
Flashback
"Kita putus " ucap seorang perempuan cantik kepada pacarnya.
"Why, apa salah aku sama kamu Ly " tanya Zafano yang merasa heran dengan keputusan sepihak ini.
"Aku udah nggak bisa lanjut sama kamu, sorry hubungan kita sampai disini " ucap Emelly tanpa perasaan.
"But why Ly, aku ngga merasa punya salah sama kamu " tanya Zafano lagi.
"Salah kamu adalah kalau kehidupan kamu dan aku jauh tak sama, pemikiran kita beda dan aku sudah merasa tidak cocok bersamamu lagi yang tak sebanding denganku." jawab Emelly ketus tanpa ampun.
"Hubungan kita hanya akan menghambat mimpi mimpiku selama ini, aku sudah tidak bisa berusaha dari awal seperti ucapanmu dulu, lagian orang tuaku pasti tidak akan pernah setuju dengan hubungan kita ini, karena aku dan kamu tidak pantas kita beda " lanjutnya dengan kata kata yang menusuk.
"Kamu bilang kalau kamu begitu mencintai aku Ly,lalu dimana perasaanmu itu sekarang?"tanya Zafano.
"Cinta yang menggelikan itu telah hilang bersama kenangan. " jawab Emelly sambil menekan semua kata katanya.
"Baiklah, semoga kamu bahagia dengan semua mimpi tinggi karena keambisiusmu " jawab Zafano lirih.
"ltu udah pasti " ujar Emelly yakin
Zafano dan Emelly sudah mempunyai hubungan dari mereka masih duduk dikelas 1 sekolah menengah atas , hubungan mereka tidak ada yang mengetahuinya kecuali teman dekat mereka.
Emelly menutupi hubungannya karena sudah pasti William tidak akan pernah mengizinkannya pacaran, apa lagi saat masih SMA dimana cinta monyet itu menyakitkan dan seharusnya untuk belajar dengan semaksimal mungkin tanpa pacaran. Tapi William tidak pernah melarang anaknya untuk berhubungan dengan orang yang kelasnya di bawah keluarga mereka asal mereka baik kepadanya.
Sedangkan Zafano sengaja menutupi kehidupan sebenarnya, agar bisa menjalani hidup normal sama seperti orang lain mendapatkan teman dan kekasih tanpa mandang status dan harta.
Awalnya hubungan mereka sangat baik dan romantis, bahkan hubungan mereka seperti pasangan yang tidak bisa di pisahkan, cantik dan tampan memang pasangan yang sangat serasai untuk setiap orang yang melihatnya dan pasti bikin iri.
Emelly hanya mengetahui jika Zafano adalah orang dari kalangan biasa, dulu dia bisa menerima itu karena rasa cintanya yang luar biasa kepada Zafano dalam arti sebenarnya Emelly tidak suka menjalin hubungan dengan orang kalangan biasa karena menurutnya itu bikin susah dia nantinya. Tapi cintanya yang dulu sangat besar sekarang terkalahkan dengan ambisinya yang sangat menginginkan kedudukan di perusahaan ayahnya,
Emelly tipe manusia yang sangat gila kedudukan, kehilangan Zafano bukan lah akhir segala galanya, dengan wajah cantik, pintar dan karir yang bagus , lelaki mana yang tidak ingin memilikinya,begitu pikirnya.
Jadi ketika Emelly merasa kalau hubungannya hanya akan menghambat mencapai ambisi tingginya maka dia akan melepaskannya begitu saja.
Padahal hari itu saat Emelly mengakhiri hubungan mereka, sebenarnya Zafano ingin mengatakan jika dia berasal dari kalangan atas bahkan harta keluarganya lebih banyak darinya dan dia akan dikenalkan pada ortunya.
Namun sedetik semuanya hancur lebur , hanya karena Emelly berpikir Zafano bukanlah orang kalangan yang sama dengannya dan tidak mungkin bisa membantu Emelly untuk mewujudkan impiannya.
