
Waktu pulang kampus telah tiba, saat Anel sedang menunggu Zafano di parkiran untuk pulang bersama. Tiba-tiba Alfin menghampiri nya dengan menenteng sebuah bagpaper yang berisi kotak bali banana cake.
"Hai, Anel" sapa Alfin.
"Hai kak, jemput Amel ya" jawab Anel.
"lya, nih buat kamu" ucap Alfin sambil menyerahkan bagpaper pada Anel.
"Ini apa kak" tanya Anel.
"ltu bali banana cake kesukaan mu, itu aku beliin buat kamu waktu lagi di bali" jelas Alfin.
"Makasih kak, tau aja kesukaan ku" ucap Anel tak curiga dengan Alfin.
"Sama-sama" jawab Alfin.
"Oh ya, apa kamu lagi nunggu jemputan. Mending bareng aku aja pulangnya dari pada lama nunggu" ucap Alfin.
"Makasih kak atas tawarannya, tapi aku lagi nunggu suami ku ke sini" jawab Anel terus terang. Karena dia tak ingin. Alfin mengejar diri terlalu jauh lagi.
"Suami mu juga bekerja di sini"ucap Alfin.
"lya kak, dia rector di kampus ini" jawab Anel dan diangguki Alfin.
"Ekhemm" deheman Zafano yang baru datang dari arah belakang.
"Honey" ucap Anel gugup.
"Maaf mas, silahkan kamu pergi dari sini.Saya mau pulang dengan istri saya" ucap Zafano ketus. Lalu menggeret tangan Anel untuk masuk ke dalam mobil.
"Saya peringatin jangan pernah ganggu istri saya. Apalagi untuk mendekatinya jika kamu berani, kamu berurusan dengan saya " bisik Zafano menekan setiap perkataannya pada telinga Alfin. Lalu berjalan memutar masuk ke dalam mobil dan duduk kursi pengemudi.
"Cih..begitu aja songong. Aku akan merebut Anel dari mu dan membuat mu sedih" guman Alfin saat mobil Zafano sudah pergi.
"Aku harus memikirkan cara lain untuk segera mendapatkan Anel. Bagaimana pun cara nya akan aku lakukan" ucap Alfin sambil berjalan kevarah mobilnya.
Zafano dan Anel sudah sampai di rumah dan tengah berada di dalam kamar.
"Honey, kenapa kamu diam dan cemberut begitu" ucap Anel yang melihat suami nya dari tadi hanya diam.
"Hmm...pikir aja sendiri" ucap Zafano ketus.
"Honey, cemburu ya lihat aku berbicara sama kak Alfin tadi" ucap Anel.
"Honey, maafin aku. Tadi kak Alfin cuma ngasih aku kue aja" ucap Anel lagi.
"Apa kamu menerima nya" jawab Zafano.
"Iya, karena itu kue kesukaan ku" ucap Anel.
"Aku minta buang kue itu dan akan aku beliin yang baru" ucap Zafano sedikit keras.
"Tapi.." jawab Anel terpotong.
"Tidak ada tapi-tapian atau penolakan. Jangan pernah kamu terima pemberian dari cowok itu lagi dan jauhi dia" tegas Zafano. Anel yang melihat suami nya marah pun menuruti keinginan suami nya itu.
"Baik Honey tapi kamu jangan marah lagi ya" ucap Anel langsung memeluk suaminya.
"Iya" jawab Zafano.
"Honey, sebentar lagi kan aku lulus S1 boleh tidak aku melanjutkan S2 di NewYork" ucap Anel.
"Apa! kamu tidak boleh melanjutkan S2 di NY. Aku tak mengijinkan mu untuk tinggal sendiri di sana dan aku ingin kamu bersama aku di sini" ucap Zafano.
"Lagian buat apa kuliah jauh-jauh di sana. Jika masih bisa di dalam negeri dengan Universitas terbaik. Dan kamu nanti bisa mengurus aku dan anak kita" sambungnya lagi.
"Kenapa kamu mesti bilang begitu sih, honey. Aku udah bilang aku tak mau hamil sekarang aku belum sanggup dan takut tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk anak kita nanti" jelas Anel.
"Sayang, nanti kita bisa belanjar bersama untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Aku sangat menginginkan anak dari mu" ucap Zafano.
Karena dia sudah kesal dengan suami nya itu, yang tak mau mendengarkan dan menuruti keinginan dirinya. Apa Anel terlihat sedikit egois? iya, karena dia juga tak memikirkan sedikit perasaan suami nya.
Zafano yang melihat Anel marah pun hanya bisa menghela nafas. Dia bingung harus gimana, karena istrinya tak pernah mau mendengar perkataan nya yang dia fikir kan hanya keinginannya saja. Mungkin itu juga nasibnya yang harus selalu mengalah dengan istrinya yang masih labil dan remaja.
