MY RECTOR MY HUSBAND

MY RECTOR MY HUSBAND
Pernyataan cinta Nathan



Di kampus


Sudah tiga hari Anel tidak bersemangat dan terlihat lebih murung, bahkan untuk di ajak ke kantin saja Anel tidak mau, dia lebih memilih pergi ke taman atau perpustakaan.


"Lo kenapa lagi Nel" tanya Cleo pada Anel.


"Gue ga kenapa kenapa cuma belum siap aja" jawab Anel.


"Ga usah terlalu dipikirkan Nel, lagian itu pilihan lo jalani aja dengan sebaik mungkin pasti baik baik aja kedepannya" ucap Cleo.


"Ada apaan sih, kok gue ga paham sama obrolan kalian" tanya Clara karena dia belum tau kalau Anel sedang dijodohkan.


"Ga ada apa apa kok" jawab Cleo.


"Gue ga yakin sama kalian berdua, pasti ada yang dirahasiain" ucap Clara agak marah.


"Hmm, gue akan ceritain tapi nunggu gue siap buat cerita" ucap Anel sambil nyengir.


Cleo yang sudah tau kabar tentang Anel dijodohkan dia tidak dibuat menjadi penasaran lagi walaupun ga diceritakan secara detail oleh Anel tapi dia yakin kalau sahabatnya bakal cerita lagi tentang dirinya dengan siapa dia dijodohkan. Berbeda dengan Clara yang tidak dikasih tau dia jadi sangat penasaran sebel terhadap kedua sahabatnya itu karena sedang merahasiakan sesuatu darinya.


"Anel gue pinjem laptop lo dong?" pinta Cleo pada Anel yang sibuk membaca buku.


"Itu ambil aja sendiri" jawab Anel yang masih sibuk membaca buku tanpa menoleh ke arah Cleo.


"Makasih " ucap Cleo pada Anel.


Seorang pria kini terlihat dari kejahuan sedang berjalan menuju kearah gasebo taman yang diduduki Anel, Cleo dan Clara.


Clara yang tak sengaja mengedarkan pandangan matanya ke sekitar taman melihat seorang cowok yang sedang berjalan kearah mereka.


"Itu cowok ganteng banget tapi kayak kenal deh tapi siapa, dia jalan kearah sini?" batin Clara.


Lama kelamaan cowok itu semakin dekat menuju kearahnya dan Clara masih memperhatikan itu cowok, dia baru ingat siapa cowok yang sedang berjalan kearahnya.


"Nathan" ucap Clara pelan yang masih terdengar oleh Anel.


"Mana?" tanya Anel pada Clara.


" ltu Nel, dia lagi berjalan kearah kita" jawab Clara sambil menunjuk Nathan yang sedang berjalan.


Anel memperhatikan tangan Clara yang menunjuk kearah Nathan, ada perasaan senang juga dihati Anel saat melihat Nathan di lain sisi dia juga bingung dan sedih dengan perasaannya sendiri. Nathan yang melihat Anel menatap kearahnya dia melambaikan tangan sambil tersenyum kearah Anel.


"Hai semua" sapa Nathan pada mereka.


"Hai" jawab mereka serempak.


"Kalian lagi ngapain nih?" tanya Nathan.


"Lagi nyantai aja " jawab Clara.


"Ouh.." ucap Nathan.


"Anel gimana kabarmu hari ini?" ucapnya lagi sambil tersenyum pada Anel.


"Baik Nath, bagaimana denganmu?" jawab Anel.


"Seperti yang kamu liat aku juga baik, apa lagi saat melihatmu hatiku merasa senang sekali." ucap Nathan tersenyum.


"Gombal" jawab Anel.


"Siapa yang gombal, itu bener Nel hatiku selalu merasa senang saat melihatmu bisa dikatakan kalau aku suka sama kamu" ucap Nathan sambil merangkul Anel dari samping.