Dan itu membuat Zafano mengetahui siapa Emelly sebenarnya, perempuan yang begitu dia cintai.
Walaupun dengan perasaan benci yang begitu hebat, Zafano belum bisa melupakann Emelly dengan begitu mudanya. Bahkan Zafano belum ingin mencoba memulai hubungan dengan orang lain mungkin karena ia takut jika hubungannya harus berakhir seperti itu lagi atau karena dia masih mencintai Mantannya itu.
Flashback off
Dikediaman keluarga Miligan
Dikamar Anel kini terdengar suara heboh tiga gadis yang sedang dibikin baper saat menonton drama korea dengan adegan kissing dimana aktor dan aktris itu melakukan ciuman bibir yang sangat romantis dan bikin iri para kaum jomblo yang menontonnya.
"Ih romantisnya mereka gue jadi pengen."ucap Clara sambil senyum senyum sendiri.
"Kalau pengen sono cari cowok dulu."balas Cleo.
"Gue udah nyari tapi belum ada yang pas buat gue." ucap Clara.
"Bilang aja kalau mereka tuh pada ga mau sama lo."balas Cleo sambil tertawa dan diikuti Anel.
"Lo kalau ngomong sembarangan ya, kenyataannya emang gitu banyak cowok yang ngejar ngejar gue tapi selalu gue tolak."Ucapnya sambil membanggakan diri.
" Gitu aja sombong." jawab Cleo
"Biarin wleek." ucap Clara sambil njulurin lidahnya.
"Eh kalian pada laper ga ?" tanya Anel pada kedua sahabatnya.
"Iya gue juga udah laper."jawab Cleo.
"Yaudah yuk kita kebawah buat makan."ucap Anel yang diangguki kedua sahabatnya lalu pergi kelantai bawah.
Saat sampai diujung tangga mereka melihat mamah Wilna berada didapur yang sedang berkutit dengan sayuran dan daging yang dibantu oleh art dan mereka menghampiri mamah Wilna.
"Mamah."ucap mereka barengan.
"Eh anak anak mamah disini udah pada laper ya?" tanya mamah Wilna diangguki mereka bertiga.
"Yaudah sini bantu mamah masak biar cepat jadi makanannya." ucapnya lagi.
"Baik mah."ucap mereka bertiga barengan.
Mereka semua sibuk berkutat dengan tugas masing masing. Kini Anel sedang membuat sambal tomat, Cleo memotong bawang merah, cabai,bawang putih dan Clara memotong kacang panjang,jagung,labu siam dll untuk dijadikan sayur asam. Sedangkan mamah Wilna membakar daging ayam dan bibi menggoreng ikan nila. Setelah beberapa menit masakan sudah jadi lalu ditaruh dimeja makan.
"Sekarang bantu mamah bawa lauknya ini semua, biar bibi yang bawa piring." ucap mamah Wilna dan langsung dilakukan oleh mereka bertiga, semua lauk,nasi,lalapan dll sudah tertata dimeja makan lalu mereka duduk, saat ingin makan tiba tiba papah William datang pulang dari kantor dengan wajah sedikit ditekuk.
"Eh papah." ucap Anel lalu semua orang menoleh kearah William.
"Papah baru pulang..?" tanya Wilna.
"Iya mah" jawab William.
"Hai omm William." sapa Cleo dan Clara pada William.
"lya om tadi pulang kampus langsung kesini sekalian nginep dirumah om." ucap Cleo tertawa.
"lya gpp kalian nginep disini kalau bisa sering sering nginep disini biar rame rumah om." jawab William.
" Oke om." ucap Clara tersenyum.
"Papah ga makan bareng kita?" tanya Anel
"Oh iya mamah sampai lupa, ayo pah makan bareng." sambung Wilna.
"Papah tadi sudah makan diluar." ucap William dan diangguki mereka.
"Kalian lanjutkan makannya setelah itu ajak kedua temenmu buat istirahat tidur dikamar, Nel" ucap William.
