MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Kamar kita bersama



Di dalam mobil perjalan pulang


"Honey...kita pulang ke rumah mama dulu ya" ucap Anel yang duduk di sebelah Zafano.


"Mau ngapain, bukan nya kamu lagi capek" jawab Zafano.


"Aku mau ngambil baju dan barang-barang ku dulu di rumah" jelas Anel.


"Baju dan barang - barang mu sudah di antar ke rumah ku" ucap Zafano.


"Dan sudah tertata rapi di kamar kita" sambungnya.


"Kok bisa" tanya Anel.


"Kemarin sore bi Ola datang ke rumah, mengantarkan beberapa koper yang berisi baju dan barang- barang milikmu. Terus bunda nyuruh art yang ada di rumah buat nata baju dan barang-barangmu di kamar kita" ucap Zafano.


"Owh" ucap Anel.


Tak terasa kini mobil Zafano sudah sampai di depan pintu gerbang perkarangan kediaman Stanley.


Bib..


Bunyi klason mobil Zafano, pak Anto yang selaku satpam kediaman Stanley pun membukakan pintu gerbang saat mendengar bunyi klason mobil majikannya itu.


"Sayang...ayo turun" ucap Zafano.


"lya" jawab Anel.


Saat Anel sudah turun dari mobil Zafano, matanya melihat kagum pada barisan mobil- mobil mewah yang berjajar di garansi milik Stanley.


"Honey, apa ini semua koleksi mobil milikmu" ucap Anel sambil menatap satu persatu mobil yang berada di garansi itu.



"Tidak, disini ada sebagian koleksi mobil-mobil mewah dan truk balap milik ayah" jawab Zafano.


"Apa profesi ayah dulu seorang pembalap mobil hingga dia punya truk balap" ucap Anel.


"Ayah bukan seorang pembalap mobil, tapi dia jago membalap saat memakai mobil seperti ku. Karena balapan itu juga termasuk hobby ayah, makanya dia membeli dan mengoleksi truk balap" jelas Zafano.


"Apa kamu juga bisa memakai mobil truk balap itu" ucap Anel sambil menunjuk ke arah mobil truk balap.


"Bisa, apa kamu mau menaiki mobil truk balap itu" jawab Zafano.


Anel yang mendengar perkataan suaminya pun berjingkrak bahagia.


"Iya, aku mau menaikinya" ucap Anel ceria.


"Tapi lain kali aku akan mengajakmu untuk menaikinya. Sekarang kita masuk dulu dan istirahat" ucap Zafano membuat Anel menjadi cemberut dan sedih seperti anak kecil yang tak di turuti orang tuanya.


"Hmm..tapi kamu janji ya bakal ngajak aku naik mobil truk balap tadi" ucap Anel cemberut. Membuat Zafano yang melihat wajah lucu istrinya ingin ketawa.


"Iya, tapi jangan cemberut gitu dong" ucap Zafano.


"Siapa yang cemberut, orang aku aja gak cemberut kok" bohong Anel sambil tersenyum paksa.


"Apa kamu mau melihat kuda" ucap Zafano yang ingin membuat istrinya tidak cemberut lagi.


"Apa kuda....emang di sini ada kandang kuda" ucap Anel antusias. Pasalnya dia suka sekali dengan kuda dan dia hobby menaiki kuda.


"Iya, di sisi rumah ini ada kandang kuda. Kita sekeluarga suka menaiki kuda" jawab Zafano tersenyum.


" Apa kamu bisa naik kuda dan ingin melihatnya" ucapnya lagi.


"Hm..besok saja, aku masih capek dan ingin istirahat di kamar " ucap Anel lirih.


"Baiklah" jawab Zafano.


Zafano dan Anel berjalan menuju lift untuk pergi ke kamar mereka. Saat sampai di lantai 3 tempat kamar mereka berada. Mereka bertemu dengan salah satu art yang baru selesai ber-beres di lantai 3.


"Tuan muda dan nona, selamat atas pernikahan kalian" ucap art itu tersenyum.


"Makasih bi" jawab Zafano dan Anel serempak.


"Dan semoga non Anel betah tinggal disini" ucap art.


"Iya bi" ucap Anel.


"Kalau non butuh apa-apa tinggal panggil bibi aja pasti bibi bantu." ucap art dengan sopan.


"Baik dan makasih" jawab Anel.


"Kalau begitu saya pamit ke bawah..mari tuan muda dan non Anel" pamit art itu.


"Honey, ini kamar mu" ucap Anel sambil melihat sekeliling kamar Zafano yang tertata begitu rapi dan bersih. Dengan nuansa warna biru putih terlihat begitu elegan dan mewah.



"lya sayang dan ini kamar mu juga..kamar kita bersama" ucap Zafano.


"Kamu mau lihat walk in closet nya nggak" ucap Zafano.


"Mau..aku mau lihat. Pasti jauh lebih bagus dari punyaku" jawab Anel begitu antusias tak sabar melihat.


