MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Visual tokoh



Pada bab kali ini aku kasih beberapa visual mereka dulu.


**ZAFANO STANLEY**



**ANELLYANA LARASATI MILIGAN**




**RAKA BIRAWA**



**CLEONA RAMLAN**



**DANIEL ABBAS**



**CLARA WIJAYA**



Diatas adalah visual yang aku kasih yang menurutku sesuai dengan karakter mereka. Tapi jika ada yang merasa visualnya kurang mehong gpp kalian bisa membayangkannya sendiri sesuai imajinasi kalian sendiri.


~~


Hari semakin malam, acara lamaran yang di adakan dengan cara tertutup dan sederhana pun telah usai, Kini keluarga Stanley pamit untuk pulang.


" Wil ..kami pulang dulu ya.."ucap Ratna pada Wilna.


" Baik Rat.. Terimakasih sekali lagi kamu begitu repot membawa banyak sekali barang.." Jawab Wilna.


" Nggak repot Wil aku malah senang.." Jawab Ratna dengan senyum.


" Nggak nginep aja Ren? " Tanya William.


" Terimakasih Wil.. lain kali saja,pekerjaan menumpuk dikantor" Jawab Rendi dengan kekehan.


" Baiklah kalau begitu.." Jawab William singkat.


" Sayang... Bunda pulang dulu ya.." Ucap Ratna kepada Anel dan sambil memeluk gadis cantik itu.


" Iya..Bunda.." Jawab Anel dengan senyum manisnya.


Yaa meskipun Anel masih kaku dengan panggilan Bunda kepada calon martuanya itu.


" Nak.. Salim tuh sama calon suami kamu.. " Ucap Wilna tiba tiba yang membuat Anel melotot dan terkejut.


" Bukannya Mamah dan Papah ngajarin untuk bersikap sopan ya.." Jelas Wilna lagi.


Dengan berat Anel menuruti apa kata mamahnya, dia menyalami tangan Zafano lalu mencium punggung tangan calon suaminya itu.


Tiba tiba mobil sport berwarna merah memasuki perkarangan rumah keluarga Miligan, membuat mereka menata mobil itu yang kini sudah terpakir digaransi. Seorang gadis cantik turun dari mobil menghampiri mereka yang masih berada diteras rumah keluarga Miligan.


" Papah...Mamah"sapa gadis itu kepada William dan Wilna.


"Hai sayang kamu udah pulang" jawab Wilna sambil mencium kening gadis itu.


"Iya mah setelah meeting dengan klien Emelly langsung pulang kesini, mau tau siapa cowok ganteng yang bakal jadi suami adik ku" ucap Emelly terkekeh.


"Nak kenalin itu om Rendi dan tante Ratna" ucap Wilna pada Emelly memperkenalkan.


"Hai om...tante" sapa Emelly sambil mencium tangan Rendi dan Ratna bergantian.


"Kenalkan ini anak om calon suami Anel adikmu" ucap Rendi pada Emelly sambil menunjuk Zafano.


"Zafano" ucap Emelly terkejut saat melihat Zafano yang akan menjadi calon suami Anel, lalu menghampiri William.


"Pah kok papa ga bilang kalau Zafano akan jadi calon suami Anel sama aku" tanya Emelly pada William tak terima.


"Emang kenapa kalau Zafano yang jadi calon suami adikmu, memangnya kalian saling mengenal" ucap William.


"lya pah dulu Emelly kekasih Zafano" jawab Zafano.


"Dia dulu ninggalin Zafa dan menghinanya karena dia tahunya kalau Zafano anakku dari kalangan keluarga sederhaana, jika Zafano masih bersamanya akan menghambat impiannya menjadi wanita karir di perusahaan papahnya dengan kedudukan yang bagus itu pikir putri sulungmu makanya aku memilih putri bungsumu Anel untuk dijadikan menantu dikeluarga kami " ucap Rendi dan membuat keluarga Miligan terkejut karena perilaku Emelly pasalnya William dan Wilna mengajarkan anaknya untuk tidak menghina dan membeda bedakan orang tapi Emelly dengan seenaknya menghina Zafano tanpa mencari dulu latarbelakangnya.


"Pah tapi Emelly ingin papa membatalkan perjodohan Anel dengan Zafano, karena cuma Emelly yang cocok jadi istri Zafano. Emelly menginginkan Zafano lagi pah" ucap Emelly dengan nada sedih tanpa berdosa.


"Maksud mu apa Emelly seenaknya minta papahmu buat batalin perjodohan ku dengan Anel, ingat Emelly kami itu sudah diikat dengan pertunangan" ucap Zafano keras sambil menahan marah karena tidak habis pikir dengan Emelly gadis yang dulu meninggalkannya sekarang setelah tahu kebenarannya malah ingin kembali lagi padanya.


"Aku cinta sama kamu Zaf, Anel ga pantas jadi calon istrimu dia cuma cewek yang selalu menggoda cowok lain rela mengasih tubuhnya biar dijadikan kekasihnya dia ga baik buat kamu" ucap Emelly marah.


"Deg" hati Anel sakit mendengar perkataan Emelly yang bilang kalau dia cewek penggoda. Dia pun menangis pergi kekamarnya meninggal mereka yang masih bertengkar.


"Jaga ucapanmu nona Emelly, calon menantu saya tidak seperti itu, dialah yang pantas untuk menjadi istri anak kami Zafano Stanley daripada kamu gadis yang sudah meninggalkannya membuat dia sakit hati dan terpuruk dan kamu seenaknya minta kembali dengan anak saya. Apa kamu lupa dengan perbuatan kamu dulu hah?"ucap Ratna marah sambil menampar pipi kanan Emelly karena tak terima calon menantunya dihina oleh kakaknya sendiri dan membuatnya menangis.


"Sudah cukup sekarang kamu Emelly masuk kamarmu, papah dan mamah sangat kecewa denganmu" tegas William lalu Emelly pergi kekamarnya.


"Kenapa sih Anel ....Anel.. dan Anel.. terus yang dibela dan mendapat kasih sayang lebih dari papa mama" guman Emelly sambil menangis tidak percaya pergi melangkah menuju kamarnya.


"Maaf Rat aku telah menampar putri pertamamu" ucap Ratna tak enak.


"lya gpp Rat" jawab Wilna singkat.


"Saya minta maaf Will karena sudah bertengkar dengan Emelly putrimu dan kami pamit pulang" ucap Rendi.


"Iya Ren gpp itu juga Emelly yang salah" jawab William lirih merasa malu pada sahabat sekaligus calon besannya itu.


"Kami pulang dulu Wil" ucap Ratna.


"lya hati hati" jawab Wilna.


Setelah semua tamu sudah pergi, Kini tinggalah keluarga Miligan.


"Ayo pah kita istirahat" ajak Wilna pada suaminya.


"Iya mah, tapi papa kecewa dengan Emelly anak kita. Papah merasa menjadi orang tua yang gagal" jawab William sedih.


" Papa ga salah cuma Emelly saja yang salah bertindak dan doakan saja dia bisa berubah menjadi lebih baik" ucap Wilna yang diangguki William.


Jangan lupa like comet dan vote...


biar author tambah semangat buat up