MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Menunda



Keesokan harinya Anel dan Zafano sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit memeriksakan kandungan Anel.


"Honey, hari ini tidak bekerja lagi" ucap Anel pada Zafano. Mereka kini berada di dalam lift.


" Tidak" ucap Zafano.


Ting..


Pintu lift terbuka Zafano dan Anel keluar dari dalam lift. Berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui Ratna.


"Bunda" ucap Zafano.


Pada Ratna yang tengah duduk sendirian sambil bermain hp. Karena Rendi sudah berangkat ke kantor.


"Kalian mau pergi ke rumah sakit" ucap Ratna.


"Iya bun" ucap Anel.


"Kita pamit pergi dulu bunda" ucap Zafano.


Lalu mencium punggung tangan Ratna begitu pula Anel mengikuti Zafano yang mencium punggung tangan Ratna.


"Iya, hati-hati di jalan. Jaga Anel dan cucu bunda" ucap Ratna.


"Baik bunda" ucap Zafano.


Saat ini Zafano dan Anel sudah berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah sakit. Selama di dalam perjalanan Zafano terus menggenggam tangan Anel. Bahkan, sesekali ia mencium punggung tangan istri nya itu.


"Sayang, aku tak sabar melihat anak kita" ucap Zafano tersenyum.


"Apa honey bahagia aku hamil" ucap Anel.


"Tentu saja" ucap Zafano. Dengan senyum yang terus mengambang di wajahnya. Karena la sudah lama menantikan seorang anak di hidupnya.


"Kita sudah sampai. Ayo turun" ucap Zafano lagi. Saat keduanya sudah sampai di rumah sakit. Anel pun menganggukkan kepalanya dan segera turun dari mobil.


Keduanya masuk ke rumah sakit sambil bergandengan tangan. Sebagian orang yang berada di rumah sakit itu pun seketika melihat ke arah sepasang suami istri yang masih muda itu.


Keduanya langsung masuk kedalam dokter obgyn tanpa mengantri telebih dulu. Karena dokter itu adalah saudaranya anak dari om nya Jordan. Zafano tadi pagi menghubungi dokter itu, kalau dirinya akan datang untuk memeriksa kandungan istrinya.


"Alisia, coba periksa istri ku dan janin di dalam perutnya. " ucap Zafano tak sabaran. Membuat Alisia tersenyum melihat kakak nya yang merasa tak sabaran itu.


"Iya kak, sabar kenapa" ucap Alisa.


"Mari kakak ipar, aku periksa dulu" ucap Alisa. Anel pun menganggukkan kepalanya. Ia berbaring dan Alisa pun memberikan gel dingin di perut Anel kemudian menaruh alat stick yang terhubung di layar monitor. Zafano yang berdiri tak jauh dari Anel, la menatap layar monitor itu.



"Kak Zafano, lihat lingkaran itu ada satu bulatan kecil. ltu anak kak Zafano dan kakak ipar" ucap Alisa.


"Bulatan kecil itu anak ku" ucap Zafano.


"lya kak, selamat ya buat kakak Zafano dan kakak ipar. Kini usianya sembilan minggu dan kondisinya baik-baik saja" ucap Alisa.


la pun membersihkan gel yang berada di perut Anel karena pemeriksaan usg telah selesai. Zafano dan Anel duduk berhadapan dengan Alisa.


"Alisa, kakak boleh bertanya" ucap Zafano dan di angguki Alisa.


"Bolehkah aku dan istri ku bercinta setiap hari"ucap Zafano. Karena la kemarin malu untuk bertanya kepada dokter yang memeriksa Anel kemarin karena banyak anggota keluarga yang berada di kamarnya.


Anel langsung mencubit pinggang suaminya, karena la merasa malu dengan perkataan polos dan vulgar suaminya. Zafano tersenyum kearah Anel karena cubitannya tak terasa sakit sama sekali.


" Boleh saja kok kak, tapi untuk sementara waktu di kurangin dulu. Mengingat usia kandungan kakak ipar yang masih muda dan rawan" ucap Alisa.


Setelah selesai mengobrol mengenai seputar info tentang ke hamilan untuk Anel. Zafano dan Anel pun keluar dari ruangan Alisa dan kembali ke rumah.


--


Setibanya di rumah, Anel dan Zafano melihat Cleo dan Clara yang sedang duduk bersama Ratna di gasebo taman.


