
"Udah deh tenang dulu, kita cari dia. Mungkin juga dia sedang bersama Pak Zafano, Kak Raka dan Kak Daniel" ucap Cleo.
"Ayo kita cari mereka" jawab Clara.
Cleo dan Clara mengelilingi ballroom mencari keberada Anel,Zafano,Raka dan Daniel di tengah keramaian. Sambil matanya clingukan mencari keberadaan mereka, tak lama Cleo dan Clara menemukan Zafano, Raka dan Daniel yang tengah duduk bersama di sebuah meja, tanpa ada Anel.
"Cle, itu mereka ayo kesana" ucap Clara.
"Iya" jawab Cleo.
Mereka berdua berjalan menghampiri meja tempat Zafano, Raka dan Daniel duduk.
"Pak Zafano, Kak Raka, Kak Daniel"ucap Cleo.
"Eh kalian berdua, mari duduk" jawab Raka.
"Cleo, Clara kok kalian berdua Anel istri ku mana" ucap Zafano. Tak melihat Anel bersama Cleo dan Clara pasalnya tadi Anel bersama dengan Cleo dan Clara.
"Nah itu Pak, yang ingin saya tanyakan" jawab Cleo.
"Maksudnya" ucap Zafano.
"Tadi kami berdua bersama dengan Anel, tapi saat kita mau gabung sama teman yang lainnya. Anel kita ajak tidak mau, yaudah dia kita tinggal dan suruh nunggu di meja tempat dia makan. Nah, pas kita balik ke tempat Anel, dia sudah tidak ada di sana" jelas Cleo.
"Dan kita kira Anel sedang bersama kalian bertiga" ucap Clara.
"Tapi Anel tidak bersama kita dari tadi" ucap Raka.
"Iya, aku saja tak melihat istri ku setelah kita foto bersama tadi" ucap Zafano.
"Kalian berdua sudah cari Anel" tanya Daniel.
"Kita tadi udah mengelilingi ballroom ini mencari kalian, dan kita tidak menemukan Anel" ucap Cleo.
"Apa jangan-jangan ada yang menculiknya" ucap Clara.
"Sembarangan kamu Cla kalau ngomong" bentak Raka.
"Bisa jadi tuh apa kata Clara" ucap Daniel.
"Nah tuh dengerin kak Daniel, dia aja benerin ucapan ku" ucap Clara menyombongkan diri karena di bela Daniel.
"Bener apanya kalian berdua ngaco" ucap Raka.
"Kita tuh gak ngaco, mungkin bisa jadi Anel di culik oleh saingan bisnis Zafano secara kita sendiri kan tau bagaimana banyaknya orang yang merasa iri terhadap kekayaan keluarga Stanley. Mungkin saja Anel di culik untuk dijadikan sanderaan mereka supaya bisa meminta tebusan berupa sebagian harta keluarga Stanley untuk membebaskan Anel" jelas Daniel. Membuat Zafano menjadi tambah khawatir terhadap Anel apa bila yang di ucapkan Daniel benar terjadi.
"Yang di omongin Daniel ada benarnya juga, kalau gitu aku minta bantuan kalian buat nyari di semua sisi ballroom, toilet dan tempat parkir" ucap Zafano.
"Siap " ucap Cleo,Clara,Raka dan Daniel serempak.
"Apa perlu kita menghubungi ayah untuk meminta bantuan" ucap Raka.
"Jangan hubungi ayah dulu, aku takut bunda, mamah, papah juga khawatir saat ayah memberitahu kabar Anel hilang." ucap Zafano.
"Kamu hubungi salah satu bodyguard yang bekerja dengan ku supaya mereka membantu kita mencari Anel. Jika Anel tidak ketemu baru nanti kita hubungi ayah dan papah untuk meminta bantuan" sambungnya.
"Baik, Zaf" ucap Raka.
Zafano, Raka, Daniel, Cleo dan Clara berpencar mencari keberadaan Anel tapi tak kunjung ketemu.
"Gimana Cla ketemu Anel" ucap Cleo.
"Tidak" jawab Clara sambil menggelengkan kepalanya.
Disisi lain Nathan dan Anel berjalan masuk ke dalam ballroom mencari keberadaan Zafano tapi tidak ketemu.
"Nath, aku sudah tak tahan lagi"ucap Anel sambil ingin melepas dressnya.
"Tahan dulu Nel, aku akan cari bantuan untuk membawa mu ke kamar hotel jangan di lepas disini" jawab Nathan menahan tangan Anelyang sudah siap untuk melepas dressnya.
Saat Nathan ingin melangkah pergi tak sengaja matanya melihat Cleo yang sedang bersama Clara.
"Clara...Cleo" teriak Nathan. Karena di ballroom itu ramai dan dentuman suara musik yang keras.
"Cleo...Clara..." teriaknya lagi.
"Eh..Cle kamu denger tidak kek suara orang manggil kita" ucap Clara.
"Cleo...Clara.." teriak Nathan lagi.
"Iya, aku denger tapi siapa yang manggil" ucap Cleo.
"Iya, ayo kesana" jawab Cleo.
"Nathan...Anel..." ucap Cleo dan Clara barengan.
"Nel kamu..." ucap Clara terpotong.
"Cle..Cla..aku minta tolong bawa Anel ke kamar hotel no. 555 sekarang. Aku akan mencari Pak Zafano" ucap Nathan memotong ucapan Clara.
