
Beberapa minggu berlalu, hubungan Anel dan Zafano semakin harmonis dan mesra. Begitu pula dengan Clara dengan Daniel, dan Cleo dan Raka semakin dekat.
Kini Zafano dan Anel sudah berada di kampus, berangkat bersama. Mereka berdua duduk di taman menikmati sepoi-sepoi angin berlalu dan suara kicauan burung yang merdu. Tanpa di ganggu siapa pun, karena di taman itu tidak ada mahasiswa lain. Melainkan hanya ada Anel dan Zafana saja disana. sungguh suasana dan tempat yang indah untuk bermesraan.
"Sayang, ciuman yuk" ucap Zafano sambil menatap Anel.
"Nggak Honey, kita sedang di taman takut ada orang yang nglihat"jawab Anel menolak.
"Tapi saat ini sepi Sayang, ayo lah. Gak bakal ada yang nglihat" ucap Zafano.
Anel pun menganggukan kepala sebagai tanda setuju, karena dia juga ingin berciuman dengan Zafano saat ini. Di rasanya aman setelah melihat sekitar Zafano langsung mencium bibir Anel dan *******nya begitu juga Anel saat membalasnya. Tangan Zafano tak tinggal diam dia merem**s salah gunung kembar Anel dan membuat dia mende***.
Di sela-sela aktivitas yang Anel dan Zafano lakukan. Tiba-tiba Cleo dan Clara datang dari arah depan tanpa sepengetahuan Anel dan Zafano. Cleo dan Clara sangat terkejut melihat adegan yang terjadi di depan nya itu.
"Omoo..mata suci ku ternoda" teriak Clara lalu dia menutup mulut nya dengan tangan, mengagetkan Anel dan Zafano menghentikan aktivitasnya. Lalu mereka berdua memandang Clara dengan tatapan tajam.
"Kalian berdua kenapa bisa ada di sini" ucap Zafano tegas. Pasal nya kelas Cleo dan Clara sedang berlangsung dan belum selesai di jam segitu.
"Maaf pak, kelas saya di undur masuk nya jadi jam 11siang nanti" ucap Cleo takut dan sedikit gugup.
"Hmm..kalau kamu" ucap Zafano sambil menatap Clara.
"Kalau saya dosen nya gak berangkat pak. Jadi libur kelas nya hari ini" jawab Clara.
"Siapa Dosen nya" tanya Zafano lagi karena dia tak ingi di bohongi dengan alasan dosen tak berangkat.
"Pak Hendro, pak " jawab Clara takut. Dan di angguki oleh Zafano, karena dia tahu jika pak Hendro hari ini tidak berangkat karena lagi sakit.
"Untuk Anel dan Cleo nanti jangan bolos kuliah nya" ucap Zafano.
"Iya pak" jawab Anel dan Cleo serempak.
"Sayang, nanti waktu makan siang kamu ke ruangan ku" bisik Zafano lalu di angguki Anel.
"Kalau gitu saya mau kembali ke ruangan saya. Untuk Anel dan Cleo ingat nanti jangan bolos, jika kamu ketahuan bolos Cleo akan saya beri hukuman." ucap Zafano.
" Begitu pula Anel walaupun kamu istri saya, kamu juga akan mendapat hukuman karena sudah melakukan hal salah. Dan untuk Clara jangan berani mengajak Anel dan Cleo buat bolos " sambung nya dengan tegas. Membuat mereka bertiga menundukkan kepala nya karena takut.
"Iya pak Zafano" ucap Anel,Clara, dan Cleo serempak.
"Huufhh...gila Nel suami kamu kalau marah ngeri banget" ucap Clara lega karena Zafano sudah pergi ke ruangannya.
"Itu juga salah mu, kenapa tadi kamu mesti berteriak juga" ucap Cleo pada Clara.
"Aku terkejut melihat Anel dan Pak Zafano ciuman hingga mendengar suara ******* Anel saat gunung kembar nya di rem*** oleh pak Zafano" ceplos Clara.
"Hmm...sorry Nel. Aku tak bermaksut mengganggu kalian berdua tadi" ucap Clara meminta maaf.
"Hmm..kalian ngapain ke sini" tanya Anel.
"Nyariin kamu dan ada yang ingin aku bicara kan dengan mu" jawab Cleo.
"Cle, kamu mau ngomong apa. Kok nggak ngajakin aku" gerutu Clara.
"Yaelah ntar kamu juga tahu sendiri, gak harus cerita dulu sama kamu" ucap Cleo.
"Hmm" jawab Clara.
Waktu makan siang pun telah tiba. Anel pergi keruangan Zafano dengan menenteng kresek yang berisi makanan dan minuman yang telah di beli nya untuk makan bersama.
Clek..
Pintu di buka oleh Anel saat ingin memasuki ruangan Zafano.
"Honey" panggil Anel sembari mencari keberadaan suami nya.
"lya" jawab Zafano menoleh ke arah Anel.
"Honey, ini makanannya. Ayo kita makan siang bersama" ucap Anel sambil menaruh kresek yang berisi makanan di atas meja.
"Nanti saja, aku masih ingin bermesraan dengan mu" ucap Zafano sambil menarik tangan Anel. Hingga terduduk ke pangkuan Zafano yang tengah duduk di sofa, dan wajah nya menghadap wajah Zafano.
"Honey, apa yang kamu lakukan" ucap Anel saat muka Zafano di duselkan ke gunung kembar Anel.
Tanpa Anel sadari junior Zafano kini telah menegang dan ingin segera di masukkan ke tempatnya.
"Sayang, aku menginginkannya sekarang. Ku mohon sebentar saja" rengek Zafano. Anel yang melihat wajah sendu suaminya karena tak tega dan begitu pula menginginkannya, dia pun langsung mengangguk dan segera membuka kemeja dan menurunkan celana nya.
"Honey, kalau ketahuan gimana" tanya Anel saat ingin menurunkan celana nya.
"Nggak akan ketahuan seperti tadi kok" jawab Zafano sambil memegang remot untuk di tekan nya dan semua jendela tertutup dan pintu terkunci tidak bisa di buka dari luar.
"Baiklah" ucap Anel.
Kini mereka berdua telah polos tanpa sehelai benang. Zafano langsung menindihi tubuh Anel dan menciumnya dengan begitu rakus tak lupa dia memberi tanda merah di leher dan dada Anel. *******demi ******* keluar dari mulut ke dua nya, saat Zafano menyusu di salah satu gunung kembarnya dan mere*******. Di rasa nya sudah cukup Zafano memasukan milik nya pada milik Anel.
"Honey...ahh..lebih dalam lagi..ah" desah nikmat Anel.
Zafano yang mendengar perkataan Anel pun semakin semangat untuk memasukkan milik nya lebih dalam lagi dan merasa nikmat milik nya di jepit oleh milik Anel. Membuat nya merem melek sampai ke umbun-umbun merasakan kenikmatan tiada tara. Berkali- kali Zafano menyemburkan benih nya dan berharap segera jadi. Setelah keduanya merasa puas, pun berhenti dari aktivitasnya dan memakai pakaian nya kembali dan makan siang bersama.