
Sebentar lagi kelas Anel akan dimulai tapi dia masih berada dijalan menuju kampusnya karena bangun kesiangan. Setelah sampai Anel terus berlari lari disepanjang koridor dengan tergesa gesa. Dia tak ingin terlambat masuk dikelas dosen kilernya. Jika ada mahasiswa yang terlambat masuk dikelas dosen itu. Maka mahasiswa itu dilarang untuk mengikuti mata kuliah dikelasnya. Begitu juga yang akan terjadi pada Anel hari ini.
"Bruuuk." suara Anel terjatuh karena ditabrak seseorang. Lalu dia mencoba mengdongakkan kepalanya yang tertunduk untuk melihat siapa yang menabraknya.
"Dia" batin Anel merasa kesal karena ini kedua kalinya Anel ditabrak oleh Zafano. Yang akan langsung pergi meninggalkannya tanpa menolong dan mengucapkan maaf kepadanya seperti waktu itu. Tapi pikiran buruk Anel itu ternyata salah. Zafano tetap berdiri dihadapan Anel yang masih terduduk untuk menolongnya.
Tiba tiba Zafano mengulurkan tangannya kepada Anel untuk membantu dia berdiri. Dan itu berhasil membuat mata Anel membulat, merasa tak percaya dengan perbuatan orang yang ada dihadapannya. Pasalnya orang itu akan membiarkan Anel jatuh begitu saja seperti waktu itu tanpa mau menolong tapi beda dengan kali ini ia mau menolongnya.
"Kenapa dia terlihat makin cantik saja" batin Zafano sambil tersenyum.
"Heey..." ucap Zafano membuyarkan lamunan Anel yang masih menatap wajah Zafano begitu lekat tanpa berdiri.
"Ya Tuhan ada apa dengan hatiku yang terus berdebar ini. Saat menatap Wajah dia begitu lama, apa aku jatuh cinta dengannya." batin Anel yang masih merasakan dag dig dug dihatinya.
"Eehhh iya." jawab Anel gelagapan.
"Elo masih mau duduk disitu atau berdiri."tanya Zafano yang masih mengulurkan tangannya pada Anel lalu uluran tangannya diterima Anel sambil mencoba berdiri.
"Makasih pak Zafano udah mau membantu gue berdiri." jawab Anel.
"Maaf saya harus pergi." ucap Zafano sambil meninggalkan Anel yang masih mematung berdiri menatapnya.
~~
"Anellyana Larasati Miligan!" terdengar nama Anel disebut dengan keras. Entah berapa oktaf suara milik pak Broto.
Panggilan itu terdengar hingga keluar kelas, Anel tergopoh gopoh memasuki ruangan. "Sialan, hari ini dosen botak sudah masuk dulu." batin Anel yang sudah frustasi.
"Nggeekk." dibukanya pintu itu perlahan. Semua mata tertuju pada Anel, tatapan paling tajam mengerikan tentulah mata yang ada didepan whiteboard.
"Jam berapa ini.?" bentak pak Broto pada Anel. Sambil menyilangkan kedua tangan didada.
"Siapa nama kamu.?" ucap pak Broto melihat absen pada layar laptop.
"A..Nel...pak" jawab Anel ketakutan.
"Anel siapa" tegas pak Broto.
"Anel pak, Anellyana Larasati Miligan." jawab Anel sambil menundukan kepalanya.
"Baru saja namamu dipanggil tadi! panjang umur sekali,ya!." ucap pak Broto sambil marah menatap tajam ke Anel.
Kini Anel tak berani untuk pergi duduk ditempat duduknya, ia hanya berdiri didekat pintu.
"Sekarang kamu keluar dari kelas saya, cepat."tegas pak Broto. Dan Anel pun keluar sambil wajah yang sedih.
Sekarang Anel pergi menuju taman untuk memenangkan dirinya. Saat ini Cleo dan Clara masih dikelas masing masing.