"Apa kamu tidak percaya dengan omongan ku itu?" tanya Nathan diangguki Anel dan Nathan menghela nafas.


"Cla Cle gue pinjem Anel sebentar ya" pinta Nathan.


"lya tapi jangan dibawa pergi jauh" jawab Cleo sambil melihat Nathan yang sedang menggandeng Anel.


"Dan jangan di apa apain" teriak Clara.


"Iya cuma disitu doang kok" teriak Nathan sambil menunjuk tempat yang dimaksud.


Kini Nathan dan Anel bearada dibawah pohon yang besar dan cukup rindang sehingga mereka tidak kepanasan karena terik matahari. Nathan berdiri berhadapan dengan Anel, membuat Clara dan Cleo penasaran membuat mereka pergi menghampiri Anel dan Nathan. Nathan menghela nafas panjang lalu dikeluarkan untuk mengurangi rasa groginya karena mau menyatakan cintanya pada Anel.


"Anel aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Nathan yang diangguki Anel.


Nathan menepuk tangannya lalu datang 4 orang,3 orang membawa papan yang ada tulisannya yang ditutupi dan 1 orang membawa sebuket bunga mawar berbentuk love, menghampiri mereka lalu berdiri disamping kiri Anel dan Nathan yang sedang berhadapan dibelah kanan Cleo dan Clara berdiri.


"Tolong buka papannya" perintah Nathan.


Mereka pun membukanya dimulai dari orang yang berada pas disamping Anel membuka papannya yang bertuliskan "I" kemudian orang selanjutnya yang berada ditengah dengan tulisan "LOVE" dipapannya dan orang disampingnya bertuliskan "YOU" dipapan, rangkain kata itu jika digabungkan menjadi "I LOVE YOU". Anel yang melihatnya tersentak kaget dengan yang dilakukan Nathan begitu pula dengan Cleo dan Clara, seseorang yang membawa buket bunga mawar berbentuk love dibagian tengah dengan warna merah menghampiri memberikan pada Nathan.



"Anel, jika aku harus memilih, antara nafas dan cinta. Maka aku memilih nafas terakhir untuk mengatakan, “Aku cinta padamu sejak pertama kali bertemu denganmu." ucap Nathan pada Anel sambil berjongkok memegang bunga menghadap wajah Anel. Anel masih terdiam dihatinya ada sedikit rasa pada Nathan tapi disisi lain dia dijodohkan dan akan segera menikah.


"Uuuhh so sweet nya" ucap Clara sambil senyum senyum sendiri lalu disenggol Cleo.


"Hey jangan berisik ganggu Nathan yang lagi nyatain cinta" bisik Cleo pada Clara langsung wajahnya dipalingkan dan ditekuk karena kesal sama Cleo.


"Apakah kamu mau jadi kekasihku?" tanya nathan


"Jika kamu menerimaku ambilah bunga ini, dan jika kamu menolakku ambil bunga ini lalu buang" sambungnya


Anel mengambil bunga dari tangan Nathan membuat Nathan tersenyum bahagia dia berharap dan percaya cintanya telah diterima Anel.


Ada sepasang mata yang melihat mereka sejak tadi membuat rahangnya mengeras menahan emosi karena melihat Anel yang sedang ditembak Nathan didalam hatinya ingin sekali membawa Anel pergi dari sana tapi dia ingat dia bukan siapa siapanya dan memilih pergi meninggalkan taman kembali keruangannya.


"Maaf Nathan ...aku ga bisa menerimamu" ucap Anel lembut dan sopan sambil melempar bunga itu. Seketika hati Nathan hancur berkeping keping mendengar jawaban dari sang pujaan hati yang selama ini dia cintai sambil mencoba berdiri dan ingin pergi dari sana karena tak tahan dengan rasa sakit hati yang dia terima. Air mata yang sudah membendung banyak dimatanya ingin rasanya dia jatuhkan tapi diurungkan untuk menahan supaya tidak terjatuh didepan orang yang dicintai telah menolak cintanya , disaat Nathan ingin melangkah pergi.


