
Disalah satu cabang perusahaan ternama, seorang gadis cantik tengah duduk dikursi kebesaraannya ceo. Dia sedang sibuk dengan dokumen yang banyak sekali berada diatas meja yang harus dia cek dan tandatanganinya.
Tokk...toook..
"Permisi bu ini ada berkas yang harus ditandatangani" ucap seorang cewek yang tak lain dia asisten sekaligus seketarisnya.
"Ba.." ucapnya terpotong sambil menutup mulutnya karena mual sambil melangkah pergi kekamar mandi yang berada diruangannya.
"Huekk...huekk"
"Hueek..hueek"
Gadis itu memuntahkan semua isi yang ada didalam perutnya, setelah merasa tidak mual lagi dia keluar dari kamar mandi saat ingin duduk dia lari lagi kekamar mandi ingin muntah.
"Hueekk..hueekk"
"Nindy tolong ambilkan air...hueek..dimeja saya..huuekk..hueek" ucap gadis itu.
Dengan segera Nindy mengambil segelas air yang berada diatas meja untuk dikasihkan pada bosnya.
"Ini bu minum dulu" ucap Nindy menyerahkan segelas air putih pada gadis itu yang sudah berada diluar kamar mandi dan duduk dikursinya.
"Ibu kenapa" tanya Nindy.
"Saya gpp cuma perut saya merasa diaduk aduk ingin muntah dan nafsu makan saya berkurang akhir akhir ini" jawab gadis itu dan diangguki Nindy.
"Apa ada meeting sekarang" tanyanya.
"Iya bu sekarang kita harus meeting mengenai evaluasi hasil penjualan pada pengeluaran produk terbaru. " jawab Nindy.
"Baik lah, ayo kita keruang meeting" ucapnya.
"Baik bu" jawab Nindy sambil berjalan disampingnya.
Setelah sampai diruangan meeting yang melihat bosnya sudah datang langsung berdiri semua untuk menyambutnya.
"Selamat siang semua" ucap gadis itu lalu duduk.
" Selamat siang juga bu" jawab serempak para bagian dalam perusahaan yang berada diruang meeting dan duduk kembali, beberapa bagian dalam perusahaan tersebut diantaranya : Bagian pemasaran, bagian produksi , bagian management dan bagian keuangan.
"Meeting siang hari ini dimulai" ucap Nindy.
"Pada siang ini saya akan meminta para manager divisi khususnya manager pemasaran saudari liana, dan selebihnya kepada manager produksi maupun keuangan. Kepada manager pemesaran saudari liana, bagaimana pemasaran produk kita selama 1 bulan terakhir?” ucapnya lagi.
“Baiklah, saya akan melaporkan kegiatan pemasaran selama satu bulan terakhir ini, permintaan pasar turun sebanyak 30% dari bulan lalu, kami sudah usaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan omset pasar tetapi permintaan produk kita hari demi hari terus mengalami penurunan.” jawab Liani.
“Apa?, bagaimana bisa omset pasar menurun begitu drastis, padahal kita baru saja menambah bahan baku pada pihak produksi dan mengambil kas perusahaan untuk hal tersebut. Apa yang menjadi penyebabnya?”Tanya gadis itu dengan nada keras yang menjadi bosnya, dan tiba tiba dia bangkit dari duduknya lalu pergi ketoilet diruang meeting.
Nindy yang tau bosnya tiba tiba pergi ia mengantikan bosnya dalam memimpin meeting siang hari ini.
"Hueek..hueekk.."
Nindy yang mendengar bosnya muntah lalu memutuskan untuk menunda meeting siang hari ini karena tidak ingin melihat bosnya kenapa kenapa didalam toilet sendirian.
"Okay untuk meeting siang hari selesai akan kita lanjutkan diwaktu lain, sekian terima kasih" ucap Nindy pada mereka lalu bubar.
Nindy kini menghampiri bosnya yang dari tadi muntah didalam toilet, betapa terkejutnya saat dia melihat bosnya telah pingsan dilantai.
"Tolong..tolong" teriak Nindy lalu salah satu karyawan menghampiri Nindy.
