
"Mamah.." ucap Anel langsung memeluk Wilna.
"Anel kangen banget sama mamah" ucapnya lagi.
"Mamah juga" jawab Wilna sambil membalas pelukan Anel.
"Ayo kita lanjut ngobrol nya di ruang keluarga" ucap Wilna.
"Oke" jawab Anel dan Emelly barengan.
Kini mereka bertiga sudah duduk di sofa ruang keluarga dengan di temani beberapa snack, bolu dan jus.
"Tadi kamu kesini sama siapa sayang" tanya Wilna.
"Diantar pak sopir" jawab Anel sambil minum.
"Ouh.." ucap Wilna.
"Kak, sudah berapa bulan? " tanya Anel saat melihat perut besar Emelly lalu di usap-usapnya.
"Delapan bulan lebih sedikit" jawab Emelly.
"Sebentar lagi keponakan ku keluar dong, baik-baik di sana baby handsome aunty sudah tak sabar ingin melihat mu" ucap Anel kembali mengusap perut Emelly.
"Iya, aunty cantik" jawab Emelly menirukan suara anak kecil.
"Bagaimana dengan mu Anel, apa sudah ngisi" tanya Emelly.
"Belum kak" jawab Anel lirih sambil menundukan sedikit kepalanya.
"Kok bisa bukannya kalian sering bikin hingga tak pernah absen" ucap Emelly.
"Aku minum pil KB kak, jadi aku gak hamil" jawab Anel lirih karena takut Emelly dan Wilna akan marah kepada nya.
"Apa...!"teriak Wilna dan Emelly barengan saat mendengar ucapan Anel.
"Astagfirullah..sayang kenapa kamu nglakuin itu" ucap Wilna.
"Maaf mah, Anel masih belum siap untuk hamil dan takut menjadi ibu yang gagal serta Anel ingin melanjutkan kuliah Anel di NewYork mencapai cita-cita Anel" jelas Anel.
"Aduh sayang, kenapa kamu harus punya pikiran seperti itu sih. Kalau suami mu tau pasti dia akan marah sama kamu" ucap Wilna.
"Iya Mah, dia memang lagi marah dengan ku tadi malam dia menemukan pil yang aku minum dan dia benar-benar marah sampai sekarang, maaf ...Mah" ucap Anel tak terasa air matanya keluar atas bentuk peyesalannya.
"Kamu seharusnya minta maaf sama Zafano suami mu, bukan sama mama" jawab Wilna.
"Anel udah minta maaf sama Zafano, Mah. Tapi dia tak mau memaaf ku ...hiks..hiks..Mah tolong bantu Anel supaya Zafano mau memaafkan Anel" ucap Anel.
"Maaf, Mamah gak bisa bantu kamu karena itu juga masalah rumah tangga mu dengan Zafano. Mamah gak berhak untuk mencampuri urusan rumah tangga mu begitu pula dengan Emelly suatu nanti. Kamu minta maaf lah kembali sama Zafano sampai dia memaafkan mu." jawab Wilna.
"Tapi kalau dia gak mau memaafkan aku gimana, Mah" ucap Anel.
"Sayang, suami kamu pasti mau memaafkan mu tidak ada suami yang tak mau memaafkan istri saat bersalah kecuali istrinya itu berselingkuh. Saat ini dia mungkin benar-benar kecewa dan marah atas keputusan mu jadi dia tak mau memaafkan mu. Tapi jika kalau kamu mau berubah pasti suami mu akan memaafkan mu" jelas Wilna.
"Kalau untuk pendidikan mu kamu tak usah khawatir dan tak perlu melanjutkan S2 di NewYork. Kamu bisa kuliah di negara ini di universitas terbaik, jika kamu ingin kuliah di univ yang swasta atau negeri kamu tinggal pilih saja seperti yang kamu inginkan dan ilmu yang di dapatkan tak kalah dengan univ di NewYork yang kamu inginkan. Walaupun kamu tak bisa kuliah NewYork, kuliahkan saja anak mu kalau sudah besar di NewYork. Biarkan saja anak mu yang melanjutkan impian mu untuk kuliah di NewYork dan kamu juga masih bisa menjadi seorang Psikolog muda dengan kuliah di dalam negeri." sambung nya.
"Mamah, minta kabulkan saja permintaan suami mu untuk segera memiliki anak dari mu. Dengan begini kamu tidak akan membuat kecewa suami mu lagi dan apa kamu tahu perasaan mertua mu yang sangat mengharapkan cucu dari mu setelah tahu kamu minum pil? perasaannya juga sama seperti Zafano kecewa dengan mu dan bisa di bilang kamu menantu yang tak menghormati dan menuruti suami mu. Di keluarga Stanley juga membutuhkan seorang anak untuk mewarisi kekayaan berlimpah yang di milik keluar Stanley dan kamu tau sendiri kekayaan harta nya lebih berlimpah ruah dari keluarga Miligan. Zafano anak tunggal semua harta Stanley di wariskan kepadanya, makanya dia menginginkan anak dari mu untuk mewarisi hartanya tersebut. Jika tak ada penerus di keluarga Stanley maka semua harta kekayaannya akan di rebut dan di kuasai oleh orang lain yang menginginkan itu." jelas Wilna lagi dengan bijak.
