
Anel dan Cleo baru saja sampai di kediaman Stanley.
"Assalamualaikum, bundaaa... Anel yang cantik pulang. "teriak Anel.
Membuat Ratna menutup kuping mendengar suara teriakan Anel sedangkan dua Cl hanya menggelengkan kepalanya. Melihat sikap salah satu sahabatnya yang sedikit berubah jadi bar-bar, sejak ke hamilannya.
"lshh, sayang tak perlu teriak-teriak. Bunda juga dengar "ucap paruh bayah itu yang tak lain Ratna.
"Maaf, bunda hehe"ucap Anel lalu mencium tangan bunda.
"Hai, bunda"ucap Cleo lalu mencium tangan bunda.
"Eh, anak bunda yang cantik juga ikut kesini"ucap Ratna dan di angguki oleh Cleo.
"Ayo sayang mari masuk. Bunda kebelakang bentar minta bibi buat bikinin minuman dan cemilan. "ucap Ratna.
"lya bun"ucap Anel dan Cleo.
"Cle, aku ke kamar dulu ya mau ganti baju. Kamu tunggu aja di ruang keluarga atau di gazebo taman"ucap Anel.
"Okay, aku tunggu di gazebo taman ya" ucap Cleo teriak. Dan di balas Anel dengan tangan berbentuk👌.
Cleo pun langsung pergi duduk di gazebo taman menikmati sepoi-sepoi angin, sambil melihat indahnya bunga-bunga cantik di taman itu. Tak lama Anel datang bersama bibi yang membawa minuman dan beberapa cemilan. Sedangkan bunda Ratna ia pergi arisan.
"Hai Cle.. " ucap Anel.
"lya Nel, eh kok kamu gak sama bunda ke sini" ucap Cleo.
"Bunda, pamit pergi arisan "ucap Anel.
"Jadi gimana mau selidiki Clara dari mana dulu"tanya Cleo.
"Entah aku juga gak tau"ucap Anel lalu menyomot pisang goreng.
"Nel, perut mu udah kelihatan buncit ya"ucap Cleo sambil memandangi perut Anel.
"Iya, mulai minggu depan udah cuti kuliah"ucap Anel.
"Lah, kok cuti sih. Ntar gak ada kamu gak seru dan aku gak punya temen "ucap Cleo.
"Kamu lebay banget sih, ini juga titah dari suami sama ortu ku." ucap Anel.
"lya-iya aku tau tuan putri"ucap Cleo.
"Kamu enak ya Nel punya suami yang super duper perfect dan mertu yang baik banget "ucap Cleo.
"Kamu juga bisa kok dapetin suami dan mertu yang baik kek bunda dan ayah"ucap Anel.
"Caranya gimana"tanya Cleo.
"Ya kamu tinggal nikah aja sama kak Raka. Simple kan kamu juga jadi menantu bunda dan ayah" ucap Anel.
"Kita jadi ipar dong"ucap Cleo tertawa.
"Hahaha... Maka cepet nikah sama kak Raka."ucap Anel.
"Yaelah aku kan cewek masa nglamar cowok duluan. Lagian aku juga belum tahu juga gimana perasaan kak Raka sama aku gimana"ucap Cleo.
"Aku percaya kok kak Raka juga suka sama kamu" ucap Anel.
"Eh.. Eh.. Kalian ngomongin apaan kok bawa-bawa nama ku"ucap Raka tiba-tiba datang bersama Zafano.
"Eeee.... Enggak kok kak, kita gak ngomong apa-apa apalagi bawa-bawa nama kakak"ucap Cleo gugup.
"Yakin" ucap Raka sambil menoel dagu Cleo. Dan di angguki malu-malu oleh Cleo.
"Sayang, kok udah pulang aja emang kerjanya dah selesai "ucap Anel.
"Udah" ucap Zafano.
"Hmm, sana ganti baju dulu" ucap Anel.
"Gak ah, aku pulang cepet tuh udah kangen sama kamu dan boy. Jadi mau nya nempel kamu aja terus" ucap Zafano memeluk Anel dari samping dan mencium pipi Anel.
"Udah deh gak usah gitu, malu tuh di lihatin kak Raka sama Cleo"ucap Anel.
"Biarin, biar Raka iri lihat kita mesraan. Dan cepet punya pasangan lalu nikah" ucap Zafano.
"Sekate-kate kamu ngomong, lagian aku juga dah nemu pasangan buat ku. Tapi nunggu dia selesai kuliah dulu baru aku lamar dan nikahin"ucap Raka.
"Emang siapa kak" ucap Cleo tanpa sadar. Membuat Raka menoleh ke arah Cleo.
"Kamu mau tau "ucap Raka.
"Hah.. nggak kok kak lagian itu bukan urusan ku juga" ucap Cleo dengan nada sedih.
"Duhh kenapa sih aku kok langsung spontan tanya gitu ke kak Raka. Kan aku jadi sedih apalagi cinta ku bertepuk sebelah tangan"batin Cleo.
"Serius kamu gak mau tau, kalau aku bilang cewek itu yang ada di depan ku gimana" ucap Raka tersenyum. Seketika membuat Cleo jadi blushing.
"Apaan sih kak, lagian itu juga nggak mungkin terjadi"ucap Cleo malu-malu padahal di dalam hatinya bersorak gembira.
"Kamu udah punya cowok, Cle" tanya Raka dengan nada sedikit keras dan kecewa.
"Belum kak, kenapa kak Raka nanya gitu " ucap Cleo sedikit takut.
"Brother, yang kalem dong kalau ngomong tuh lihat jadi takut kan anak orang" ucap Zafano sambil menepuk bahu Raka.