"Tolong bantu saya angkat bu bos dia pingsan dan harus dibawa kerumah sakit" jawab Nindy, lalu karyawan itu membantu Nindy mengangkat gadis itu masuk kedalam mobil pergi kerumah sakit.
Dirumah sakit
Gadis itu sudah sadar dari pingsannya, kini sedang berbaring dibangkar ruang perawataan yang sedang dicek kondisinya oleh dokter perempuan.
"Dok, bagaimana dengan kondisi saya" tanya gadis itu.
"Anda tidak apa apa nyonya " jawab dokter .
"Kalau boleh tau nyonya terakhir mens kapan" tanya dokter.
"Hmm..sepertinya akhir bulan lalu dok dan saya belum mens bulan ini, memang ada apa dok" ucap gadis itu.
"Nyonya kini sedang mengandung dan kira kira usianya 1 bulan" jawab dokter itu, hati gadis itu seketika hancur dan sangat sedih mendengar perkataan dokter itu bagai petir yang menyambarnya disiang bolong.
"Apa saya hamil?" tanya gadis itu tak percaya dan seketika air matanya jatuh.
"Iya nyonya untuk lebih lanjutnya nyonya bisa datang dan bertanya pada dokter kandungan. lni resep obat dan vitamin buat meringankan rasa mual anda, yang harus dibeli diapotek nyonya" ucap dokter itu.
"Sini dok kertas resepnya biar saya saja yang beli" jawab Nindy sambil mengambil kertas resep obat dan vitamin dari tangan dokter itu.
"Baiklah, saya pamit keluar terlebih dahulu" ucap dokter itu dan diangguki Nindy.
"Bu " ucap Nindy sambil memeluk tubuh gadis itu yang kini sedang menangis.
"Nin, aku hamil hiks..hiks" ucap gadis itu sambil menangis.
"Maaf bu, apa ibu sudah melakukan hubungan intim dengan kekasih ibu" tanya Nindy dibuat sesopan mungkin tanpa berniat menyakiti hati bosnya.
"Iya saya sudah melakukannya diapertemen saya dengan kekasih saya saat malam itu" jawab gadis itu masih menangis.
"Yang sabar bu, ibu bisa datang menemui kekasih ibu untuk mempertanggung jawabkan yang telah dia perbuat" ucap Nindy pada gadis sambil mengelus bahunya sambil memeluk.
"Tapi pasti papah mamah kecewa dengan ku Nindy, saat dia mendengar kabar kalau aku sedang hamil" jawab gadis itu lirih.
"Apa yang harus kita perbuat bu" ucap Nindy.
"Aku minta sama kamu, untuk merahasiakan kehamilanku ini pada siapa pun termasuk keluargaku" pinta gadis itu dengan air mata yang masih terus keluar.
"Baiklah bu, tapi ibu harus menemui kekasih ibu untuk bertanggung jawab dan saya minta tolong jangan gugurkan janin yang ada didalam perut ibu" jawab Nindy ikut menangis karena dia juga tau gimana posisi bosnya saat ini, apalagi Nindy sudah bersahabat lama dengannya dari bangku SMA.
" lya, saya tidak akan menggugurkan kandungan saya. Dia anak saya dia juga tidak bersalah" ucap gadis itu.
"Syukurlah kalau begitu, sekarang saya antar ibu pulang" jawab Nindy merasa lega saat mendengar perkataan bosnya yang tak akan menggugurkan kandungannya.
"Tapi antarkan saya pulang ke apertemen saya dan ingin menenangkan diri saya dulu sebelum bertemu dengan keluarga saya" ucap gadis itu sambil mengelap air matanya.
"Baiklan bu" jawab Nindy.
Setelah membeli obat dan vitamin diapotek, mereka kembali keparkiran dan masuk kedalam mobil, Nindy mengantarkan bos sekaligus sahatnya pulang ke apartemen milik bosnya.
Jangan lupa buat like komen dan vote serta dukung karya author.
jika ingin author buat up setiap hari dan maaf masih ada typo.