MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Di dalam mobil



" Ting " bunyi pesan masuk di hp Anel, di saat pelajaran.


Zafano : " Nanti pulangnya bareng aku lagi"


Anel :" Okay. Tapi nanti pulang dari kampus makan siang dulu di cafe kak Daniel, bareng Cleo dan Clara ."


Zafano: " Baik sayang"


Anel: " Jangan lupa ajak kak Raka sekalian"


Zafano: " lya, nanti Raka aku telfon"


Anel : "Makasih kak ♡♡"


--


Jam mata kuliah pun telah usai, kini Anel, Cleo dan Clara sudah keluar dari kelasnya dan sudah berada di parkiran.


"Anel, lo bareng gue atau Clara" tanya Cleo pada Anel.


"Gue bareng pak Zafano, sebentar lagi dia kesini" jawab Anel.


"Kalau gitu kita temenin lo buat nunggu pak Zafano disini biar lo gak sendirian" ucap Cleo.


"Cie .. Anel sekarang maunya deket terus sama pak Zafano. Dulu aja bilangnya ogah dan gak bakal suka sama pak Zafano yang handsomenya tiada tara" ucap Clara sambil menggoda.


"Hehe.." jawab Anel tersenyum malu, keingat ucapannya yang dulu yang suka jelek-jelekin Zafano dan tak menginginkan Zafano jadi pasangannya.


Tapi sekarang malah sebaliknya, mungkin itu lah yang namanya benci jadi cinta. Karena benci dan cinta itu beda tipis , dari yang dulu benci bisa jadi cinta bahkan sebaliknya dari yang dulu cinta bisa jadi benci. Itulah roda kehidupan, tidak ada yang tau mengenai perasaan hati seseorang karena tuhan saja yang bisa membolak balikan hati manusia.


"Sekarang lo termakan sendiri sama omongan lo kan" ucap Cleo sambil tertawa.


"lya, tapi gak papa sih. Karena itu semua membuat gue ngerasain bahagianya jatuh cinta sebenarnya"jawab Anel sambil tersenyum manis.


Biiiibbb


"Tuh pak Zafano udah datang "ucap Clara melihat mobil Zafano berhenti didepan mereka.


"Hallo semuanya" sapa Zafano kepada mereka tersenyum, setelah turun dari mobilnya.


"Haii pak Zafano yang handsomenya kebangetan" ucap Clara pada Zafano sambil tersenyum dan mendapat plototan tajem dari Anel.


" Woi Cla, lo gak usah ganjen sama calon suami orang. Lihat tuh calon istrinya mlototin lo, apa lo gak takut"ucap Cleo pada Clara, seketika Clara merasa merinding takut dengan tatapan tajam dari Anel.


"Hehe..sorry Nel. Jangan gitu dong natapnya ntar kalau mata lo copot gimana" ucap Clara sambil tersenyum kikuk dan Anel segera memalingkah wajahnya kearah lain. Membuat Zafano jadi tertawa di dalam hatinya karena melihat tingkah kekasihnya itu.


"Cup" Zafano mencium bibir Anel. Cleo dan Clara yang melihat itu pun melongo .


"Kalau gitu kita masuk pergi duluan ya Anel, pak Zafano" ucap Cleo lalu menggeret tangan Clara dan menyuruhnya untuk masuk mobilnya sendiri lalu pergi menuju cafe Daniel.


"Ihh..kenapa pak Zafano harus menciumu dididepan mereka, aku jadi malu sama kedua sahabatku" ucap Anel kesal sambil memukul dada Zafano. Zafano hanya diam dan tertawa melihat tingkah Anel dan wajah yang lucu saat marah.


"Udah marahnya sayang, ayo masuk mobil" ajak Zafano sambil menggandeng tangan Anel menuju mobilnya.


clek


"Ayo tuan putri, silahkan masuk" ucap Zafano pada Anel, setelah membukakan pintu mobil buat Anel.


Anel yang diperlakukan Zafano begitu pun tersenyum, dia merasa sangat bahagia. Zafano pun mendudukan dirinya di kursi pengemudi di sebelah Anel, dan menjalankan mobilnya menuju cafe Daniel.


Brumm


Didalam mobil Anel menyenderkan kepalanya dipundak Zafano yang lagi menyetir.


"Sayang kamu ngantuk ya" tanya Zafano pada Anel.


"Tidak kok pak..eh kak" jawab Anel.


"Bisa nggak sekarang manggilnya jangan bapak terus" ucap Zafano.


"lya kak, maaf" jawab Anel.


"Ouh, kalau gitu aku panggil honey aja gimana" tanya Anel.


"lya sayang" jawab Zafano.


