MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Marriage



Anel dan Cleo sudah berada di dalam cafe sambil menimun minumannya yang sudah dipesennya dua gelas coppicinau.


"Anel sekarang lo cerita sama gue" pinta Cleo pada Anel dengan nada lembut.


Anel kini mengambil nafas panjang lalu dikeluarkan.


"Huuuffhhh"


"Emm jadi tadi malam mamah datang kekamar gue ngasih tau kabar tentang perjodohan dikeluarga gue yang sudah direncanakan dari dulu. Tapi yang dijodohin gue bukan kak Emelly gue begitu syok mendengar kabar itu, gue bingung harus bagaimana sekarang." ucap Anel dengan sedih


"Terus lo nolak apa menerimanya?" tanya Cleo.


"Iya aku menerima perjodohan ini" jawab Anel.


Tiba tiba hp Cleo berbunyi, ada panggilan telfon dari maminya.


"Anel sebentar ya gue angkat telfon dari mami dulu" ucap Cleo diangguki Anel.


Cleo : "Hallo mi ada apa"


Mami: "Kamu lagi dimana Cle, mami mau minta tolong buat nemenin mami belanja di supermarket"


Cleo: "lya mi ini Cleo lagi ngambil mobil dibengkel, mami tunggu aja dirumah bentar lagi Cleo pulang"


Mami: "Baiklah mami tunggu"


Setelah selesai sambungan telpon pun dimatikan.


"Ada apa Cle?" tanya Anel.


"Mami minta gue pulang buat nemenin belanja disupermarket" jawab Cleo.


"Ouh yaudah ayo ambil mobil lo dibengkel" ajak Anel.


"Beneran lo gpp?" tanya Cleo.


"Iya gue gpp ceritanya bisa dilanjut besok lagi waktu gue udah ketemu calon suami gue" jawab Anel.


"Tapi jangan bilang ke Clara dulu kalau gue sedang dijodohkan, janji" ucapnya lagi pada Cleo sambil nunjukin jari kelingkingya.


"lya gue janji" ucap Cleo sambil menerima jari kelingking Anel lalu berjanji dengan menggabungkan jari kelingkingnnya, Cleo langsung memeluk Anel.


Dirumah keluarga Miligan


Kini Wilna mengambil hpnya untuk menghubungi Ratna.


"Tuutt....tuuutttt"


"Hallo Wil " jawab Ratna diseberang.


"Hallo Rat" ucap Wilna


" Bagaimana kabar kelanjutannya? apa kamu sudah bicara sama Anel?" tanya Ratna langsung.


"Sudah " jawab Wilna singkat.


"Bagaimana ?"tanya Ratna tidak sabaran mendengar kabar dari Wilna.


"Dia menerimanya Rat " jawabnya sedikit lirih.


"Benarkah , tapi mengapa kedengarannya kamu tidak bahagia " tanya Ratna yang heran mendengar suara Wilna yang tidak bersemangat.


"Kau tidak perlu khawatir, kami pasti menjaganya dengan baik " ucap Ratna meyakinkan.


"Lalu kapan keluarga kita akan bertemu " tanya Ratna lagi.


"Bagaimana kalau awal minggu besok karena Anel masih test semesteran aku tak ingin mengganggu pikirannya" jawab Wilna menyarankan.


"Baiklah, lebih cepat lebih baik suamiku pasti sangat bahagia mendengar kabar ini " ucap Ratna dengan suara yang sangat bahagia.


"Bagaimana kalau pertemuan keluarganya dia adakan di rumahku saja " pinta Wilna.


"Iya, kami akan menerima semua saran dari keluarga besan " jawab Ratna dengan senang.


"Jadi awal minggu besok kan Wil" tanya Ratna lagi meyakinkan.


"Iya Rat, jangan membuatku berubah pikiran " jawab Wilna tertawa bercanda.


Setelah pembicaraan mereka selesai , sambungan telpon pun di matikan.


Ke esokan harinya di rumah keluarga Stanley


Zafano, Ratna ,Rendi sedang menikmati sarapan pagidi meja makan.


Ratna yang terus tersenyum membuat Zafano dan Rendi merasa heran.


"Adaa apa bunda, dari semalam ayah lihat bunda terus tersenyum " tanya Rendi heran.


"Bunda punya kabar bahagia buat kalian, makanya sengaja bunda kasih tahu pagi ini biar Zafa juga tahu " ujar Ratna dengan wajah yang terus tersenyum.


"Apaan tuh bun"tanya Zafano yang ikut penasaran.


"Awal minggu besok kamu akan bertemu dengan calon istrimu " jawab Ratna bahagia.


"Benarkah bun " tanya Randi tak percaya dan Ratna dengan semangat menganggukan kepalanya.


Namun beda dengan zafano dia hanya diam mendengar kabar bahagia menurut ayah dan bundanya itu.


"Dimana pertemuan keluarga kita " tanya Rendi lagi.


"Di rumah mereka yah, Wilna meminta untuk pertemuan keluarga ini dirumahnya " jawab Ratna.


"Baiklah, siapkan semua kebutuhan yang akan kita bawa untuk menemui calon mantu kita bunda " ucap Rendi semangat.


"Naak, tolong kosongkan semua jadwal mu awal minggu besok kita akan bertemu calon istri mu " pinta Randi pada Zafano, dan Zafano hanya menganggukan kepalanya .


"Ayah benar benar sangat bahagia bun, akhirnya semuanya akan cepat terlaksana " ucap Rendi gembira.


"Bunda juga yah, nggak nyangka anak bunda akan segera menikah " kata Ratna menatap anak laki laki satu satunya.


"Zafa berangkat dulu bun ,yah " pamit Zafano pada orang tuanya , dia sedikit jengah dengan pembahasan kedua orang tuanya itu.


"Hati hati ya, jangan ngebut bawa mobil, ingat kamu sebentar lagi akan menikah "ucap Rendi pada Zafano sedikit meledek


Zafano hanya berlalu meninggalkan orang tuanya, tanpa memperdulikan celetukan ayahnya.


Jangan lupa like coment and vote


maaf untuk typonya