MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Belahan jiwa



"Udah gak sakit lagi kok, Kak" ucap Cleo.


Diangguki Raka sambil memundurkan tubuhnya dari Cleo.


"Kita ke destinasi selanjutnya yuk, Pont des Arts" ucap Clara.


"Ayo" ucap Anel dan Cleo bersemangat.


Anel, Cleo dan Clara berjalan terlebih dulu, berada di depan tiga pria tampan. Siapa lagi jika bukan Zafano, Raka dan Daniel, mereka bertiga menjadi pengawal untuk ketiga bidadari cantik itu.



Kini mereka sudah berada di Pont des Arts. Pont des Arts adalah jembatan khusus pejalan kaki yang melintasi sungai Seine di Paris dan menghubungkan Institute de France dan Louvre Museum. Jembatan logam ini dibangun antara tahun 1981-1984 dan memiliki panjang 155 m serta lebar 11 m. Terletak di antara dua landmark kota Paris, Pont des Arts menjadi salah satu jembatan paling terkenal di Paris. Tidak salah jika para pasangan kekasih mengaitkan simbol cinta abadi mereka di jembatan ini. Seperti ‘tradisi’ gembok cinta lain di dunia, para lovers di Pont des Arts juga percaya kalau cinta mereka akan abadi jika menuliskan nama/inisial mereka bersama pasangan di gembok, menguncinya di pagar, lalu membuang kuncinya ke sungai.


"Akhirnya kita sampai juga" ucap Cleo.


"Iya, capek aku" ucap Clara.


"Eh, kitakan kan bawa gembok sama kunci jadi gak bisa ikutan masang di jembatan ini" ucap Anel sendu.


"Udah jangan sedih, Sayang. Tuh Daniel bawa kok" ucap Zafano memeluk Anel untuk di bawa ke dalam dekapannya.


"Iya, aku udah siapin gembok dan kuncinya. Jadi kita tinggal nulis lalu di kaitkan di jembatan ini" ucap Daniel sambil membagikan gembok dan kunci kepada Zafano, Anel,Raka,Cleo dan Clara.


Zafano menerimaya lalu menuliskan nama " Anel" di atas gemboknya, begitu pula sebaliknya dengan Anel menuliskan nama "Zafano" di atas gemboknya lalu mereka memasangnya di tempat agak longgar pada jembatan itu dan melemparkan kuncinya di sungai. Zafano memeluk Anel lalu mengecup bibir seksi Anel dengan *******nya sedikit lama.


Sedang Cleo, la menuliskan inisial nama dengan huruf"R" dan Raka juga menuliskan inisal nama dengan huruf"C", lalu di pasang pada jembatan dan melemparkan kuncinya ke sungai.


"Kak Raka kok menuliskan huruf C pada gemboknya. Apa jangan-jangan dia juga menyukai ku" batin Cleo saat melihat huruf C pada gembok Raka.


Raka pun tersenyum melihat huruf R pada gembok Cleo. Karena huruf R itu inisial namanya Raka, la sudah tau kalau Cleo juga menyukai dirinya dari Anel. Makanya la akan segera mengungkapkan isi hatinya pada pujaan hatinya itu.


"Kak Daniel, kok kakak ngasih gembok yang sudah ada namanya" ucap Clara.


"Apalagi tertulis nama Daniel di gembok ku" sambungnya.


"Iya gak papa kan biar cinta kita abadi dan gak bakal terpisahkan" jawab Daniel.


"Tapi aku belum cinta sama Kakak" protesnya.


"Aku gak mau tolong beri aku gembok dan kunci lagi" sambungnya.


"Udah itu aja gak papa sih. Mungkin saat ini kamu belum cinta sama aku tapi suatu saat kamu pasti cinta sama aku. Maka dari itu kita pasang dulu gembok itu dengan tulisan nama ku begitu pula dengan gembok milikku bertuliskan Clara nama mu" jawab Daniel.


"Supaya cinta kita abadi untuk selamanya saat kita sudah bersatu. Cepat pasang jangan ngomel-ngomel terus" sambungnya.


"Cih, pemaksaan" ucap Clara kesal.


Mereka pun memasang gembok pada jembatan itu lalu membuangnya ke sungai.


"Guys, kalian pada lapar gak sih" ucap Anel.


"Iya aku juga lapar" jawab 2 Cl.


"Kita makan di kapal layar di sungai Saine" ajak Zafano.