"Makasih, tapi manggil honeynya saat berduaan, kalau di kampus manggilnya bapak ya" ucap Anel.


"Baiklah" jawab Zafano.


"Apa honey masih cinta sama kak Emelly" tanya Anel membuat Zafano kaget dan menghentikan mobilnya.


"Sayangku, kamu harus percaya kalau aku itu sangat mencintai sayang. Aku tak mencintai Emelly lagi" jawab Zafano tersenyum menatap Anel dan memegang wajah Anel.


"Apa itu serius" tanyanya lagi dan dianggukinya.


"Apa kamu perlu bukti" tanya Zafano tersenyum smirk dan diangguki Anel.


"Baiklah akan aku buktikan sekarang" ucap Zafano lalu merebahkan kursi Anel dan berpindah diatas tubuh Anel.


"Honey...honey mau ngapain" tanya Anel takut.


"Mau membuktikan kalau aku sangat mencintai sayangku" jawab Zafano sambil tersenyum.


Zafano mendekatkan bibirnya pada bibir Anel hingga saling menyatu. Zafano ******* bibir Anel dengan lembut, tangannya tak tinggal diam. Tangan Zafano mengelus paha Anel yang mulus yang hanya menggunakan rok pendek sepaha.


"Ahh" desah Anel.


Saat tangan Zafano meremas ke dua gunung kembarnya dengan keras. Zafano ******* bibir seksi Anel yang sudah jadi candu baginya dan sesekali menyesapnya dan lidahnya menari di dalam mulut Anel. Apa Anel menikmatinya? pastinya Anel menikmatinya bahkan terbuai dengan perlakuan Zafano pada dirinya, dia pun ikut membalas ciuman Zafano. Ciuman panas itu kini beralih ke leher jenjang milik Anel tak lupa Zafano memberi tanda merah dilehernya. Tangan Zafano kini mengangkat keatas baju Anel hingga melihatkan gunung kembar Anel yang besar terbungkus bra hitamnya yang begitu sesak dan ingin minta dikeluarkan.


"Sayang apa aku boleh menyusu punyamu ini" tanya Zafano sambil meremas payudara Anel dan membuatnya mendesah. Anel pun mengangguk dan mengangkat sedikit tubuhnya biar Zafano bisa melepas pengait branya. Zafano pun langsung melahap gunung kembar Anel seperti bayi yang tengah kelaparan..


"Aahh honey" desah Anel


Saat Zafano menyusu di salah satu gunung kembar miliknya dan menggigit kecil putingya dan salah satu tangan Zafano berada di dalam rok Anel bermain di daerah intim Anel.


Anel menekan kepala Zafano untuk menghisap lebih kuat pada miliknya.


"Biibb..biiibbb...biibb " bunyi klason mobil lain yang berada dibelakang mobil Zafano. Zafano yang mendengar bunyi klason dari para pengemudi lain. Dia segera menghentikan aksinya pada Anel dan kembali duduk dikursi.


"Sayang, maafkan aku dan betulkan kembali bajumu. kita lanjutkan pergi ke cafe Dainel" ucap Zafano sambil melajukan kembali mobilnya menuju cafe Daniel.


" Baik honey" jawab Anel kembali duduk dan membenarkan baju nya kembali karena ulah Zafano tadi.


"Sayang, berapa ukuran payudaramu" tanya Zafano vulgar.


"Eee...38 B honey" jawab Anel lirih takut Zafano kecewa karena ukuran payudaranya kecil bagi Zafano.


"Hmmm" ucap Zafano.


"Apa terlalu kecil honey, aku akan segera membesarkannya" ucap Anel polos pada Zafano. Membuat Zafano tersenyum.


"Kamu serius mau membesarkan payudaramu buat ku" tanya Zafano.


"Iya honey, buat mu. Aku tak ingin kamu berpaling dariku karena punyaku kecil" ucap Anel sedikit sedih.


"Kamu tidak perlu membesarkannya, bagiku punyamu segitu udah besar dan jangan berani kamu buat ngbesarin punyamu itu" jawab Zafano.


"Kenapa gak boleh honey, bukannya kalau besar kamu tambah enak maininnya" ucap Anel polos sekaligus vulgar membuat Zafano tertawa didalam hatinya.


Ctarr..


"Awwhh sakit honey" ucap Anel sambil mengelus jidatnya karena di slintik oleh Zafano.


"Lagian kamu dari tadi ngomong vulgar terus" jawab Zafano.


"Aku gak mau kamu besarin payudaramu karena aku gak mau para cowok di luaran sana menatap terus punyamu itu" ucapnya lagi.


"Baiklah honey aku gak akan ngbesarin dan maaf kan aku" ucap Anel.


"lya" jawab Zafano singkat dan mencium pipi Anel.