MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Terkejut



Setelah semuanya sudah ditetapkan dan di kerjakan, makan siang bersama dari kedua belah pihak telah usai. Zafano pulang meninggalkan hotel tersebut. Dan mengantarkan Anel untuk mengambil mobilnya di parkiran tempat apartemen sahabatnya karena di tinggalkan.


Saat Anel turun dari mobil Zafano dia melihat Cleo dan Clara yang berada diparkiran tepat berada di mobil mereka. Entah itu suatu kebetulan atau tidak. Namun tapi pasti hubungan Anel dan Zafano akan diketehui oleh sahabatnya.


"Anel" teriak Clara saat melihat Anel sudah di samping mobil Zafano.


Anel yang mendengar namanya dipanggil, dia mencoba menoleh ke arah suara.


"Aduhh, kenapa Clara harus melihat gue sih. Mana Kak Zafano masih dimobilnya dan mau turun" batin Anel.


"Hai, Clara ...Cleo" sapa Anel mendekat.


"Lo mau ngambil mobil?" tanya Cleo.


"lya" jawab Anel sambil tersenyum kikuk.


"Lho bukannya tadi pagi lo kesini ya Nel, sekalian ngambil mobil" tanya Clara bingung pasalnya Anel tadi pagi datang ke apartemen Cleo buat ambil tas serta mobilnya tapi ternyata tidak dia cuma mengambil tasnya saja.


"Iya tapi lupa buat ngambil mobil juga" jawab Anel.


"Ouh, lo kesini sama siapa" tanyanya Clara lagi.


"Elo tuh bego atau gimana sih" jawab Cleo.


"Maksud lo apa Cle, gue kan ga tau" ucap Clara.


"Dasar nih anak telminya kumat" jawab Cleo sambil jitak jidat Clara.


"Auwwh sakit Cle" ucap Clara kesal pada Cleo karena main jitak jidatnya saja.


"Ya lo gitu, udah tau tadi nglihat Anel turun dari mobil itu. Masih nanya juga" jawab Cleo sambil menunjuk kearah mobil Zafano berada.


"Iya, tapi gue ga tau tuh mobil sport mewah milik siapa. Apalagi mobil itu hanya ada 3 saja di asia ini" ucap Clara sambil mengamati mobil itu.


"Itu tuh mobil pak Zafano, apa lo ga pernah nglihat mobilnya kalau pernah di bawa ke kampus,bego" jawab Cleo ingin marah dan juga gemas pada sahabatnya itu saat ketelmiannya kumat dia akan lupa segalanya.


"Bener tuh Nel" tanya Clara pada Anel dan diangguki Anel.


Zafano yang masih berada didalam mobilnya begitu tidak sabar melihat mereka. Dan dia memutuskan untuk turun menghampiri mereka.


Clara begitu tercengang tidak percaya saat melihat Zafano turun dari mobil dan menghampiri mereka. Clara menoleh ke arah dua sahabatnya itu untuk meminta kejelasan apa yang sebenarnya terjadi.


"Nel...Cle..kalian bisa jelasin" ucap Clara pada ke dua sahabatnya.


"Sayang, aku pulang dulu. Tapi sepertinya aku harus menemui Raka dulu buat meeting besok di kantor" ucap Zafano tiba tiba dan membuat Cleo..Clara melongo tak percaya. Bahkan Anel pun terkejut dengan perkataan Zafano yang memanggilnya sayang.


"lya, makasih kak" jawab Anel pada Zafano biar cepat pergi.


"Cuup" Zafano mencium kening Anel dan berhasil membuat Anel malu di hadapan sahabatnya, begitu pula 2Cl makin tak percaya melihat Zafano yang mencium kening Anel lalu Zafano pergi meninggalkan mereka.


Setelah Zafano pergi 2 Cl mulai mengintogerasi Anel. Tapi Clara sangat tak percaya dengan apa yang dia lihatnya tadi dan begitu penasaran beda dengan Cleo yang sedikit tau dengan hubungan mereka.


"Anel tadi itu beneran nyatakan " ucap Clara sambil mencubit pipinya.


"Auwhh" ringis Clara merasa sakit karena pipinya dicubit sendiri.


"Udah tau kalau tadi memang nyata kan" jawab Cleo pada Clara dan diangguki Clara.


"Yaudah sekarang kita ke restoran lengganan kita, dan lo jelasin lagi" ucap Cleo pada Anel.


Setelah Zafano bertemu Raka dia memilih untuk pergi kerumah Anel dan menemui orang tua Anel. Setelah sampai di kediaman Miligan. Zafano pun memencet bel rumah Anel.


Ting...tong..


"Den Zafano, silahkan masuk den" ucap bi Ola salah satu pembantu di kediaman Miligan.


"Terimakasih bi, mamah dan papah ada bi" tanya Zafano.


"Ada, silahkan aden Zafano duduk dulu. Biar saya panggilkan tuan dan nyonya" jawab bi Ola pergi memanggil William dan Wilna.