"Anel" ucap Cleo dan Clara lalu memeluk Anel.


"Kalian udah lama di sini" ucap Anel.


"Lumayan sih" ucap Cleo.


"Nel, kamu beneran hamil" ucap Clara bahagia.


"Bagaimana keadaan nya, katanya bunda kamu dan pak Zafano ke rumah sakit memeriksakan kandungan mu" ucap Cleo.


"Iya, baru sembilan minggu dan dia baik-baik saja" ucap Anel sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Oh ya ada apa kalian kesini" ucap Anel.


"Kita kesini mau ngasih tau kalau besok kita sudah mulai berkuliah lagi" ucap Clara.


"Gak boleh, kamu gak boleh kuliah lagi dulu" ucap Zafano.


"Kok gitu sih, katanya kan aku boleh nglanjutin S2 di sini" ucap Anel.


"lya tapi sekarang kamu tidak boleh, kamu sedang hamil. Kamu ingat bukan kalau usianya masih muda dan rawan" ucap Zafano.


"Sayang, apa yang di katakan suami mu ada benarnya juga. Bukan nya kamu tak boleh berkuliah lagi tapi harus menundanya dulu setelah kamu melahirkan. Kami semua takut dengan keadaan mu sekarang ini, kami takut bahaya mengincar mu. Apalagi kandungan mu masih muda dan rawan takutnya nanti ada kenapa-napa dengan mu dan anak mu. Maka dari itu ayah,bunda,papah dan mamah mu juga meminta mu untuk menunda dulu sampai kamu lahiran." ucap Ratna dengan lembut.


"Tapi bun, aku masih bisa menjaga diri ku sendiri dan juga kandungan ku. Lagian juga ada Cleo dan Clara yang akan bantu aku" ucap Anel.


"Jadi ku mohon Honey dan bunda mengijinkan ku untuk kuliah besok" ucap nya lagi.


"Tetap tidak boleh, kamu tidak boleh kuliah sampai melahirkan" bentak Zafano tegas.


"Tapi honey aku tetap ingin mulai besok lagi pula jika aku diam di rumah akan stres karena bosan. ltu juga tak baik untuk ibu hamil" ucap Anel dengan sendu.


"Kamu bisa ikut aku ke kantor dan aku akan mengajak mu berjalan-jalan jika kamu bosan." ucap Zafano keras.


"Tapi Honey....itu juga akan membuatku merasa bosan juga jika setiap hari begitu" ucap Anel.


"Bunda..ku mohon mengertilah. Dan tolong beri ijin buat Anel, aku berjanji akan menjaga diriku dan anak ku sebaik mungkin sehingga bahaya tak mendekat" ucap Anel sendu seperti ingin meneteskan air mata.


Membuat Ratna yang melihatnya merasa tak tega dengan Anel.


"Bunda..." rengek Anel pada Ratna.


"Bun, jang..." ucap Zafano berhenti.


"Zafano diam" ucap Ratna sambil memberi kode dengan tangannya.


"Tapi bund.." ucap Zafano terhenti lagi.


"Zafano cukup, lihat lah istri mu apa kau tak kasihan padanya. Setelah bunda pikir juga ada benarnya, jadi bunda memberikan ijin buat istrimu. Begitu pula dengan mu harus memberikan ijin" ucap Ratna.


"Hmm, baiklah bun" ucap Zafano pasrah karena mendapatkan tatapan tajam dari Ratna.


"Makasih bunda...honey" ucap Anel memeluk mereka berdua bergantian.


"Tapi ada syaratnya, kamu boleh kuliah sementara waktu saja saat perutmu masih terlihat kecil dan saat sudah besar kamu berhenti kuliah. Dan saat di kampus atau pun pergi harus ada pengawal" ucap Zafano.


"Tapi honey aku merasa tak nyaman jika harus di kawal" ucap Anel.


"Jika tak mau di kawal, yaudah jangan kuliah" ucap Zafano tegas membuat Anel pasrah.


"Baiklah" ucap Anel.


"Bunda harap kamu mengerti akan posisi mu juga sayang. Lagian itu semua untuk kebaikan kamu dan anak mu, kami tak ingin kamu kena bahaya. Ayah udah menyiapkan dua bodyguard yang akan menjaga mu dari dekat dan yang lainnya secara tersembunyi" ucap Ratna.


"lya bun,Anel juga tau siapa diri Anel." ucap Anel.