Zafano pun ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah lelap tidur. Dan memeluk nya dari belakang. Setelah beberapa jam mereka tertidur.
Kini Zafano sedang berada di walk in closet untuk berganti baju sedangkan Anel masih mandi.
Saat Zafano mencari-cari sesuatu di dalam lemari pakaiannya. dia sangat terkejut sekali saat menemukan beberapa pil kb yang terselip di bawah pakaian Anel. Zafano mondar-mandir menunggu Anel di dalam kamar setelah berpakaian.
Tidak lama kemudian Anel keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja. Zafano langsung melempar pil-pil yang di temukannya tadi ke atas lantai dan berkata..
" Ini apa? " bentak Zafano.
Anel memunguti pil-pil tersebut dan sangat terkejut sekali saat melihat pil-pil tersebut adalah miliknya.
" Maaf Honey..."ucap Anel takut.
" Maaf? Buat apa kamu minta maaf? Apa kamu merasa bersalah dengan ku karena selama 4 bulan ini kamu udah membohongi ku? Kamu tega banget ya Anel dengan ku. Sudah 2 kali kamu membohongi ku karena perbuatan yang lain dan aku masih bisa untuk memaafkan mu tapi untuk sekarang ini aku tak bisa memaafkan mu . Kalau aku tahu kamu selama ini minum pil-pil kb itu, aku nggak akan ngajakin kamu ML. Lagi pula buat apa ML, semua itu nggak ada hasilnya sama sekali, dan kamu tahu jika aku sangat menginginkan anak dari mu. Tapi kenyataannya sungguh membuatku marah dan kecewa dengan mu, kamu tega sama aku Nel" ucap Zafano marah.
Dia langsung mengambil hp nya dan berjalan menuju pintu.
" Honey, maafin aku. Ku mohon Honey jangan pergi, masih bisa kita bicarakan baik-baik" ucap Anel sambil menututi Zafano.
Zafano berbalik dan berkata...
" Berhenti, jangan ikutin aku. Tak ada gunanya juga berbicara dengan mu, pasti ujung-ujungnya kamu bilang belum siap dan takut menjadi ibu yang gagal untuk anak kita karena kamu ingin aku menuruti keingan mu untuk berkuliah di Newyork bukan? Sekarang kamu masuk ke walk in closet dan pakai baju kamu...!!! "Tegas Zafano sambil menutup pintu dengan di banting.
Brak...
" Iya kak. " ucap Anel dengan takut. Dia tak percaya jika masalah nya akan seperti ini.
__
Beberapa jam kemudian...
Anel mondar-mandir di kamarnya memikirkan cara agar Zafano mau memaafkannya dan menunggu Zafano kembali sambil berkali-kali mencoba menelpon Zafano. Anel pun berbicara sendiri.
" Honey kemana sih? Kenapa udah jam 12 malam gini belum pulang juga sih? " guman Anel.
Anel pun mengirim beberapa pesan pada Zafano.
" Honey, Honey ada di mana? Honey kenapa belum pulang ke rumah? "
" Honey, telepon Anel angkat donk, Anel mau ngomong baik- baik dan minta maaf sama Honey."
" Honey, Anel minta maaf sama Honey. Honey jangan marah terus sama Honey please..."
" Honey, cepatan pulang..."
Anel menunggu balasan pesan dan telepon dari suami nya sambil mondar-mandir dan menggigit kuku-kuku jari tangan kanannya.
Sedangkan Zafano ada di Cafe Daniel bersama Raka dan Daniel, Dia hanya membaca pesan-pesan tersebut tanpa membalasnya. Raka pun membuka obrolan.
" Kamu kenapa Zaf? Muka kusut amat. Lagian ngapain malam-malam gini kamu ngajakin kita ketemuan gini? Biasanya kamu nggak mau diajak ketemuan dan ngobrol bareng kek gini. Setelah kamu nikah... " ucap Raka.
" Aku bete', kesel, marah dan kecewa sama istri ku... "
Ucap Zafano memotong ucapan Raka.
" Memangnya istri mu kenapa Zaf,selingkuh? Hamil anak pria lain? " ucap Raka.
"Tak ku kira Anel yang kelihatan setia banget dan gak pernah selingkuh. Ternyata begitu walaupun dulu aku suka ngejar-ngejar dia dan di tolak terus" sambung Daniel.
" What? Sembarangan aja Kalian ngomong. Anel itu istri yang setia, dia nggak selingkuh dari Aku. Dia juga nggak hamil anak pria lain...!!! " jelas Zafano.
" Sorry, terus masalahnya apa Zaf? "ucap Raka dan Daniel.
jangan lupa like,coment, vote dannjuga hadiah nya buat author lho.... dan author udah up 2 bab pagi ini...