
"Ini kita mau kemana dulu" tanya Anel.
"Ke toko butik kita beli baju" jawab Cleo.
Mereka bertiga kini sedang berada di pusat perbelanjaan mall terbesar di kota mereka.
"Baiklah" ucap Anel.
Mereka bertiga berkeliling melihat- lihat baju yang menurut nya bagus dan cocok di pakai sama mereka.
"Gimana kalian udah nemuin baju yang cocok untuk kalian, ini aku sudah dapat sebuah dress yang cocok dengan ku" tanya Anel.
"Iya, aku akan mengambil baju ini. Karena sangat cantik modelnya dan jika di pakai untuk kuliah sangat cocok dengan outfit yang selalu aku pakai terlihat feminim dan sexy" ucap Clara.
"Kalau aku suka yang ini karena tidak terlalu sexy saat di pakai" ucap Cleo.
"Yaudah ayo kita ke kasir bayar baju kita" ucap Anel.
"Ayo" ucap Cleo.
"Kamu cuma beli itu doang Nel? kamu nggak mau beli lingerie biar suami kamu makin cinta dengan mu"ucap Clara.
"Enggak, aku sudah punya banyak lingerie di lemari baju ku" jawab Anel.
"Okay, kita bayar terus makan" ucap Clara.
"Iya" ucap Anel dan Cleo bersama.
Setelah selesai membayar baju yang mereka beli kini Anel,Cleo dan Clara pergi ke restoran yang juga berada di mall itu.
"Anel, Clara kalian mau pesan apa" tanya Cleo sambil memegang buku dan bolpoin untuk mencatat makanan yang mereka pesan.
"Pesan seafood aja Cle" jawab Anel dan Clara serempak.
"Baiklah, baiklah dengan minum lemon tea dan kelapa muda" ucap Cleo dan di angguki Anel dan Clara.
Cleo memanggil salah satu. pelayan restoran itu untuk segera menyajikan makanan serta minuman yang mereka pesan. Tak butuh lama makanan dan minuman telah tiba diantar oleh pelayan, berbagai hidangan di sajikan di atas meja hingga penuh. Mereka pun menikmati hidangan tersebut dengan lahap.
"Anel" ucap seseorang dari belakang Clara, posisi Anel berhadapan dengan Clara.
"Kak Alfin" ucap Anel terkejut saat melihat Alfin yang memanggilnya, begitu pula dengan Cleo dan Clara.
"Iya Nel" jawab Alfin tersenyum.
"Kak Alfin sudah lama berdiri di situ " tanya Anel.
"Tidak, aku tadi melihat mu sedang makan terus aku kemari" jawab Alfin.
"Kakak ke sini mau makan kan" ucap Anel.
"Iya" jawab Alfin.
"Yaudah mending kak Alfin gabung sama kita" ucap Anel.
"Iya tuh kak mending gabung sama kita" ucap Clara.
"Baiklah dengan senang hati aku bergabung makan bersama dengan 3 gadis cantik" ucap Alfin lalu duduk di sebelah Clara.
"Makasih lho, kalian sudah mengijinkan aku untuk bergabung bersama kalian" ucapnya lagi.
"Iya, sama-sama. Kak" ucap Anel ,Cleo dan Clara serempak.
"Bagaimana kabar kalian Cleo, Clara atau 2 Cl" ucap Alfin tertawa.
"Seperti yang kakak lihat aku baik-bai saja" ucap Cleo.
"Aku juga baik-baik saja. Ternyata kak Alfin masih ingat dengan panggilan 2 Cl itu" ucap Clara tertawa.
"Haha..bener tuh saking cantik nya banyak siswa cowok yang naksir sama Anel" ucap Clara.
"Termasuk kakak juga kan ikut ngejar cinta Anel berkali-kali walaupun di tolak" goda Cleo.
"Hehe..kamu masih ingat juga Cle" ucap Alfin tertawa.
"Iya pasti dong kak, kakak kan pangeran di sekolah kita dulu" ucap Cleo.
"Eee..btw kak Alfin sudah punya pasangan belum" tanya Clara.
"Belum" jawab Alfin singkat sambil menatap Anel.
"Kenapa kak Alfin gak mau cari pasangan" jebak Clara ingin mengetahui apakah Alfin masih suka sama Anel. Saat dia melihat Alfin yang terus memandangi Anel.