Anel kini duduk dibawah pohon sambil mendengar musik lewat earphone sambil menutup matanya. Menikmati udara segar dan sepoi sepoi angin yang diiringi kicauan burung. Sungguh suasana yang menenangkan untuk menghilangkan beban pikiran diotak Anel saat ini.
"Anel."ucap Nathan yang sedang duduk dibawah pohon rindang itu.
"Elo ternyata Nath." ucap Anel sambil membuka matanya
"Nel ngapain lo duduk disini bukannya dikelas." ucap Nathan.
"Gue telat masuk dikelas pak botak jadi diusir dari kelas ga boleh ikut matkulnya" ucap Anel dengan nada sedih. Dan Nathan mengangguk karena dia tau siapa pak botak alias pak Broto namanya.
"Boleh gue nemenin lo disini ngga, sebelum masuk kelas"tanya Nathan.
"Boleh sini duduk disamping gue." jawab Anel lalu Nathan duduk.
"Lo cantik Nel, mungkin gue bakal bahagia banget kalau bisa punya pacar kek lo." ucap Nathan spotan dengan pelan yang masih bisa didengar Anel.
"Elo tadi bilang apa Nath."tanya Anel yang terkejut mendengar ucapan Nathan tadi.
"Emangnya tadi gue bilang apa Nel."balas Nathan gugup.
Yang dibalas Anel dengan mengangkat bahunya.
"Nath gue boleh pinjem bahu lo ngga." ucap Anel
" Boleh dong Nel, lo minta hati gue bakal gue kasih juga." balas Nathan dan Anel pun tersenyum mendengar perkataan Nathan. Lalu Anel menyenderkan kepalanya dibahu Nathan mereka saling melemparkan candaan satu sama lain.
Dari kejahuan ada sepasang mata yangbsedang memperhatikan mereka yang sedang asik bercanda dan tertawa bersama membuat orang itu merasa emosi ingin marah.
"Hey pak Zafano" sapa seseorang mahasiswi. Tapi Zafano masih diam dan cuek tanpa melihat kearah mahasiswi itu.
"Pak Zafano lagi nglihatin Anel sama Nathan ya." ucap Mahasiswi itu lalu Zafano menoleh ke mahasiswi itu saat mendengar nama Nathan.
"Mereka emang selalu kelihatan mesra banget pak, kalau dikampus bahkan sering bolos saat ada matkul." sambunya menjelek jeleki Anel dan ingin membuat Zafano marah kepada Anel. Dan itu berhasil memunculkan amarah Zafano lalu Zafano meninggalkan mahasiswi itu untuk menghampiri Anel dan Nathan.
" Yes gue berhasil bikin Anel kena marah sama pak Zafano rasain tuh Nel." guman Mahasiswi itu yang benci pada Anel.
"Wooohh...hebat banget ya kalian, berdua duaan disini saat masih matkul berlangsung." ucap Zafano sambil bertepuk tangan. Yang membuat Anel dan Nathan terkejut dengan kedatangan Zafano lalu mereka berdiri.
"Maksud bapak apaan ya?" tanya Nathan.
"Ceh masih mengelak juga, ini masih jam matkul berlangsung kenapa kalian malah pacaran disini." tegas Zafano.
"Maaf pak tapi matkul saya belum dimulai pak, jadi jangan nuduh seenaknya." ucap Nathan tak terima dikira bolos oleh Zafano.
"Kenapa kamu disini bukannya matkul kamu masih berlangsung." tanya Zafano pada Anel.
"Saya bisa berada disini karena bapak " tegas Anel yang sedang menahan emosinya.
"Apa karena saya, emang saya ngapain kamu." ucap Zafano tak mau kalah.
"Kalau tadi bapak ga nabrak saya, ga bakal saya telat masuk kelas dan dibolehin pak Broto ikut kelasnya. Bukan sebaliknya."ucap Anel dengan suara keras, lalu pergi meninggalkan Zafano dan Nathan disana lalu disusul oleh Nathan.