"Grep " Anel memeluk Nathan dari depan sambil berucap.


"Sekali lagi aku minta maaf Nathan, kamu orang baik pasti akan mendapatkan cewek yang lebih baik dari aku" ucap Anel dengan nada sedih.


"Iya gpp Nel aku tau kok" jawab Nathan membalas pelukan Anel tidak terasa air matanya jatuh dengan segera dia mengelap air matanya denga tangannya supaya tidak ketahuan dengan Anel.


"Aku harus pergi karena ada urusan" ucap Nathan sambil melepas pelukannya pergi meninggalkan Anel.


Lalu Cleo dan Clara menghampiri Anel sambil memeluk.


"Udah Nel jangan sedih yang lo lakuin tadi sudah benar " ucap Cleo pada Anel sebenernya dia tau kalau Anel punya sedikit perasaan pada Nathan tapi dia menolak Nathan karena dia sudah dijodohkan.


"Anel bukannya lo kelihatan suka sama Nathan ya tapi kok lo tolak sih" tanya Clara.


"Gue ga suka sama dia kok" jawab Anel lirih.


"Yaudah pulang yok" ajak Anel pada kedua sahabatnya.


"Sorry gue ada matkul tambahan, kalian pulang duluan aja"jawab Clara.


"Yaudah kalau gitu gue sama Anel pulang dulu " ucap Cleo.


"lya hati hati" jawab Clara.


"Bye...belajar yang bener lo" teriak Anel pada Clara, pergi menuju parkiran.


"Bruuukkk " Anel menabrak seseorang.


"Kamu lagi " ucap Zafano kesal.


"Kamu benar benar nggak punya mata ya " bentak kesal Zafano.


"Bapak yang nggak punya mata ya, mata saya udah segede ini masak bapak bilang saya nggak punya mata " saut Anel kesal.


"Kalau kamu punya mata itu di pakek, jangan di bikin pajangan doang di muka kamu " sewot Zafano kesal.


Tanpa permisi Anel meninggalkan Zafano yang masih mengoceh kesal, dia berlari kearah mobilnya tanpa memperdulikan omongan Zafano.


"Dasar rector nyebelin " gumamnya sambil masuk kedalam mobil.


Anel melihat keluar kaca mobil ,di lihatnya Zafano masih berdiri di tempatnya tadi dengan muka yang sangat kesal.


"Rasain lo , ngoceh lo sana sendiri " gumam Anel sambil tertawa di dalam mobil.


"Kenapa gue harus ketemu bocah sialan itu " gerutu Zafano geram pada Anel.


Zafano masuk kedalam mobil , dan segera keluar dari dalam kampus menuju rumahnya.


~


Hari pun telah cepat berlalu , Ratna dan Rendi mempersiapkan keperluan yang akan di bawa nya besok malam kerumah calon besannya.


Dan dirumah keluarga Miligan ,Wilna telah sibuk membesihkan rumah mewahnya di bantu pelayan rumah dan meyiapkan makanan untuk kedatangan keluarga Stanley besok.


Dan tepat hari ini Emelly berangkat ke luar kota untuk urusan meeting dengan kliennya, tapi dia akan pulang ke masion keluarga Miligan besok malam kemungkinan setelah acara pertemuan keluarga selesai.


Emelly juga sudah mendengar kabar perjodohan Anel dan dia juga enggan berkomentar karena perang dinginnya bersama Anel dia tidak peduli dengan perjodohan adik nya itu,


"Baguslah, kalau Anel yang di jodohkan , setidaknya aku sangat beruntung untuk tidak terlibat dengan perjodohan itu " gumam Emelly yang sudah duduk dimobilnya bersama asistennya yang bernama Nindy.


Jangan lupa like coment and vote serta dukung karya author..


Untuk saat ini author ga bisa buat up setiap hari karena sibuk


Sorry and thanks