"lya, sayang itu milik Jordan pamannya Zafano"ucap Wilna.
"Kamu tidak pernah nanya dan saat pernikahan kita om Jordan ada di paris menangani pasien nya yang kritis jadi dia dan istrinya tak bisa hadir di pernikahan kita" jelas Zafano dan di angguki Anel.
"Zafano, Anel kalian menginap di sini kan" tanya Wilna.
"lya mah, kita pulang besok pagi sekalian berangkatke kampus"jawab Zafano.
Kini semua orang kembali ke kamar masing-masing setelah selesai makan malam dan saling berbincang-bincang.
Di kamar Anel dan Zafano.
"Honey, ayo" ucap Anel yang sudah duduk di ranjang menggoda Zafano dengan keadaan tubuh polosnya sambil mer*m*s gunung kembar miliknya sendiri.
Zafano yang melihat istrinya yang sudah polos dan menggodanya pun langsung melepas semua pakaiannya dan naik ke atas ranjang menindihi tubuh Anel. Mengecupi kening, mata,bibir kemudian turun ke leher Anel memberikan tanda merah di sana membuat Anel mendesah. Setelah puas bermain di sana Zafano berpindah di gunung kembar Anel sambil salah satu jari kanan nya di masukan di **** Anel. Mulutnya menyusu di salah satu gunung kembar Anel dan sesekali menggigit pu**** Anel. Anel sudah merasakan orga**e membuat diri nya semakin mende**h nikmat.
"Ah...honey cepet lah aku sudah tak tahan." ucap Anel sambil mendesah nikmat.
Zafano yang mendengar ******* Anel merasa senang dan lebih bersemangat dengan segera dia memasukkan juniornya pada milik Anel.
"Honey...lebih dalam lagi..."ucap Anel.
Zafano mengerak-gerakan miliknya naik turun dengan cepat hingga juniornya masuk lebih dalam lagi pada milik Anel.
"Ah..lagi..ya seperti itu honey..ini sangat enak sekali ah.." desah Anel.
Berulang kali Zafano masuk keluar masuk keluar masukan miliknya pada milik Anel.
Ahhh..
Desah keduanya, 1 jam baru lah Zafano merasakan kenikmatan setelah menyemburkan benih nya di dalam rahim Anel.
Zafano pun melepaskan juniornya dari milik Anel dan mencium bibir Anel.
"Makasih sayang" ucap Zafano sambil berpindah tidur di samping Anel. Zafano pun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.