"Anel kenapa Nath" ucap Cleo saat melihat bibir bawah Anel berdarah.
"Anel terkena obat perangsang dan dia sudah tak tahan lagi. Makanya cepat bawa Anel ke kamar hotel no.555" ucap Nathan sambil melangkah pergi untuk mencari keberadaan Zafano.
--
"Zaf, aku tak menemukan Anel" ucap Raka menghampiri Zafano.
"Maaf Zaf, aku juga tak menemukan Anel" ucap Daniel.
"Akhh...dimana kamu sayang" guman Zafano frustasi khawatir dengan keadaan Anel sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
"Pak Zafano...huffhh..huffh" ucap Nathan ngos-ngosan. Karena la tadi berlari menghampiri Zafano saat melihat Zafano.
"Tenang...tarik nafas lalu buang" ucap Daniel kepada Nathan.
Nathan pun mencoba tenang dengan menarik nafas lalu di hembuskan hingga dirinya benar-benar sudah tenang dan rilek.
"Pak Zafano, gawat Anel sekarang membutuhkan Anda" ucap Nathan.
"Emang ada apa dengan Anel" tanya Zafano.
"Anel terkena obat perangsang, dan tadi ada orang yang ingin membawa pergi Anel lewat lorong. Lalu aku tolong dan aku bantu mencari keberadaan Anda tapi aku tak menemukannya. Untung saja aku melihat Cleo dan Clara meminta mereka berdua untuk membawa Anel kamar hotel no.555 yang sempat aku pesan" jelas Nathan.
"Sialan siapa yang berani memberi istri ku obat perangsang" ucap Zafano marah sambil menggenggam tangannya.
"Rak, Niel kalian cari tau siapa pelaku nya. Aku ingin menemui istri ku untuk membantunya" ucap Zafano lalu melangkah pergi untuk menemui Anel.
"Baik, kita akan bekerja sama dengan cowok ini" jawab Raka.
---
Kini Anel sudah berada di kamar hotel no.555 bersama Cleo dan Clara. Anel saat ini tengah berada di kamar mandi di bayar guyuran air shower dengan keadaan tubuh yang sudah polos.
"Duh..Pak Zafano mana lagi, kasihan Anel sudah tak tahan lagi "ucap Clara tengah duduk di sofa.
"Iya, lama banget datangnya. Apa Nathan belum ketemu dengan pak Zafano" ucap Cleo sambil mondar mandir.
Bruk...
Tiba-tiba pintuk di banting oleh seseorang dengan keras membuat Cleo dan Clara kaget.
"Pak Zafano" ucap Cleo dan Clara kaget saat melihat Zafano yang mendobrak pintu.
"Anel mana" tanya Zafano.
"Dia ada di kamar mandi Pak, cepat tolong Anel Pak Zafano kasihan dia" ucap Cleo.
"lya pak, sampai bibir bawahnya berdarah akibat di gigitnya menahan gairah karena pengaruh obat sialan itu" ucap Clara.
Membuat Zafano yang mendengarnya bertambah marah dan mengepalkan tangannya.
"Brengsek siapa yang berani nglakuin ini semua" bati Zafano. Zafano pun melangkah dengan cepat ke kamar mandi untuk membantu Anel menghilangkan pengaruh obat sialan itu.
Cleo dan Clara keluar dari kamar hotel itu, menutup dan mengunci pintu kamar hotel itu hingga tidak bisa di buka dari arah luar.
Zafano melepas semua pakaiannya hingga tubuh Zafano polos dan masuk ke dalam kamar mandi.
Grep
Zafano memeluk Anel dari arah belakang. Anel yang merasakan tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang, la membalikan tubuhnya di lihatnya Zafano berdiri di depan Anel.
"Honey" ucap Anel lirih dengan tatapan sayu.
"Aku akan membantu mu menghilangkan pengaruh obat sialan itu" jawab Zafano.
Kemudia la mematikan shower dan menggendong Anel untuk di bawah ke ranjang. Zafano membaringkan Anel di atas ranjang, langsung la menindidih tubuh istrinya itu. Zafano langsung mencium bibir Anel dan *******nya begitu pula Anel membalasnya dengan rakus. Ciuman itu semakin turun kebawah di leher jenjang Anel memberikan tanda merah di sana membuat Anel mendesah. Setelah puas bermain di sana Zafano berpindah di gunung kembar Anel, la menyusu di salah satu gunung kembar Anel dengan rakus seperti bayi kelapar dan sesekali menggigit pu***** Anel. Zafano yang rela melihat gunung kembar satu lagi milik Anel di ambil orang, la pun *******-***** nya. Membuat Anel tambah men****h nikmat. Zafano turun dari tubuh Anel menuju ke **** Anel.
"Ah" desah Anel. Saat Zafano terus bermain di bawah sana. Ia meremas rambut pria itu dan menekan kepala Zafano di ****nya agar lebih dalam lagi. Zafano mendongakkan kepalanya dan tersenyum menatap pada Anel yang terlihat sudah tidak sabar untuk di masukin. Ia kembali pada aksinya. Mencium, menjilat, dan menghisap **** Anel yang sudah penuh dengan cairan yang keluar dari sana.
"Honey" ucap Anel tertahan.