MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Anel hilang



Pelayan itu kemudian pergi mengerjakan tugasnya, la membuat segelas minuman rasa jeruk dan di masukan obat bubuk putih tadi ke dalam minuman itu. Untuk di berikan kepada gadis yang berada di foto, menunggu waktu yang tepat saat gadis itu tengah sendirian.


--


"Tuan Zafano, bagaimana kabar anda" ucap lndra Sanjaya salah satu rekan kerja Zafano.


"Baik" jawab Zafano singkat dan dingin. Zafano terkenal kejam, dingin, baik,tampan dan juga cerdas di kalangan para pembisnis.


"Saya baru tau ternyata anda juga seorang rector ya, Tuan Zafano" ucap lndra Sanjaya.


"Iya, saya menjadi rector di kampus ini hanya sementara atas perintah ayah saya" jawab Zafano sedikit cuek. Karena la malas untuk mengobrol dengan Tuan lndra Sanjaya.


"Ouh, Tuan bolehkah saya bertanya"ucap lndra Sanjaya basa-basi.


"Silahkan" jawab Zafano singkat.


"Apa Tuan Zafano sudah memiliki seorang kekasih" tanya lndra Sanjaya.


"Saya sudah memiliki seorang istri yang cantik dan cerdas" jawab Zafano cuek dan sedikit sombong. Karena Zafano tau maksud perkataan lndra Sanjaya yang selalu ingin menjodohkan anaknya dengan Zafano tak sebab lain alasannya la ingin memiliki semua harta milik keluarga Stanley.


"Sayang sekali ya Tuan, padahal saya ingin menjodohkan Tuan dengan anak perempuan cantik saya" ucap Indra Sanjaya.


"Papah" ucap seseorang yang tiba-tiba saja baru datang dari arah samping.


"Amel" jawab lndra Sanjaya saat melihat putrinya itu datang menghampirinya. Indra Sanjaya adalah ayah kandung Amel Sanjaya.


"Papah lagi ngobrol dengan siapa" tanya Amel pura-pura tak melihat dan tau kalau itu Zafano yang tengah berbicara pada ayahnya.


"Papah sedang bicara dengan rekan bisnis papah namanya Tuan Zafano" ucap lndra Sanjaya tersenyum melihat kearah Zafano.


"Pak Zafano" ucap Amel pura-pura terkejut saat melihat Zafano.


"Tuan Zafano, ini lah putri tunggal ku yang ingin aku jodohkan dengan Tuan. Tapi sayang sekali tuan sudah memiliki seorang istri" ucap lndra Sanjaya.


"Amel putri ku cantik bukan, jika tuan Zafano menyukai Amel putri ku ini. Tak masalah kok jika ingin anda jadinya istri kedua tuan" sambungnya tanpa rasa malu.


"Dasar anak sama ayah tak tau malu" batin Zafano.


"Maaf tuan lndra, saya harus pergi mencari istri saya" ucap Zafano cuek, pergi meninggalkan Amel dan Ayahnya yang masih berdiri di sana.


"Akkhh, gimana nih pah. Pak Zafano tak menyukai ku melirik ku saja tidak. Pokoknya papah harus bikin pak Zafano jadi milik ku " ucap Amel kesal.


"lya, Papah tau papah akan cari cara lain supaya tuan Zafano menjadi milik mu apa pun itu caranya akan papa lakukan"jawab lndra Sanjaya.


"Papah harus deketin pak Zafano terus papah juga rekan bisnisnya jadi lebih untuk mengobrol. Aku ingin sekali menjadikan pak Zafano sebagai milik ku. Aku sangat mencintai nya pah, aku tak mau yang lain kalau perlu lenyapkan juga Anel istrinya itu" ucap Amel.


"Iya tenang aja akan papa urus semuanya. Papa juga menginginkan tuan Zafano menjadi menantu papa biar papa kecripatan harta milik keluarga Stanley kalau perlu akan papa buat semua harta milik keluarga Stanley jatuh ke tangan papah. Supaya kita menjadi lebih kaya raya lagi dan di segani banyak orang" jawab lndra Sanjaya.


"Betul kata papa, kalau perlu kita kerjasama untuk melakukan itu hingga berhasil" ucap Amel. Yang juga haus akan kekayaan.


---


"Anel, aku sama Clara mau kesana dulu ngobrol dengan yang lainnya" ucap Cleo.


"Mau ikut tidak" tanya Clara.


"Tidak aku masih ingin makan disini" jawab Anel. Memasukan bolu ke dalam mulutnya.


"Emang kamu dari tadi tidak merasa kenyang apa" ucap Clara.


"Hehehe.." jawab Anel.


"Yaudah kita berdua kesana dulu, nanti kita kesini lagi nemenin kamu" ucap Cleo.


"Okay" jawab Anel.


Dari kejauhan seorang pelayan memperhatikan Anel terus dari bersama Cleo dan Clara hingga mereka berdua pergi meninggalkan Anel.


Menurutnya ini kesempatan dan waktu yang pas, pelayan suruhan pria misterius berjalan menghampiri Anel dengan membawa segelas minuman jeruk yang sudah di kasih obat bubuk warna putih yang tak lain obat perangsang.


"Permisi nona, ini minuman buat anda" ucap pelayan itu sambil memberikan pada Anel.


"Makasih, kebetulan saya sedang haus..hehe" jawab Anel menerima minuman itu dan di minumnya hingga habis. Pelayan itu yang melihat Anel menghabiskan minuman darinya pun tersenyum senang di hatinya. Lalu pergi menghampiri pria misterius yang menyuruhnya tadi.


