MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Bikin candu



Keesokan harinya, Zafano sudah rapi dengan pakaian kantor. Dia segera turun untuk pergi menjemput Anel, supaya bisa berangkat bersama.


"Sayang, kamu gak sarapan dulu? ini masih pagi banget" tanya Ratna pada Zafano.


"Tidak bun, Zafano mau langsung jemput Anel berangkat bareng" jawab Zafano sambil bersalaman.


Lalu melangkahkan kakinya menuju garansi. Ratna yang melihat tingkah putranya jadi buncin pada Anel hanya bisa tersenyum, dia merasa bahagia bahwa Zafano akhirnya mencintai dan menerima Anel. Mobil Koenigsegg CCXR Trevita milik Zafano keluar perkarangan kediaman Stanley menuju kediaman Miligan.



Mobil Zafano pun sampai di kediaman Miligan, dan memakirkannya di samping mobil Anel. Saat turun dari mobilnya, Zafano melihat salah satu pembantu Miligan sedang menyirami tanaman. Zafano pun menghampiri dan bertanya.


"Permisi bi, apa Anel sudah berangkat kuliah" tanya Zafano sopan.


"Belum, den Zafano" jawab pembantu itu.


William yang baru saja keluar dari dalam rumah, melihat Zafano yang baru datang pun langsung memanggilnya.


"Zafano" teriak William pada Zafano dari teras depan pintu utama. Zafano yang mendengar namanya di panggil, melihat kearah orang yang memanggilnya. Ternyata orang itu William, dengan segera dia menghampiri calon mertuanya.


"Papah" sapa Zafano pada William sambil bersalaman.


"Kamu pagi-pagi begini kesini, pasti nyariin Anel ya" tanya William dengan nada menggoda.


"lya pah, mau ngajak Anel berangkat bareng ke kampus" jawab Zafano tersenyum manis.


"Kamu udah sarapan"tanya William.


"Belum, pah"jawab Zafano tersenyum kikuk.


"Kalau gitu, ayo sarapan bareng. Sekalian nunggu Anel" ajak William pada Zafano.


"Baik pah, maaf jadi ngrepotin" jawab Zafano sedikit tersenyum merasa tidak enak pada mertuanya.


"Hahaha...tidak kok, kamu juga menantu kami. Jadi tidak usah sungkan, ini juga rumah kamu" ucap William sambil senyum tertawa.


"lya pah" jawab Zafano.


Zafano dan William sampai di meja makan, Anel, Emelly dan Wilna juga sudah duduk berada disana.


"Pagi semuanya" sapa William.


"Pagi pah" jawab semua serempak.


"Nak Zafano" panggil Wilna pada Zafano.


"lya mah" jawab Zafano lalu bersalaman dengan Wilna. Anel yang melihat Zafano pun, dia merasa bingung. Kenapa Zafano pagi-pagi ke sini pikirnya.


"Kak Zafano kok ada disini" tanya Anel bingung.


"Ya bisa lah Nel, kan dia jemput kamu" jawab Emelly dan Anel pun melongo mendengarnya.


"Ayo nak Zaf, duduk dan sarapan. Setelah itu berangkat kerja" ucap Wilna.


"lya mah" jawab Zafano tersenyum sambil mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Anel.


""Hai sayang" bisik Zafano pada Anel. Seketika membuat wajah Anel menjadi merah merona.


"Kak Zafa, ngapain kesini"jawab Anel bisik.


"Mau memakanmu"ucap Zafano tersenyum smirk.


"Haaa" jawab Anel gak paham dengan perkataan Zafano.


Seperti biasa setiap pagi Emelly merasa ingin muntah.


"Hueek" Emelly lari ke kamar mandi dapur.


"Pah, Emelly kenapa" tanya Wilna pada suaminya.


"Entah, coba kamu cek." jawab William.


"Zafano dan Anel lanjutin makannya, lalu berangkat ke kampus bareng." sambungnya.


"Baik pah" jawab Zafano dan Anel bareng.


Sarapan pagi pun telah usai kini Zafano dan Anel sudah berangkat ke kampus begitu pun William berangkat ke kantornya.


--Di parkiran Universitas X


"Cle, Anel mana ya kok belum datang" tanya Clara.


"Mungkin lagi di jalan" jawab Cleo.


"Itu mobil siapa beraninya parkir di wilayah kita" ucap Cleo.


"lya berani banget tuh orang, ya walaupun mobilnya bagus juga. Tapi ini tempatkan milik kita dan gak ada yang berani selama ini parkir disini" jawab Clara.


"Kak aku keluar dulu ya" ucap Anel.


"Tunggu dulu" jawab Zafano.


"Ada apa kak" tanya Anel.


"Kamu lupa ini" jawab Zafano sambil nunjuk bibirnya. Anel yang paham maksud perkataan Zafano pun langsung mencium bibir Zafano.


"Cup"


"Makasih, belajar yang bener jangan genit - genit sama cowok"ucap Zafano sambil mengacak-acak rambut Anel.


"lssh, kebiasaan deh. Berantakan rambut ku" jawab Anel sambil memanyunkan bibirnya kedepan.


"Udah jangan cemberut, ini aku rapikan" ucap Zafano tersenyum dan merapikan rambut Anel kembali seperti semula.