"Karena di hati ku masih setia mecintai seseorang yang aku kejar-kejar matian dulu, supaya mendapat kan hati nya untuk ku" ucap Alfin ceplos menatap Anel sangat lekat.
"Kalau boleh tau siapa cewek cantik itu" tanya Clara lagi.
"Cewek cantik nan jenius itu adalah Anel sahabat terbaik kalian" jawab Alfin tersenyum.
Anel yang mendengar perkataan Alfin pun tersedak.
"ini minum" ucap Alfin menyodorkan minuman.
"Maaf, jika perkataan ku membuat mu terkejut hingga tersedak" ucapnya lagi.
"Ya tidak apa-apa" jawab Anel.
"Anel, jujur aku masih sangat mencintai mu sampai saat ini. Aku tidak mampu untuk melupakan diri mu. Mau kah kau menerima ku sebagai pendamping hidup mu" tutur Alfin sambil memegagang tangan Anel. Sontak membuat Anel, Cleo dan Clara tersontak kaget.
"Sorry, kak Alfin. Aku tak bisa menerima mu, aku sudah menikah dan punya suami. Aku mencintai suami ku." ucap Anel tegas sambil melihatkan cincin nikah nya yang berada di jari manisnya.
"Nel, coba lihatlah aku. Aku yang selalu mencintai mu dari dulu hingga sekarang dengan tulus. Kenapa kamu tak pernah mau melihat ketulusan dari ku dan menerima ku menjadi kekasih mu" bentak Alfin membuat para pengunjung melihat ke arah mereka dan berbisik mengunjing Alfin.
"Ingat kak dari dulu aku selalu menolak mu. Dan aku tak pernah meminta mu buat mencintai ku sedalam itu. Padahal kamu juga tau kalau aku tak pernah mencintai mu, aku menganggap mu hanyalah sebagai sahabat tak lebih" ucap Anel keras lalu pergi meninggalkan mereka.
"Aku tak akan membiarkan mu jadi milik orang lain. Walaupun kamu sudah punya suami aku akan tetap menjadikan kamu sebagai milik ku" batin Alfin saat melihat Anel pergi.
Cleo dan Clara yang melihat Anel pergi pun segera membayar makanan yang mereka pesan dan menyusul Anel.
"Anel...Anel...tunggu in kita" teriak Cleo dan Clara barengan saat sudah keluar dari restoran tapi teriakan mereka tidak di respon oleh Anel dia terus berjalan.
"Nel tunggu jangan cepat-cepat dong jalan nya kita capek ngejar kamu" ucap Cleo saat sudah berada di samping Anel.
"Anel jangan diam terus dong, bicara lah " ucapnya lagi dan di tanggapi Anel dengan diam lagi tanpa berbicara untuk menjawab perkataan Cleo.
"Ini semua gara-gara kamu Cla. Coba saja kamu tadi tak bertanya begitu pada Kak Alfin pasti semua nya tak akan seperti ini" tuduh Cleo menyalahkan Clara.
"Aku nglakuin itu karena Kak Alfin memandangi Anel terus. Aku ingin tau apakah dia masih mencintai Anel tidak" ucap Clara membela diri.
"Tapi.." ucap Cleo terpotong.
" Aku tau aku salah, tapi aku cuma mau menjaga hubungan Anel dan pak Zafano saja supaya tidak cerai setelah tau kak Alfin masih cinta sama Anel. Jadi kita bisa waspada jika suatu saat kak Alfin ingin memisahkan Anel dan Pak Zafano" jelas Clara.
"Udah kalian bisa nggak usah berantem pusing aku dengerinnya"bentak Anel.
"Anel kamu nggak marah sama kita kan, terutama sama aku" ucap Clara.
"Iya aku tak marah, tapi aku minta kamu jangan bicara begitu lagi sama Kak Alfin. Walaupun aku tau maksud mu sebenarnya baik. Tapi aku tak mau kak Alfin datang di kehidupan ku sekarang, aku tak mau suami ku merasa cemburu dan marah lagi apalagi setelah tau jika kak Alfin masih cinta dengan ku" jelas Anel.
"Apa pak Zafano pernah cemburu sama kamu karena kak Alfin? apa pak Zafano pernah bertemu dengan kak Alfin" ucap Cleo dan di angguki Anel.
"lya, dan kita bertemu di mall ini juga"ucap Anel.
"Gue mau pulang takut nya suami ku udah pulang duluan" ucapnya lagi.
"Okay" ucap 2 Cl serempak.