Mereka berenam berjalan menuju kapal layar di Sungai Saine untuk naik. Mereka memilih naik salah satu kapal layar di Sungai Saine. Yang menawarkan sistem menu hidangan siang dan malam. Boleh tahan mahal harga yang ditetapkan oleh kapal layar ini.



Boleh juga Anda memilih santapan siang, sambil menikmati tour Paris, dalam kapal. Kelebihannya mungkin kita dapat melihat lebih jelas tempat-tempat wisata di siang hari.


Namun jika Anda ingin mendapatkan keromantisan, sebaiknya pilihlah malam hari. Berlayar dalam kapal dengan cahaya bulan yang terpantul di permukaan sungai Seine, dan cahaya lampu-lampu yang yang menjadikan dekorasi dari kota Paris.


Mereka berenam makan sambil mengagumi Istana Versailles, berlayar di sungai Seine, makan sore menjelang malam di lorong-lorong pasar itu lampu sudah mulai di hidupkan menjadikan pasar itu di penuhi gemerlap oleh cahaya lampu dan kembang api, Anel dan Zafano berjalan bergandengan di latar belakangi pemandangan Menara Eiffel yang indah.



Dan tiba lah mereka di destinasi terakhir yang mereka kunjungi yaitu Menara Eiffel.Menara Eiffel atau La Tour Eiffel merupakan menara yang menjadi ikon kota Paris. Menara ini berada di taman Champ de Mars, Paris, Perancis, dan merupakan salah satu landmark paling terkenal di dunia yang menjadi destinasi utama para wisatawan.


Jika berkunjung ke Menara Eiffel tidak sempurna kalau tidak naik ke atas dan melihat panorama Paris dari sana. Tapi lebih menyenangkanlagi jika naik menara Eiffel pada malam hari sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota Paris dan menikmati hidangan di restauran Menara Eiffel.


Sebetulnya tempat wisata ini adalah hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Meski dibangun untuk merayakan seabad revolusi Perancis, pembuatannya sendiri mengundang kritikan dari seluruh Perancis. Kalangan seniman menilai tidak adanya keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya.


Meski begitu, ikon Perancis ini tetap setia dikunjungi oleh jutaan orang setiap tahun.


Anel memandangi keindahan Menara Eiffel di malam hari dengan takjub. Di lihatnya gemerlap lampu menghiasi Menara itu sehingga terlihat lebih indah lagi daripada siang hari.


"Wow, indah sekali" ucap Anel.


"Kau menyukainya Sayang" ucap Zafano.


"lya" jawab Anel.


"Kau tau apa yang ada di puncak sana?" tanya Zafano pada Anel. Tangannya yang lain menunjuk pada ujung tertinggi menara eiffel.


Anel pun menjawab pertanyaan Zafano, seperti yang di ketahuinya.


"Kalau tidak salah di sana terdapat apartemen pribadi milik sang arsitek," jawab Anel.


"Benar, kau memang istri ku yang cantik dan cerdas" ucap Zafano.


"Memang aku cantik dan cerdas sejak lahir"ucap Anel membanggakan dirinya sendiri sambil tertawa.


"Ishh, kau ini selalu suka membanggakan dirimu sendiri" ucap Zafano tertawa dan mengacak sedikit rambut Anel.


"Ishh, berantakan rambut" ucap Anel cemberut.


"Maafkan aku, sini aku rapiin lagi" ucap Zafano. Merapikan rambut Anel seperti semula.


"Selesai, kau selalu terlihat cantik" ucap Zafano. Mencium bibir Anel.


"Makasih, kau juga terlihat tampan. Aku bersyukur memiliki suami seperti dirimu, sudah kaya, tampan,baik dan cerdas pula." ucap Anel tertawa, memeluk Zafano.


"Aku juga beruntung sekali bisa memiliki istri seperti mu, hidup ku terasa semakin berwarna dan sangat bahagia" ucap Zafano.


"Benarkah" ucap Anel.


"Iya, kau itu belahan jiwa ku. Hati dan separuh nafas ku milik mu" ucap Zafano.


"Apa kamu mau ke sana menaiki Menara Eiffel? Melihat pemandangan Paris dari ketinggian 1000 kaki?" sambungnya.


"Jangan konyol." ucap Anel.


"Tidak ada yang membuat lelucon di sini." ucap Zafano. Perlahan tangan Zafano memegang tangan Anel di ajaknya pergi untuk masuk ke dalam Menara Eiffel.