Zafano mengandeng Anel menuntunnya ke walk in closet.



"Bagaimana sayang apa kamu suka" tanya Zafano.


"Iya, ini bagus banget. Apa semua ini kamu yang siapin" ucap Anel sambil menatap sekelilingnya. Mulai dari baju, sepatu, tas hingga aksesoris tertata rapi pada tempatnya.


"Ini semua ide bunda untuk merenovasi kamar ini menjadi indah. Bunda ingin kamu merasa betah tinggal di rumah ini dan nyaman dengan kamar yang akan kamu tempati." jelas Zafano.


"Aku harus berterima kasih pada bunda...kamar ini sangat indah dan nyaman sekali. Aku sangat sangat menyukainya" ucap Anel tersenyum manis.


"Sekarang istirahat lah, katanya kamu capek" ucap Zafano dan di angguki Anel.


Saat Anel sudah berada di atas ranjang dan ingin tidur. Dia melihat Zafano yang ingin keluar dari kamar pun langsung duduk dan tidak jadi tidur.


"Honey..kamu mau kemana" rengek Anel.


"Aku mau ke ruang kerja, ada kerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Zafano.


"Kenapa kamu tak jadi tidur" ucap Zafano mendekati Anel saat dirinya melihat raut wajah istrinya itu sedih.


"Aku gak mau tidur, jika kamu pergi ninggalin aku" ucap Anel sambil meluk Zafano yang duduk disebelahnya.


"Aku nggak ninggalin kamu, tapi mau mengerjakan pekerjaanku yang tertunda kemarin" ucap Zafano memeluk Anel dan mencium kening Anel.


"Tapi aku tak mau di tinggal sendirian. Jadi temani aku tidur " ucap Anel menatap Zafano dengan sedih.


"Baiklah, aku temani tidur. Sekarang tidurlah di sampingku" jawab Zafano sambil menepuk bantal di sebelah.


Anel pun membaringkan tubuhnya dan miring menghadap Zafano.


"Sayang, kenapa kamu tak mau aku tinggal dan menyuruhku menemani tidur" tanya Zafano mengelus rambut Anel.


"Karena aku mencintai mu dan tak ingin kamu pergi meninggalkan aku" ucap Anel.


"Aku juga mencintai mu dan aku tak akan pergi meninggalkan mu. Aku akan selalu ada di sisi mu, di saat kamu sedih dan bahagia. Jika kamu sedih dan butuh sandaran, sandarkan semuanya pada ku, curahkan segala kesediahmu dan cerita lah dengan ku. Aku akan mendengarkan semua cerita mu tanpa bosan" jelas Zafano menatap lekat mata Anel.


"Makasih, honey. Kamu mau menjadi bagian hidup ku dan menerima semua kekurangan ku" ucap Anel lalu mencium bibir Zafano.


Zafano pun menahan tengkuk leher Anel untuk memperdalan ciuman dan ******* bibir ranum Anel yang sudah menjadi candunya. Anel pun ikut ******* dan menyapu bibir Zafano hingga bersih. Membuat Zafano ingin menjamah istrinya kembali, membuat istrinya mendesah di bawah kungkungannya.


"Sayang, ayo kita buat Zafano junior" ucap Zafano dengan suara berat menahan hasrat.


"Aku masih lelah honey, nanti malam saja." jawab Anel.


"Ayo lah sayang..aku sudah tak kuat" ucap Zafano.


"Udah deh honey jangan mesum" jawab Anel.


"Mesum sama istri sendiri nggak papa sayang" ucap Zafano.


" Tadi kamu nyuruh aku nemani kamu tidur dan kamu duluan cium bibir ku hingga membangkitkan hasrat ku" sambungnya sambil mengarahkan tangan Anel pada miliknya yang sudah menengah.


Anel yang merasakan milik suaminya sudah menengah pun langsung menjauhkan tangannya dari milik Zafano.


"Gimana sayang kamu sudah merasakan milikku yang udah menengah kan. Ayo sayang kita lakukan itu dan puas kan aku" rengek Zafano.


"Tapi aku masih lelah honey" tolak Anel.


"Tapi aku sudah tak tahan karena mu, sayang. Ayo lah satu ronde saja deh" bujuk Zafano.


Anel yang merasa capek dan tak ada gunanya buat berdebat dengan suaminya pun pasrah di ajak suaminya untuk ml walaupun dirinya masih merasa lelah akibat ulah suaminya tadi pagi.


"Hmm..baiklah, tapi beneran hanya satu ronde saja gak boleh lebih" ucap Anel kesal.


"lya, hanya satu ronde sayang" jawab Zafano bahagia seperti bocil dikasih permen.


Zafano pun langsung melepas semua Anel dan pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang. Merangkak di atas tubuh istrinya, mencumbuinya dengan memberi sentuhan-sentuhan manis pada tubuh Anel. Hingga istrinya mendesah kenikmatan karena dirinya memasukan milik nya pada milik istrinya.