"lya pah." jawab Anel
"Eem ya mah, nanti setelah makan segera temui papah, ada yang harus kita bicarakan" ucap William
"Papah mau bersih bersih dulu " ucap William yang sudah melangkah meninggalkan anak,istri dan sahabat anaknya.
Melangkahnya menuju ke kamar tidur.
Wilna yang mendengar permintaan suaminya hanya menganggukan kepalanya dan sedikit heran , masalah apa yang harus di bicarakan, pikir Wilna
"Mah ada apa ? " tanya Anel
"Mamah juga tidak tahu " jawab Wilna
"Lanjutkanlah makan kalian, setelah ini kembali kekamar dan siapkan perlengkapan untuk kuliah besok" ucap Wilna
"Baik mah." jawab mereka bertiga .
Setelah menyelesaikan makannya, Wilna segera menghampiri suaminya di kamar.
Dilihatnya William sedang duduk di sofa kamarnya dengan mata yang terpejam.
"Apa yang ingin kamu biacarakan denganku mas " tanya Wilna sambil melangkah kearah suaminya.
Mendengar suara Wilna, William langsung membuka matanya.
"Sini duduk. " ujar William sambil menepuk sofa di sampingnya, lalu Wilna mendudukan dirinya disebelah William.
"Tadi sepulang kantor aku bertemu Rendi dan
dia menanyakan tentang perjodohan anak kita " ucap William.
Wilna yang mendengar perkataan William, tidak terkejut saat mendengar kabar itu, yang membuatnya heran kenapa Rendi membicarakannya sekarang tidak sejak dulu.
"Dia ingin segera bertemu keluarga kita."ucap William.
"Tapi kita belum bicara sama Emelly, bagaimana jika Emelly tidak mau menerima perjodohan ini dan belum siap." ucap Wilna kawatir.
"Bukan Emelly Wil, Rendi ingin menjodohkan putranya dengan Anel." jawab William.
Wilna sedikit terkejut mendengar perkataan suaminya.
"Kenapa Anel bukan Emelly saja." tanya Wilna.
"Ntahlah tapi Rendi sangat menginginkan Anel untuk menjadi menantunya, padahal aku sudah bilang Kalau Anel masih kuliah dan belum cukup dewasa. Malah dia tetap bersikukuh ingin pernikahan ini segera dilaksanakan." jawab William
Wilna yang mendengar penjelasan William menjadi kebingungan, apa yang membuat Rendi begitu tertarik dengan Anel setahunya Rendi belum pernah bertemu dengan anak keduanya itu.
"Aku akan coba untuk bertanya Ratna , untuk tahu terlebih dahulu apa penyebab Rendi ingin menjodohkan anaknya dengan Anel " ujar Wilna pada William.
"Baiklah." jawab William.
"Mari kita tidur ini sudah terlalut malam." ucap William
Wilna mengangguk, dan beranjak dari duduk menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum tidur.
Setelah selesai sarapan, Anel dkk langsung berangkat kekampus dan William pergi ke kantor , Wilna teringat untuk menghubungi sahabatnya Ratna , dicarinya hape miliknya dengan segera mencari kontak Ratna.
Tuuuuttt.......tttuuuut .
"Hallo Wil" jawab Ratna di seberang telepon.
"Rat kita bisa bertemu tidak hari ini, ada yang mau aku bicarakan."ucap Wilna langsung.
"Bisa Wil, kita bertemunya dicafe biasa kita makan bareng saja." ucap Ratna dengan senang, Ratna yakin Wilna mengajaknya bertemu karena ingin membicarakan tentang anak mereka.
"Baiklah aku akan pergi kesana."jawab Wilna
" Aku tunggu , kamu hati hati " ucap Ratna lalu sambungan telpon segera di akhiri.
Dengan segera Wilna kembali ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan kunci mobilnya untuk pergi kecafe yang biasa mereka kunjungi.
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE
BIG THANKS..