"Yaudah aku keluar dulu" ucap Anel bersalaman sama Zafano.


Setelah Anel turun, Zafano pun melajukan mobilnya di parkiran kusus rector dan dosen.


Clara dan Cleo yang melihat Anel turun dari mobil mewah itu pun terkejut.


"Anel.." ucap Clara.


"Jadi lo yang ada di mobil mewah tadi, tapi itu mobil siapa" tanya Cleo pada Anel.


"lya, gue berangkat bareng pak Zafano" jawab Anel sambil tersenyum.


"Serius, lo semobil sama pak Zafano" tanya Clara penasaran.


"lya bawel" jawab Anel singkat.


"Kok bisa, bukannya kalian saling gak suka" tanya Cleo.


"lya itu dulu, sekarang saling cinta. Kemarin pak Zafano ngungkapin perasaannya sama gue" jawab Anel tersenyum sambil mengingat waktu Zafano bilang menyukai dirinya.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Cleo.


"Lo juga jangan lupa, buat badan lo terlihat mulus, cantik dan seksi di depan pak Zafano" ucap Clara pada Anel.


"Maksudnya gimana Cla, bukannya gue selalu terlihat cantik ya" tanya Anel.


"lya, lo selalu terlihat cantik. Tapi lo kan tinggal 3 hari lagi nikah nih, jadi istri pak Zafano. Lo pasti tau kalau pak Zafano tuh handsomenya maksimal banyak fansnya yang ngejar-ngejar dia. Pasti akan banyak pelakor yan ingin ngrebut pak Zafano dari lo" jawabnya.


"Jadi lo harus pergi ke salon buat mempercantik badan lo, kalau perlu payudara lo di perbesar juga. Biasanya cowok kan suka yang besar. Bikin pak Zafano merasa senang dan candu terhadap tubuhmu saat nglakuin ML. Kalau pak Zafano sudah candu dengan tubuhmu, dia tak akan bosan denganmu dan melakukan itu dengan cewek lain" sambungnya. Anel yang mendengar perkataan Clara, dia mencerna semua perkataan Clara dan dia merasa ada benarnya juga.


"Yang dikatakan Clara ada benernya juga, apalagi kemarin pak Zafano berhenti bercumbu saat nglihat payudara gue. Apa juga karena payudara gue kecil dan dia gak suka. Apa gue harus besarin" batin Anel.


"Lo bisa bilang kek gitu darimana Cla" tanya Cleo pada Clara. Karena dia penasaran darimana temannya itu bisa berbicara seperti itu.


"Ouh..gue di kasih tau sama sepupu gue dulu saat dia mau nikah" jawab Clara.


"Apa gue juga harus perlu kek gitu" tanya Anel pada kedua sahabatnya dan diangguki Clara.


"Kalau menurutku sih gapapa kalau seperti mau SPA dll. Tapi kalau buat besarin payudara kayaknya jangan dulu deh. Punyamu 38 B itu udah besar dibandingkan kita, apalagi kalau ngbesarin payudara itu juga berbahaya karena mengandung bahan kimia. Jadi biarin dulu punyamu segitu, misal pak Zafano udah tau dan ingin yang lebih besar lagi baru deh lo besarin" jelas Cleo.


"Okay kalau gitu" ucap Anel setelah menerima jawaban dari kedua sahabatnya.


"Lo udah kasih tau kak Daniel, kalau lo bakal nikah sama pak Zafano" tanya Cleo pada Anel.


"Belum" jawab Anel sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan lupa kasih tau dia, biar lo gak di deketin kak Daniel lagi. Dan pak Zafano gak cemburu" ucap Anel.


"Bagaimana setelah pulang kampus kita ke cafenya sekalian ngasih tau ke kak Daniel" tanya Anel.


"Boleh juga, jangan lupa ajak pak Zafano dan kak Raka juga" jawab Cleo sambil tersenyum.


"Okay, nanti gue minta pak Zafano buat nelfon kak Raka biar sekalian ikut makan siang" ucap Anel.


"Pasti nanti kak Daniel bakal sedih banget deh, dan pasti lucu kek orang gila kalau tau lo bakal nikah. Apalagi sama pak Zafano temannya sendiri" ucap Clara tertawa.


"Cle, lo suka ya sama kak Raka" tanya Anel melihat Cleo yang senyam-senyum sendiri.


"Eeeeee...nggak kok" jawab Cleo gugup sekaligus terkejut mendengar perkataan Anel. Karena yang dikatakan Anel ada benernya. Kalau Cleo menyukai Raka, dan dia merasa malu untuk mengakuinya di depan kedua sahabatnya.


"Nggak usah bohong kek gitu, kalau lo beneran suka kak Raka gak papa. Lo perjuangin cinta lo itu deh, dan bakal kita bantu sekalian gue minta bantu sama calon suami gue gimana kalau perlu" ucap Anel.


"Bener tuh kata Anel" ucap Clara.


"lssh...apaan sih kalian. Mending kita masuk ke kelas dikit lagi masuk bisa telat kita" elak Cleo pada sahabat.


Mereka pun masuk ke dalam kelas masing-masing dan mengikuti pelajaran mata kuliah yang disampaikan oleh dosen dengan seksama.