"Maaf pak, saya permisi mau kekelas" ucap Nathan sambil melewati Zafano yang masih diam.
"Nel...Anel...tunggu" ucap Nathan dan Anel berhenti.
"Ada apa Nath,sana masuk kelas gih ntar telat lho." jawab Anel. Tiba tiba Nathan memeluknya dari depan dan membuat Anel terkejut.
"Elo baik baik aja kan." tanya Nathan.
"Iya gue baik baik aja, Nath tolong lepasin pelukannya." jawab Anel sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Nathan.
Ting...
Cleo: "Lo dimana Nel? gue dikantin."
Anel: "Ini mau kekantin."
Cleo:" oke gue tunggu."
"Gimana Cle, Anel dimana?" tanya Clara.
"Dia sedang menuju kesini" jawab Cleo.
Tidak lama Anel tiba dikantin dan menghampiri kedua sahabatnya lalu duduk.
"Nel lo kenapa muka lo tekuk."tanya Clara.
"Ga papa cuma kena sial aja hari ini."jawab Anel
"Sial gimana sih Nel cerita coba." pinta Cleo
"Jadi tadi gini gue kan jalan sambil lari tergesa gesa disepanjang koridor takut terlambat di matkul pak botak yang mau dimulai. Tiba tiba pak sialan nabrak gue trus jatuh, gue jadi terlambat buat masuk kelas pak botak saat gue masuk dalam kelas baru nyampe pintu gue dimarahin pak botak terus disuruh tidak boleh ikut kelasnya. Lalu gue pergi ketaman duduk dibawah pohon,Nathan datang duduk disamping gue nemenin gue karena dia belum ada kelas. Saat lgi asik bercanda tawa pak sialan datang seenak jidat nuduh kita bolos saat matkul berlangsung tanpa tanya terlebih dahulu kenapa kita berdua ada disana malah dia bilang kita asik pacaran." jelas Anel panjang lebar sambil mengepalkan tangannya saat ingat kejadian tadi.
"Eh tapi pak sialan yang lo maksud siapa? kalo pak botak kan pak Broto." tanya Cleo.
" Pak sialan itu pak rektor baru." jawab Anel sambil cemberut. Lalu dibalas Cleo dan Clara dengan tawa.
"Kok kalian ketawa sih." ucap Anel
"Ya lucu aja Nel masak pak Zafa datang sambil marah dan nuduh kalian lagi asik pacaran. Tanpa nanya sama kalian dulu, kan biasanya dosen kalau lagi negur pasti nanya dulu nah ini ga, iya kan Cle."balas Clara sambil tertawa bahak bahak.
"Iya tuh Nel kayak orang cemburu...hahaha." ucap Cleo.
Tiba tiba seisi kantin dibuat gempar dengan kedatangan rektor baru dikampus mereka yang sedang menuju kantin.
Semua mahasiswi akan mencari perhatian lebih, bagi mereka saat ini Zafano adalah idola baru untuk mereka, juga membuat semangat untuk belajar dikampus.
Tapi itu semua membuat Zafono merasa risih, Dia tidak menanggapi atau bisa dibilang sangat cuek dan banyak mahasiswi yang sekedar menyapa memanggil dan mengutarakan hatinya sambil berteriak.
"Ya ampun kok rektor baru itu makin ganteng aja." ucap salah satu mahasiswi yg ada dikantin.
"lya makin cool aja jadi makin suka deh."
"Hai pak rektor yang ganteng duduk sini dong."
"Pak Zafano i love you" teriak mahasiswi yang mengutarakan perasaan hatinya.
"Pak saya mau dong jadi istri anda."
"Kalo boleh saya mau dong jadi temen tidur bapak."