"Bagaimana" tanya pria misterius.


"Semuanya berjalan baik dan lancar. Gadis itu meminumnya hingga habis" jawab pelayan itu.


"lya tuan" jawab pelayan itu pergi meninggalkan pria misterius.


"Saatnya kau menjadi milik ku baby" guman pria misterius.


Disisi lain Anel yang selesai menghabiskan minuman itu. Tiba-tiba dirinya merasakan hal aneh yang terjadi pada tubuhnya.


" Kenapa badanku jadi panas, jangan - jangan minumannya tadi mengandung obat perangsang, gawat aku harus pergi dari sini, aku harus kuat nahan gairahku, sial pelayan tadi berani sekali pada ku" batin Anel.


"Aku harus cari Honey untuk membantu ku" guman Anel pada dirinya sendiri sambil berjalan.


Baru beberapa langkah Anel tak sengaja menabrak seseorang.


Bruk..


"Maaf, kak Alfin aku tak sengaja dan tak melihat mu" ucap Anel menggigit bibir bagian bawahnya menahan gairah. Memang benar orang yang di tabrak Anel itu Alfin.


"Iya gak papa, kamu kenapa muka mu kok terlihat khawatir begitu" jawab Alfin.


"Badan ku terasa panas sepertinya aku terkena obat perangsang. Aku sedang mencari suami ku untuk membantu menghilang efek obat itu" ucap Anel menahan gairahnya. Membuat Alfin tersenyum smirk mendengar ucapaan Anel.


"Ayo aku antar ke Zafano suami mu, aku melihatnya berada di sana" ucap Alfin.


Tanpa rasa curiga Anel mengikuti langkah kaki Alfin dari belakang. Alfin yang melihat Anel berjalan di belakangnya pun berhenti dan segera menggandeng tangan Anel.


"Kak, tolong lepasin tangan ku. Nggak enak di lihat orang" ucap Anel.


"Gak papa, biar kita cepat sampai di Zafano" jawab Alfin.


Anel yang sudah mulai tak kuat menahan gairah nya, la hanya bisa diam dan mengikuti langkah kaki Alfin membawanya. Yang ada di pikirannya la bisa bertemu dengan Zafano dan meminta Zafano untuk menghilangkan efek obat sialan itu. Langkah kaki Alfin terus berjalan membawa Anel ke sebuah lorong untuk keluar dari hotel itu.


"Kak, kenapa membawa ku kesini" ucap Anel masih. sadar.


"Karena aku menginginkan mu, malan ini kamu akan aku jadikan sebagai milik ku untuk selamanya" jawab Alfin sambil tertawa.


"Kenapa kakak jahat dengan ku, katanya kau akan mengantarkan ku pada suami ku" ucap Anel.


"Karena kamu selalu menolak ku untuk menjadi kekasih mu. Dan ini kesempatan yang bagus aku akan menjadikan mu sebagai milik ku. Aku yang akan memuaskan mu malam ini" jawab Alfin lalu mencium bibir Anel.


"Lepasin aku, aku tak mau dengan mu" ucap Anel memberontak mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alfin yang menariknya dengan sedikit paksa.


Tiba-tiba ada seorang cowok yang melihat Anel di bawa dengan tangan di tarik sedikit paksa oleh Alfin, cowok itu langsung memukul Alfin dari arah belakang dan Alfin tersungkur di lantai.


Bug..


"Woi mau kamu bawa kemana Anel" ucap cowok itu sambil memukul pipi Alfin hingga di bagian sudut bibirnya berdarah. Alfin yang tak terima di perlakukan seperti itu oleh cowok itu, la pun membalasnya dengan memukul pipi cowok itu.


Bug..


" Itu bukan urusan mu jadi jangan untuk mengganggu ku" ucap Alfin sambil memukul pipi kanan cowok itu karena belum Alfin pukul. Karena cowok itu sudah berjaga-jaga la pun bisa mengelak dari pukulan Alfin dan mengajar Alfin dengan membabi buta hingga Alfin kalah terduduk lepas di lantai.


"Aku peringatin jangan pernah ganggu Anel. Sekarang kamu pergi dari sini sebelum aku panggilkan bodyguard yang berjaga di hotel ini" ucap cowok itu.


Alfin yang mendengar ancaman cowok itu, mencoba bangkit untuk berdiri dan pergi dari sana.


"Sialan siapa cowok itu, aku akan memberi mu pelajaran" batin Alfin sambil berjalan keluar dari dalam hotel.


"Nathan" ucap Anel terkejut saat melihat Nathan lah yang menolongnya.


"lya" jawab Nathan.


"Anel kamu gak papa kan" ucap Nathan.


"Aku terkena obat perangsang, tolong aku mencari Zafano. Aku sudah tak tahan lagi" ucap Anel menggigit bibir bawahnya hingga berdarah karena menahan gairahyang sudah memuncak.


"Baik aku akan membantu mu, mari ikuti aku" ucap Nathan membawa Anel masuk kedalam ballroom.


--


"Cla, kok Anel gak ada disini ya" ucap Cleo yang sudah kembali ke meja tempat dirinya dan Clara meninggalkan Anel sendirian.


"lya, padahal kita sudah bicara dengan nya kita akan kembali kesini" ucap Clara.


"Bagaimana ini Anel hilang" sambungnya.