William dan Wilna kini tengah berada di taman belakang bermain dengan kelinci peliharaan Emelly sambil memberinya makan


"Tuan..nyonya .." panggil bi Ola pada William dan Wina.


"Ada apa bi"tanya Wilna.


"Di depan ada den Zafano nyonya, sedang duduk di ruang tamu" jawab bi Ola.


"Baik nyah"jawab bi Ola berlalu pergi menuju dapur.


"Ayo mah, menantu kita udah nunggu" ajak William pada Wilna.


William dan Wilna pun menghampiri Zafano yang tengah duduk di ruang tamu.


"Nak Zafano, udah lama nunggu" ucap Wilna.


"Mah..pah.." ucap Zafano sambil mencium tangan kedua paruh baya itu.


"Kamu sendiri Zaf, Anelnya mana bukannya tadi sama kamu" tanya William.


"Maaf pah, tujuan saya kesini untuk memberitahu kalau Anel sedang pergi menemui temannya katanya ada urusan"jawab Zafano.


"Ouh..jangan merasa tak enak hati nak Zafano" ucap William.


"Dia memang begitu masih seenaknya sendiri, mohon dimaafkan anak mamah itu. Ya nak Zafano" sambung Wilna.


"Iya mah gak pa pa" jawab Zafano.


"Kalau gitu Zafano pamit pulang dulu" sambungnya.


"Disini saja dulu nak, sekalian makan malam bareng kita di sini" pinta Wilna.


"Benar tuh Zaf, kamu disini aja dulu temani papah ngobrol" ucap William.


"Baiklah pah..mah" jawab Zafano karena dia tak ingin mengecewakan William dan Wilna dengan menolak permintaannya untuk ikut malam bersama di keluarga Miligan. Sekalian mendekatkan dirinya pada calon mertuanya dan mencari tahu tentang Anel pikirnya.


William dan Zafano asik mengobrol, mereka membahas tentang pekerjaan kantor, hobby dan ke sukaan masing -masing tak lupa William menceritakan masa kecil Anel dan Emelly. Zafano pun menanyakan tentang Anel mulai dari hobby, makanan kesukaan dan lain lain, bahkan dia juga menanyakan apakah Anel pernah pacaran.


"Ouh begitu ya pah, terus apa Anel punya kekasih atau mantan gitu pah?" tanya Zafano pada William. Karena dia ke ingat kalau Anel dan Nathan sedang menjalin hubungan.


"Setahu papah, Anel ga punya pacar bahkan mantan sekali pun. Karena dia tidak pernah pacaran" jawab William sambil minum.


"Kenapa Anel tidak mau pacaran pah" tanya lagi.


"Karena Anel tidak ingin pacaran sebelum impiannya terwujud dan papah pun melarang Anel dan Emelly buat pacaran. Tapi papah tak percaya pada Emelly yang berani melanggar larangan papah. Dengan menjalin hubungan denganmu bahkan pergi meninggal kan mu." jelas William lirih tanpa menyinggung.


"Maafkan Zafano pah, sudah mengajak Emelly buat pacaran" ucap Zafano.


"lya gpp, itu juga bukan salahmu" jawab William.


"Makasih pah"ucap Zafano.


"lya, papah pamit pergi kekamar mau istirahat" jelas William lalu melangkah pergi menuju kamarnya.


"Zafano" sapa Wilna menghampiri Zafano yang sudah duduk sendirian di ruang tamu.


"Eh mamah" jawab Zafano.


"Kamu sendirian nak, papah kemana" tanya Wilna.


"Katanya mau istirahat di kamar, mungkin papah capek kali, mah" jelas Zafano.


"Ouh, kalau gitu mamah mau nemuin papah dulu. Kalau kamu ingin tidur, tidurlah di kamar Anel karena kamar tamu belum di bersihkan" ucap Wilna.


"Baik mah" jawab Zafano.


"Ouh iya, kamar Anel ada di lantai 2 bagian tengah yang kiri kamar Emelly" jelas Wilna pada Zafano lalu pergi ke kamar menghampiri Suaminya.


Zafano pun pergi menuju lantai 2, dia pun melangkah untuk masuk ke dalam kamar Anel sesuai petunjuk Wilna. Zafano membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Anel.


"Clekk"


Pintu terbuka dan menampilkan ruangan yang begitu bersih dan rapi.



Zafano pun membaringkan tubuhnya diranjang milik Anel. Sambil menatap sekeliling kamar Anel.


"Kalau dia ga punya pacar atau mantan seperti yang dibilang papah, kenapa dia menerima cinta Nathan waktu itu" guman Zafano sambil mengingat kejadian saat Anel ditembak oleh Nathan di taman kampus yang begitu romantis.


Zafano pun akhirnya tidur sambil menutup tubuhnya dengan selimut setelah kalah dengan rasa ngantuk dan capek.