MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Rencana Honeymoon



Anel kini sudah sampai di kediaman Stanley. Saat baru masuk ke dalam rumah dia melihat bunda Ratna yang tengah duduk di sofa ruang keluarga.


"Bunda..." panggil Anel mencium punggung tangan Ratna.


"Kamu sudah pulang nak" ucap Ratna.


"Iya bun habis dari mall sama Cleo dan Clara" ucap Anel.


"Ouh, lain kali ajak lah mereka berdua untuk main kesini dan suruh menginap" ucap Ratna.


"Iya bun" jawab Anel.


"Bun, kak Zafano sudah pulang belum" tanya Anel.


"Suami mu belum pulang sayang, memang ada apa" ucap Ratna.


"Tidak ada apa-apa bun, kalau gitu aku ke kamar dulu mau mandi" jawab Anel.


"Iya" ucap Ratna.


Kini Anel sudah berada di kamar nya, dia menaruh tas serta belanjaan nya di atas meja rias. Lalu melepas semua pakaian nya berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi di bawah shower.


Zafano baru pulang dia melihat mobil yang di pakai istrinya sudah berada di garansi tapi saat di masuk rumah. Dia tak melihat istrinya berada di lantai bawah tapi melihat bunda Ratna yang sedang berada di dapur.


" Bunda" panggil Zafano mencium punggung tangan Ratna.


"Kamu baru pulang sayang, tadi istri mu menanyakan mu apakah sudah pulang belum" ucap Ratna.


"Sekarang istri ku di mana bun" tanya Zafano.


"Dia berada di kamar kalian" ucap Ratna.


"Kalau gitu aku pamit ke kamar dulu ya bun" ucap Zafano.


Pergi meninggalkan dapur lalu dia berjalan menuju lift untuk ke kamar nya.


Saat sudah berada di kamar nya dia tak melihat Anel, tapi saat dia ingin mencari istri nya di walk in closet. Dia mendengar germecik air dari dalam kamar mandi. Zafano pun merasa lega karena istri nya tengah mandi. Lalu dia melepas semua pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi di lihatnya istrinya tengah mandi berada di bawah shower. Dia pun langsung memeluk istri nya dari belakang dan mematikan shower. Zafano yang sudah tak tahan langsung menggendong Anel dengan ala bridal styel menuju ranjang. Mereka pun melakukan kegiatan panas pada sore menjelang malam. Merasakan kenikmatan hingga keluar ******* dari mulut mereka berdua. Berulang kali Zafano melakukan nya hingga Anel tumbang. Zafano tersenyum dan memeluk tubuh Anel.


"Terimakasih sayang..semoga benih ku cepat jadi di sana" ucap Zafano sambil mengelus perut Anel yang masih rata.


Di meja makan


"Bun, Zafano sama Anel kemana kok nggak ikut makan malam bersama kita" tanya Rendi.


"Mereka ada di kamar nya" jawab Ratna.


"Kenapa gak bunda panggil, di ajak makan bersama" ucap Rendi.


"Biar kan saja yah, mungkin mereka tertidur. Nanti kalau lapar pasti akan turun untuk makan" jawab Ratna.


"Benar juga kata bunda" ucap Rendi.


"Ayah, apa ayah nggak ngasih Zafano cuti untuk honey moon" tanya Ratna.


"Kalau itu pasti ayah kasih bun, biar kita cepet dapat cucu. Tapi Zafano nya aja yang masih nggak mau karena belum kepikiran buat honey moon dan dia mau bilang dulu ke Anel" jelas Rendi.


"Ouh" ucap Ratna.


"Ayo bun makan segera di selesain. Temani ayah mengerjakan perkerjaan kantor ayah yang masih numpuk" ucap Rendi.


"Baik yah, nanti aku buatin kopi spesial buat ayah" jawab Ratna tertawa.


--


Perlahan Anel membuka matanya karena perut nya merasa lapar. Dilihat nya kepala Zafano yang berada di dada nya pun langsung dia angkat dan terlihat Zafano memeluk tubuh nya dengan erat. Saat Anel ingin melepas pelukan Zafano pada tubuh nya dan segera turun dari ranjang. Membuat Zafano terbangun dari tidur nya.


"Sayang.."ucap Zafano khas bangun tidur.


"Ho..ney udah bangun"jawab Anel.


"lya, kamu mau kemana" ucap Zafano.


"Aku mau mandi setelah itu makan. Aku sangat merasa lapar sekali" jawab Anel.


"Baiklah, aku juga lapar ucap Zafano tersenyum.


Karena melihat Anel yang merasa lapar karena ulah nya. Gara- gara melakukan olahraga panas itu sampai terlewatkan makan malam membuat Anel dan dirinya merasa lapar.