"Bener tuh dek, kata mama kamu harus memberi keturunan di keluar Stanley sebagai penerusnya. Emang kamu juga mau kehilangan Zafano sebagai suami mu karena kau tak memberinya anak dan Zafano pun bosan dengan mu hingga mencari istri baru yang mau memberinya anak" ucap Emelly.
"Tidak, aku tak mau menjadi janda. Aku sangat mencintai suami ku dan aku tak rela jika dia harus menikah lagi dengan wanita lain, cukup aku yang menjadi istri nya sampai maut memisah kan kita berdua" ucap Anel.
"Bearti kamu setuju dong untuk hamil dan memberikan penerus di keluarga Stanley" ucap Wilna. Dan di anggu ki Anel.
"lya Mah, Anel setuju akan memberikan anak yang banyak untuk suami ku sebagai penerus di keluarga Stanley" ucap Anel dengan penuh keyakinan setelah mendengarkan nasehat perkataan dari Wilna dan Emelly yang di rasanya itu memang benar ada nya. Dan dia yakin untuk hamil secepatnya dan tak akan meminum pil KB lagi untuk seterusnya.
"Baguslah dek kalau kamu mau mendengarkan perkataan mamah dan kakak untuk mau berubah. lngat di luaran sana banyak wanita cantik dan sexy yang mencoba menggoda suami tampan mu untuk di jadikan istrinya agar bisa menikmati harta milik suami mu. Jadi kalau kamu tak ingin kehilangan suami tampan mu turuti lah kemauannya dan jangan biarkan para hama mendekati suami mu untuk merusak rumah tangga kalian" ucap Emelly.
"Iya kak, akan ku jauhkan para hama itu dari suami ku hingga rumah tangga kami tetap utuh dan romantis. Makasih Mamah dan Kak Emelly atas nasehatnya hingga membukakan pikiran dan hati Anel menjadi lebih baik lagi" ucap Anel lalu memeluk Wilna dan Emelly.
"Iya, sama-sama" ucap Wilna dan Emelly barengan sambil membalas pelukan Anel.
"Mamah, seneng banget deh bisa kumpul dengan kalian berdua. Anak-anak cantik mamah dan papah" ucap Wilna sambil merenggangkan pelukannya.
"Anel juga jadi tak mau berpisah dengan mamah dan ingin selalu bersama dengan mamah seperti dulu" ucap Anel.
"Maaf kan Emelly, dulu yang tak pernah ada waktu buat bermain dan mengobrol dengan mamah dan Anel" ucap Emelly.
"Udah kak lupakan saja yang dulu biarlah berlalu. Sekarang gantian kakak yang menemani mama buat bermain dan mengobrol karena aku sudah tak tinggal di sini lagi" jawab Anel.
"Benertuh kata adik mu, mari kita berpelukan lagi" ucap Wilna, Mereka bertiga pun berpelukan lagi seperti teletubis yang suka berpelukan...berpelukan..Hahaha..
Waktu di jam pun terus berputar tak terasa kini sudah petang dan Anel pun segera mandi karena badannya terasa lengket setelah tidur nyenyak. Anel keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk kecil yang melilit tubuh nya, bertepatan kedatangan Zafano masuk ke dalam kamar habis pulang hari kantor.
"Honey, kamu sudah pulang" ucap Anel menghampiri Zafano yang tengah berjalan ke sofa untuk duduk.
"Hmm" jawab Zafano cuek.
"Honey, please jangan marah lagi. Dan tolong maafkan aku" ucap Anel.
"Aku akan menuruti semua keinginan honey, asal honey mau memaafkan ku" sambungnya sambil memeluk Zafano.
"Kamu yakin akan menuruti semua permintaan ku" ucap Zafano.
"lya Honey" jawab Anel.
"Bearti kamu udah siap untuk hamil memberikan aku anak dan melanjutkan S2 mu di sini" tanya Zafano sekali lagi dan di dalam hati nya merasa senang akhirnya istri nya mau menuruti keingan diri nya.
"Iya dan aku akan memberikan keturunan yang untuk mu" jawab Anel.
"Baiklah, aku memaafkan mu. Tapi jika kamu ulangi sekali lagi aku tak akan memaafkan mu untuk selamanya. Dan satu lagi aku minta kamu jangan pernah untuk minum pil sialan itu dan suntik penunda kehamilan, aku tak mau kamu kenapa-kenapa. Aku ingin kamu hamil terus dan jika kamu ingin berhenti tak hamil memiliki anak lagi untuk sementara, kamu bilang lah sama aku dengan baik-baik. Aku akan mengatur nya supaya kamu tak hamil walaupun setiap hari kita bercinta" ucap Zafano.
"Iya Honey" jawab Anel.
"Ayo kita bikin Zafano junior" bisik Anel di telinga Zafano sambil melepas handuknya.