"Ya sorry, aku kan kaget pertama kali nyatain perasaan kek cewek tapi langsung di tolak" ucap Raka. Membuat Anel menepuk jidatnya beda dengan Cleo yang merasa tambah senang di hatinya.
"Kak, kamu nembak Cleo tadi. Kok gak romantis sih"ucap Anel.
"Okay, iya aku juga paham dan sadar aku tuh gak romantis buat ngungkapin perasaan ku pada mu, Cle.
Lalu mengeluarkan kotak berwarna merah dari saku jasnya.
"Nel, ini nyata gak sih aku ini cuma mimpi" ucap Cleo tersenyum manis.
"lni beneran babe, gimana kamu nerima ga? Kalau nerima aku ambil lah cincin ini"ucap Raka.
"Haa.. ini serius aku langsung di lamar gak pacaran dulu" ucap Cleo.
"Iya, Cleo kenapa kamu lemot sih tinggal jawab iya aja lama banget"ucap Anel yang tak sabar melihat Cleo menerima lamaran Raka.
"lya.. Iya aku terima kok "ucap Cleo tersenyum senang.
"Makasih Cle, sini aku pasangin cincinnya di jari manis mu" ucap Raka.
"Akkhhh.. Akhirnya cinta ku tak bertepuk sebelah tangan " teriak Cleo bahagia lalu memeluk Raka.
"lya, tinggal nglamar resmi di hadapan keluarga mu"ucap Raka.
"Tenang aja Rak, biar aku yang ngomong sama ayah dan bunda datang melamar Cleo pada tuan Ramlan" ucap Zafano.
"Iya Zaf, makasih kamu udah mau nerima aku sebagai saudara mu. Aku sayang sama kalian semua keluarga Stanley" ucap Raka.
"Udah tugas seorang saudara saling menyayangi dan membantu saudara yang lain"ucap Zafano.
Flashback
Didalam sebuah mobil mewah ada satu keluarga melewati jalan raya yang sepi. Zafano kecil tengah duduk di antara orang tuanya sambil melihat kearah luar jendela dia melihat ada seorang bocah laki-laki sedang di bully oleh anak-anak lainnya. Melihat hal itu Zafano kecil tak tega, ia meminta ortunya untuk nyuruh pak sopir menghentikan mobil untuk menolong bocah kecil yang sedang di bully itu.
"Ayah...bunda tolong suruh pak sopir menghentikan mobil sebentar" ucap Zafano kecil.
"Baiklah, pak tolong berhenti" ucap Rendi menuruti keinginan anaknya.
"Ada apa nak kok minta berhenti" ucap Ratna.
"Itu yah..bun... Zafano mau menolang anak laki-laki itu yang sedang di bully oleh teman-temannya" ucap Zafano kecil sambil menunjuk ke arah anak yang di bully.
"Baiklah ayo kita tolong dia" ucap Rendi. Dan diangguki Zafano kecil dan Ratna.
"Pak, tolong tunggu di sini. Saya mau ke sana dulu untuk menolong bocah itu. "ucap Rendi.
"lya tuan besar" jawab pak sopir.
"Maaf tuan, kenapa anda sekeluarga turun dari mobil" tanya ketua bodyguard yang mengawal mobil Rendi.
"Kita mau menolong bocah yang sedang di bully itu" ucap Rendi.
"Biar, saya bantu menyebrangkan. Mari tuan besar, tuan muda dan nyonya" ucap ketua bodyguard.
"Heh kalian berhenti membully anak laki-laki itu" teriak Zafano kecil dengan tatapan tajam.
Membuat anak-anak yang membully melihat kearah Zafano kecil lalu berlari pergi karena takut melihat Zafano kecil bersama orang tuanya dan ketua bodyguard.
"Hai kamu, kamu tidak apa-apa kan" tanya Zafano kecil sambil membantu bocah itu berdiri.
"Iya, makasih kamu udah menolong saya dan juga makasih om.. tante"ucap bocah itu.
"lya sama-sama" ucap mereka semua.
"Nama mu siapa,nak" tanya Rendi.
"Raka Wijaya, Om" ucap Raka kecil.
"Kenalin nama om Rendi, sebelah om namanya Zafano dan di sebelahnya istri om namanya Ratna dan ini ketua bodyguard namanya rock" ucap Rendi.
"Hai, om Rendi, om Rock, tante Ratna dan Zafano"ucap Raka.
"Hai Raka" ucap semuanya.
"Nak Raka, rumahnya di mana biar kami antar" ucap Ratna.
"Raka udah gak punya rumah tante" ucap Raka menunduk sedih.
"Kok bisa orangtua kamu di mana" tanya lagi.
"Orang tua saya udah meninggal begitu pula nenek meninggal dua hari yang lalu." ucap Raka.
"Maafin tanta ya, tante gak tau. "ucap Ratna lalu memeluk Raka kecil.
"lya, gpp tante"ucap Raka kecil.
"Ayah, bunda.. boleh kan kalau Raka jadi saudara Zafano "ucap Zafano kecil.
"Boleh" ucap Rendi.
"Raka mau kan jadi saudara nya Zafano, jadi anak angkat om dan tante"ucap Rendi.
"lya om, Raka mau "ucap Raka.
"Yeee, Zafano punya saudara gak sendiri an lagi" sorak gembira Zafano kecil.
"Sekarang Raka panggil om tante jadi ayah bunda sama kek Zafano"ucap Rendi.
"Iya, o... Ayah" Raka.
"Ayo sekarang ikut om pulang" ucap Rendi dan di angguki Raka.
Flashback off
"Sekarang tinggal Clara dan Kak Daniel saja" ucap Anel.