Kurang lebihnya seperti itu ucapan para mahasiswi yang disampaikan pada Zafano rektor baru yang menjadi idola mereka saat ini. Seperti biasa Zafano terlihat cuek dan dingin tanpa membalas ocehan mahasiswinya .
"Ada apa sih kok rame banget." tanya Anel
"Iya gue jadi kepo deh, coba gue lihat dulu." jawab Clara sambil berdiri pergi untuk melihat dikerumunan.
"Eh ada apa sih kok rame banget." tanya Clara pada salah satu mahasiswa yang sedang melihat.
"Ouh itu mahasiswi pada dihebohkan dengan kedatangan pak Zafano rektor baru mau kekantin.
"Gimana Ra?" tanya Cleo yang sudah duduk.
"Itu pak Zafa sedang kemari jadi pada heboh deh."jawab Clara.
"Nel...tuh lihat pak Zafa kok jalan kemari ya. Apa mau nyamperin kita." ucap Cleo sambil melihat Zafano yang semakin dekat menuju ke meja mereka.
"Bomat." jawab Anel cuek sambil minum.
"Saya boleh duduk disini.?" tanya Zafano cuek kepada mereka.
"Silahkan pak ini kan kursi milik kantin bukan milik kita."jawab Cleo.
Lalu Anel beranjak berdiri sambil mengambil tas dan hpnya yang berada diatas meja. Saat ia ingin melangkah tiba tiba tangannya dipegang Zafano.
"Duh kenapa hati gue dag dig dug ya." batin Anel
"Kamu mau kemana."tanya Zafano cuek.
"ltu bukan urusan bapak, lagian saya malas lihat muka bapak yang sok kegantengan. Setiap saya deket bapak bawaannya saya sial terus dan bikin emosi."seru Anel sambil megeprak meja karena udah kesal membuat semua orang yang ada disitu melihat kearah mereka. Lalu Anel melangkah untuk pergi tapi langkahnya terhenti saat Zafano memanggilnya.
"Nona Anellyana Larasati Miligan yang terhomat. Tolong jaga perilaku anda dan kalau bicara yang sopan kepada saya. Disini saya rektor anda jadi kalau bicara jangan seenaknya, apa seperti itu ortu anda mengajarkan anda saat bicara dengan orang lain tanpa memakai etika."balas Zafano dengan tegas dengan menekan kata katanya.
"Saya bisa mengeluarkan anda dari kampus ini jika anda tak sopan dengan saya."sambungnya.
"Stop...saya tidak peduli jika anda mau mengeluarkan saya dari kampus ini. Tapi jangan pernah bapak bawa bawa orang tua saya mereka tak salah kepada anda." ucap Anel muak mendengar Zafano yang membawa orang tuanya , dengan wajah memerah karena menahan marah lalu pergi keluar dari kantin.
"Nel..lo mau kemana tunggu kita."teriak Clara pada Anel tapi tidak dibalas Anel dihiraukan begitu saja seperti angin yang lewat.
"Maafin Anel ya pak emang begitu orangnya...kita pamit pergi dulu" ucap Cleo pada Zafano yang kini tengah duduk.
"Nel tungguin kita dong" ucap Cleo pada Anel yang kini berada disamping Anel mau masuk kedalam mobil.
"Sorry gue minta maaf." ucap Anel.
"lt's okay Nel gue sama Clara tau kok dengan perasaan lo." ucap Cleo lalu dibalas Anel dengan senyuman manis melihatkan siung sama lesung pipinya.
"Sekarang elo mau kemana." tanya Clara.
"Gue mau pulang mau tidur nenangin pikiran gue."jawab Anel terlihat sedih.
"Yaudah elo hati hati ya Nel." ucap Clara.
"Kalau udah nyampe rumah kabarin kita."sambung Cleo karena ia tak ingin terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
Jangan lupa like and vote...
Makasih udah mau baca karya saya dan maaf untuk typo yang bersebaran.